Sinopsis Drama Still Marry Me (The Woman Who Still Wants To Marry) Eps.16 END

Still Marry Me (The Woman Who Still Wants To Marry)

Episode 16 END

Shin young masih belum pasti dengan posisi koresponden itu dan ia masih harus bersaing dengan 2 kandidat lain.

Shin young bertemu dengan Min Jae di lorong dan mereka terus jalan tanpa saling menyapa. Tapi keduanya menangis diam2.

Min Jae tidak menemui Shin young lagi seperti yang diinginkan Shin young, tapi Min jae naik motor ke apartemen Shin young.

Shin Young merekam episode terakhirnya, setelah itu Shin young dan timnya pergi ke pesta, mereka semua sedih Shin young akan pergi tapi juga ikut bergembira untuk Shin young. Shin young ketakutan saat ia mendengar suara Min jae yang tanya apa Shin young akan pulang terlambat malam ini? Shin young ketakutan dan memberikan ponselnya pada kameramen-nya. Dan memerintahkan agar jangan memberikan telp-nya kembali apapun alasannya.

Saat Shin young berubah pikiran dan mau mengambil ponselnya, kameramen-nya tidak memberikannya.

Paginya, saat Shin young mau ke kantor, ia menemukan sarapan lengkap di mejanya dengan balon2 dekorasi. Shin Young pikir Bu Ki yang sudah menyiapkannya.

Da jung mendengarkan terjemahan dengan headphone, meskipun iparnya terus mengoceh, sehingga Da jung tidak mendengarnya sama sekali. Ternyata iparnya mau Da jung membuatkan kopi untuk karyawannya. Da Jung langsung meminta iparnya membuat sendiri. Da Jung berkata, ada kopi instant banyak dan juga mesin espresso, jadi buat saja sendiri. Iparnya tidak suka. Bahkan ia berkata Da Jung bermuka dua, mengapa Da jung begitu baik sengan menjaminkan apartmennya untuk kredit apartemen yang di atas?

Da Jung baru tahu itu, ia menemui suaminya dan menanyakan kebenarannya. Ban Seok mengaku ia melakukan itu agar Da Jung terlihat baik di mata keluarganya. Da Jung tahu itu memang apartemen Ban Seok, tapi paling tidak Ban Seok diskusi dulu dengannya jika mau menjaminkan apartemennya.

Da jung menyarankan agar mereka pindah apartemen saja, apa ia tidak bisa hidup sebagai istri Ban Seok saja, tanpa harus terikat dengan keluarganya? Tidak ada istri yang suka menghabiskan tiap akhir pekan dengan orang tua suaminya, atau punya ipar perempuan yang selalu masuk apartemen-nya tanpa ijin. Ban Seok berpikir, ini mudah. Da Jung tinggal mengubah cara berpikirnya saja.

Da jung berkata kalau begitu ini adalah jawabannya, tapi Ban Seok salah sangka, dan berkata bahwa ia ingin sekali segera punya anak. Da Jung hanya menghela nafas.

Da Jung menemui Bu Ki, ia baru saja dari apartemen diman ia disiram air di ep.1, dan berkata ia lebih bahagia saat itu, ketika ia meratap karena tidak punya pacar. Paling tidak ia tidak kehabisan nafas kala itu.

Bu Ki mengingatkan Da jung bahwa dulu juga ia tidak bahagia. Da Jung jadi heran apa memang ia adalah orang yang ditakdirkan untuk tidak pernah bahagia apapun keadaannya? Da jung berkata mungkin ia ingin bercerai.

Shin Young bergabung bersama kedua temannya dan ia melihat kotak berisi tonik milik Da jung. Itu pemberian Ban Seok untuk membantunya cepat hamil, Da Jung berkata ia membuang sebotol sehari di pembuangan.

Shin young juga berterima kasih pada Bu Ki buat sarapannya. Bu Ki bingung ia tidak membuatnya juga tidak kemarin pagi. Shin Young berpikir..pasti Min Jae.

Shin Young pulang ke rumah dan menemukan Min Jae tengah menyiapkan makanan untuk Shin young, bahkan Min Jae juga menyiapkan macam2 CD dengan label, “Jika kau cemas”, “Jika kau tidak bersemangat”, “Jika kau ingin menari.”

Shin Young tidak mengerti mengapa Min Jae melakukan ini, Min Jae berkata perasaan-nya pada Shin Young tidak akan pergi dan tidak mengerti keputusan Shin young, apa mereka harus putus? Shin Young menegaskan bahwa ia ingin fokus pada pekerjaan-nya dan tidak mau mencemaskan Min Jae. Min Jae merasa berarti Shin Young tidak percaya padanya, atau pekerjaan lebih penting darinya.

Shin Young berkata jika ia melihat min Jae, yang bisa ia pikirkan adalah betapa muda dan bersemangatnya Min Jae, Min Jae menjawab, itu masalah semangat dan bukan usia. Usia 24th bukan berarti aku bisa mencintai siapa saja.

Da jung menghabiskan waktunya mengasuh anak2, ia kesal sekali saat Ban Seok dan adiknya tidak melakukan apapun, sementara Da jung mondar mandir ke sana sini melayani anak2 itu. (well I have to admit it’s hard for Da Jung, she used to be independent and free woman haha..those kids will also make me freak out too).

Ban Seok ke dapur dan memergoki Da jung membuang toniknya ke bak cuci, apa ini? Awalnya Da jung mau bohong tapi akhirnya ia jujur, ia tidak mau minum tonik itu, ia tidak yakin ia bisa hidup seperti yang diinginkan Ban Seok, dan meskipun Da jung mencintai Ban seok, Da jung tidak ingin selalu bersama keluarga Ban Seok. Ban seok tertegun, apa ini berarti Da jung tidak menginginkan anak sama sekali ? Bagaimana Da jung bisa melakukan ini padanya?

Da Jung menjawab bahwa ia ingin berpisah sementara, dan langsung menuju rumah Shin young.

Da jung berkata ia tahu Ban seok bukan suami yang jelek, Ban Seok tidak memukulnya, atau berjudi, atau selingkuh. Tapi ia tidak bahagia, dan berkata, tapi mengapa rasanya seperti aku menabrak tembok? Da Jung menasihati Shin Young agar ia tidak menikah.

Shin Young juga berkata ia terpilih sebagai koresponden asing spesial dan akan terbang ahir bulan ini. Tapi Shin Young tidak merasa senang dan merasa ini sangat cepat.

Bu Ki dan Da jung memberinya selamat dan tertawa saat mendengar Shin Young berkata ia akan berusia 37 th saat kembali nanti. Bu Ki mengingatkan Shin young juga akan tetap berusia 37 th jika tetap tinggal di Korea.

Min Jae juga mendengar mengenai penugasan Shin Young dari rekan di kantor. Min Jae menyarankan untuk keluar jalan2 ke pantai hari Sabtu, dan meskipun Shin young tidak terlalu merespon, Min Jae mengirim SMS untuk mengingatkannya.

Saat hari Sabtu tiba, Shin young tidak bisa datang, ia sibuk sepanjang hari, dan Min Jae menunggu di mobilnya sampai sore. Lalu akhirnya Min jae pergi.

Da Jung mulai merasa mual2, dan memang benar, saat Da jung melihat tanda di alat penguji kehamilannyayang menunjukkan tanda positif, Da Jung menghela nafas, “Orang lain mungkin akan bersorak jika mereka hamil.”

Ban Seok juga sendirian di apartemennya dan bersedih, “Da Jung tidak mencintaiku.”

Sang Woo muncul di studio tari sang Mi dan mengambil foto2 saat Sang Mi menari. Sang Mi melihatnya dan marah minta Sang Woo menghapus foto2nya. Tapi Sang Woo tidak mau.

Sang Woo justru minta sang Mi mengajarnya menari. Sang Woo juga berkata ia akan terbang ke Paris dan minta Sang mi ikut.

Paginya, adik Ban Seok masuk begitu saja ke apartemen dan mulai mengomel pada Ban Seok. Ban Seok yang merasa betapa sengsara hidup pernikahannya, akhirnya berkata dengan keras pada adiknya untuk tidak masuk rumahnya begitu saja. Ban Seok juga berkata ia akan mengubah kode akses apartemennya dan menmpatkan adiknya di tempat semestinya. Ban seok bisa karena ia adalah sang kakak.

Ban Seok akhirnya pergi ke apartemen Shin Young untuk mencari Da jung. Ban seok berkata ia tidak apa2 membiarkan Da Jung sesuai keinginan Da Jung, atau meskipun Da Jung lebih mencintai dirinya sendiri daripada Ban Seok. Da jung berkata agar Ban Seok jangan bicara seperti itu, ia egois dan tidak baik untuk Ban Seok.

Ban Seok bersumpah ia tidak bisa hidup tanpa Da Jung dan berkata, ini pasti cinta, pikiranku sudah berubah, dan benar2 berubah.

Da Jung dengan mata berkaca-kaca memberitakan kabar baik itu, dia hamil! Ban Seok sangat bahagia dan ia menangis bahagia. Ban seok memeluk Da Jung.


Shin Young juga menemui Min Jae terakhir kalinya sebelum berangkat, dan Min Jae berharap Shin young akan baik2 saja dan memanggilnya kakak. Ini adalah cara Min jae menyatakan pada Shin young ia menerima usul Shin young.

Suara Shin young : Ya, Min Jae, mainkan gitar dan kerja keras dengan musikmu. kau masih 24 th dan kau masih muda. Pergilah dengan hatimu dan jika cinta datang, bercintalah. Hiduplah dengan semangat hari ini, seperti tidak ada hari esok. Terima kasih karena muncul untukku di musim dingin ini. terima kasih karena mencintaiku. Terima kasih karena membuatku melihat diriku lagi. Perasaan bersemangat,seperti musim semi yang datang, hadiah yang kau berikan untukku. Selama waktu kita bersama.Aku mencintaimu labih dari apapun di dunia.

Min Jae dan Shin young terus melanjutkan kegiatan mereka sampai tiba hari keberangkatan Shin young. Min Jae pulang dari main band, ia naik motor dan ia terbawa emosi dan kurang konsentrasi, ia menghindari truk, tapi saat ia menghindari mobil, ia kehilangan keseimbangan dan jatuh di aspal.

Di Bandara, Bu Ki dan Da Jung mengantar Shin Young, dan Shin young mengharapkan kemunculan Min Jae, Shin Young mengirim SMS sebelum pesawat berangkat dan ia menerima pesan dari rekan-nya kalau Ha Min Jae kecelakaan motor.

Shin Young tidak peduli lagi, ia langsung mengambil tasnya dan mohon pada petugas agar diijinkan turun dari pesawat.

Shin young panik dan menuju RS, ia melihat perban2 dan darah dan Shin young menangis ketakutan. Seorang pria menghela nafas dan menunjuk ke tempat tidur lain…itu disana pacarmu. Shin young bergegas menemuinya dan Min Jae memang terluka hanya tidak serius dan ia tertidur. Shin young lega dan hanya duduk di sampingnya.

Sang Mi masuk dan ia tersenyum melihat Shin Young, tapi ia tidak mau mengganggu dan pergi. Shin young tidak membangunkan Min jae dan akhirnya Shin young berdiri dan pergi, terima kasih, jaga dirimu.

Shin young ke LN dan melaporkan berita dari Finlandia, Min Jae melihat Shin Young di TV, ibunya tanya bagaimana kabar Shin Young, Min jae berkata mungkin Shin young baik. Sang Mi mengira mereka masih saling mengontak karena terakhir ia melihat Shin Young di RS, Min jae kaget dan baru mengetahuinya.

Shin young mengikuti perkembangan Min jae dari internet, ia melihat rekaman wawancara online Min jae, ia sedang menyiapkan single baru yang berjudul, “Menunggumu”. Reporter tanya artinya, Min Jae berkata aku kira setiap orang menunggu seseorang. Min Jae berharap, “orang yang aku rindukan dan paling kucintai” akan muncul di konserku mendatang.

Sang Woo masih saja mengejar Sang Mi, Sang woo mengajak sang mi ke Paris, melihat grafiti di Notre Dame, dan mengunjungi cafe satre, Sang mi kesal mengapa Sang Woo mempersulitnya. Sang Woo balik tanya, berat? Apa itu berarti kau masih mencintaiku? Sang Woo akhirnya hanya memberikan tiket pada Sang mi dan ia pergi.

Min Jae mengadakan konser dan Min jae pikir ia melihat Shin Young hanya tidak begitu yakin, lalu Min Jae nyanyi lagu andalannya, “Wanita yang memotong senar gitarku.” dan berkata ia ingin kembali pada waktu ia menulis lagu ini.

Ternyata Shin young benar2 datang dan ia melihat Min Jae dan setelah lagu selesai ia pergi. Min Jae tidak melihat Shin young.

Sang mi akhirnya memutuskan pergi ke Paris. (tiket gratis bo!) Sang woo yang mengetahuinya senang sekali dan langsung memindahkan Sang mi ke kelas executive (well Sang Woo pilotnya gitu lo..).

Anak buahnya memberi info bahwa tempat duduk yang dimaksud sudah terisi dan Sang woo tersenyum lebar. (aku ingat sebuah show, ini diluar drama, ada pilot yg mau ngelamar pacarnya di ruang tunggu bandara, ia minta tolong semua penumpang dan awak pesawat, pilot itu ngasih foto pacarnya dan bunga ke semua penumpang dan awak pesawat, nah waktu landing, cewek itu bingung, krn setiap org ngasih red rose ama dia plus senyum, dia terima aja,bahkan ada ibu2 yg langsung kasih cium and pelukan segala, hihi..sampai akhirnya semua awak kapal juga turun and ngasih bunga, trus akhirnya pacarnya muncul bawa cincin sama bilang will u marry me ? huehehe siapa yg nolak kalo cara ngelamarnya kaya gitu …yah cuma selingan aja..hrsnya aku bikin blog how to propose aja ah..jadi dpt ide)

Awak pesawat memberikan pesan pada Sang mi, “Meskipun kau ingin menemuiku, kau harus menunggu 11 jam dan 50 menit. Aku mencintaimu.”

Shin young hanya sebentar kembali ke Korea, nanti ia harus kembali ke LN lagi. Shin young pergi ke UBN dan menemui rekan2 lamanya, dan Shin young duduk di depan komp-nya, hanya saja layar laptopnya gelap dan tidak mau nyala, kabelnya diputus.

Shin young meminjam kabel dan ia menyalakan laptopnya, ada pesan, “Kau Masih Wanita Yang Kucintai!”

Shin young tahu ini Min Jae, ia lari ke arah lorong dan kosong, tapi ia menemukan mp3 player. Saat didengarkan ternyata lagunya, “Wanita Yang Memotong Senar Gitarku.” dan Min Jae muncul dibelakang Shin young dan menyapanya dengan senyuman.

Min Jae tanya, mengapa Shin young pergi begitu saja hari itu saat konser? Shin young tanya, kau melihatku? Min Jae menjawabnya aku merasakan kehadiranmu. Aku merindukanmu. Dan mereka berpelukan…

Da jung melahirkan, Ban Seok dengan setia menemani Da Jung di sisinya. Bu Ki, masih tetap single dan mengagumkan dan masih tidak mempedulikan Myung Seok yang mati2an menarik perhatiannya hehehe..

Sang mi dan Sang Woo rujuk lagi setelah dari Paris. Sang Mi mengajar Sang Woo dansa dan mereka benar2 serasi.


Min Jae perform lagi dan di tengah show, senar gitarnya putus. Ini memang disengaja untuk masuk ke lagu “Wanita yang memutuskan senar gitarku.” Min jae menjelaskan lagu ini berdasar kisah nyata, bahkan wanita yang menginspirasi lagu ini ada di sini, Min Jae berkata wanita itu pantas disiram dengan air.

Shin young tertawa dan protes, tapi ketika embernya dibalik, yang keluar bukan air, tapi kertas kecil2.


Narasi Shin Young :”Ketika angin bertiup, tidak mengapa jika kita menggigil. Aku percaya pada satu waktu, angin akan berhenti. Ketika hujan, carilah teman. Kau tidak sendiri. Ketika cinta datang, bercintalah. Dan ketika cinta pergi, lepaskanlah. Ketika kau menerima apa yang tidak bisa kau ubah, cinta yang berbeda akan datang. Waktu dikuasai oleh kecemburuan akan berakhir. Hargailah hari ini…mengaku bahwa aku mencintaimu..sekarang aku berpikir aku bisa bahagia. Ini Lee Shin Young, UBN News”

T A M A T

Sinopsis Drama Still Marry Me (The Woman Who Still Wants To Marry) Eps.15

Still Marry Me (The Woman Who Still Wants To Marry)

Episode 15

Shin Young meminta Min Jae menghentikan semua ini dan kembali lagi ke dalam rumah untuk menyelesaikan semuanya.

Min Jae menolaknya, dan Shin young menyadari Min Jae masih kekanak-kanakan dan tidak bisa mengendalikan situasi. Min Jae menarik Shin young dan memeluknya dengan erat, “Jangan pergi.”

Di dalam apartemen, Sang mi yang marah2 menemukan selembar surat dari Shin young yang ditulisnya untuk Min Jae,

Minjae, teman serumahku. Ku kira aku tidak bisa bertemu denganmu sebelum aku pergi, jadi aku menulis surat. Da jung selalu mengeluh bahwa kamar itu dingin, aku khawatir jika saat kau tidur ternyata memang dingin. Aku ingin menjaga janji yang kubuat pada ibumu. itu adalah suatu kehormatan baginya sebagai orang yang telah membawa Ha Min Jae yang kucintai ke dunia ini. Aku akan menerimamu sebagai teman serumah sampai akhir minggu ini. Aku akan memberikan selimut berpemanas di studio, supaya kau bisa tinggal di sana. Kalau aku kangen aku akan menemuimu. Ini adalah rasa gembira yang lama tidak kurasakan. Keinginan untuk mencoba dan hidup dengan baik. Ini adalah hadiah darimu. Hadiah apa yang bisa kuberikan untukmu..aku memikirkannya setiap hari. Terima kasih dan aku cinta padamu. Musim semi di hatiku, Ha Min Jae.

Sang mi tidak bisa marah lagi membaca surat itu. Ia pergi dan meninggalkan makanan yang dibawanya.

Min Jae membawa Shin young bermobil tanpa tujuan dan tidak mau pulang. Shin young akhirnya merasa cukup dengan kekanak-kanakan-nya dan minta Min Jae untuk menghentikan mobil dan ia turun, pulang naik taksi.

Bu ki menunggu Shin young dan membantunya membayar ongkos taksi dan menghibur Shin young. Shin Young menemukan kotak makanan dari Sang mi dan ia merasa bersalah. Shin Young mengaku ia merasa ada gap diantara dirinya dan Min Jae. Bu Ki berkata, bukan gap antar generasi tapi perbedaan pemikiran.

Bu Ki berkata, “Lee Shin Young jika ada begitu banyak rintangan, putus saja dengannya. Setiap pasangan punya gunung untuk di daki. Jika kau tidak mau berurusan dengan pria yang 10 th lebih muda darimu, kau bisa memilih pria seumurmu dengan kepribadian yang buruk, atau mungkin kau labih suka berurusan dengan mertua dan saudara ipar. Ini pilihanmu. Siapapun pria yang kau pilih, selalu ada sesuatu yang harus kau hadapi dalam hubungan itu. Pilih yang bisa kau terima.”

Shin Young, “Apa kau tidak punya sesuatu yang bisa kau terima? Itukah sebabnya kau masih single sampai sekarang?”

Bu Ki, “Aku hanya suka dengan hidupku sekarang. Itulah mengapa aku masih tetap single.”

Shin Young mengirim SMS pada Sang Mi, ia berharap semua kesalah pahaman akan selesai dan ia sudah meminta Min Jae kembali ke rumah.

Min jae muncul di rumah ibunya. Min Jae mengeluh karena ibunya memperlakukannya seperti anak kecil di depan pacarnya. Min Jae menjelaskan tidak ada apa2, dan Shin young cukup frustrasi untuk menjaga janjinya pada ibunya.

Min Jae juga minta maaf dan mengaku kesalahannya. Dan sang mi melunak pada anaknya.

Shin Young membereskan barang2 Min Jae dan ia menemukan kartu ID mahasiswa Min Jae, dan Shin young tertawa karena merasa Min Jae lucu sekali, tapi kemudian ia sadar ada perbedaan usia cukup signifikan diantara mereka.

Da jung yang sedang mempelajari proyek barunya, merasa kaget saat iparnya masuk ke apartemennya dengan kantong2 belanjaan dan anaknya. Ternyata ipar Da Jung mau Da jung memasakkan 5 macam masakan untuknya, ia mau memberikan masakan itu untuk mertuanya. Ha?

Da jung sudah merasa cukup dan ia mencari Bu Ki, untuk sharing.

Bu Ki hanya bisa berkata, Da jung menahannya atau keluar dari situasi ini. Da jung berkata dengan nada cemburu, “Hari ini, aku cemburu padamu dan Shin Young.” Bu Ki berkata agar Da jung ingat saat dia berdoa untuk pasangan agar ia bisa berbagi makan agujjim bersama. Da Jung menjawab bahwa harga untuk berbagi agujjim terlalu tinggi.

Da jung heran mengapa orang2 mau menikah, Da jung ingin menikah karena ingin mengakhiri hidup singlenya, hanya ia baru sadar bahwa pernikahan itu bukan akhir, tapi justru awal segalanya.

Shin Young sukses di kantor. Cerita pacar politisi yang sempat dibekukan akhirnya ditayangkan dan Shin Young mendapat pengakuan dari boss-nya.

Shin young segera ingin menemui Min Jae untuk berbagi berita menggembirakan ini, hanya saja ia melihat Min Jae sedang bersama seorang gadis muda. Gadis itu merangkulkan tangannya ke lengan Min Jae, dan Min Jae juga tidak bisa mengusirnya begitu saja. Kelihatan sekali kalau gadis itu mengejar Min Jae.

Shin Young tahu itu tidak berarti apa-apa, tapi ada sesuatu yang tidak enak, Shin young berbalik dan pergi. Min jae melihatnya dan ia segera mengejar Shin young.

Shin Young dengan santai tanya siapa gadis itu, Min Jae berkata dia adalah Senna, adik kelasnya, dan juga seorang penyanyi. Min jae memberikan lagu untuk album baru Senna.

Min Jae ingin makan malam di rumah, karena ia akan pindah besok, jadi ini makan malam terakhirnya di rumahShin Young. Mereka memutuskan bahwa orang pertama yang sampai di rumah harus masak. Dan Shin Young sangat gembira.

Sang Woo membawa Sang Mi ke apartemennya untuk diperkenalkan pada ibunya. Seperti yang sudah di duga, Ibu Sang Woo kaget dan menentang mentah2 hubungan mereka berdua. Ibu Sang Woo berkata bahwa ia dan ayah Sang Woo tidak akan menghadiri pernikahan mereka, dan akhirnya Ibu Sang Woo memohon pada Sang Mi untuk melepaskan Sang Woo.

Sang mi mengalami apa yang dialami Shin young. Ibu sang Woo minta Sang mi memikirkan putranya, dan bagaimana orang2 akan melihat putranya. Sang Woo tidak tahan dan ia menarik Sang Mi keluar dari apartemennya. Sang mi jadi ingat apa yang dilakukan Min jae waktu ia menarik Shin young di depan sang mi dan pergi. Mirip.

Shin young menolak ajakan teman2nya untuk merayakan kesuksesannya dan memutuskan untuk pulang lebih awal untuk masak buat Min Jae. Shin Young menyiapkan pasta.

Ternyata Min jae yang mau pulang langsung ditahan oleh teman2nya, mereka mau mengajak Min Jae minum2 dan tidak mau mendengar keberatan Min jae. Min jae akhirnya pergi dengan mereka. Min jae mengirim sms pada Shin young dan berkata ia pulang telat, jadi jika Shin young lapar, makan duluan saja.

Shin young memutuskan untuk menunggu Min Jae karena ini adalah makan malam terakhir mereka di apartemennya.

Da jung dan Ban Seok makan malam di resto sushi, Da Jung mencoba mengarahkan pembicaraan pada saudara perempuan Ban Seok. Ban Seok salah paham dan berpikir Da Jung mulai cocok dengan saudaranya jadi ia senang sekali. Da Jung benar2 putus asa.

Ban Seok bahkan mengumumkan dengan senang bahwa saudara perempuannya akan membeli apartemen di atas apartemen mereka. Apa? Da Jung kaget sekali, dia akan tinggal di lantai atas ? Akhirnya Da jung tidak tahan lagi dan mengatakan semuanya pada Ban Seok.

Mereka bertengkar. Da Jung berkata sambil menangis, ia takut saat memikirkan masa depannya, dan Ban seok membalas, ia tidak tahu bahwa Da jung adalah orang yang egois, ini menyakitkan hati Da jung.

Shin Young menunggu Min Jae..menunggu..menunggu..main2 dengan pasta mentah, menusukkan pasta ke rambutnya, dan tiba2 ada kiriman foto dari teman Shin young yang kebetulan ada di bar yang sama dengan Min jae. Di foto itu, Min Jae dan Senna lomba minum bir sambil berangkulan tangan.

Sebenarnya Min jae benar2 berusaha untuk pulang, tapi teman2nya tidak mengijinkannya. Shin Young panik dan tiba2 kepanasan, ia mematahkan pasta mentah dalam jumlah banyak, stress. Lalu Shin young memutuskan untuk relaksasi dengan yoga. Shin young mendengar Min Jae masuk dan Shin young siap untuk menghadapi Min Jae.

Min Jae membawa kue dan bersikap biasa saja. Shin young terlihat marah. Min Jae sadar situasinya tidak enak, tapi Min jae tidak mengerti mengapaShin young begitu marah.

look at Bummie’s eyes..wow..Shin Young is so scary…

Shin young akhirnya berhasil menenangkan diri, ia tidak akan cemburu dengan anak usia 22 th. Shin young akhirnya memutuskan untuk masuk ke kamarnya saja.

Min Jae menyiapkan kue tart-nya, ia memasang lilin dan masuk ke kamar Shin young. Shin Young melihat Min Jae dengan kue dan lilinnya dan ia tidak bereaksi. Lalu Min Jae langsung naik ke tempat tidur Shin Young. Shin Young duduk dan minta Min Jae pergi, kau tidak bisa di sini. Tapi Min Jae mendorong Shin young kembali tidur dan melingkarkan lengannya ke pinggang Shin young, aku lelah dan mabuk, biarkan aku disini 10 menit saja, heh?

Shin young tidur dengan tangan di kepalanya dan memandang Min Jae, dan sepertinya tidak marah lagi…hehe..Shin Young memandangi Min Jae dan tanya apa yang sedang dipikir Min Jae,

Min Jae, “Aku benar2 pengacau sampai aku bertemu Ban Seok. Saat aku bertemu hyung aku berubah, dan ketika aku bertemu denganmu, aku berubah lagi.”
Shin young, “Bagaimana?”
Min Jae, “Aku akan mengatakannya nanti.”

Min Jae tidur, Shin young yang juga mengantuk akhirnya mematikan lampu dan mereka tidur.

Sebaliknya Da jung dan Ban Seok untuk pertama kalinya tidur terpisah. Da Jung merasa sedih karena Ban Seok membiarkan ia tidur sendirian dan tidak membujuknya kembali ke kamar mereka.

Paginya, Min Jae dan Shin Young bangun bersama dan Min jae berkata, bahkan tanpa membasuh wajah, Shin young tetap cantik. Min Jae, “Jadi kita tidur bersama” Shin Young, “Ya, kukira begitu.” Min Jae, “Aku akan bertanggung jawab, jangan khawatir.” hehe..

Tiba2 Min Jae mendapat telp dari Senna, aarrgh..!

sang Mi dan Sang Woo jalan2 di tepi sungai, dan akhirnya Sang mi memutuskan untuk meninggalkan Sang Woo. Sang mi kemudian pergi dan Sang Woo sendirian memandangi sungai. Di rumah Sang mi menangis sendirian.

Di kantor, Shin young melihat Min Jae dengan Senna lagi, dan Senna benar2 nyebelin. Shin young pulang sendirian ke apartemennya dan ia berimajinasi Min jae ada di sana menyambutnya. Tapi saat Shin young melihat lagi, Min jae hilang.

Kemudian ia berhalusinasi melihat Da jung masuk dari pintu luar membawa arak untuk minum dan ngobrol bersama. Tapi ternyata itu juga halusinasi. Shin young, “Apakah karena ini, orang2 memutuskan menikah?”

Tiba2 persis dengan halusinasi Shin young, Da Jung keluar dari kamar lamanya dengan membawa tas. Shin young kaget sekali. Da jung menjawab, “Jangan pernah menikah. Hidup saja dengan bebas dan nyaman.” (bwa hahaha..well menurutku, tidak perlu buru2 menikah..enjoy your life and have fun, jika sdh waktunya dan benar2 siap baru menikah haha..Da jung ini contoh soal yg bagus )

Shin young masih bengong dan Da jung berkata ia tidak bisa menyelesaikan pekerjaan-nya karena keributan di apartemen atas dan ia menambahkan ia iri pada Shin young. Da jung berpamitan dan pergi. Shin young masih bingung, apa benar tadi itu Da jung.

Shin Young mendapat promosi. Bossnya menyarankan Shin Young menjadi wartawan koresponden di kantor luar negeri (another K-drama klise, pasti akan ada yg keluar negri, sampai sekian th..) Boss Shin young berkata sekitar 3 tahun. Shin Young ragu2 dan menolaknya. Bossnya berkata agar Shin young memikirkannya lagi dan jangan sampai kehilangan kesempatan bagus ini.

Shin Young menunggu Min Jae, Shin Young mencoba mengatakan ini pada Min jae hanya tidak mampu dan hanya janji akan saling menelepon.


Shin young meminta pendapat Bu Ki, dan my Bu ki (oh I love her..) berkata jika shin young tetap di korea, ia juga tetap saja menua dan mungkin masih tetap single. Kau tidak pernah berpikir kau akan berusia 34 th dan masih single kan? Tapi hidup cukup menyenangkan kan?nah usia 37 juga akan sama. hehe..I like it, I do! I love Bu Ki (didn’t I say earlier that Bu Ki is really like me? I mean the way she thinks hehe..)

Shin young berkata berarti itu adalah akhir hubungannya dengan Min jae, Bu Ki berkata, kalaupun Min Jae ada di sisi shin young, bukan berarti mereka akan tetap bersama, dan jika mereka berjauhan, bukan berarti mereka putus. Bu Ki berkata bahwa masa depan itu misteri dan mereka bisa saja berpisah lalu balik lagi. “Dunia ini luas, banyak pria di luar sana, dan kau berharga.”

Min Jae mendengar dari ibunya jika ia dan Sang Woo sudah putus. Min Jae, “Mengapa ibu tidak bisa berani seperti Shin young?” Min Jae menemui Sang Woo dan ingin tahu, jika benar Sang Woo mencintai ibunya , mengapa Sang Woo menyerah begitu saja. Sang Woo menjelaskan ia menunggu Sang mi kembali dan berubah pikiran. Min jae tidak percaya.

Min Jae, “Kau tidak tahu bagaimana mencintai seseorang. Kau tidak tahu bagaimana mencintai shin young waktu itu, dan kau melakukan yang sama pada ibuku sekarang.”

Sang Woo hanya berkata Min jae anak yang tidak tahu kesulitan ibunya. Min jae sebaiknya mencemaskan Shin young saja, berusahalah mengubah pikirannya. Apa? Min jae kaget dan ia baru tahu jika Shin young ragu2 mengambil promosinya karena dirinya. Sang Woo berkata Shin young dulu tidak ragu2 untuk mengambil kesempatan ke LN, sekarang ia ragu. Ini karena Min jae.

Shin young akhirnya memutuskan mengambil kesempatan ke LN, dan ia harus mengatakannya pada Min Jae. Min Jae minta shin young menemuinya di lorong, dan mereka berdiri diam saja beberapa saat, Min Jae dengan menahan perasaannya berkata pada Shin young untuk pergi.


Shin young, “Apa kau benar2 mau aku pergi?”
Min Jae, “Ya”
Shin young, “Aku akan pergi selama 3 tahun.”
Min Jae “Aku tetap ingin kau pergi.”
Shin young, “Baik tapi aku tidak mau pergi dengan berat hati. Kita putus saja.”
Min Jae, “Mengapa kita harus putus?”
Shin Young, “Dalam 3 th, kita tidak bisa berkata perasaan kita masih tetap sama. Dan tempatmu..aku kira tidak akan berada di sisiku.”
Min Jae, “Aku akan menunggu. Pergi dan kembalilah.”
Shin young, “Kau tidak bisa berjanji menungguku selama 3 th, aku ingin pergi dengan nyaman, kita putus saja.”
Min Jae, “Apa ini yang benar2 kau inginkan?”
Shin Young, “Ya, aku serius.”

Shin young akan pergi tapi Min jae menarik tangannya. Shin young berbalik untuk terakhir kalinya dan berterima kasih pada Min Jae untuk semuanya dan berkata, “Baik2 ya..” dan Shin young melepaskan tangan Min Jae dan pergi.

Min Jae melihat Shin Young pergi dengan hati hancur…

Sinopsis Drama Still Marry Me (The Woman Who Still Wants To Marry) Eps.14

Still Marry Me (The Woman Who Still Wants To Marry)

Episode 14

Sebenarnya Bu Ki sempat mengirim SMS pemberitahuan pada Shin young bahwa Sang Mi akan mengunjungi Shin Young, cuma karena Bu Ki tdk mau ketahuan Sang Mi, ia tidak sempat mengecek lagi apa SMS-nya terkirim atau tdk, ternyata failed.

Min Jae menyarankan menghadapi saja ibunya, tapi Shin young merasa waktunya tidak tepat. Jadi Min Jae buru2 sembunyi di kamar Da Jung, sementara Shin Young membuka pintu untuk Sang Mi dan Bu Ki. Bu Ki sempat memberi pesan, ini kesempatan baik untuk memberi kesan baik pada Sang Mi.

Min Jae di kamar Da jung tidak sengaja menginjak dan membentur sesuatu, Min Jae menahan sakit, dan Bu Ki pura2 membenturkan kakinya untuk kamuflase. Bu Ki ke dapur menyiapkan snack. Sang Mi dan Shin young ngobrol.

Sang Mi tanya kapan waktu paling sulit dalam hidup Shin Young. Shin Young jujur itu adalah ketika Sang Woo mencampakkannya. Shin Young tidak menyalahkan Sang Woo, waktu itu Sang Woo masih muda. Sekarang ia sudah matang dan Shin Young bisa melihat bahwa Sang Woo mencintai Sang Mi dengan tulus. Shin Young mengakui ia juga salah saat itu, ia egois dan terlalu fokus pada karirnya.

Ada bunyi ponsel dan bukan milik kedua wanita itu, Shin Young sadar ini punya Min Jae dan dengan santai ia menjawab telp itu dan bicara seolah-olah dengan teman kerjanya. Lalu, ada telp lain, telp Shin Young, Shin Young mengangkatnya dan berkata ia punya 2 ponsel, satu untuk kerja dan satu untuk pribadi. Sang Mi bisa mengerti.

Sang Mi mulai berbicara mengenai posisinya sebagai ibu dan mengaku ia takut Min jae membuat kesalahan seperti yang sudah dilakukan oleh suaminya. Suaminya menikah karena hasrat sesaat dan menghabiskan hidupnya dengan menyesalinya, membuat mereka berdua tidak bahagia. Sang Mi tidak mau itu terjadi pada Min Jae, maka ia minta agar Shin Young tidak melakukan apapun dengan Min Jae, paling tidak sampai Min Jae lulus kuliah. Sang Mi berkata ia mempercayai Shin Young.

Setelah itu Sang Mi pergi dan dijemput Sang Woo.

Shin young dan Min Jae lega setelah ibunya pergi. Tapi malam itu mereka tidak bisa melakukan apa-apa 🙂 karena kata2 Sang Mi masih terngiang di telinga mereka.

BAn Seok pulang dan kaget dengan kotak pizza yang berserakan. Da Jung kecapaian dan tidak senang saat harus mengajar anak2, Ban Seok minta Da jung sabar dan ia langsung menggendong Da jung.

Shin Young dan Min Jae juga tidak bisa tidur, mereka keluar dan memutuskan untuk main, mainan anak-anak dan dimana yang kalah akan disentik dahinya, lalu mereka jalan2 di luar, lalu kembali ke apartemen, karena lapar mereka membuat kimbab, makan dan tidur di ruang tamu.

Paginya, Da Jung berangkat kerja bersama Ban Seok, padahal jadwalnya lain dan Da jung harus bangun lebih pagi dari biasanya untuk pergi bersama bahkan harus make-up di mobil.

Sebaliknya, Shin young dan Min jae harus berusaha agar mereka tidak datang bersamaan di UBN untuk menghindari gosip.

Sang Mi juga menuju pengadilan pagi itu untuk menyelesaikan perceraiannya.

Bu Ki dan Da jung belanja bersama, dan mereka dikuntit orang aneh. Pria itu mengenalkan dirinya sebagai agen yang mencari model usia akhir 20-an. Pria itu merasa Da Jung dan Bu Ki cocok.

Bu Ki dan Da jung tahu kalau ini penipuan, tapi Shin young ingin melanjutkannya karena ia butuh cerita, maka mereka setuju saja.

Mereka pura2 senang dan semangat, dan membuat pria itu percaya pada wajah polos mereka saat disebut ini untukiklan minuman diet. Mereka mengambil beberapa foto dan mereka janji bahwa foto2nya akan berkualitas.

Bu Ki berbusana seperti Sailor Moon, Da Jung seperti Marilyn Monroe, dan Shin Young seperti Velma-Scooby Doo.

Saat sutradara-nya lengah, Shin Young menyelinap untuk membuka pintu dan cameraman Shin Young mulai merekam.

Hasilnya, sebuah berita yang menyoroti penipuan pengambilan gambar dan juga wawancara dengan beberapa korban. Boos Shin young suka dan akan menayangkan program ini besok pagi.

Min Jae masih tinggal di apartemen Shin Young dan janji akan segera pindah. Min Jae janji masak untuk Shin Young dan akhirnya harus telp Ban Seok untuk tanya.

Da Jung sedang kerja di rumah saat saudara perempuan Ban Seok dan putranya datang. Ia masuk tanpa ijin karena ia tahu kode pintunya. Da jung mencoba menahan diri dan bersikap sopan saat adik Ban seok seenaknya saja meminjam baju2 dan tas Da jung.

Myung Seok berusaha mendekati Bu Ki, di gym, saat Bu Ki akhirnya muncul, Myung Seok menantangnya tapi kalah telak. Myung Seok masih mencoba untuk ngobrol dengan Bu Ki, tapi Bu Ki cuek dan bahkan tidak mempedulikan Myung Seok, maka Myung Seok mengambil ponsel Bu Ki dan memanggil no-nya sendiri agar bisa mendapatkan no. Bu Ki. Kata Myung Seok jika ia bisa mengalahkan Bu Ki, maka ia akan menghapus no.

Saat Ban Seok pulang ke rumah, ia menemukan Da Jung tidak bersemangat dan merasa tidak tahan lagi. Da jung tidak bisa melihat anak2 tiap hari, mengajari mereka, dan juga mengurus pekerjaan-nya sekaligus. Ini keterlaluan.

Ban Seok merasa bersalah dan berkeras mencuci kaki Da jung.

Malamnya, Shin young senang Min Jae memasak untuknya, tapi Min Jae melihat saat Shin young menambahkan air ke supnya saat Min Jae berbalik, Min Jae langsung menyinggung hal itu, mengapa tidak bilang saja kalau keasinan dan masalah segera beres saat Shin young berkata, iya aku minta maaf. Min Jae juga mengaku saat ia membawa kimbap buatannya ke studio, anak2 mencela kimbap buatannya. “Aku sadar, berarti kau benar2 mencintaiku, karena kau makan kimbap tanpa mengeluh,”kata Min Jae.

Mereka main kartu, Min Jae pura2 menyudahi permainan dan ia mau rekaman, ia dapat inspirasi lagu baru. Shin young tidak mau melepas Min jae begitu saja, ia minta Min Jae bersenandung untuknya. Min Jae bersenandung sambil memeluk Shin Young. Mereka berciuman.

Da Jung dan Ban Seok di kamar mereka, Ban Seok mengusulkan untuk saling berkunjung ke rumah orang tuanya. Da jung bangun dan tanya apa maksud Ban Seok, Ban Seok menjelaskan jika mereka punya anak nanti, akan lebih baik jika mereka pindah ke rumah orang tuanya.

Da Jung kaget karena Ban Seok berniat merawat orang tuanya, bukankah Ban Seok adalah putra ke dua, Da Jung menghindar kencan dengan anak pertama ya karena masalah ini. Da Jung menyetujui dengan terpaksa.

Tapi setelah Ban Seok tidur, Da jung duduk sendiri di dapur yang gelap dan berkata, “Masih lebih baik daripada harus sendirian, iya kan?” (hehe..lebih baik sendirian lah apalagi punya karir bagus…)

Da Jung mengunjungi Shin young dan mengeluh ia tidak bisa tidur dan tidak mau mengganggu suaminya, Da jung berkata menikah itu menyenangkan, paling tidak sekarang tidak ada orang yang tanya kapan kau nikah, dan ia juga tidak harus ikut kencan buta dan gagal seperti waktu itu. Tapi Da jung berkata dengan suara tidak bersemangat.

Da Jung langsung masuk ke kamarnya dulu dan ia kaget sekali saat tahu ada yang tidur, Ha Min Jae. Min Jae terbangun dan Da jung shock, Shin young masuk dan menarik Da jung keluar, “Maaf Min Jae, kembalilah tidur.” Da Jung tidak mengerti, jadi kau sekarang tinggal dengan Ha Min Jae? Shin Young meyakinkan tidak terjadi apa2. Da Jung tidak percaya, mengapa Min Jae hanya pakai kaos dalam? Shin young membalas, apa kalau tidur kau pakai baju lengkap? Da Jung hanya berkata jangan hidup seperti itu.

Sang Mi mengunjungi Sang Woo di apartemennya dan hubungan mereka baik, bahkan Sang Woo ingin mengenalkan Sang Mi pada ibunya. Sang Mi juga lebih baik pada Shin young. Sore itu, Sang Mi memasak dan mengepak makanan untuk Min Jae.

Sang Mi pergi ke apartemen Shin young dan bermaksud minta Shin young mengantar makanan untuk anaknya, Sang Mi titip makanan itu pada penjaga, tapi justru saat ia mau pulang..justru ia melihat Shin young pulang bersama Min Jae.

Penjaga mengetuk pintu apartemen Shin Young dan mengantarkan makanan. Sang Mi langsung menyerbu masuk, dan marah. Ia langsung memerintah Min Jae untuk pergi.

Sang Mi mengingatkan Shin young akan janjinya dan tidak terpengaruh dengan penjelasan Min Jae bahwa tidak terjadi apa-apa diantara mereka, lagipula ia hanya tinggal beberapa hari saja.

Min Jae kesal lalu ia menarik tangan Shin young keluar rumah. Shin Young tanya Min Jae mau kemana? Min jae berbalik dan berkata, “Ayo menikah besok pagi.”

Sinopsis Drama Still Marry Me (The Woman Who Still Wants To Marry) Eps.13

Still Marry Me (The Woman Who Still Wants To Marry)

Episode 13

Shin Young berdiri termangu, tidak yakin harus bereaksi apa, ia shock tapi juga geli. Dan bahkan Shin young berimajinasi jika ia dan Min Jae menikah nanti maka yang akan berdiri sebagai orang tua pengantin pria adalah Sang Mi dan Sang Woo..?!

Min Jae muncul dan heran dengan tingkah laku Shin Young, tapi Shin Young membuat alasan2 dan Min Jae tidak mempersoalkan lagi.

Sang Woo dan Sang Mi keluar bersama dengan lebih gembira, mereka makan siang bersama, berkata bahwa segalanya terasa lebih baik karena mereka bersama.

Sang Woo tetap berencana pindah dan Sang Mi berkata tidak perlu. Sang Woo ingin bertemu anak Sang mi, akhirnya Sang mi setuju akan mempertemukan mereka nanti. Tidak, hari ini, kata Sang Woo. Sang mi minta waktu tapi Sang Woo berkata bukan waktu yang kau butuhkan, tapi keberanian.

Da jung dan Ban Seok sudah sampai bandara untuk bulan madu, hanya saja…mereka sadar bahwa Ban Seok lupa membawa pasport dan tiket mereka….astaga, hahaha

Jadi mereka pergi ke hotel dan Da jung memutuskan agar berpura-pura tetap honeymoon, agar yang lain tidak tahu kalau mereka batal pergi. Ban Seok heran, apa itu penting? Da Jung berkeras, “YA, itu penting! Melupakan pasporku dan tidak berangkat bulan madu adalah hal yang tidak boleh terjadi dalam sejarah hidup Jung Da Jung!”

Agar meyakinkan bahwa mereka sudah berlibur di pulau tropis, mereka pergi ke salon untuk mengecat kulit mereka menjadi coklat (geli juga..org asia timur terutama jepang dan korea, bangga lho punya kulit coklat, eh org indonesia malah rame2 putihin kulit hehe..), tapi Ban Seok benar2 menggelikan, ia muncul dengan kulit coklat dan berotot hanya saat ia membuka kaca mata hitamnya..terlihat kalau kulit-nya belang.

Min Jae benar2 datang ke rumah Shin Young. Mood Shin young tidak begitu bersemangat karena ia melihaat Sang Woo-Sang mi tadi, tapi Min Jae grogi karena terlalu senang ada di rumah Shin young. Bahkan Min Jae sudah mengganti warna rambutnya, kembali menjadi hitam.

Min Jae tahu ada sesuatu yang mengganggu pikiran Shin young, ia tanya, “Ada apa?” Shin young : “hm..hem..aku tanya karena aku ingin tahu, bagaimana perasaanmu jika ibumu punya pacar?”

Min Jae : Aku tidak apa-apa. Itu adalah yang kuharapkan terjadi baginya. Aku sudah bilang pada ibu agar ia bercerai saja dan mencari yang baru, jika itu adalah orang yang ia cintai. aku akan menerimanya.

Shin young setuju, “Yah seperti yang kuduga, Ha Min Jae yang setian, kau benar2 keren.” Min Jae menambahkan, “Ibuku dan pacarnya, kita ber-4 makan malam..aku suka hari itu.” Shin Young hanya berkata, hari itu..akan datang.

Min jae menyinggung Sang Woo, mengapa ia hadir di pernikahan Da Jung? Ini kesempatan Shin young tanya apa yang dipikir Min Jae tentang Sang Woo, Min Jae tidak menyukainya.

Tiba2 Shin young mendapat telp dari Sang Woo, dan mereka membuat rencana untuk bertemu malam ini. Min Jae tidak suka, ia tidak mau Sang Woo ke apartemen Shin young. Shin Young menjelaskan, kita bertiga harus bicara. Min jae salah persepsi, ia pikir Shin young akan menjodohkan Sang Woo dengan ibunya, ia tidak setuju.

Tapi Min Jae juga mendapat telp dari ibunya, Min jae harus bertemu dengan seseorang yang ia suka. Shin young tetap menahan mulutnya untuk tidak bicara apapun karena ibu Min Jae pasti akan mengatakannya.

Shin Young berkata, “Jagi, apa kau ingin mendengar aku..” tapi Shin young tetap menahannya, sudahlah, jika kau mau bicara nanti, datanglah kapan saja. Min jae hanya berkata agar Shin Young tidak mengijinkan Sang Woo ke apartemennya. Min Jae pergi. Shin young menundukkan kepalanya dan mengeluh “Apa yang harus kulakukan?”

Min Jae menemui ibunya di cafe, Min jae sangat bahagia untuk ibunya. Sang Mi lega dan ia berterima kasih. Min Jae menunggu pacar ibunya dengan exciting, Sang Woo juga semangat mendekati cafe itu, tapi sebelum Sang Woo masuk, ia melihat di jendela…

…dan di dalam ternyata ada Sang mi, bersama Ha Min Jae! Sang Woo ketakutan, putra Sang mi adalah Min jae! Ini..ini..tidak bisa seperti ini.

Sang Woo langsung menelepon Shin young. Sang Woo, “Shin Young, aku melihat ini di depan mataku dan aku tidak percaya! Panggil ambulance ke rumahmu dulu, lalu aku akan mengatakan apa yang kulihat sekarang.”

Shin Young tanya dengan panik, apa Sang Woo bersama Min Jae sekarang? Sang Woo kaget sekali, “Apa ini? Kau tahu?” Shin young berkata ia juga baru tahu hari ini di pesta pernikahan Da Jung dan ia hampir pingsan.

Sang Woo membalas, “Rambutku sudah mulai putih sekarang.”

Sang Woo berpikir, “Jadi, jika semuanya lancar untuk kita berdua, kau akan jadi menantuku??!! Itu tidak benar!” Shin Young, “Aku juga tidak bisa menerimamu sebagai ayah mertuaku. Ini tidak akan terjadi. Kencan dengan pria 10 th lebih muda itu tidak mudah dan ibunya juga tidak seberapa tua dariku, dan sekarang aku harus menambahkanmu juga?” Yang benar saja.

Sang Woo memutuskan, “Lee Shin Young kau harus datang ke sini. Ayo kita bereskan semuanya. Datang ke sini sekarang!” (Sang Woo keren juga kalo kaya gini ..hrsnya dari dulu)

Sang Woo memberanikan diri dan masuk ke dalam. Sang Woo bertingkah sangat tenang. Min jae heran melihatnya, mau apa Yoon Sang Woo disini?

Sang mi kaget saat tahu mereka kenal. Sang Woo berkata mereka pernah bertemu di pesta dan ia adalah fans Min jae.

Min Jae jadi pucat saat menyadari Sang Woo adalah pacar ibunya! Min Jae permisi keluar sebentar. Min Jae terlihat hampir pingsan. Kemudian Shin young datang sambil berlari. Min jae melihatnya, ia marah, “Kau sudah tahu kan? Itulah mengapa kau bertanya mengenai Yoon Sang Woo tadi?”

Shin young berkata ia juga baru tahu hari ini, dan amarah Min Jae mereda. Min Jae, “Aku tidak akan mengijinkannya.” Shin Young berkata, jika kau tidak setuju, lalu apa yang akan kau lakukan? Min Jae menarik tangan Shin young dan mereka masuk.

Ini adalah kencan ganda paling aneh di jaman mutakhir ini hehe…Sang Mi minta mereka duduk. Sang Woo dan sang Mi terlihat seperti orang tua mereka. Mereka duduk dan mengendalikan situasi. Min Jae dan Shin Young merasa kecil dan tanpa daya, tapi mereka bergandengan tangan sepanjang waktu. hihi..

Min Jae mulai, “Ibu, aku ingin kau putus dengan Yoon Sang Woo. Kau sudah hidup tanpa cinta dengan ayah selama 24 tahun. Bukankah kau bisa bertemu orang yang lebih baik?” Dan berkata pada ibunya Sang Woo tidak setia, ia sudah mencampakkan Shin Young, ibunya benar2 mempunyai selera buruk tentang pria. (hei..Shin young pernah pacaran lama ama Sang Woo lo..)

Min Jae tidak peduli. Ia ingin ibunya bertemu pria yang lebih baik. Sang Mi membalas, “Jadi itu sebabnya kau berkencan dengan wanita berusia 10th lebih tua, sebagai bentuk pemberontakan?” Min jae menunjuk Sang Woo, “Lalu dia, mengencani wanita yang masih menikah dengan anak usia kuliahan?”

Sang Woo berkata, “Pikirkan lagi ini, kau dan aku punya banyak kesamaan. Kita bisa berteman di masa depan.” Min Jae tidak suka, apa berteman?

Sang Woo berkata ia sudah melamar Sang mi dan mereka akan menikah setelah perceraian beres. Min Jae berdiri dan mau pergi, tapi Sang mi berkata pada Shin young, mengapa diam saja dan tidak bicara apapun? Shin young berkata, mungkin ibu (Sang Mi) akan mengerti perasaan-nya dan Min Jae. Sang mi,”Itu yang kau pikir.”

Sang Mi berkeras situasi mereka beda, Shin Young membalas, apa bedanya. Sang mi, “Aku ibu Min Jae dan dia putraku. Apapun yang ia lakukan sebagai orang tua aku ada di sini untuknya.” Shin young menangis, “Apakah mencintai Min Jae adalah dosa?”

Min Jae berkata pada ibunya, jangan bicara seperti itu pada wanita yang ia cintai. Lalu Sang Woo berkata agar Min Jae tidak bicara seperti itu pada ibunya di depannya mulai sekarang.

Sang Mi menuduh Shin young menjebak Min Jae, Sang mi berkata Shin young terlalu senang karena anak usia 24 th mengejarnya dan ia tidak cukup pede dengan usia 34th, padahal 34 th masih muda dan masih banyak kesempatan.

Min jae sudah merasa cukup, ia berdiri dan menarik Shin young keluar, masih sambil berpegangan tangan.

Di luar, Shin young mencoba bersikap positif tapi Min jae sedang tidak mood dan mereka jalan sambil diam.

Malam itu juga adalah malam pertama Da Jung dan Ban Seok. Seperti yang sudah di duga, mereka kikuk dan lucu..

Bu ki dan Shin young mencoba mengusir rasa tidak enak dengan olahraga, tapi hanya Bu Ki yang benar2 olah raga, sedang Shin young hanya duduk di bola sambil ngobrol.

Shin young terus mengeluhkan keadaan-nya pada Bu Ki, Bu Ki menganggap ringan dengan berkata, kau bisa kencan saja, sendiri2. Shin young tida bisa terima bahwa Sang Woo adalah calon mertuanya. Buki : “Kalau begitu, putus saja dengan Ha Min jae, atau kencan selamanya. Mengapa jadi kuno dan harus menikah?” ckckck…

Bu Ki juga berkata agar Shin Young tidak memandang ringan hubungan Sang mi dengan putranya. kau tidak bisa menilai jika belum jadi ibu. Sang Mi akan melakukan apa saja demi putranya, yang tidak bisa ditandingi Shin young.

Da jung dan Ban Seok membuat foto2 palsu, dan mereka juga belanja suvenir di toko2 dan melepas semua label “Made in Korea”-nya hehe…

Bu ki menyeret Shin young untuk terapi belanja (ha!), dan mereka masuk ke toko yang sama dimana Da jung dan Ban Seok belanja. Keduanya panik dan sembunyi di ruang ganti. Da Jung hampir saja ketahuan karena ingin tahu gosip terbaru mengenai Shin Young.

Min Jae mengunjungi ibunya dan suasananya jadi dingin. Mereka makan siang, tapi terganggu oleh kedatangan nenek Min Jae, yang marah karena Sang mi dan anaknya akan cerai, ia berkata Sang Mi sudah menjebak putranya. (kata2 yang sama yang dikatakan Sang mi pada Shin young)

Min Jae membela ibunya dan berteriak pada neneknya, ini adalah salahnya, ia dan ibunya adalah satu dan sama. Neneknya murka dan membanting vas bunga lalu keluar, ia berkata Sang Mi tidak akan mendapatkan apapun dalam perceraian.

Min jae pergi dan latihan di studionya, saat Shin young tiba. Shin young terus mencoba memancing Min jae dengan obrolan, tapi Min jae tetap diam, tapi hebatnya Shin young tidak menyerah, ia terus saja omong dan akhirnya Min Jae tersenyum.

Min Jae tanya apa Sang woo itu orang baik. Shin young mengiyakan, jika waktu itu Sang Woo mencampakkannya adalah karena Sang Woo terluka. Sang Woo takut ia tidak benar2 mencintai Sang Woo. Sang Woo benar2 tulus mencintai ibumu. Min Jae, “Itu pertama kalinya aku melihat ibuku seperti itu, sebenarnya bagus, melihatnya akhirnya menemukan yang ia inginkan.”

Min Jae, “Jika Yoon Sang Woo dan ibuku berjalan lancar, bagaimana dengan kita?” Shin young juga bingung.

Kemudian, Min Jae mengunjungi ibunya lagi dan memberikan restunya. “Shin Young bilang ia adalah pria yang baik. Beranilah dan majulah.” Sang mi heran tapi ia senang.

Ban Seok dan Da Jung pulang ke rumah dan menemukan bahwa rumah…penuh anak2 kecil. Ternyata kakak Ban Seok membawa anak2 dari sekitar rumah untuk belajar bahasa Inggris dari Da jung atas permintaan ayah mertuanya.

Di kantor, Shin Young dan timnya tidak bisa lagi menerima cara Myung Seok dan mereka mau demo. Myung Seok yang sedang berbeban berat pergi ke dojo untuk latihan, tapi ia dikalahkan oleh orang misterius dengan busana putih, siapa lagi kalau bukan Kim Bu Ki kita hehe..Myung Seok naksir Bu Ki dan ia gemetaran.

Min Jae muncul di apartemen Shin young, dengan membawa koper. Min Jae mau menumpang selama beberapa hari. Shin young panik, “Bagaimana jika ibumu tahu?” Min Jae yakin ibunya tidak akan mengetahuinya, tidak apa-apa. Shin young minta Min Jae tinggal di studio saja.

Min Jae, “Mengapa kau selalu mencoba menendangku keluar?”
Shin young, “Aku tidak mau ibumu salah sangka.”
Min Jae, “Ibuku tidak akan tahu, jadi selesai. Apa lagi?”
Shin Young, “Jangan membawaku ke dalam pencobaan.”
Min Jae (tertawa), “Aku tidak akan melakukan apapun. Jangan cemas. Kau pikir aku ini orang seperti apa?”

Min Jae masuk ke bekas kamar Da Jung sebelum Shin young bisa menghentikannya. Shin young menghela nafas, “Aku gemetaran.”

Shin Young membuat ramen dan Min Jae mulai membuka kopernya. Shin Young masuk saat Min Jae pakai kaos dalam, dan mereka jadi malu, dan Shin young keluar.

Mereka makan ramennya dan berkata ini adalah ramen paling enak karena Shin young yang membuatnya. Shin Young minta Min Jae menulis lagu, “Wanita yang membuatkanku ramen” Min Jae benar2 membuat lirik lagu itu dan menyanyikannya untuk Shin young.

Shin Young tanya mengapa Min Jae tidak tinggal di rumah ibunya. Min Jae berkata tidak nyaman, ibunya merasa menyesal dan ia juga merasa tidak enak, dan ia masih marah dengan ibunya, jadi lebih baik agak memberi jarak.

Sang Mi mencari Bu Ki dan tanya mengenai Shin young. Bu ki berkata Shin young bilang agar ia menjamu Sang mi dengan baik setiap kali Sang Mi datang. Sang mi heran mengapa Bu Ki berkata seperti itu padahal Sang mi tidak pernah baik pada Shin young. Bu Ki berkata ia mau berteman dengan Sang mi.

Sang mi mengaku pasti berat bagi Min Jae pisah dengan Shin young. Sang Mi hanya berkata ia tidak ingin Min jae tertekan dengan pernikahan di usianya yang masih sangat muda.

Bu ki membela Shin young. “Lee Shin young adalah wanita modern, jika bisa berjalan baik, itu bagus dan jika tidak yah sayang sekali. Bahkan jika ia harus sendirian lagi pada usia 36 atau 37 th, ia akan bersama orang yang ia cintai.”

Sang Mi melunak, ia memutuskan untuk mampir ke rumah Shin young untuk minum anggur sejenak tanpa menelepon dulu. Ha ?

Shin Young dan Min Jae ada di rumah, dan berdebat film apa yang akan mereka tonton, Shin young terus mendesak Min Jae untuk melihat film pilihannya dan Min Jae mengalah.

Tiba-tiba…bel berbunyi….oh my..oh my..


Shin young panik saat melihat di layar, ternyata Bu Ki dengan…Sang Mi! Shin young refleks menutup mulut Min jae agar tidak bersuara…

Sinopsis Drama Still Marry Me (The Woman Who Still Wants To Marry) Eps.12

Still Marry Me (The Woman Who Still Wants To Marry)

Episode 12


Shin young dan Sang Woo membicarakan mengenai orang yang membuat Sang Woo depresi. Shin young cukup terkejut ketika tahu bahwa usia putra wanita itu sudah kuliah.

Shin Young juga berkata bahwa ibu Min Jae mencarinya dan membuatnya tidak enak. Sang Woo menasihati agar Shin young lebih baik menundukkan kepala dan diam saja di depan calon ibu mertuanya.

Sang Woo melihat bahwa ada missed call dari Sang Mi, ia menelp Sang Mi dan mengundangnya minum bersama seorang teman. Sang Mi menolaknya, dan Sang mi buru2 meninggalkan apartemen itu. Sang Woo curiga Sang mi mungkin ada di lobby. Ia langsung turun untuk mengejarnya.

Min Jae juga pergi ke apartemen itu ia mau mengambil kiriman yang masih dikirim ke situ. Sang Mi melihatnya dan mendesak anaknya untuk segera pergi, sehingga ketika Sang Woo sampai di lobby, ibu dan anak itu sudah tidak ada.

Sang Woo kecewa dan naik kembali ke atas dan ia minum lebih banyak lagi. Setengah bercanda dan setengah serius, ia tanya apa sebaiknya mereka menikah saja, agar bisa melupakan wanita itu. Shin young sama sekali tidak setuju dan memukul kepala Sang Woo dengan tas.

Sang Woo mengingatkan Shin young, ini karena kutukannya, untuk jatuh cinta dengan wanita yang sudah menikah, punya anak, dan bertabiat jelek. Shin young jadi kasihan dan tanya apa Sang Woo benar2 berpikir akan menikahi wanita itu jika ia bercerai nanti, Sang Woo menjawab iya.

Di rumah, Da Jung berpamitan dengan Shin young dengan emosional, ia akan tinggal dengan orag tuanya sebelum pernikahan (aku salah kemarin Da jung blom married, baru nyoba2 gaun ), Da Jung berkata aku senang karena aku tidak harus pulang ke rumah yang gelap atau bangun sendirian lagi. Da Jung juga berharap Shin Young akan beruntung.


Setelah Da Jung pergi, Shin young menyadari betapa sunyi rumahnya tiba2 (lalu Shin Young kentut..bwa, hehe..drama ini natural bgt sih..)

Tim Shin Young merayakan kesuksesan acara mereka lagi, ratingnya sudah mencapai 19.8%. Tapi pesta tidak berlangsung lama, Myung Seok secara resmi dimasukkan dalam tim. Shin Young mengeluh pada bossnya, ia sudah membuat program ini berating tinggi, buat apa menambahkan Myung Seok dalam programnya? Bossnya beralasan ini untuk membuat program acara semakin bagus.

Myung Seok bahkan tidak pernah membiarkan Shin young senang, ia berkata alasan mengapa ratingnya tinggi karena timeslot-nya, bahkan seharusnya Shin young bisa mencapai rating 25 %. (well, susah melihat persaingan mrk dg kepala dingin..soalnya gue cewek hehe..panas nih kepala..mrk susah menerima bahwa cewek juga hebat.)


Da jung dan Ban Seok bersiap untuk acara pernikahan mereka. Ban Seok mengukur jari Da jung, ia tidak ingin mengalami kesulitan lagi seperti waktu Da Jung ultah. Ayah Ban Seok memberikan permintaan (baca : perintah) mengenai hadiah tradisional pada keluarga pengantin pria. Mereka berkata mereka sudah punya segalanya, jadi mereka hanya minta satu set baju.

Hanya saja, Da Jung mengenali bahwa baju itu adalah buatan desainer terkenal dengan harga 15 juta won! atau sekitar Rp 150 juta bo! (baju lo itu…weleh..)

Ban Seok segera saja menelepon ayahnya kembali dan minta agar mempertimbangkan lagi, paling tidak tolong pilih yang lebih murah, ia tidak mau mendengar protes dari Da Jung. Da Jung berkata ia yang akan disalahkan, pasti ia yang dikira pelit. Dan benar, langsung saja Da jung dapat sms dari ayah Ban Seok. Ayah Ban Seok menemui Da Jung di apartemen Ban Seok dan menegurnya, Ban Seok membela pacarnya dan ayahnya kesal, dan sebagai hukumannya, Da Jung harus menyediakan bukan saja satu set baju untuk setiap ortu, tapi DUA set baju untuk ayah-ibu Ban Seok.

Da Jung tahu tidak ada artinya mendebat, ia langsung setuju. Tapi Da jung juga minta ayah Ban Seok untuk tidak mengawali kata dengan : “Pada usiamu” setiap kali bicara dengannya.

Dan sebagai balasannya, ayah Ban Seok menggandakan permintaan-nya lagi, jadi EMPAT! stel baju …! Ban Seok mau protes lagi, tapi Da Jung langsung setuju, ia berkata : “Sebagai penerjemah paling top di negeri ini, aku mampu menyediakannya.”

Da jung menahan kemarahannya sampai ia ketemu Bu Ki, dan Da jung tidak tahan lagi. Da Jung mengeluh 8 baju, berarti lebih dari Rp 1 milliar! Bu Ki mengusulkan, agar Da jung melakukan yang dilakukan temannya, saat teman Bu Ki juga menerima permintaan mas kawin yang begitu mahal, teman Bu ki memalsukan merk-nya sehingga jadi lebih murah, hehe..

Tapi Da Jung tidak bisa melakukan itu, karena ayah Ban Seok adalah tipe orang yang minta setiap hadiah dinilai langsung. (astaga siapa yang mo punya mertua kaya gini sigh…)

Ban Seok juga merasa bersalah, maka saat mereka ada di apartemen Ban Seok, Ban Seok memberikan buku tabungannya, segel, dan no PIN-nya sekaligus. Ban Seok mau Da Jung beli hadiah itu dengan uangnya saja. Da Jung tidak mau, ia mampu membelinya sendiri. Ban Seok terharu dan merasa bersalah, ia berjanji, “Aku akan mencintaimu seumur hidupku, dan aku akan memperlakukan orang tuamu dengan sangat baik, Aku janji!”

Da Jung mulai menangis dan lari ke kamar. Ban Seok cemas dan menyusul Da Jung, ternyata Da jung menangis karena bahagia (gubrak!), “Aku sangat bahagia, aku tidak percaya ini. Aku pasti sangat kesepian sepanjang hidupku sehingga aku merasa sangat bahagia sekarang, hatiku terasa seperti meleleh.” Da jung memeluk Ban Seok dan berkata, “Aku sangat mencintaimu!” Ban Seok membalasnya.

Kacaunya, pikiran mereka lari ke hal lain, mereka menyadari bahwa sekarang mereka sendirian di kamar Ban Seok. Dan mereka langsung mulai beraksi…

Tapi..ayah Ban seok kembali lagi ke apartemen itu karena ponselnya ketinggalan, hal ini membuat pasangan itu panik. Ban Seok berakting sepertinya tidak ada yang terjadi dan Dan Jung sembunyi di dalam lemari baju. Ayah Ban Seok tahu apa yang terjadi dari rambut Ban Seok yang acak2an.


Setelah ayahnya pergi, Ban seok kembali ke kamar tapi Da jung justru menemukan koleksi majlah porno Ban Seok dalam lemari haha.. Ban Seok melemparkan majalah2 itu di bawah tempat tidurnya dan berkata itu adalah sisa2 masa lalunya, Da Jung mengerti tapi ia ada janji, jadi langsung pergi.

Myung seok benar2 menyebalkan, saat meeting dengan tim Shin young, Myung Seok menolak ide semua orang.

Shin Young pergi ke studio Min jae untuk menenangkan pikirannya, ia minta dinyanyikan lagu, tapi tiba2 ibu Min Jae menelp. Shin Young juga berkata bahwa ia sudah bertemu ibu Min Jae, Shin young merasa ia sudah salah saat berkata ia menyukai Min Jae. Tapi Min Jae senang mendengarnya.

Sang Mi punya kebiasaan mampir ke kotak surat di apartemen Sang Woo, dan hari ini ia mendapatkan kotak berisi anting mutiara, dan catatan dari Sang Woo yang berkata ingin bertemu Sang Mi sebelum ia terbang minggu depan.

Sang Mi bertemu Shin young di lobby. Shin young mengundang Sang mi makan siang atau minum teh. Sang Mi tidak terlalu senang, dan Shin young berkata dengan hormat, Aku akan terus kencan dengan Min Jae. Aku benar2 menyukainya.

Sang mi akhirnya setuju bertemu Shin Young. Sang Mi tanya, bagaimana rasanya kencan dengan mahasiswa? Apa mereka bisa ngobrol?

Shin young berkata ia menyukainya. Ia bisa memberikan nasihat dan Min Jae memberikan topik2 mengenai anak muda. Sang Mi merasa Shin young sudah melanggar batas. Shin young menjawab Sang Mi pasti juga berkata hal yang sama pada Min Jae.

Sang Mi hanya berkata ia tidak akan kencan dengan pria usia 24 jika ia 34 th, Shin young berkata, aku jatuh cinta, dan pria itu ternyata berusia 24 th, apa yang bisa kulakukan? Sang Mi kesal.

Tiba2 seorang aktris veteran yang glamor mendekati mereka, Na young Hee (cameo, sebagai dirinya sdr, yg jadi di Style, mamanya SHG di The World They Live in). Na memberi selamat pada Shin young atas acaranya dan memujinya, dan bahkan minta tanda tangan Shin young, keponakannya ingin menjadi reporter dan fan Shin young.

Sang mi duduk dengan ekspresi tidak suka, dan ternyata Na Young hee dikirim oleh rekan2 Shin young untuk membuat Sang Mi terkesan.

Shin young tanya lagi, Seperti apa Min jae saat muda? Sang Mi membalas, bukankah ia masih muda? Shin young : Tidak, ia adalah pria bagiku.

Ketika mereka bertemu lagi dalam kesempatan lain, Sang mi menunjukkan foto Min jae (beneran foto Kim Bum waktu kecil hehe..lucu)

Sang Mi bahkan mengenalkan Shin Young pada 2 teman Min Jae saat kecil, 2 orang gadis muda yang cantik keduanya masih kuliah, dan salah satunya Yuri, bahkan berkata ia dan Min JAe setuju untuk menikah jika mereka masih single di usia 29 th.

Shin Young berkata, ia berniat mengenalkan Min Jae pada ibunya. Sang Mi berkata, itu sopan sekali, “Apa dia sudah berusia 60 th?” Shin young memaksakan ketawa, tapi apa lagi yang bisa ia lakukan?

Shin young bertemu Min Jae di studionya, ia menyinggung tentang Yuri, dan berkata Min Jae seharusnya kencan saja dengan Yuri. Shin Young menyangkal bahwa ia cemburu. Tapi Min Jae tahu Shin Young cemburu.

Shin young ke studio untuk memilih lagu untuk acara pernikahan Da Jung. Min jae melihat Shin young dengan tajam, lalu berkata dengan lembut, “Aku akan melamarmu dalam 3 tahun.”

Ban Seok memberikan cincin untuk Da Jung, ia berkata susah mencari cincin yang pas untuknya. Ban Seok berkata Da jung bisa menukarnya jika tidak suka. Normalnya semua cewek akan berkata : oh..tidak apa2 sayang ini bagus. Tapi Da jung berkata, ya dia akan menukarnya (krn cincinnya jelek bgt), tapi ia menambahkan, terima kasih, aku mencintaimu.

Da Jung merasa ia kelihatan terlalu tua saat mengenakan baju pengantin sehingga ia langsung menuju klinik kecantikan dan minta suntik Botox agar kelihatan muda dalam waktu singkat, biarpun Da Jung ngeri melihat jarumnya, tapi ketika ingat kritikan ayah mertuanya, ia nekat.

Sang Mi dan Min Jae makan malam bersama. Sang Mi mencoba mengalihkan perhatian Min Jae pada Yuri, Sang Mi menyukai Yuri, ia cantik dan manis. Min jae mengalihkan pembicaraan tentang ayahnya, yang sekarang kembali ke rumah neneknya dan mau cerai.

Min jae melihat ibunya menyembunyikan sesuatu, sekarang ibunya kelihatan lebih bahagia dan bahkan mulai dandan lagi. Sang Mi mengalihkan pembicaraan mengenai Shin young dan Min Jae dengan lembut mengingatkan ibunya, jangan menghinanya. Min jae berkata ia akan memperlakukan pacar ibunya dengan baik, berapapun usianya.

Keesokannya, Sang Woo sengaja belanja di toserba agar bisa bertemu Sang Mi. mereka akhirnya minum kopi dan Sang Woo ingin mengajak Sang Mi makan malam dengan anak Sang Mi, “Jika kau cerai, aku ingin melamarmu. Aku serius.”

Sang Mi kaget, ia berkata suaminya mohon untuk kembali padanya dan Sang Mi memutuskan untuk kembali dengan suaminya. Sang Mi menyarankan agar Sang Woo melakukan yang sama dengan kembali pada pacarnya. Sang woo merasa itu tidak mungkin, karena mantan pacarnya jatuh cinta dengan pria lain dan lagipula, “aku jatuh cinta denganmu.”

Sang Mi berkata, tolong demi kepentinganku, aku memang menyukaimu, tapi bagiku keluarga yang paling penting.

Malamnya, ketiga sahabat makan malam untuk perpisahan. Da jung mendesak teman2nya untuk berfoto sekarang, karena nanti takutnya mereka kelihatan tua, dan bahkan mereka pergi untuk berkaraoke.

Dan kemudian…the wedding day!

Ayah Ban Seok tetap saja terlihat muram. Tapi semuanya berjalan lancar, Da jung hampir menangis karena terharu, tapi Shin Young cepat2 menempelkan sendok di matanya dan membuat ekspresi lucu agar Da jung tertawa (I love friends like them, so sweet..)

Shin young memberikan ucapan selamat untuk Da Jung : “Da jung adalah seseorang dengan keinginan untuk membagi cinta. Lebih daripada menikah, ia ingin teman untuk makan bersama, untuk berjalan bersama, untuk menua bersama. Daripada sendirian dalam rumah yang kosong, akan lebih baik jika bersama seseorang yang aku cintai, yang mencintaiku. Hidup bersama, kau mungkin akan merasa kekecewaan dan bertengkar, tapi itu bisa diterima, karena bukankah semua pernikahan mengajarkannya? Teman manis kami Jung Da Jung, aku harap kau akan hidup berbahagia selama hidupmu. Ini adalah berita dari Lee Shin Young, UBN News”

Setelah itu, Min Jae maju untuk mengatakan pesan bagi Ban Seok dan Min jae berkata Ban Seok menikah atas petunjuk dan nasihatnya. Ban Seok langsung cemberut,

Min Jae : “Hyung memperlihatkan padaku betapa indah, berani, dan baiknya kau bisa berubah jika kau mencintai seorang wanita. Membuatku berpikir bahwa aku ingin menjadi orang yang mengagumkan untuk wanita yang kucintai.”

Min Jae memainkan piano dan menyanyikan lagu “Bersamamu selamanya”

Da jung dan Ban seok akhirnya menyanyikan lagu itu bersama. Dan dalam acara lempar hand bouqute, Shin young yang mendapatkannya.

Sang Mi baru tahu kalau Sang Woo pindah apartemen. Sang mi menelepon untuk kepastian dan Sang Woo ingin bertemu Sang Mi. Sang Woo minta Sang mi datang ke gedung pernikahan tempat Da jung dan Ban Seok menikah.

Setelah acara selesai, Shin Young dan Min Jae masih di ruang dekat piano. Min Jae tanya apa yang akan mereka lakukan malam ini, Shin young menyarankan bagaimana jika mereka di rumah dan makan malam serta nonton DVD bersama. Min Jae bertanya dengan serius, “Apa aku bisa menginap?” Shin young berpikir sejenak, lalu menjawab, “Tentu.” dan mereka berciuman.

Sang mi tiba di lokasi pesta, ternyata sudah kosong, dan ia menunggu sejenak, lalu pergi. Sang Woo masuk ke ruangan itu dan sangat lega ketika melihat Sang Mi, Sang Woo langsung menarik Sang Mi ke pelukannya.

Shin young yang juga menuju ke arah mereka, tiba tepat saat Sang Woo dan Sang Mi..berciuman.

Shin young kaget.

Sinopsis Drama Still Marry Me (The Woman Who Still Wants To Marry) Eps.11

Still Marry Me (The Woman Who Still Wants To Marry)

Episode 11


Reaksi Sang Mi adalah ketakutan, pertama karena rambut perak Min Jae. Kemudian karena Min Jae bersama Shin young.

Min jae mencoba santai dan bersikap, wah kebetulan sekarang kau bisa bertemu ibuku. Tapi Sang Mi tidak siap dan ia keluar. Min Jae berkata Sang Mi akan baik2 saja. Tapi Shin Young menyuruh Min jae menysul ibunya.

Min Jae menyusul ibunya dan seperti yang sudah dikira, ibunya mengomelinya. Sang mi bahkan baru tahu kalau Min jae tinggal dengan Ban Seok.

Shin young melihat saja semuanya dari jauh. Ia merasa kecewa. Min jae kembali ke meja mereka dan ia bohong dan berkata ibunya hanya shock karena rambutnya.

Shin young menampilkan wajah yang tabah. Min Jae menyadari perasaan Shin Young, tapi pura2 tidak tahu untuk menjaga perasaan-nya. Min Jae tahu Shin young hanya pura2 tabah.

Sang Woo, masih merasa stres, menelepon sang Mi. Sang Mi bingung tapi memutuskan untuk mengantar teh herbal untuk Sang Woo. Sang Woo demam. Sang Mi juga memasak makan malam untuk Sang Woo.

Min jae dan Shin young terus saja melanjutkan kencan mereka dengan jalan2 dan membeli topi bulu konyol di kaki lima.

Malamnya, Min jae memutuskan untuk ke apartemen. Min jae berpikir ibunya tinggal di situ dan sudah mengganti kuncinya karena Min jae. Sang Mi yang sebenarnya ada di dalam apartemen sekarang dengan panik menelepon Min jae dan berkata ia sudah menyewakannya.

Sang Woo mendengar percakapan mereka dan tanya mengenai putra Sang Mi. Sang Mi berkata ia hamil ketika masih kuliah dan usia putranya 24 tahun. Sang Woo juga bercerita mengenai mantan pacarnya, yang coba ia dapatkan kembali. Tapi Sang Woo berkata bahwa hati mantan-nya itu sudah di tempat lain demikian juga dengan hatinya.

Tiba2 mereka mendengar suara di pintu, Min Jae mencoba membuka pintu, ia mengira ibunya hanya menggertak saja. Sang Woo dan Sang mi panik. Tapi Sang Woo berkata biar ia saja yang membukanya, ia akan berkata ia adalah penyewa yang baru.

Min Jae di depan pintu tegang dan sang Woo juga tegang karena akan bertemu putra Sang Mi. Tapi Sang Woo tidak siap, ia tidak bisa membuka pintunya ia tidak siap menghadapi putra Sang mi.

Bu Ki pulang telat malam itu dan Shin Young langsung mengajukan banyak pertanyaan pada Bu Ki mengenai Sang Mi. Bu Ki hanya berkata bahwa Sang mi hanya kira2 10 tahun lebih tua dari mereka dan ia adalah pelanggan restaurannya.

Shin young merasa kacau dan Da Jung bergabung dengannya, Da jung juga masih pusing dengan urusan ulang tahunnya dengan Ban Seok. Mereka memutuskan untuk mati dan saling berpelukan.

Ban Seok ternyata sakit, dan waktu Da jung datang untuk minta maaf, Ban Seok terlalu sakit untuk mendengar permintaan maaf Da Jung. Sementara di kantor, semua orang melihat Shin Young dengan pandangan aneh dan stafnya mengatakan kalau semua orang bertaruh berapa lama Shin Young akan bertahan dengan Min Jae.

Min jae menghibur Shin young saat mereka berjalan dilorong sambil berpegangan tangan. Shin Young tanya apa Min Jae dekat dengan ibunya, iya kata Min jae. Shin young tanya apa mereka bohong saja dengan usianya, katakan dia baru 29 th. Min jae berkata tidak tanpa ragu. Min jae mengundangnya untuk makan siang dengan ibunya dan Shin young menolak dengan sopan, ini terlalu cepat.

Min jae turun dan menemui ibunya. Min jae cukup akrab dengan ibunya, ibunya tampak terbujuk oleh Min Jae, tapi tidak lama, Sang mi berkata bahwa “wanita seperti itu” tidak akan mengalami kesulitan menggoda anak seperti Min Jae. Min jae terus membujuk ibunya.

Sang Mi tidak mundur sama sekali, dan Min jae menyadari meyakinkan ibunya tidak gampang.

Sementara itu, Myung Seok menemui Shin young dan mengatakan bahwa ibu pacar muda Shin young ada di cafe. Shin young membalas dengan sarkastis, bahwa dia hanya memanfaatkan Min Jae dan pergi. Tapi Shin young tidak tahu Sang Mi mendengarnya…oops.

Shin Young menyadarinya dan ia mengejar sang mi bahkan memanggilnya “Ibu”, Sang Mi tidak menyukainya.

Sang Mi minta Shin young tidak menemui Min Jae lagi dan minta kartu namanya. Sang Mi berkata ia tidak perlu menggunakannya. Shin young bersaha bersikap ramah tapi Sang Mi tidak terpengaruh dan ia pergi.

Ban Seok sebenarnya masih sakit, ayahnya datang dengan keranjang buah, katanya ada yang meninggalkan ini di depan pintu. Ban Seok membaca kartunya dan ia sadar itu dari Da Jung. Ban Seok mengejar Da Jung ke apartemennya. Da jung kaget saat membuka pintu dan melihat Ban Seok ada di depan.

Mereka akhirnya baikan dan Ban Seok mengumumkan kalau ayahnya setuju untuk bertemu Da Jung sekali lagi.

Shin young duduk sendirian dan menghindari Min jae, ia tidak mau diajak ke konser oleh Min Jae.

Sang Mi mau mencari kesalahan Shin young dari Bu ki, tapi Bu Ki benar2 keren..dia sama sekali tidak mengatakan apapun (nice buddy) dan ia menasihati agar Sang mi membiarkan saja keduanya.

Sang Mi mengakui Shin young tidak terlalu glamor seperti yang ia kira, mereka mungkin akan cocok sebagai sesama wanita tapi sebagai ibu Min jae, ia tidak bisa menerimanya. Bu ki berkata mengapa tidak menjadi keduanya saja?

Sang mi pergi ke apartemen Sang Woo dan menaruh teh herbal di kotak suratnya, Sang Woo mengetahuinya dan mengajak Sang mi kencan.

Shin Young duduk sendirian dan tebak siapa yang menemukannya ? Well tidak lain Ha Min jae kita hehe..

Mereka akhirnya pergi ke klub tempat konser.

Sang mi dan Sang Woo juga pergi ke klub yang sama. Sang Mi awalnya tidak menyadari keduanya, tapi saat Sang Woo menjawab telp, Sang Mi melihat ke sekeliling dan ia melihat Min jae dan Shin young, duduk tidak seberapa jauh dari kursi mereka sambil…

melakukan…well..Min Jae mencium pipi Shin young dan Min jae mau Shin young membalas mencium pipinya. Shin young tertawa malu tapi akhirnya ia memberanikan diri mendekat mau mencium pipi Min jae, hanya..Min jae sengaja menoleh sehingga mereka saling berciuman di bibir.

Wow..jelas sangat mengagetkan buat Sang Mi melihat anaknya beradegan seperti itu di depannya, tapi Shin Young juga kaget. Sang Mi keluar dari klub dan ia membuat alasan pada Sang Woo. Sang Woo tidak melihat keduanya. Sang Woo mengikuti Sang Mi keluar. sang mi bertemu dengan rekan suaminya.

Sang Woo mendekati sang Mi dengan bunga dan 2 kaleng bir. Keduanya memikirkan hubungan affair mereka dan berakhir dengan ciuman juga. Sigh..

Bu ki dan Da Jung sedang merencanakan sandiwara untuk menghadapi ayah Ban Seok. mereka membujuk Shin young ikut serta. Da Jung dan Bu ki memberi semangat pada Shin young agar ia berjuang untuk Min Jae.

Shin Young mengikuti saran temannya dan ia menyelinap ke studio Min jae, dan memainkan gitar Min Jae. Min Jae muncul dan ia mengajar Shin Young lagi cara main gitar dengan ekslusif, well aku tahu bagaimana biasanya org belajar gitar..so ini memang khusus cara mereka, astaga…

Mereka berkencan dan Min jae membeli bunga :

Suara Shin young : “Kami berjalan, dan berjalan, dan menghadapi gunung untuk didaki.
Kami hidup dan hidup, dan menghadapi hal-hal yang baru untuk dipelajari
Kami makan tiga kali sehari, tapi mencerna semuanya.
Bagaimana kami bisa hidup sekali hanya dengan satu pengalaman?
Setiap waktu kami mencintai kami belajar
Jika gunung muncul kami mendakinya
Ketika kukira aku tahu mengenai hidup
Itulah saat aku terlempar karena batu kecil.
Sekarang aku belajar hal baru
Musim semi sudah datang
Pria ini yang membawa musim semi padaku
Aku ingin berada di sisinya untuk waktu yang sangat sangat lama
Hari ini, dengan keberanian beratus-ratus lipat
Ini adalah Lee Shin Young.”

Sekarang operasi Da Jung menuju pernikahan hehe…

Saat Da Jung dan Ban Seok menemui ayah Ban Seok, tiba2 mantan pacar Ban Seok menyerbu ke dalam, diperankan Shin young dengan penampilan seperti …dibawah ini :

Kemudian Bu ki yang berperan sebagai kakak Shin young mengancam Ban Seok, untuk bertanggung jawab dan segera menikahi Shin Young.

Ayah Ban Seok ketakutan dan ia langsung menyetujui pernikahan Ban Seok dan Da Jung.

Dan…Da Jung benar2 menikah dengan Ban Seok akhirnya. Bu Ki dan Shin young muncul dengan baju pengiring pengantin warna pink. Shin young bahkan tanya, Apa aku harus mengenakannya? Bisakah kita melewatinya saja.

Min Jae mencoba sekali lagi membujuk ibunya. Ibunya tidak terpengaruh. Bahkan ia berkata ayahnya ingin bercerai tapi ibunya tidak akan mengijinkannya paling tidak sampai Min jae menikah.

Min Jae minta ibunya tidak seperti itu. Agar ibunya hidup seperti yang diinginkan ibunya. Sang mi berkata ia takut jika ia bercerai ia akan menyerah. Min jae merasa ibunya punya pacar.

Shin young mengalami kesuksesan lagi dalam pekerjaan-nya. Tiba2 Sang mi meneleponnya. Shin young gugup.

Shin Young bertemu sang mi di cafe dan Sang mi tanya apa Shin Young akan mengenalkan Min Jae pada orang tuanya, apa shin young serius dengan Min jae dan mempertimbangkan Min jae sebagai calon suami. Shin young menjawab ya.

Sang Mi megancam, ia adalah ibu yang biasa dan ia akan menyeret Shin Young dan berkata pada semua orang bahwa Shin young merayu putranya yang berusia 24 th. Shin Young tidak menyerah, ia tanya apa yang akan dilakukan Sang mi jika ia tetap menemui Min Jae.

Shin Young akan menemui Min jae tapi Sang Woo meneleponnya, ia mabuk dan mencari teman untuk sandaran. Dan ia sedang patah hati karena wanita yang dicintainya…sudah menikah…dan punya anak. Shin young merasa kasihan dan ia datang.

Mereka berdua sekarang cenderung sebagai teman baik, saling mengerti dan punya orang lain yang dicintai, dan mereka saling ngobrol dengan akrab.

Shin Young bertemu dengan Sang Woo di lobi apartemen Sang Woo. Mereka naik ke atas dengan berangkulan, dan Shin young berkata, “Ayo kita minum semalaman!” dan kebetulan..Sang Mi berjalan masuk dan melihat semuanya…

Sinopsis Drama Still Marry Me (The Woman Who Still Wants To Marry) Eps.10

Still Marry Me (The Woman Who Still Wants To Marry)

Episode 10


Shin Young tertegun dan merasa bersalah, ia keluar mengikuti Sang Woo. Shin young tidak bohong dan berkata sebenarnya dan ia mau menjelaskan tapi Sang Woo menghentikannya. Sudah cukup, ia sedang tidak ingin mendengarnya, dan Sang Woo pergi.

Shin young kembali ke tempat Min JAe dan ia berkata ia capai. Mereka mendengarkan musik dan Shin young berkata sendiri, “Lebih baik seperti ini.”

Sang Woo kembali ke rumah dan ia melihat Sang Mi di jalan masuk ke taksi. Sang Woo ingin tahu dan mengikutinya ke hotel, dengan tetap menjaga jarak, Sang mi berjalan ke jajaran kamar2. Sang Woo melihat Sang Mi akhirnya berhenti di depan satu kamar.

Sang mi awalnya ragu2 di depan pintu sebelum ia memberanikan diri untuk mengetuk. Pintu terbuka dan apa yang dilihatnya benar2 mimpi buruk. Sang Mi berbalik dan pergi dari situ. Sang mi terjatuh di lantai.

Sang Woo memanggilnya, tapi justru itu membuat Sang Mi semakin tidak enak, ia segera keluar. Sang Woo mengejarnya dan menemukan Sang mi duduk sendirian dan kedinginan. Sang Woo merasa bersalah, ia minta maaf dan berkata ia melihatnya naik taksi dan otomatis mengikutinya tanpa berpikir lagi.

Sang Woo berlutut dan membantu memakaikan sandal Sang Mi yang terlepas, membuka jaketnya dan memakaikan jaketnya pada Sang Mi. Sang woo menawarkan untuk mengantarnya pulang. Sang Mi mendesah, “Ini bukan yang pertama kalinya, tapi hari ini adalah pertama…hari ini bukan kali pertama aku mendapat telp bahwa suamiku terlihat dengan wanita lain, tapi hari ini adalah pertama kalinya aku datang untuk memastikannya. Hari ini aku ingin melihatya sendiri.”

Sang Woo mengerti dan tiba2 ia mendekat dan mencium Sang mi. Sang Mi tidak menghindar, tapi beberapa detik kemudian ia melepaskan diri dan minta maaf. Sang Mi menangis dan minta agar Sang Woo membawa dia kemana saja.

Sang Woo membawanya ke apartemennya, Sang Mi duduk diam dalam kegelapan. Sang Woo mau menyalakan lampu, tapi Sang Mi minta Sang Woo tidak melakukannya.

Sang Woo berlutut di dekat Sang Mi, Sang mi berkata, “Jangan perlakukan aku dengan begitu baik, jangan juga memujiku, kau seperti ini membuatku merasa aneh.”

Sang Mi berdiri, tapi Sang Woo menahan tangannya dan berkata, “Jangan pergi.” Sang Woo melihat tajam ke arah Sang mi, membelai wajah Sang mi sejenak dan Sang Woo mencium Sang Mi.

Dan kemudian…bedscene..!! (personally, aku ngga setuju, biarpun dah dewasa, tapi Sang mi masih punya suami, biarpun suaminya selingkuh, hrsnya diselesaikan dulu ama suaminya..sigh..oh Kdrama )


Ban Seok bertemu Da jung. Ban Seok mengaku ia dulu pernah naksir Shin young tapi sekarang sudah berakhir, dan ia juga meyakinkan Da Jung kalau ia tidak perlu mencemaskan ayahnya. Kemudian mereka ke apartemen Ban Seok. Ban Seok menawarkan anggur dan Da Jung bersedia minum anggur bersamanya.

Mereka nonton film bersama, keduanya jadi grogi saat film memasuki scene xxx. Dan Ban Seok melancarkan aksinya, Ban Seok melompat ke atas Da jung dan berkata ia tidak mau main2 dan mengajak Da Jung menginap.

Da jung mendorong Ban Seok, dan Ban Seok akhirnya mengaku kalau ini adalah usahanya untuk memiliki anak dulu agar bisa menikah. Da Jung tidak mau Ban Seok mengubahnya menjadi “wanita macam itu” yaitu wanita yang menjebak suaminya melalui kehamilan.

Paginya, Min jae dan Shin young sarapan bersama, Min Jae berkata biarpun impiannya adalah memiliki band-nya sendiri tapi ia memutuskan menyelesaikan kuliahnya dulu. Min Jae minta Shin young mengerti karena menjadi pengecut dan hati2 dengan masa depannya. Shin young menggodanya, tapi Min Jae berkata “Aku tidak tahu mengapa aku begini, ini cinta kupikir.” Min Jae mengundang Shin young makan malam dengan ibunya. Shin young bercanda, semoga ibu Min jae tidak seumuran dengannya.

Sang Mi bangun duluan dan ia meninggalkan apartemen Sang Woo dengan perasaan kacau. Sang mi tampak ragu saat Sang Woo meneleponnya, dan tidak mengangkatnya.

Min Jae mampir ke apartemennya dan mencoba membukanya. Tapi ibunya sudah mengganti kodenya. Min jae akhirnya pergi. Sang woo mendengar ada yang mencoba membuka apartemennya dan bertanya-tanya apa mungkin Sang mi, tapi saat membuka pintu, tidak ada siapapun, Min jae sudah pergi.

Sang Woo dan Shin young bertemu, Shin Young mengaku ia sangat menyukai Min jae, hanya karena ia merasa tidak pede dengan selisih 10 tahun usia mereka, ia minta kencan 10 hari setelah itu berakhir. Shin young menjelaskan mengapa ia berkata sibuk selama 10 hari pada Sang Woo. Shin young takut berusia 40 tanpa menikah.

Sang Woo yang juga pusing dengan cintanya sdr, menjadi kesal dan berkata “Kau membalasku.” Jadi kau menyesal dan mau minta maaf? Shin young memutuskan, “Aku minta maaf aku ingin bersama Ha Min jae. Bahkan jika hanya bertahan setahun atau 2 tahun aku akan tetap mencobanya.” Sang Woo berkata, aku kira aku tidak punya keberanian itu, meskipun aku merasa tertarik.

Ban Seok mengirim bunga dan tonik kesehatan pada da Jung dengan catatan yang menyatakan penyesalannya. Da jung senang sekali dan minum toniknya dengan bahagia, dan berkata ia tidak marah.

Da jung akan berulang tahun dan Ban Seok mau mencari cincin. Tapi Ban Seok stress karena susah mendapat yang pas, ia akhirnya memutuskan mencari cincin nanti saja dan ia akan memberi hadiah saja. Suster di klinik menasihati untuk membeli hadiah yang mahal, tapi Ban Seok berkata Da Jung itu lain dan tidak materialistis seperti wanita yang lainnya.

Da jung dan Bu ki belanja bersama. Bu ki menawarkan untuk mengadakan pesta yang mewah di rumahnya untuk Da Jung dan Da Jung dengan bahagia menerimanya. Da Jung melihat tas yang bagus dan ia mencoba mengirim telepati agar Ban Seok membelinya untuk hadiah ultahnya. Bu Ki berkata wanita sukses seperti Da Jung seharusnya membeli saja tas itu sendiri.

Ban Seok memanggang kue untuk hadiah ultah Da Jung. Min Jae berkata, tidak cukup kalau cuma kue saja. Ban Seok berkata ia sudah punya hadiah lain dan Da jung akan senang hanya dengan kue saja.

Min jae dan Shin young minum di bar tapi terganggu dengan kehadiran Myung Seok. Myung Seok berkata jadi rumornya benar ya, kalau Shin young bersama Min Jae. Shin Young tidak mempedulikan dan mau pergi ketika Myung Seok berkata, “Apa kau sudah gila?” Myung Seok berkata bahwa orang akan berpikir Shin young main2 dengan anak kecil.

Min jae marah dan ia melihat Myung Seok dengan tajam, tapi Shin young tidak melihatnya, ia berkata, ia tidak main2. Mereka benar2 berkencan dan saling menyukai, memangnya kenapa?

Saat di jalan, Min jae mengaku. tadinya ia akan memukul Myung Seok, tapi batal karena Shin Young berkata ia menyukai Min jae.

Ban Seok akhirnya mempersembahkan hadiahnya pada Da jung, malam sebelum ulang tahun Da Jung. Da Jung menerimanya dengan senyuman senang. sebenarnya Ban Seok sudah membeli hadiah yang mahal buat Da jung. Ia pergi ke toko kelas atas dan mencari baju yang paling bagus dan mahal. Tapi tahu tidak, Da jung ternya muncul mengenakan baju yang sama. Ban Seok kaget, jadi ia batal memberikan hadiahnya. Jadi hanya kue saja.

Da jung membuka kuenya dan berkata ia benar2 tersentuh. Sampai di apartemen Da Jung, ekspresi senang Da jung berakhir, ia membayangkan temannya menghabiskan kue itu dan berharap menemukan cincin atau berlian tapi akhirnya tidak menemukan apapun.

Betapa memalukannya, maka Da jung menelepon pemilik butik (wow..kenal ama pemilik butiknya) dan minta tolong, ia harus belanja. Tapi toko itu tidak akan buka sampai besok pagi., maka Da jung pergi ke sauna dan memakankue tart-nya disana, dan memang tidak ada apa2nya, cuma kue. Da Jung makan setiap suapan dengan muram.

Paginya, Da jung langsung bergegas ke toko dan membeli beberapa gaun mewah dan mantel dan membungkusnya seperti hadiah. Total belanjaan-nya membuat mata Da Jung melebar dan Da jung harus membayar dengan cicilan selama 12 bulan. Astaga…

Shin young dan Bu Ki heran, Da jung keluar semalaman. Shin young bekerja sampai larut menelepon Min jae, sehingga ia tahu Ban Seok ada di rumah. Shin young dan Bu Ki jadi saling berpandangan ketika Da Jung masuk dan mengumumkan bahwa dia dan Ban Seok melihat matahari terbit bersama.

Mereka heran tapi terpesona dengan hadiah mahal itu, Da jung memuji selera Ban seok.


Malamnya, semua berkumpul di rumah Bu Ki untuk merayakan pesta ultah Da Jung. Memang elegant seperti yang dijanjikan Bu Ki.

Min Jae dan Da jung sempat ngobrol dan terasa memang ada gap diantara usia mereka. Kemudian Ban Seok dan Da jung menyanyikan lagu Hawaiian Couple bersama dengan lucu dan semua cekikikan melihat keduanya.

Bu Ki meminta perhatian semua yang hadir, ia mendesak Da jung memperlihatkan setelan barunya. Bu Ki memuji Ban seok atas seleranya yang bagus. Ini menghapus senyum dari wajah Da Jung dan Ban Seok.

Di luar rumah, Ban seok tanya apa Da Jung bohong mengenai hadiah darinya. Da jung mengaku ia ingin Ban Seok dihargai teman2nya. Mereka akan terkesan. Daripada cuma kue. Ban Seok terluka, apa kue terlalu menyedihkan sebagai hadiah?

Da Jung: Ya, di usia 34, Aku akhirnya bertemu pria yang ingin kunikahi dan apa aku tidak boleh menyombongkannya? Kau punya ayah yang tidak menyetujui aku karena aku tua, coba lihat apa jadinya jika aku berkata aku cuma dapat kue. Bukankah itu menyedihkan?
Ban seok : Menyedihkan?
Da Jung : Ya, aku lebih baik mati daripada mengaku bahwa aku hanya mendapatkan kue sebagai hadiah dari pacarku!
Ban Seok : Apa kau tahu apa hadiah terbaik dalam hidupku? Itu adalah kue yang kau buat untukku. dari semua hadiah yang kuterima, itu yang terbaik! Aku kursus dan membuat kue itu setelah gagal 8 kali. Bagaimana kau bisa berkata itu menyedihkan? Dan aku membelikanmu baju, tapi kau muncul dengan baju yang sama. Jadi aku tidak bisa memberikannya padamu.
Da jung : Aku tidak tahu itu.
BanSeok : Aku minta maaf aku sudah memberikan hadiah yang menyedihkan itu.

Ban Seok pergi dan Da jung memanggilnya, menangis dan menyesal. Bu Ki dan Shin Young mendengar semuanya, mereka sepakat tidak akan mengatakan pada Da jung kalau mereka tahu.

Sang Mi mencoba melepaskan stresnya dengan menari gila-gilaan. tapi tidak membantu, akhirnya ia mengirim sms pada Sang Woo. “sang woo-sshi, jawabanku terlambat. Aku minta maaf. Apa kau sakit parah?”

Sang Woo juga stres, ia berdiri di landasan pesawat, dan berteriak frustrasi.

Sang Woo menelepon Shin young dan minta bertemu. Sang Woo mohon agar Shin young kembali padanya. Sang Woo berkeras ia adalah jodoh Shin young, meskipun Shin Young mengingatkannya bahwa ia menyukai pria lain. Sang Woo berkata Shin young hanya terbawa perasaan dengan perhatian Min jae, misalnya ada anggota SNSD datang dan berkata mereka menyukainya, maka Sang Woo akan bingung juga, tapi itu akan berlalu.

Mereka tidak melihat Min jae dan tanpa sengaja mendengarkan percakapan mereka. Min jae tampak murka, dan kesabaran-nya habis. Min jae mendekati mereka dan menarik tangan Shin young, Min jae berkata pada Sang Woo, “Dia pacarku. Jangan datang mencarinya seperti ini lagi.”

Min Jae menarik Shin young dan tanya mau apa Sang Woo disini. Apa karena hari ini adalah hari terakhir dari 10 hari kencan mereka ? Min jae berkata aku tidak berniat melepaskanmu. jika kau mau lari, coba saja.

Shin Young berkata bukankah kau mendengar jawabanku? mengapa kau masih marah? Min Jae : Karena hatiku berdebar2. Karena aku tidak bisa menenangkan diriku sendiri. Aku tahu aku tidak bertepuk sebelah tangan, tapi tiba2 aku tidak bisa bernafas.

Shin Young berkata dengan lembut, kita bertemu nanti malam. Min jae setuju, tapi susah sekali berpisah. Shin young berjalan menjauh dan Min jae berkata, “Aku mencintaimu.” Shin Young membalasnya, “Aku juga mencintaimu.”


Malamnya, Sang mi menemui Bu Ki di restauran-nya. Sang mi mengembalikan cincin Bu Ki. Ia mengaku, ia sudah bertemu keberuntungan itu hanya saja justru menyusahkan dirinya, jadi ia takut. Sang Mi merasa ia mendapatkan “api”-nya lagi seperti saat ia berusia 20 tahun dan ia tidak siap dengan itu.

Bu ki berkata agar Sang Mi tidak menghindarinya, mengapa tidak membiarkannya terbakar saja. Jika itu memang sangat menakutkannya, Sang Mi bisa kapanpun meninggalkannya. Jika itu terasa menyakitkannya, paling tidak Sang Mi bisa menganggapnya sebagai pengalaman.

Bu Ki sudah menyiapkan restaurannya untuk acara romantis Shin young – Min jae, Shin Young masuk, saat Sang mi duduk dengan Bu Ki, Shin young menerima telp dari Sang Woo yang mengakui kalau ia bingung karena menyukai wanita lain, dan mohon agar Shin young menemuinya. Sang mi melihat Shin young dan mengenalinya.

Sang Mi berpamitan, dan beberapa saat kemudian Min jae tiba.

Shin young tahu ini hari terakhir 10 hari mereka, ia tanya, “Apa kita harus memperpanjangnya selama 50 tahun?”


Min Jae mendekat dan mencium dahi Shin Young, dan akan mencium bibir Shin young saat…tiba2 Sang Mi masuk lagi ke dalam, ia lupa scarfnya. Sang Mi terkejut, dan memanggil, “Min Jae..?!”

Min jae terperanjat, ia menoleh, “Ibu!”