Sinopsis Drama “Secret Garden” Eps. 20-end

Secret Garden episode 20 – END

Joo Won berkata pada ibunya kalau ia akan berhenti hidup sebagai anak ibunya dan mulai hidup sebagai suami Gil Ra Im. Joo Won tahu ibunya tidak akan menerimanya, jadi ini hanya pemberitahuan saja.

Ny. Moon Bun Hong (baru kali ini ya kutulis nama asli Ibu Joo Won? ) jelas marah, apakah gadis itu yang memintamu melakukan ini? Apa dia ingin lari dan menikah? Ibu Joo won berkata kalau Ra Im tidak dibesarkan dengan benar.
Joo Won : Gil Ra Im bukan wanita seperti itu.
Ibu Joo Won : Kau juga bukan anak seperti itu!

Joo Won membenarkan, jadi sekarang, ia tahu kalau ibunya juga tidak akan bisa berurusan dengannya lagi. Tapi kuharap ibu tahu, betapa bahagianya aku sekarang.

Ibu Joo Won : Orang tua mana yang tidak ingin anaknya bahagia? Tapi kau, sekarang, itu bukan kebahagiaan. Kau sedang terbawa perasaan untuk sementara. Semua orang mengalami hal itu paling tidak sekali dalam hidup mereka. Seperti ketika aku bertemu ayahmu…
Tapi yang menjadi lelah dan pergi lebih dulu bukanlah kita, tapi mereka. Kenapa kau tidak tahu itu?

(Jadi sebenarnya Ibu Joo Won juga suka dengan pria lain kelas ya..ini menjelaskan kata2 Ibu Oska waktu itu, kalau Bun Hong juga pemberontak waktu muda hehehe..jadi ayah Joo Won juga bukan dari kalangan chaebol/konglomerat)

Joo Won berkata saat itu mungkin akan datang, tapi ia tidak akan melepaskan Ra Im. Ia ingin menikah dan minta ibunya hadir.

Ibu Joo Won : Itu tidak akan pernah terjadi. Mungkin setelah aku mati. Tapi selama aku masih hidup. Kau tidak akan pernah mendengar lonceng pernikahan dengan gadis itu! Jangan bermimpi.

Joo Won : Aku akan pergi sekarang.
Ia jalan menjauh dan menghela nafas dalam-dalam sambil menutup matanya. Kim Joo Won sudah mengambil keputusan.

Ra Im berhenti di halte bis dan mobil Ibu Joo Won mendekat. Ra Im jalan mendekat dan mengetuk jendelanya.

Sekretaris Kang (yang sekilas kaya Alfito Dinova hehe) keluar dari mobil dan menemui Ra Im. Ra Im mengulurkan kopi dalam kaleng, ambil ini. Kau sudah banyak menderita karena aku, iya kan? Ini dingin sekali.

Sekretaris Kang menerimanya dan ia berkata bahwa dalam hati ia selalu mendukung Ra Im. Ra Im terkejut tapi senang. Sekretaris Kang tanya Ra im mau kemana, ia akan memberi tumpangan, karena toh ia harus menguntit Ra Im. Hahaha…

Ra im ternyata menemui Dokter Lee Ji Hyun.
Ji Hyun tidak mengerti, ia sudah memeriksa catatan kesehatan Ra Im tapi apa yang terjadi pada Ra Im ini secara medis tidak bisa dijelaskan.

Ra Im : Aku tahu, ini karena aku hampir mati dan hidup kembali maka aku tahu ini benar. Ini adalah mujizat.

Ji Hyun skeptis : Tidak ada yang dinamakan mujizat. Itu adalah bagian yang belum dapat diungkapkan oleh ilmu pengetahuan.

Ra Im : Kau bilang aku datang menemuimu sekali, iya kan? Tapi itu bukan aku. Orang yang kau temui adalah Kim Joo Won.
Ji Hyun : Apa?
Ra Im : Kim Joo won dan aku menjalani perjalanan bersama ke satu tempat dimana ilmu pengetahuan belum dapat mengungkapkannya.

Joo Won juga bertemu dengan Im Jong Soo.

Joo Won berkata Jong Soo bukan lagi Direktur, jadi tidak dapat memanggil orang untuk datang dan pergi seperti ini. Apa ada yang membayar hutangmu lagi? Bukan aku, kali ini.
Jong Soo : Ingatanmu sudah pulih, aku sudah membayar kembali pinjaman yang kau berikan. Cek saja rekeningmu.

Jong soo memberikan ijin-nya pada Joo won untuk bersama Ra Im. Ini seharusnya ia bicarakan sambil minum, tapi Jong Soo sudah kapok dengan Joo Won yang mabuk.

Jong Soo : Aku selalu ingin menjadi Ayah, Kakak, dan pria untuk Gil Ra Im. Tapi kau harus melakukan semua itu sekarang. Menjadi Ayah, Kakak, dan Pria untuk Gil Ra Im.

Joo Won : Dan kalau aku tidak mau melakukannya? Aku hanya ingin menjadi pria untuk Gil Ra Im. Aku cukup bagus. Dan kau menjadi ayah dan kakaknya. Jangan membuat Gil Ra Im jadi yatim piatu. Ini permintaanku.

Paginya, Joo won dan Ra im ada dalam mobil. Joo Won telp Oska, memastikan Oska sudah tiba, ia juga tanya apa Yoon Seul juga sudah tiba.
Ra Im heran, apa hari ini hari istimewa? Apa kita akan pergi makan bersama?

Joo Won : Jika aku memberimu makan, tidak peduli dimana saja, apa kau akan menggandeng tanganku dan pergi denganku?
Ra Im kesal, aku bukan babi. Kita akan kemana?
Joo Won : Kau akan tahu kalau kita sampai disana.

Ra Im dan Joo Won sampai di kantor Catatan Sipil. Ra Im tertegun, kenapa kita disini?
Joo Won berkata jika Ra Im ingin lari, lakukan sekarang. Karena kau tidak akan mendapat kesempatan lagi..

Ra Im : Apa maksudmu?
Joo Won tersenyum dan meraih tangan Ra Im, ayo masuk.
Ra Im menarik tangannya kembali. Kau tidak..

Joo Won membenarkan dengan tenang : Benar, aku sudah memutuskan untuk menjadi suamimu.

Ra im kaget, siapa yang memberi ijin?
Joo Won : Karena aku yang mengatakan-nya. Gil Ra Im hanya punya 10 menit sebelum menjadi seorang istri. Kau punya sesuatu yang ingin kau lakukan?

Ra Im : Dasar brengsek..membuatku menjadi seorang istri tanpa mengatakan kata-kata seperti “Aku mencintaimu.”

Joo Won : Mengapa mengatakan kata-kata kosong seperti itu? Aku tidak akan mengatakan aku akan jadi suamimu karena aku mencintaimu.
Ra Im : Lalu, mengapa? ini perbuatan baik dari anggota masyarakat elit…

Joo Won : Kau ini benar-benar tidak pintar, ini bukan karena aku mencintaimu. Ini karena aku hanya mencintaimu.
Ekspresi wajah Ra Im berubah dan Joo Won melanjutkan : Jika bukan dirimu, aku tidak punya pilihan lain untuk ini selamanya, kau wanita mengagumkan. Kau.

Ra Im terpana dan kemudian ia tersenyum bahagia.

Joo Won mengulurkan tangannya, “Tidak ada bunga, lilin, anggur, atau bahkan cincin, tapi apa kau masih mau menjadi istriku?”

Ra Im melihat ke arah Joo Won dengan tersenyum, lalu memberikan tangannya, tentu saja.
Joo Won tersenyum dan keduanya berpegangan tangan sambil saling memandang.

Keduanya masuk ke dalam, Oska dan Seul sudah ada di sana.

Seul mengucapkan selamat. Dan Oska mengolok Ra Im, ini adalah pertama kalinya ada fan yang pernikahan-nya disaksikan oleh-nya. Kalian seharusnya sangat bahagia. Ra Im tertawa.

Mereka mengisi formulir untuk surat nikah.
Saat keduanya duduk untuk tanda tangan, Joo Won berkata, kalau mengenai upacara pernikahan-nya, kita adakan saat ibunya memberi ijin. Karena Joo Won ingin ibunya hadir dalam pernikahan mereka.

Ra Im : Kenapa kau mencemaskan itu? Aku ingin Ibu ada disana juga dan menyaksikannya.
Joo Won : Terima kasih.
Ia mengkritik Ra Im, kenapa kau lambat sekali menulisnya? Aku cepat.

Ra Im : Aku tinggal menandatangani ini.

Sekarang giliran Seul dan Oska, mereka bengong saat melihat tanda tangan keduanya, semua ada hatinya hahaha..Joo Won dan Ra Im hanya mengangkat bahu saja.

Oska tanda tangan, dan ia juga tanda tangan seperti untuk fansnya, sekarang giliran Oska yang angkat bahu. Seul hanya tertawa.

Joo Won menunjukkan surat nikah itu pada Ra Im, sekarang karena kau sudah memiliki pria seperti aku. Kau seharusnya bisa “kyaa..” dengan sangat manis sekarang.

Ra Im benar2 melakukannya. Ia melompat dan berseru Kyaa…dengan sangat girly. Oska memalingkan badan karena tidak tahan melihatnya, sepertinya Oska akan pingsan dan Seul tertawa geli.

Joo Won : Sekarang kita adalah suami istri, kita akan kembali setelah mengumumkan pada dunia.
Keduanya pergi meninggalkan kantor. Oska mengajak Seul pergi juga.

Oska sibuk menghias kamar Joo won. Ia tidak sendiri, Yoon seul menemaninya, bahkan ini ide Seul. Mereka menghias dengan balon, pita, lilin, bunga, dan Seul menaburkan kelopak mawar di mana-mana.

Oska : Bagaimana kau bisa memikirkan melakukan ini?

Seul : Kita harus memberikan hadiah untuk mereka sebagai ganti mereka yang tidak bisa melakukannya untuk keduanya. Sungguh melegakan karena Joo Won mendapatkan ingatan-nya kembali.

Oska : Aku belajar sesuatu dari mereka, seiring berjalan-nya waktu, kenangan buruk juga bisa memberikan kebahagiaan. Itulah mulai sekarang, aku akan mengingat semua kenangan buruk tentang bagaimana kita bertemu, bagaimana kita putus, dan bagaimana kita bertemu kembali.

Seul : Kenapa? kenapa tidak kau lupakan saja semuanya lagi?
Oska kesal, aku tidak melupakannya karena aku sengaja! Ini karena aku tua. hehehe…

Seul geli juga, dan berkata itulah sebabnya kau akan mengerjakan MV? aku akan minta bayaran besar.
Oska : Tentu saja, aku akan memberimu banyak uang. Lalu memeluk Seul. Oska senang sekali, berarti Seul sudah setuju membuat MVnya lagi.
Seul protes, kenapa kau selalu memeluk setiap kali kau ingin melakukannya?

Joo Won tiba-tiba menjawab, kau tidak tahu itu tapi kencan dengannya?
Joo won dan Ra Im datang. Joo Won protes kenapa mereka ada di kamar bulan madu milik orang lain.

Oska : Kita melakukan ini..ini. Dia menunjukkan seluruh kamar sudah dihias.
Oska ke Ra Im : Ini hadiah pernikahan dari ibu perimu!
Ra im senang sekali dan berterima kasih. Ia juga terima kasih pada Seul.

Seul : Semoga malam kalian menyenangkan.
Joo Won : Terima kasih, pasti menyenangkan kalau kita bertemu saat usia 21th, iya kan?

Ini membuat Seul senyum kikuk, senyum Oska lenyap dan Ra Im mendelik ke arah Joo Won.
Oska : Apa kau ingin mendapatkan malam terakhirmu sebelum kau mendapat malam pertamamu?

Joo Won ke Oska: Aku hanya ingin mengatakan dia adalah wanita yang istimewa untuk pria sepertimu. Cepat pergi! Kami harus…
Joo won tidak selesai bicara karena Ra Im mencubitnya. Joo Won teriak, Sakit! kenapa?

Oska : Kami pergi! kami pergi!

Oska jalan keluar sambil menggandeng tangan Seul, ia masih ingin cari kesempatan pada Seul, ini sudah larut malam, apa kau bisa pulang?
Seul kesal, Ah! benar-benar!

Setelah keduanya pergi. Ra im marah pada Joo won, kenapa kau melakukan itu? Itu memalukan.
Joo Won : Apa yang memalukan, kita sekarang suami dan istri.
Joo Won membuka lengannya, ayo kesini.

Ra im mendelik, jangan lakukan itu.
Joo Won : Kenapa? Kau pikir aku akan kim su han moo..Joo won maju untuk memeluk Ra Im.
Ra Im menghindar dengan gesit. Kau tidak akan kesini? Joo won tidak percaya. Wanita ini! tetap disana!

Joo won mencoba memeluk Ra Im lagi, tapi Ra Im membungkuk dan menghindar. Joo won jadi terjatuh ke tempat tidur. Joo Won mengeluh, wanita ini..
Joo Won duduk dan ingin mengejar Ra Im lagi. Tapi kali ini Ra im mengarahkan jarinya pada Joo Won

Ra Im ke Joo Won : Jangan bergerak!
Ra Im mendorong Joo Won ke tempat tidur.

Joo Won terpana dan menyeringai : Ah..kau punya sisi seperti ini juga?
And then, she kisses him hehehe…a lot!

Kemudian, paginya kita melihat serangkaian honeymoon paling natural dalam drama Korea.

Jalan-jalan (seirama lo) dan bergandengan tangan di sekitar kediaman Joo Won yang luas.

Joo Won dan Ra Im makan strawberry dan krim di tempat tidur, Ra Im membaca dan Joo Won menyuapinya,

Joo Won terganggu dengan krim di atas dan bawah bibir Ra im, Joo Won menarik selimut dan memprosesnya lebih lanjut.

Joo Won dan Ra Im berdiri memandangi danau yang membeku di dalam satu selimut.

Sekarang mereka ada di sofa dan membaca. Joo Won duduk, Ra Im membaca sambil tiduran dan menggunakan kaki Joo Won sebagai bantal. Joo Won memberikan lembaran kisah terakhir LM yang sudah diralat-nya.
Ra Im membacanya dan ketawa geli, Sekretaris Kim, endingnya jelek sekali.

Joo Won protes, itu yang terbaik. Lalu merebut kertas itu dari Ra Im, ya! apa yang kau ketahui tentang cinta?

Ra Im : Lalu apa yang kau ketahui? Apa yang kau katakan waktu itu? Bahwa Little Mermaid adalah dongeng kekasih simpanan pertama dalam sejarah?
Joo Won : Itu benar.

Ra Im : Bagaimana dengan Snow White?
Joo Won : Cerita tentang wanita kelas atas..tinggal dengan 7 kurcaci miskin..dan nanti seseorang dari kelasnya datang dan mencium SW dan dia meninggalkan ke-7 kurcaci .

Ra Im : Bagaimana dengan Sleeping Beauty?
Joo Won : Cerita tentang wanita kelas atas yang tidur terus..dan akhirnya bertemu dengan seorang pria dari kelas atas yang datang dan menyelamatkannya.

Ra Im : Whaaaa…
Joo Won : Sekarang kalau dipikir lagi, semua gadis itu adalah putri Raja dan cantik dan kau bisa taruhan kalau Pangeran akan jatuh cinta pada pandangan pertama dengan mereka. Tapi kau dengan wajah itu, bagaimana kau bisa bertemu aku?

Ra Im ngamuk, ia berdiri dan mulai memukuli Joo Won, sini, kau bilang aku cantik!

Joo Won juga berdiri, ia jalan cepat menghindari kejaran Ra Im. Keduanya mengitari meja.

Ra Im : Kau dulu bilang, Gil Ra Im sejak usia berapa kau menjadi sangat cantik, kau bilang itu padaku!
Joo Won : Ya! jika seorang pria mencoba merayu wanita, apa yang tidak akan ia katakan? hua hahaha…
Yang sebenarnya ingin kukatakan adalah : Saat seorang gadis jelek mulai marah2 apa kau tahu betapa tidak menariknya itu? itu maksudnya..

Ra Im masih kejar-kejaran dengan Joo Won, ia marah, Kau tidak mau berhenti?
Joo Won : Jika kau jadi aku, apa kau akan berhenti?
Ra Im terus mengejar Joo Won dan berkata aku akan membunuhmu!

Joo won dan Ra Im menemui kakek dan nenek tirinya. Kakek Joo Won terkejut saat tahu keduanya sudah menikah resmi. Kakek Joo Won tanya apa kata ibu Joo Won.

Nenek tiri Joo Won minta suaminya menurunkan suaranya, kau membuat kaget orang baru (Maksudnya Ra Im)
Joo Won mengaku kalau ibunya belum memberikan ijin. Kakeknya marah, dasar berandal! Kau salah, aku ini disisi ibumu. Aku ada di sisi putriku.

Nenek tiri Joo Won : Suamiku, jangan lakukan itu. Anak-anak ini sudah resmi jadi suami istri.
Suaminya menggerutu : Dia (JW) bertindak terlalu jauh.

Lalu kakek berkata pada Joo Won : Aku bertemu orang ini (maksudnya Ny. Park) setelah 3 pernikahan resmi. Anak-anak sekarang hanya memikirkan diri mereka sendiri. Kalian egois.

Nenek tiri Joo won berkata pada Joo Won : Presiden Kim, ibumu adalah orang yang menyedihkan. Dia punya saudara tiri dan ibu tiri seperti aku, dia tidak punya orang lain lagi, kecuali dirimu.

Lalu nenek berkata pada Ra Im, Kukira kau harus baik padanya (Ibu JW), meskipun berat dan menyakitkan, kau harus menahan-nya.
Ra Im membela ibu JW : Tidak ada yang seperti itu. Saya benar-benar minta maaf.

Kakek Joo Won ke Ra Im : Lalu mengapa kau melakukan sesuatu yang akan kau sesali. Jika kalian ingin mendapatkan ijinku, pertama dapatkan ijin dari ibumu, sampai dengan saat itu, tidak ada kesempatan.

Keduanya pulang ke rumah. Joo Won tanya apa yang dipikirkan Ra Im? Ra im merasa mereka harus menemui ibu Joo Won dulu. Ia sedikit menyesal karena tidak menemui ibu mertuanya dulu.
Joo Won berkata mereka akan segera bertemu dengan ibunya.

Belum selesai bicara, Oska datang dengan berlari, ia teriak pada Joo Won. Ya! kenapa kau tidak mengangkat telpmu? Cepat ke RS! Bibi pingsan. Dia tahu tentang pernikahan kalian.

Ra im panik, apa yang akan kita lakukan?
Joo Won berkata mereka akan segera bertemu ibunya, orang yang mengirim surat nikah adalah aku. Aku yang mengirim-nya.
Oska kaget.

Joo Won menemui ibunya di RS. Ibunya marah2, apa yang kau lakukan?
Joo Won minta ibunya tidak mengendalikannya lagi, sebelum kita duduk dan negosiasi. Gil Ra Im dan aku sudah menikah.

Ibu Joo Won marah, ia mengambil bantal dan ingin melempar ke Joo Won tapi berhenti dan dengan gemetar menahan marah, ia berkata sambil menahan tangis,

Ibu Joo Won : Baik, aku kalah. Kalian berdua menang. Kau bukan anakku lagi. Kau mungkin akan bahagia untuk beberapa tahun. Tapi pada akhirnya, akan ada penyesalan. Kau harus tahu itu.

Joo won : Aku juga tahu itu. Ada kemungkinan aku akan menyesalinya. Tapi meskipun aku menyesalinya, aku akan menyesalinya selama hidupku bersama wanita itu.

Ibu Joo Won : Baik. Hiduplah seperti itu. Sekarang, kau sudah membuang orang tuamu, kau tidak akan pernah bisa kembali. Kita akan mengadakan negosiasi. Manajemen dept. store…

Joo Won : Aku akan meninggalkannya jika kau memintanya. Tapi tidak akan ada orang lain yang bisa kau percaya seperti aku. Bukankah aku lebih baik daripada mempercayakan-nya pada orang lain?

Ibu Joo Won : Kau lebih baik. Aku juga tahu itu. Atur itu. Selain semua saham yang kau miliki (sendiri) diluar saham yang kau peroleh, kembalikan semuanya yang kau terima karena kau adalah anakku.
Sama halnya dengan resort, hotel, lapangan golf.

Joo Won : Ya.
Ibu Joo Won : Dan rumah yang kau tinggali..meskipun kau yang membangunnya tapi tanahnya milikku. Bayar untuk tanahnya.
Joo Won : Ya.
Ibu Joo Won : Pergi! Aku tidak ingin terlihat seperti ini di depan orang asing, yang bukan keluargaku. Asisten Kang! Kaca!

Tuan Park yang sekarang pengangguran mulai mengirim resume ke situs-situs pencari kerja dan Direktur Choi yang dulu anak buahnya membantunya.
Tiba-tiba Joo Won menelepon Park dan ingin bertemu dengannya.

Joo Won berkata pada Park kalau ia tidak akan pernah mendapatkan kursi Joo Won sebagai Presiden, bukan karena Joo Won cucu pemilik tapi karena ia memang punya kemampuan. Ia lebih baik dari Park.
Park tahu itu. Tapi ia tidak mengerti, bukankah ia sudah dipecat.

Joo Won : Ini karena kau bukanlah musuhku. Kau adalah pemimpin dan anggota direksi yang baik, yang sangat ingin kuandalkan. Percayalah pada bakatmu sendiri dan naiklah ke posisi terbaik kecuali posisiku. Apa kau mau membantuku?

Joo Won minta Park kerja lagi padanya. Sweet..

Ibu Oska menemui Park, GM Park! Aku dengar kau kerja lagi. Selamat. Tapi Park dingin pada Ibu Oska, kenapa saat ia mencari pekerjaan, ia sudah telp Ibu Oska beberapa kali tapi tidak diangkat.

Ibu Oska beralasan ia sibuk dan ingin tahu apa perjanjian mereka masih berlaku.
Tapi Park berkata ia tidak gampang memaafkan, lalu jalan pergi. (Ngga kuat lihat anting2nya maminya Oska, rantai warna biru cing.)

Ra im menunjukkan surat nikahnya di depan rekan2 stuntnya. Semua menggosok mata, aku salah baca ya..Apa itu..Jung Hwan mengira Ra Im terluka kepalanya kali ini.

Ra Im memastikan ia sudah menikah resmi dengan Kim Joo Won. Karena aku sudah menikah, berarti aku lebih dewasa dari pada kalian sunbae…

Dan pria yang naksir Ra Im lari sambil menangis, ia patah hati..oh so sweet…

Semua jadi gelisah, jadi itu benar? yang dikertas itu benar? Jung Hwan tanya apa kau melakukan ini untuk dapat uangnya? Apa kau memukulinya untuk tandatangan?
Ra Im : Karena aku memukulinya dengan banyak, ia jadi milikku.

Jung Hwan mengeluh, Joo Won menjadikan Ra Im istrinya tanpa mentraktir mereka makan, lalu ia tanya apa Ra Im sudah hamil? Jung Hwan memberikan tanda seperti orang mual-mual.
Ra Im mendelik, sunbaenim!

Jong Soo datang dan Jung Hwan mengadu, lihat, dia sudah menikah. Jong soo dengan santai menjawab, ia sudah tahu. Selamat.
Ra Im berterima kasih.

Lalu Jong Soo menyodorkan proyek terbaru Ra Im, Sector 7 , baca ini. (itu proyeknya Ha Ji Won, oh Ra Im stuntnya Ji Won lagi ya..hehehe)
Jong Soo : Ada pertemuan minggu depan.
Ra Im senang, apa karakternya? Jong Soo berkata sebagai stunt aktris utamanya, jangan terluka kali ini. Ra Im mengucapkan selamat tinggal dan pergi.

Jung Hwan minta ke-3 rekannya (hanya yang senior saja), kalian ganti baju, kita jalan!
Ia menelepon Joo Won, Joo Won kita yang menghasilkan banyak uang, dimana kau sekarang?

Joo Won : Apa ini?
Jung Hwan dan ketiga rekannya menemui Joo Won. Chaebol kita menikah tanpa upacra, Joo Won…kita duduk?

Joo Won : Pasti ini tradisi, menerobos masuk seperti serigala kapanpun sesuatu terjadi. Ya aku mengerti.
Jung Hwan : Jadi kau sudah menangkap ikannya? Anak-anak!

Lalu ketiga rekannya mengeluarkan tongkat kayu. Mereka mulai bergaya seperti Triad atau Yakuza, dan menampilkan tampang sangar pada Joo won.

Joo won protes : Waahhh..orang-orang ini, lalu dengan manis berkata pada Jung Hwan, dimana kita duduk, disana? Joo won duduk dengan patuh.

Jung Hwan : Jadi kau sudah menikah dengan Ra Im.
Joo Won berkata ia sudah bertemu dengan Direktur Im. Jung Hwan protes, dia yang sekarang jadi Direkturnya, kau seharusnya bertemu dengan kami. Kau sepertinya tidak tahu kalau Ra Im punya kakak lelaki banyak. Mereka mengetuk lantai marmer Joo Won dengan tongkat.

Joo won : Hei lantai ini bukan jenis lantai yang kalian pikirkan.
Jung Hwan tidak suka karena Joo Won menikah tanpa upacara tapi langsung ke catatan sipil.

Oska menulis undangan untuk fansnya. Tae Sun kesal, bukankah konser Oska lusa.
Oska ingin melakukan ini untuk fansnya yang sudah menunggu lama. Mereka adalah fans yang berkata aku punya vokal bagus saat aku tidak bisa menyanyi.

Tae sun : Latihan makanya. Seorang penyanyi tidak menulis surat, dia menyanyi.

Tae Sun dengan sadis minta Oska latihan, Oska menurut. Tae Sun berkata ulangi. Lagi! Lagi!

Jung Hwan : Dengar, jangan membuat Ra Im menangis, jika kau melakukan itu, kau akan mati di tangan kami.
Joo Won : Jeez..baik. Aku akan membiarkan ini kali ini, tapi jika kau melakukan ini lagi..aku akan mengatakan-nya pada Ra Im.

Jung Hwan dan ketiga rekannya langsung ketakutan.

Tae sun minta Oska lebih memanjangkan nadanya, lebih jelas kata-katanya, perasaan-nya tidak kena! Harmonimu kacau! Lagi!
Oska : Aku lelah, kita istirahat 5 menit, aku bisa sakit tenggorokan.

Tae sun marah, kau sakit tenggorokan, karena kau menyanyi dengan tenggorokanmu! Jangan pakai tenggorokan. Pakai kekuatan perutmu! Bagaimana kau bisa sampai ke puncak lagi?

Oska jadi terharu, jadi Tae sun mencemaskannya? Ia berterima kasih. Aku dulu sangat bahagia saat aku ada di puncak dan menyanyi berulang kali. Sekarang aku bahagia dengan kenangan itu.

Oska berkata akan pindah studio, Tae Sun pakai saja studio ini, buat saja musik yang kau inginkan. Sebaliknya, ijinkan aku menggunakan karyamu.

Tae Sun juga terlihat tersentuh, tapi ia menutupi perasaan-nya, sekali lagi. Yang terakhir.
Oska geli, dasar, kau masih saja malu. Lalu ia menyanyi lagi.

Yoon Seul siap-siap syuting, Oska datang terlambat, Ia mengenalkan Oska pada tokoh utama wanitanya, Kim Shin Ah.
Oska langsung kenalan, dan mulutnya mengobral kata-kata manis, membuat bintang wanita itu tersipu-sipu.

Seul kenyang melihatnya dan berkata pada Oska, ada adegan kau menarik pergelangan tangannya kan? Kita edit saja. Oska tidak mau, sebagai sutradara tidak boleh mengurangi adegan seenaknya. Hanya karena alasan pribadi..

Lalu Oska mulai pengambilan gambar. Wanita itu keluar dari toko bunga dan bertemu Oska yang membawa gitar di punggungnya.

Seul terpaku melihat wajah Oska di monitornya, ternyata adegan ini adalah flashback saat ia bertemu Oska pertama kalinya.

Waktu itu, Seul juga keluar dari toko bunga dan Oska menemuinya. Oska berkata ia musisi dan minta no. telp Seul, Oska akan memperdengarkan lagunya yang belum dirilis pada Seul, tapi Seul menolak dengan alasan sibuk. Padahal Oska sangat ingin kenalan dengan Seul waktu itu.

Seul masih terpaku pada monitornya, Oska melihatnya dan berkedip pada Seul.

Pagi hari di rumah keluarga Kim. Tuan Kim bangun tidur dengan rambut acak-acakan dan kelihatan lelah, ia membuka lemari es dan mengambil botol susu. Tuan Kim minum langsung dari botolnya.
Ny. Kim turun, ia lebih kacau lagi, Ny. Kim sama sekali tidak bisa membuka matanya, ngantuk berat. Masih menguap.

Ra Im hampir menabrak vas dan Joo Won menahannya, agar tidak jatuh. Dengan senyum Joo Won berkata ahhh…

Ra Im membuka mulutnya mengikuti Joo Won, Joo Won menuangkan susu ke dalam mulut Ra Im..

Ra Im akhirnya buka mata, aku ada syuting hari ini.
Joo Won : Apa berbahaya?
Ra Im : Tentu bahaya. Jadi kau seharusnya membiarkanku tidur! hehehe…

Ra Im pergi dan Joo Won menarik hood Ra Im keatas, maka berhentilah!

Ra Im mendelik kesal.

Ra Im pergi ke lokasi syuting dan mulai syuting. Ra im menghajar begitu banyak orang di depan Balaikota dan masuk ke bis, disana ia menghajar semua musuhnya. Keren…

Joo Won dan GM Park juga direksi lain mulai rapat, Joo Won mendapat laporan kalau ada hotel dan kasino baru yang akan dibangun. Joo Won senang dan minta mereka mulai cari lokasi yang terdekat dengan kedua tempat itu.

Joo Won : Setelah bersenang-senang di kasino dan hotel, mereka akan belanja. LOEL Dept store di Jeollanam-do akan jadi dept. store yang terbesar di selatan Sungai Han (promosi critanya, kalo ke LOTTE Mart Bdg, jadi ingat Kim Joo Won hehehe)

Joo Won juga tanya berapa banyak staf wanita mereka pada Kim. Kim heran dan Joo won menjelaskan, Oska mau mengadakan konser.

Orang-orang mulai antri untuk konser OSka. Oska siap-siap di ruang make-up dan berlatih.

Oska menyanyi dengan kostum BOF? haha..mirip..jasnya mirip.

Ra Im dan Joo Won ada di barisan penonton. Ra Im terus teriak dan tepuk tangan, tapi Joo Won diam saja. Ra Im berusaha membuat Joo Won tepuk tangan tapi Joo Won menolak, Joo Won akhirnya dipukuli Ra Im terus sampai akhir konser.

Tae Sun menyaksikan konser Oska dengan hati berat dan ia pergi keluar. Seul melihatnya dan menghadang Tae Sun. Tunggu! Apa kau melarikan diri sekarang?

Tae Sun : Kau benar2 pintar, Ahjumma (ini anak , selalu aja Ahjumma hehe)

Tae Sun terus terang ia tidak suka dengan Seul. Seul berkata ia juga tidak suka Tae Sun. Tae Sun berkata itulah mengapa ia pergi.
Tae Sun berkata mereka mirip, mereka sama-sama menyukai Oska.

Seul minta Tae sun tetap tinggal dan jadi teman Oska. Tae sun tidak mau, kau bisa jadi pacarnya dan aku temannya? Aku tidak mau. Kau bisa memilikinya (Oska) jangan sampai ia diambil wanita lain.
Tae Sun : “Tears” adalah hadiahku untukmu.

Seul : Untukku?
Tae Sun : Selamat tinggal, Ahjumma..
Seul teriak, jika Tae Sun membutuhkan bantuan, telp saja dia, dia punya banyak koneksi.

Di konser Oska berkata, kalau hari ini dingin sekali dan adalah hari dimana episode terakhir drama yang jadi hit ditayangkan (yeah..promosi terus..), jadi aku dengan tulus berterima kasih pada kalian yang datang di konserku. Lagu berikut ditulis oleh Ssun, adalah judul dari album ke-7ku, Tears.
Oska mulai bernyanyi.
Joo Won menutup telinganya dan Ra Im bersorak-sorai. Asisten Kim mencium pipi Ah Young.

Seul ada di sana dan mengangkat tinggi buku sketsa-nya. Seul membalik halamannya satu persatu.
1. Ssun bilang kalau lagu ini untukku apa aku pantas menerimanya?
2. Kau sudah menyakitiku, itulah mengapa aku membuatmu terluka. Aku minta maaf.
3. Kau benar, kenari panggang itu aku. Tapi cheese cake itu gadis lain!
Meskipun demikian, aku tetap mencintaimu. Choi Woo Young.

Seul menangis. Oska membuat tanda hati beberapa kali. Dan Ra Im tepuk tangan terus sepanjang konser.

Suara Joo Won : Setelah konser, Ra Im yang sudah berubah dari Oska-oppa menjadi Kim Joo Won-oppa. Kami menghabiskan hari-hari kami dan menemukan betapa tidak dewasanya pria dan wanita jika mereka jatuh cinta. Meskipun tidak bisa dipercaya, aku benar-benar sangat berbakat menjadi tidak dewasa.

Ra Im latihan sit up di bed mereka, Joo Won menahan kakinya. Ia terus saja berusaha mencium Ra Im jika Ra Im duduk.

Ini membuat Ra Im kesal dan menyingkirkan kepala Joo Won. Joo Won akhirnya menjatuhkan Ra Im dan menarik selimut.

Keduanya mengenakan sparkling tracksuit biru itu dan perang bola salju. Ra Im jatuh dan Joo won menahannya, mereka berciuman lagi di atas salju.

Ra Im bergegas masuk lift dengan kesal. Joo won menghentikan liftnya. Ra Im marah, jangan mendekat!

Joo Won : Sekarang aku bisa masuk (ia sudah tidak klaustro lagi? wow..)

Joo Won masuk ke dalam lift dan mencium Ra Im.

GM Park, Sekretaris Kim dan rombongan muncul dan akan masuk lift. Mereka terkejut melihat keduany berciuman. Park menutup mata dan Sekretaris Kim memotret mereka.

Suara Joo won : Dan demikianlah, keluarga kami berkembang. Berkembang dengan pesat…

5 tahun kemudian.

Ada boneka kucing kecil-kecil dan yang lainnya diatur rapi di jendela, tangan Joo Won menaruh sepatu, 1, 2, 3 pasang sepatu kecil yang lucu.

Terdengar suara Joo Won : Kau bisa menyebutnya sebagai kehidupan pernikahan yang bahagia dari anggota masyarakat elit yang menjadi contoh perilaku promosi kelahiran anak.

Mereka punya tiga orang anak, dua laki dan yang terkecil perempuan. Joo Won dan Ra Im mengantar ketiganya ke Pyungchang-dong.

Anak ke-1 : belikan kami mainan!
Anak ke-2 juga mau. Belikan satu untukku!

Ra Im : Aku bilang tidak! Kalian sudah punya banyak. Jika kalian mau, cari uang dan beli sendiri.
Anak ke-1 : Aku belum bisa cari uang sekarang. Pinjamkan aku dulu!

Joo Won tidak percaya, kau masih kecil dan kau sudah tahu mengajukan pinjaman? Apa kau punya jaminan atau penjamin? Bagaimana aku bisa mempercayaimu?

Anak-nya yang paling besar mulai menangis, aku akan mengadu pada Nenek!

Ra Im menggendong putrinya yang paling kecil karena ikut menangis juga. Joo won berkata : Aku sudah mencoba itu, berpikir aku bisa mempercayai ibu dan kakekku, kau hanya akan ditikam dari belakang.

Ra im minta ketiganya berhenti menangis, sampai dirumah, kalian harus push up 100 kali dan sit-up 100 kali.
Ra Im baru sadar, pasti ini.

Joo Won : Apa?
Ra Im : Ini pasti maksud mimpi Ah Young waktu itu.

Gerbang terbuka, Ny. Moon keluar bersama stafnya. Kedua anak laki itu langsung memeluknya, nenek!
Ny. Moon : Oh, kalian disini, ia merentangkan lengan dan memeluk kedua anak laki itu.

Joo Won dan Ra Im menyapanya, Ibu. Ibu mertua, kami datang.

Ibu Joo Won pura-pura tidak mendengarnya, ia berkata pada cucu2nya, disini dingin, ayo masuk ke dalam. Kunci gerbang.
Stafnya mengambil putri Joo won dari gendongan Ra Im dan masuk ke dalam mengikuti Nyonya-nya.

Joo Won dan Ra Im menghela nafas, keduanya jalan pergi. Ra Im berkata ia lega kalau ibu mertuanya terlihat sehat.
Joo Won mengeluh, ibunya keras sekali. ia pikir waktu akan menyembuhkan atau ia akan menerima mereka setelah punya anak. Tapi ternyata tidak.

Ra Im minta tumpangan, lokasi syutingnya dekat sini. Joo Won merangkulnya, ayo. Jangan sampai kau terluka seperti waktu itu.

Di lokasi syuting, seorang aktor dan stunt akting perkelahian, dan keduanya jatuh menimpa tumpukan pedang. Sutradara teriak, cut!cut!cut! Ia lari ke aktor itu.
Sutradara itu adalah yang waktu itu marah2 dengan Ra Im, ia memanggil aktor itu : Apa kau tidak apa-apa, Nam Gil? (apa maksudnya? kenapa hrs Nam Gil? )

Sutradara ribut dengan pergelangan Nam Gil yang tergores. Ia teriak memanggil Direktur stunt, Direktur Gil!
Ra Im datang, udah jadi Direktur critanya ..Direktur Gil! aktor utama terluka.

Ra Im marah, ia persis Jong Soo. Ra Im tidak percaya, apa dia terlihat luka, lalu Ra Im membuka kaos stunt-nya : Apa dia terlihat baik-baik saja menurutmu?
Stunt itu yang naksir Ra Im dulu, ia berkata tidak apa-apa dan tetap bisa syuting. Ra Im marah, kau ini aktor juga, brengsek.

Sutradara : Lihat Direktur Gil, bagaimana kau bisa berkata seperti itu? Apa kau akan memindahkan tim-mu?
Ra Im : Aku akan pergi. Aku tidak akan membiarkan anak buahku bekerja dalam set seperti ini. Mereka bahkan tidak mendapat makan siang! Ayo, apa yang kalian tunggu? cepat berkemas!
sutradara hanya bisa teriak memanggil Ra im, Direktur Gil!

Ra im membawa mereka ke klinik elit dan minta semua anak buahnya periksa, semua tagihan akan dibayar suaminya. Para dokter juga senang menerima mereka, haha..

Asisten Oska minta Seul pergi ke permandian air panas dan pergi ke jembatan. Seul ke sana dan ia gemas sekali melihat Oska sedang bisik-bisik dengan seorang gadis muda.
Seul menghadang gadis itu dan marah2. Gadis itu hanya menghela nafas, apa kau Yoon Seul? Dia teriak pada Oska, oppa..Yoon Seul datang.

Oska lari, kau sudah datang? Seul marah, kenapa Oska tidak berubah juga selama 5th ini.
Sebuah meja dorong dibawa ke dekat mereka, Oska mengenakan dasi kupu-kupu dan membuka kotak cincin. Ketika dibuka ternyata kenari panggang.

Seul tidak mengerti. Oska berkata itu makanan pembuka. Lalu mengambil kotak cincin yang kedua, ini baru isinya cincin berlian, cincin yang dipakai untuk melamar Seul waktu itu.
Oska berlutut dan berkata : Pertama 6 tahun..Lalu 4 tahun pisah..dan kemudian 5 tahun lagi..sudah 15 tahun berlalu.

Seul mulai menangis.

Oska : Selama 15 tahun, aku melukaimu sebagai pria brengsek dan bodoh. Tapi aku akan tetap seperti itu, aku tidak akan berubah. Aku akan tetap tidak dewasa. Jadi seperti hari ini, aku akan mengejutkanmu, membuatmu terharu dan membuatmu hidup bahagia. Nomor 1 di chart dalam 15 th hidupku, Yoon Seul. Sudah waktunya bagi kita untuk hidup bersama. Mari kita hidup bersama.

Semua tepuk tangan, dan mengucapkan selamat. Seul menangis.

Ah Young dan Sekretaris Kim jalan-jalan di tepi sungai Han, lalu Ah Young melihat ada yang berkilauan di tepi sungai yang masih ada esnya sedikit. Kim membungkuk dan mengambil message in a bottle haha, ternyata itu surat cintanya yang dikirim dari Jeju untuk Ah young. Ah Young senang sekali dan memeluk Kim.

Jong Soo ada janji, ia duduk di cafe bersama seorang wanita dan Jong soo terlihat bengong.

Bisa dimengerti kenapa Jong Soo bengong, wanita cantik yang duduk di depannya adalah aktris terkenal, Son Ye Jin. Duduk dengan anggun dan percaya diri.

Semua pengunjung cafe bisik-bisik, bukankah itu Son Ye Jin? Ada yang ingin mengambil foto, tapi bodyguard Son Ye Jin melarangnya, maaf, jangan mengambil foto.

Jong soo masih bingung : Aku diberi tahu, kalau aku akan bertemu dengan Direktur Casting.
Ye jin : Kau benar. Aku adalah Direktur Kasting hari ini.

Jong Soo : Apa artinya?
Ye jin : Aku melihat skenariomu. Ye Jin mengeluarkan skenario, “Black Rain” Ironisnya, aku tadi di kantor untuk meeting film dan aku sudah lumayan setuju, lalu aku dengar kau tidak bisa mendapatkan dana karena kau tidak dapat castnya dan kau ada dalam bahaya.

Jong soo membenarkan, sudah seperti itu setengah tahun ini. Jadi?
Ye Jin : Jadi, Bagaimana menurutmu tentang aku?

Jong soo bengong dan tidak percaya: Apa?
Ye Jin : Mengapa? Kau tidak suka aku? Apa kau akan membuat film dengan aktris seperti Angelina Jolie?

Jong Soo : Apa ini artinya..

Ye Jin ketawa geli, kau pasti terkejut karena aku terlalu terus terang. Baik. Ayo kita kerjakan secara bertahap. Managerku, lalu kepala dept, lalu presiden, lalu aku. (Itu sebenarnya urutan kalau mau menghubungi Son Ye Jin lewat kantor manajemen-nya, tapi ini Ye Jin sendiri duduk di depan Jong Soo) Telp aku. Aku akan mengingat skenarionya sembari menunggu.

Jong Soo : Oh my God, aku duduk di depan keajaiban.
Ye Jin : Kau sudah duduk di seberangnya sepanjang waktu.

Kediaman keluarga Kim, malam hari.
Joo Won menepuk-nepuk anaknya di tempat tidur, Ra im menggendong putri kecilnya dan membaringkan ke boks.

Joo Won merasa anaknya sudah tidur, ia turun pelan-pelan dari bed. Ra Im juga jalan pelan-pelan menjauh. Keduanya hampir keluar ketika tiba-tiba :

Kim kecil no. 1 bangun : Ibu!

Joo Won dan Ra Im membeku, lalu berbalik dengan wajah terlihat bersalah.
Kim 1 : Kami belum tidur! lalu ia membangunkan adiknya yang tidur di sampingnya, Bangun!

Joo Won teriak : Ya! mengapa kau membangunkan anak yang sudah tidur? Apa kau ingin tulang belakang ke-5 mu menjadi yang ke-6?
Ra Im mendelik ke arah Joo Won.

Kim 1 : Aku mau tidur dengan Ibu hari ini.
Joo Won : Kata siapa? Aku akan tidur dengan ibu.
Kim 1 : Ibu, aku tidak suka Ayah.
Ra Im ke Kim 1 : Aku tidak suka kau. cepat tidur.

Joo Won mendekati Anak pertamanya dan menidurkan anak itu kembali dengan jarinya, merapikan selimutnya dan menepuk-nepuk, Cepat tidur.
Kim 1 bangun lagi, kali ini lebih keras : Ibu!!!

Joo Won menidurkan-nya dengan jarinya lagi, aku bilang tidur.
Kim kecil ini benar2 keras kepala, ia melihat ayahnya, lalu bangun lagi, Ibu!!! hahahaha…

Beberapa saat kemudian, Ketiga kurcaci itu benar2 sudah tidur, Ra Im juga tidur di sebelah Kim no.2, dengan tangan menggenggam Kim no.3 di Boks.
Joo Won bangun dan pelan-pelan melepaskan tangan putrinya, lalu menggendong Ra Im keluar.

Joo Won menggendong Ra Im kembali ke rumah utama. Apa aku tidak berat? Ra Im tanya.

Berat, kata Joo Won. Ra Im ingin turun.
Joo Won : Kau tidak bisa turun sebelum menciumku.
Ra Im mencium pipi Joo Won dan Joo Won menurunkannya.

Joo Won memeluk Ra Im dari belakang dan keduanya jalan seirama. Ra Im : Ah! aku berharap akan turun salju.

Joo Won melihat langit, mana mungkin akan turun salju, kalau bulan seterang itu?
Ra Im senyum : Kukira juga tidak.

Suara Ra Im : Kami masih tidak memiliki foto pernikahan. Tapi kami mencintai dan dicintai sebagai gantinya, kami hidup setiap hari dengan ajaib. Mencintai seseorang mungkin sama dengan bertukar jiwa.

Semoga jiwamu memiliki bunga yang mekar indah, udara yang menyegarkan, sinar mentari yang cerah, dan sesekali, hujan yang ajaib.

Tiba-tiba..salju turun. Ra Im senang sekali, salju! oh benar!

Suara Ra Im : Kau benar-benar tidak akan mengatakannya padaku?
Suara Joo Won : Apa?

Suara Ra Im : Saat kita pergi menemui Ayah, kau bilang kau datang menemuiku tapi kau tidak bisa mengatakan pesannya.
Suara Joo Won : Oh, itu.

Flashback…

Joo Won mengenakan baju RS, jalan ke upacara pemakaman Ayah Ra Im.

Joo Won melihat Ra Im menangis sambil membungkuk di lantai, memanggil ayahnya.

Joo Won duduk di luar ruangan, menangis diam-diam. Sementara Ra Im menerima ucapan bela sungkawa dari rekan-rekan ayahnya sambil terisak-isak.

Malam semakin larut dan rumah duka sepi, Ra Im tertidur di lantai rumah duka karena sedih dan kelelahan.
Joo won jalan pelan-pelan mendekati Ra Im dan jongkok di samping Ra Im.

Ia memandang Ra Im dengan pandangan lembut dan sedih. Joo won juga menangis.
Joo Won menangis : Aku minta maaf, aku minta maaf, aku minta maaf, aku minta maaf..

Joo Won kelelahan dan ia berbaring di samping Ra Im, posisinya mirip. Joo Won memandangi Ra Im.
Ra Im mulai menangis pelan dalam tidurnya. Ra im mengerutkan dahinya.

Joo Won mengulurkan jarinya diantara dahi Ra Im dan kerutannya menghilang. Wajah Ra Im terlihat tenang.

Tangan Joo Won jatuh ke atas tangan Ra Im, Joo won tertidur.

TAMAT

Sinopsis Drama “Secret Garden” Eps. 19

Secret Garden episode 19

Joo Won tanya apa mereka berciuman. Ra Im menarik punggungnya ke belakang dan balik tanya, menurutmu?
Aku tanya duluan, kata Joo Won.

Lalu Ra Im mulai : Kim soo han mu…hehehe..

Joo won berdiri dan terlihat bingung, apa yang kau lakukan? Ra Im berkata ia melindungi Joo Won seperti Joo Won sudah melindunginya. Sampai Joo Won ingatan-nya pulih.

Joo won tidak percaya. Aku melindungimu? Aku? Aku pria usia 34th yang sehat? hahaha (Maksud JW, kalau secara pikiran ia sehat, maka JW ngga mungkin suka dengan Ra Im bahkan sampai mencium segala haha)
Ra Im : Ya
Joo Won : Tidak mungkin…apa jangan-jangan (alasan-nya) itu karena kau tidak menarik? (Alasan kenapa JW menahan diri)
Ra Im mulai marah, kau mau mati ya? Kau hampir mati, jadi sekarang tidak punya rasa takut?

Joo Won mundur, sepertinya kaget, apa seperti ini kau memperlakukanku?

Ra Im tersenyum dengan sadis, karena kau selalu minta dipukul.
Joo Won semakin mundur dan ketakutan : Jangan menodai 13 th yang hilang dari hidupku.

Ra im berdiri dan sedikit melunak, Aku pergi.
Ra Im minta agar Joo Won tidak memerintah-nya untuk datang. Jika Joo won mau ketemu, langsung datang saja.

Joo Won menghentikan Ra Im. “Tunggu. Daripada resiko, aku ingin kau berkemas dan pindah kesini. Tinggal-lah di sisiku. Tapi, jika aku tidak menemukan alasan mengapa aku mencintaimu, kau harus pergi saat kuminta kau pergi.”

Ra Im diam saja.
Joo Won : Kau tidak mau?

Ra Im : Bukan, apa aku harus tinggal di sisimu seolah-olah aku ini tidak ada lalu lenyap seperti gelembung? Seperti Little Mermaid?
Joo Won sedikit mengerutkan kening. Ra Im berkata, katakan saja, dia akan melakukan semua yang diinginkan Joo won.

Joo Won masih bingung, kau tahu apa itu artinya?

Ra Im tahu. Ia minta Joo won memikirkan-nya dan memberi kabar. Ra Im tersenyum dan membuka pintu lalu jalan ke luar.

Joo Won memandang Ra Im jalan dengan bingung, lalu mendadak Ra Im berbalik dan melambai padanya dengan tersenyum manis.

Joo won berkata sendiri : Ada apa dengan wanita itu? Mengapa ia tersenyum dengan begitu cantik?

Ra Im menghentikan lambaian-nya tapi tetap senyum dengan manis dan jalan pergi. Joo won ragu-ragu sejenak, lalu segera lari menyusul Ra Im. Berhenti sebentar. Kau mau kemana? Aku akan mengantarmu!

Saat Ra Im mendengar langkah Joo won mendekat, ia tiba-tiba berbalik dan berdiri berhadapan dengan Joo Won, Kenapa kau lama sekali?
Joo won bengong, Apa?

Ra Im : Apa kau tidak tahu betapa pelannya aku jalan dari sana ke sini? Ra Im senyum manis, dan melanjutkan : dengan pemandangan punggung yang indah.

Joo Won masih terpana, Ra Im melanjutkan, Kau seharusnya bergegas menghentikanku. Mengapa kau lama sekali mengambil keputusan?

Ra Im : Aku punya pertemuan penting hari ini. Karena kecelakaan itu, aku harus berhenti syuting, tapi kupikir aku akan mendapat kesempatan lain. Aku buru-buru, jadi berikan aku kuncinya, aku yang menyetir.

Joo won tidak percaya, Ra Im tersenyum geli.

Ra Im menemui Jong Soo di sekolah aksi, Joo Won berdiri bersandar di belakang mereka dan ikut mendengarkan.
Jong Soo berkata kalau Sutradara Dark Blood menelepon dan mereka berkata pergi ke HK untuk casting lagi.

Jung Hwan berkata mereka lega karena Ra Im sembuh tapi produser Dark Blood meragukan kondisi tubuh Ra Im.
Ra Im berkata ia mengerti, katakan pada mereka aku akan segera pulih dan akan menemui mereka lagi (suatu hari).

Jong soo mengerti dan minta Ra im istirahat sambil memulihkan kondisinya. Ra Im berkata ia sudah puas bisa casting, lalu ia pergi ke kamar mandi.

Ra Im jalan melewati Joo won. Jong soo mendekati Joo won.

Jong Soo : Kudengar kau kehilangan ingatan.
Joo Won : Apa kita dekat sampai kau tahu masalah seperti itu?
Jong Soo : Kau mau dipukul lagi?
Joo Won kaget : Lagi? Apa maksudmu kau sudah pernah memukulku? Aku punya pengacara!

Jong Soo berkata dengan lebih serius, Jangan pernah kau lupakan Ra Im. Karena kau adalah pria yang mengorbankan nyawamu demi dia. Jong Soo jalan pergi.

Joo Won tidak percaya, Apa? Nyawaku? untuk wanita berkaki pendek itu? Apa dia berkata aku mempertaruhkan nyawaku?

Ra Im duduk di bawah lokernya dan mengingat bagaimana ia mendapatkan peran di Dark Blood, lalu bersiap syuting film itu.
Joo Won datang mendekat dan berdiri sambil bersandar di meja depan Ra Im, itu pasti film yang penting.

Ra Im : Itu adalah keajaiban yang kau buat untuk-ku.
Joo Won : Aku?
Ra Im berkata ia benar2 sangat ingin melakukannya dengan baik..lalu memandang Joo Won dan berkata : Aku minta maaf.

Joo won langsung mengangguk, baik. Aku tidak tahu pasti apa yang terjadi, tapi jika kau melakukan sesuatu yang kau sesali, maka lain kali kau harus membayarnya kembali padaku. Aku ini setajam pisau jika sudah bicara tentang perjanjian.

Ra Im jadi tertawa.

Joo won tiba-tiba tanya : Tapi, kenapa kau menyimpan sabun dalam stoking?

Ra im tanpa sadar menjawab : Itu karena aku tidak mau membuang sisa sabun, jadi aku mengumpulkan…
Lalu sadar…Joo Won belum pernah melihat lokernya saat kehilangan ingatan dan Ra Im langsung berdiri, Apa?

Joo Won : Lokermu…
Joo Won juga tiba-tiba sadar. Bagaimana aku tahu itu? Apa aku sudah melihat lokermu sebelumnya?
Ra Im mengangguk, Ya saat tubuh kita tertukar.
Joo Won : Saat apa yang tertukar?

Ra Im hanya berkata ia akan menjelaskannya nanti saja. Ra Im mulai semangat, mungkin ingatanmu mulai pulih.
Ra im tanya apa ada lagi yang diingat Joo Won.

Joo Won memberikan ekspresi mengingat dengan serius lalu ia berkata : Kau mengenakan baju dalam seksi dan menggodaku…

Ra Im marah dan menendang Joo Won. Joo Won teriak dan meringis kesakitan.

Seul ke rumah Oska dan bertemu Tae Sun. Seul heran bukankah Tae Sun katanya akan meninggalkan Korea?
Tae Sun berkata itu karena Oska menahan-nya. Seul menyindirnya, jadi kau membiarkan dirimu ditahan?

Tae Sun membalas, itu karena mata Oska terlihat sangat putus asa. Seul dengan sinis berkata wow..romantis sekali..hahaha jadi ini ceritanya saingan dan rebutan Oska?

Sekarang bayangkan mereka di padang salju dengan pedang terhunus …(ini 2 ep terakhir, aku mau senang2 hehe)
Tae Sun menyerang : Ahjumma..berapa usiamu?
Seul : Apa kau mau menyombong kalau kau lebih muda dariku?

Oska datang…
Ada Apa? apa kalian bertengkar? Mengapa kalian bertengkar? Lalu Oska menasihati, kalian seharusnya berteman.

Seul ke Oska : Dia tidak tinggal disini selamanya, kan?
Oska tidak tahu sikon dan menjawab, disini banyak kamar, kenapa tidak? Jika aku menempatkannya di lain tempat, dia mungkin akan melarikan diri lagi.

Seul kesal, Apa yang akan kau lakukan jika aku melarikan diri? Aku pergi. Seul bergegas pergi.

Oska bingung, kau mau kemana? Aku ingin mengatakan sesuatu padamu, Oska ingin mengejar Seul tapi Tae Sun mengatakan sesuatu.
Tae sun : Kita akan rekaman dalam 10 menit, jika lewat 10 menit (saja), aku akan mengemasi tasku.
Oska mengeluh, kenapa kau seperti ini juga, apa kalian berdua kerja sama untuk mengerjaiku?

Oska menyeret Seul ke ruangan lain, kita harus bicara dalam 10 menit..dalam 10 menit.

Seul : Aku ingin tanya, apa jangan2 ..Tae Sun menyukai pria?
Oska heran bagaimana Seul tahu. Seul marah, kau tahu itu dan membiarkan-nya tinggal di sini? sekarang aku bahkan akan bersaing dengan pria?
Oska : Bukan seperti itu, dia sangat membenciku!

Seul marah, Oska sangat lamban, itulah mengapa ia menyakiti orang. Oska justru bercanda. Seul tidak senang. Oska minta Seul sedikit lunak padanya, ia sudah pusing karena Joo won, dia masih 21 th.
Seul tidak mengerti dan minta Oska segera mengatakan apa keinginan-nya.

Oska berkata ia akan mengadakan konser yang ia batalkan waktu itu, meluncurkan album ke-7nya dan mengadakan Tour Asia lagi. Dan Oska berharap bantuan Seul.

Tiba-tiba Joo Won muncul, ia langsung tanya pada Oska, kau sedang apa? Apa kau sibuk?
Oska : Apa yang kau inginkan? Katakan dalam 5 menit.

Joo Won tidak mengenali Seul, siapa dia? mengapa kau menyembunyikan wanita secantik ini di tempat jelek ini?
Joo Won dengan manis dan sopan kenalan, Apa kabar, aku Kim Joo Won.

Seul tampak terpesona dengan Joo won muda, ia menjawab sambil senyum, Kau pasti tidak mengingatku.
Joo Won senang, kita saling kenal?
Oska tidak senang, kenapa kau senang sekali?

Joo Won masih senyum-senyum, dia cantik (dan juga tipe ideal JW muda hahaha..ingat..36-24-34?) Maaf, tapi sedekat apa kita?
Oska marah : Ya! dia bukan milikmu. Dia milik-ku!

Joo Won tidak percaya dan kelihatan kecewa, benarkah? benarkah?
Seul tersenyum manis. Oska berkata pada Joo Won, ibumu disini.

Joo Won : Benarkah? Lalu jalan sambil berkata aku akan kembali.
Oska teriak, lebih baik jangan kembali, dan pura2 mengancam Joo Won.

Seul tersenyum memandang Joo won yang menjauh, Kami seharusnya bertemu saat dia masih 21th.
Oska teriak : Ya!

Joo won mendatangi ibunya dan ia menyapa ibunya dengan riang, Ibu! Lalu ia lompat ke pinggir tangga.
Ibu Joo won tanya keadaan Joo won dan minta Joo Won turun dari tepi tangga. Turunlah karena itu berbahaya.

Joo won turun dan tanya, Ibu, Apa kau tahu? aku punya pacar, seorang stuntwoman.
Ibunya kaget sebentar, lalu mengubah raut mukanya dan tersenyum, aku juga tahu.

Joo Won heran, ibu juga mengetahuinya? Tidak seperti gadis lainnya, ia tidak menarik.

Ibu Joo won terlihat senang, itu benar, kukira ia juga tidak menarik.

Joo won bisa merasakan kalau ibunya tidak menyukai Ra Im. Ibunya tanya jika ia tidak suka apa Joo won akan berhenti menemui wanita itu.

Joo won berkata : Ahhhhh..lalu menggeleng, tidak. Aku menyukainya. (Lucu banget lihat ekspresi HB disini, asli, lucu.)

Ibu Joo won tidak marah-marah atau menunjukkan ekspresi benci, ia hanya berkata akan pergi sekarang. Lalu Joo won tanya mengenai pemadam kebakaran yang menyelamatkannya di lift, Apa yang terjadi dengannya? Dia tidak terluka? Jika aku berterima kasih setelah bertahun2 ini, apa itu tidak sedikit aneh?

Ibu Joo Won agak kaget tapi ia menguasai diri lagi dan berkata dengan senyum, tentu saja. Bagimu itu seperti kemarin tapi baginya itu sudah 13 th lalu.
Ibunya berbohong dan berkata akan mengurusnya, kau tidak perlu khawatir mengenai itu.

Joo Won tanya apa ibunya tahu nama dan no telpnya.
Ibu Joo Won berkata ia akan cari tahu dan mengatakan pada Joo Won.

Joo won : Baiklah. Aku mau keluar, aku akan bicara dengan ibu besok. Lalu pergi.
Wajah Ibu Joo won berubah.

Ah Young kaget saat Ra im menceritakan mimpinya, semua yang dikatakan Ah young terjadi. Ra Im merasa Ah young berbakat jadi peramal.
Ah Young justru cemas, ia punya mimpi yang lain lagi.
Ra Im tanya apa itu?

Ah young : Ada pintu besar, tinggi, bercat hitam dan tiga anak mengenakan baju putih dan menangis. Benar2 sedih. Tapi disamping, Presiden menutup mulutnya dengan menangis dan kau teriak. Lalu aku bangun dan merasa tidak enak.

Ada ketukan, ternyata Asisten Kim. Ah young bergegas membukanya dan keduanya berpegangan tangan sambil menari-nari dengan mesra.

Tunggu kata Kim, lalu menoleh ke Ra Im. Presiden berkata untuk membawamu (kaya barang).
Ra Im mengomel, ia seharusnya datang, kenapa selalu memintaku menemuinya. Kemana kali ini?

Scene berpindah ke…permandian air panas haha..
Ra Im, hanya mengenakan celana pendek dan kaus dalam berdiri dengan kesal di tepi kolam air panas. Tuan Kim Joo Won yang mulia ada di dalam kolam memandangnya.
Ra Im : Kau mau mati? kenapa kau memanggilku ke sini?

Joo Won : Untuk apa coba? Aku ingin mengecek bentuk badanmu. (minta dipukul emang anak kecil ini…)

Ra Im mendelik marah dan menggigit bibirnya dengan gemas.
Joo won masih bisa komentar, Tapi bajumu tergolong melawan arus. (Tidak cocok untuk permandian air panas)

Ra Im : Dasar anak kecil, kau sudah lama tidak dipukul, jadi dunia terlihat berwarna indah, heh?
Joo Won berkata ia tidak tahu bagaimana dirinya ketika usia 34th, tapi beginilah cara-nya saat ia 21th bersenang-senang. Joo Won menarik tangan Ra Im untuk masuk ke dalam kolam, Masuk!

Ra Im marah, kau mau mati ya! Apa kau senang2 seperti ini saat usia 21th?
Ya, Joo Won membenarkan.
Ra Im : Dengan siapa? wanita?

Joo Won : Yah, wanita cantik.
Ra Im kaget, apa?
Joo won : Kau benar2 tidak tahu banyak mengenai aku. Apa kita benar-benar pacaran?
Ra Im membalas, Kau sendiri? Apa kau tahu mengenai aku?

Joo Won : Tunggu. Jangan bilang kalau kau punya sejarah berliku-liku dengan pria.
Ra Im pura-pura : Kau pasti tidak tahu. Aku sering bergaul dengan pria.
Joo won tidak senang, apa?
Ra Im cuek : Lokasinya biasanya di atap, mobil, hutan bambu..Karena itu yang disukai pria.

Joo won kaget, apa? Atap? wow..apa itu reaksi yang kauharapkan dariku? Joo Won berkata ia tidak akan bisa dibohongi dua kali.

Ra Im terkejut, ia pikir Joo Won mulai ingat, dan tiba2 memeluk Joo Won dengan gembira, Kau ingat lagi kan?
Joo Won : Apa? benarkah?
Ra Im senang sekali, ia semakin erat memeluk Joo Won, aku tahu kau akan ingat. Aku tahu..

Joo won mulai jahil, karena sebenarnya ia juga tidak terlalu mengerti apa yang seharusnya ia ingat dan berkata, kalau di posisi seperti ini, ia pikir ia akan mulai mengingat yang lain-nya..
Tangan Joo Won mulai bergerak perlahan ke bawah…

Ra Im juga merasakannya dan ia sebal sekali, Tanganmu! kembali ke posisi semula.
Joo Won masih tidak mendengar, ia tersenyum, Aku mulai mengingat…

Ra Im membebaskan diri dari Joo Won, menelikung tangan Joo Won dan menekan Joo Won di pinggir kolam. Joo Won teriak kesakitan, lepaskan!
Ra Im berkata dengan manis : Kita melakukan ini setiap dua hari sekali. Kau ingat kan? Kembali ke Seoul, tangan kanan. Kau akan tetap disini, tangan kiri.

Joo Won teriak, bagaimana aku bisa mengangkat tanganku? apa aku bisa menggunakan kaki kiriku? Ahhh..

Ra Im membuat Joo Won mengantarnya pulang. Joo won bingung melihat daerah rumah Ra Im.
Ra Im : Itu rumahku

Joo Won kaget, ia melihat apartemen kumuh dengan lakban hijau di pintu, tembok retak, cat yang mengelupas, sarang laba-laba : Itu??
Ra Im membenarkan. Joo Won masih tidak percaya, dimana?

Ra Im dengan jelas mengatakan lantai kedua dengan lakban disana. Dan ia geli melihat ekspresi Joo Won, kau ini konsisten juga. Karena Joo Won menunjukkan ekspresi yang sama seperti saat tahu pertama kali.
Joo Won mengiyakan. Lalu tanya apa Ra Im punya no ponselnya. Punya, kenapa? tanya Ra Im.
Joo Won : Hapus saja.
Lalu ia pergi. Syok.

Oska mendengarkan lagu dari mp-3 player milik Tae Sung dan Tae Sung memandangnya dengan senyum di wajahnya (Tae sun ini mirip2 Jae Chou ya)
Oska senang dengan liriknya, ia senang sekali dan mengacak-acak rambut Tae Sun karena gembira.

Tae sun menyingkirkan tangan Oska (malu dia haha), jangan lakukan itu, ia sekarang adalah produser.

Oska mana mau mendengar, ia tetap menarik Tae Sun dan mengacak-acak kepala Tae Sun.
Tae Sun teriak dan mendorong Oska, ia mengancam tidak akan memberikan lagu itu untuk Oska.

Oska menghentikannya, karena setelah tanda tangan kontrak, ancaman-ancaman seperti itu sudah tidak berlaku lagi. Oska juga sedang memikirkan panggilan apa yang pas untuk dirinya, Kak Oska, Kak Choi Woo young, dll, dsb..

Joo Won tiba-tiba datang dengan training biru bling2nya. Ia melihat Tae Sun dan tanya siapa dia? Oska berkata pada Tae sun kalau Joo Won adalah sepupunya.
Oska sudah bosan melihat training bling2 itu, kau memakai itu lagi?

Joo Won ingin minta pendapat Tae Sun mengenai training bling2 itu dan Tae sun dengan sinis berkata : Kau tidak hidup sendirian di dunia ini, jadi mengapa kau menyakiti mata orang lain?

Joo Won tidak terima, siapa orang ini? Oska berkata kalau Tae sun adalah produser album terbarunya. Joo Won tidak percaya, apa yang terjadi pada industri musik? Dan berkata pada Tae sun, jika jaket ini menyakiti matamu, maka kau punya masalah penglihatan.
Tae Sun : Kau tidak bisa debat mengenai fashion dengan mantan model seperti aku.

Joo Won : Apa aku seperti seseorang yang berdebat? Aku bahkan punya dept store.
Oska melerai keduanya. Joo won lalu tanya, wanita seperti apa Gil Ra Im itu? Oska berkata kalau Ra Im adalah fans-nya.

Joo Won : Itu cukup. Jadi meskipun ingatanku kembali, wanita itu tidak akan bisa (menjadi pacarnya). Joo Won pergi.
Oska teriak : Ya! Apa maksudnya?

Ibu Oska bertemu dengan Yoon Seul di cafe. Seul menawarkan teh. Ibu Oska berkata ada banyak teh di rumah.

Ibu Oska berkata jika Seul memberi alasan kalau tidak tahu bahwa Joo Won adalah sepupu Oska, ia tidak bisa menerima alasan seperti itu. Kau kencan buta dengan Joo Won tapi ingin menikah dengan Woo Young?

Oska datang, maksud hati ingin melerai dua wanita yang ia cintai dengan berkata kalau ia sedang berusaha membuat Seul menyukainya, tapi justru kena pukul. Ibu Oska memukul kepala Oska dengan tasnya! sabar…
Ibu Oska marah2, kau idiot! Oska kesakitan, kenapa kau memukulku? Aku sudah menyukai wanita ini lama sekali!

Ibu Oska kesal karena Oska dan Seul pura2 tidak kenal waktu itu, lalu kenapa Seul pura-pura menyukai JooWon?
Oska berkata semua ini salahnya, jangan menyalahkan Seul. Ibunya ingin memukulnya lagi.

Tapi..tangan Yoon Seul secepat kilat menahan tas ibu Oska.

Seul berkata dengan manis : Daripada melakukan ini disini, Ibu, ayo kita keluar dan pergi minum.
Ibu Oska terpana : Apa?

Tarra…
Mereka ke klub elit, duduk bertiga di ruangan pribadi (seperti ruang karaoke elit). Oska duduk di tengah dan kedua wanita duduk berhadapan. Mau tanding minum ceritanya.
Oska bergantian menuang minuman ke ibunya lalu ke Seul.

Ibu Oska tanya : Bukankah anakku lebih baik dari Jang Dong Gun? (JDG lagi..haha..)
Seul menjawab kalau Oska bukan Jang Dong Gun. Ibu Oska tidak terima, tapi Seul berkata kalau JDG punya banyak fans ibu.

Ibu Oska : Kau tidak seperti gadis lainnya.
Seul : Jika aku seperti gadis-gadis itu, bagaimana aku bisa kencan dengan kak Woo Young?

Ibu Oska dan Seul masih saling berdebat siapa yang paling susah menghadapi Oska, yang satu sudah susah payah membesarkan. Yang lainnya sudah susah menahan sakit hati sejak usia 21th. Tidak ada yang mengalah. Oska tegang.

Sampai tiba-tiba, Ibu Oska mengeluarkan pelembab berbentuk sprai dan menyemprotkan beberapa kali ke arah muka, sambil mengeluh, aku berhenti minum karena kulitku jadi semakin kering. Apa yang harus kulakukan?

Seul seperti disengat listrik, oh! Kau punya selera yang sama denganku! Lalu ia mengeluarkan pelembab dalam bentuk spray yang sama. Seul menyemprotkan pelembab itu ke udara dan berkata aku juga selalu berjuang melawan kulit yang kering!

Ibu Oska langsung melunak, oh..kau juga menggunakan (merk) yang sama dengan milikku..
Bisa dipastikan keduanya langsung jadi sohib.

Oska mengeluh : Ini membuatku gila..Apa kalian akan terus minum?
Ibu Oska dan Seul justru berkata pada Oska : Kau belum pergi juga? Jika bosan, nyanyikan sesuatu.
Oska lalu menelepon seseorang.

Setelah itu Oska bertemu dengan managernya lalu ia tanya di telp siapa yang lebih mabuk? Ternyata asisten Oska mengawasi kedua wanita itu dan membayarkan tagihan mereka. Pakai kartu kredit Oska. Oska ngamuk2 haha ..
Apalagi ketika mendengar kalau keduanya sekarang sedang mencari lokasi lain untuk minum. Oska marah dan minta asisten-nya memasukkan keduanya di satu mobil dan bawa pulang.

Oska ternyata dipilih sebagai perwakilan dari kampanye anti merokok. Oska senang sekali, karena sekarang sepertinya publik sudah memaafkannya dan ia akan bisa laku lagi.

Oska menghadiri upacara penghargaan, dan ia terlihat bagus.

Manager dan asistennya tersenyum bangga, pers mulai mengerumuni Oska dan Oska juga bernyanyi dengan anak-anak. Karir Oska dipastikan pulih dan semakin cemerlang.

Nyanyian asap rokok Oska ini menarik dan aku suka liriknya :

Tidak, la la la
Asap Rokok
Asap rokok yang menutupi dunia
Tidak, la la la
Teriakkan dengan keras
Mohon hentikan!
Satu, perokok pasif (membuat yang tidak merokok jadi perokok pasif)
Dua, nafasnya benar2 bau
Tiga, perutmu akan sangat sakit
Empat, susah bernafas. dst..kembali ke awal.

Ra Im sedang latihan lompat tali. Jung Hwan minta Ra Im jangan terlalu keras berlatih, itu bisa mengganggu kesehatan Ra Im.
Jung Hwan menawarkan diri untuk membuat sup rumput laut.

Ra Im : Apa aku ini habis melahirkan atau apa? (Menurut mereka, wanita yang habis melahirkan paling bagus makan sup rumput laut, iya sih kan kaya serat, tapi aku ngga suka sup rumput laut, seleranya beda..)
Jung Hwan tetap ingin membuatkan sup rumput laut dan Ra Im kesal, ia ingin menangkap Jung Hwan.

Oska muncul dan itu membuat Ra Im berhenti lalu tersenyum senang, Jung Hwan tidak melihat Oska, ia justru menabrak Oska.

Oska bicara berdua dengan Ra Im, ia ingin tahu seperti apa Joo won 21 th itu, apa Ra Im sering bertemu dengannya?
Ra Im mengeluh, Joo Won usia 21 th sangat bersemangat dan juga cenderung porno. Dia lucu. Oska kaget, aku pikir kau tidak seperti itu. Kau suka pria seperti itu? Oska mengeluh, ia masih saja tidak mengerti wanita.

Ra Im berkata kalau Joo Won mulai ingat sedikit demi sedikit. Oska cemas, jangan2 Joo Won akan meminta kembali jam dan sepatunya, apa sebaiknya aku jual saja dulu sebelum ia ingat?

Oska mengantar Ra Im pulang. Oska berkata sudah lama ia tidak melakukan ini. Apa mereka bisa terus mengadakan jumpa fans seperti ini.
Ra Im menggodanya, oppa seperti apa ini yang sangat menginginkan fansnya? Jangan2 popularitasmu sedang menurun.

Sebaliknya, kata Oska, aku sudah pulih sebagai bintang Hallyu.

Tiba-tiba…Benar2 pemandangan yang menarik. Kim Joo Won ada di sana, berdiri sambil mengamati keduanya.

Ra Im berkata pada Oska, ia pelan2 mengingat semuanya, iya kan?
Joo won mulai cemburu pada Oska.

Ra Im tidak peduli dan justru menggandeng lengan Oska dan mengundang Oska minum teh. Oska setuju, mereka masuk ke dalam.
Sebenarnya ini trik Ra Im agar Joo Won mengikuti mereka ke dalam rumah, siapa tahu ini memicu ingatan Joo Won.

Joo Won mengejar keduanya dan ikut turun menuju apartemen Ra Im.

Sekretaris Kang ternyata melihat semuanya, ia mengeluh, kenapa aku harus menangkap basah ini lalu lapor ke Ibu Joo won.

Joo Won jalan masuk ke apartemen Ra Im yang kecil, ia bingung melihat semuanya. Ra Im dan Oska duduk di bawah dan tidak menghiraukan Joo Won.
Ra Im menyajikan kopi pada Oska. Joo won melihat poster Oska, apa itu? kau bilang kau pacaran denganku, kenapa punya gambar kakak?

Joo Won : Apa kalian berdua kencan?
Tidak ada jawaban.
Oska menanggapi : Bagaimana jika iya?

Ups..wrong answer Oska…this is 21 yo Kim Joo Won 🙂
Joo Won justu senang : Maka aku akan memilih Seul..36-24-34..aku sangat menyukainya hahaha…
Oska dan Ra Im sama-sama teriak. Oska berdiri dan berusaha menendang Joo Won (main-main tentu saja)

Ra Im bersorak-sorai, oppaku hebat!
Joo Won : oppaku? benar kan? kalian kencan..

Lalu ada telp masuk ke ponsel Joo Won. Dari ibu Joo Won.

Ibu Joo Won : Aku tidak bisa mengatakannya padamu karena kupikir ini akan sulit bagimu. Sebenarnya..dia meninggal dunia.

Joo Won terkejut, kenapa? Apa karena aku?
Ibu Joo Won : Dengarkan semuanya, namanya Gil Ik Sun. Dia punya seorang putri. Namanya Gil Ra Im, dia seharusnya ada di depanmu.

Joo Won berubah raut mukanya dan Oska heran, ada apa? siapa itu?
Ibu Joo Won : Kau akan tahu saat ingatanmu pulih tapi dia (RI) mendekatimu karena kematian ayahnya. Demi mengikatmu, dia menggunakan kematian ayahnya dan membuatmu merasa bersalah. Aku ingin kau membuat keputusan yang benar sekarang, Kim Joo Won.

Joo Won menutup telp dan minta Oska keluar dulu, ada yang harus ia bicarakan dengan Ra Im.

Joo Won tanya apa Ayah Ra Im seorang pemadam kebakaran? Ra Im : Kau ingat?

Joo Won : Dan dia meninggal dunia? Ra Im : Ya
Joo Won : Apa dia ada hubungan dengan kecelakaan lift yang kualami? Ra Im : Bagaimana kau tahu? Apa tadi itu adalah ibumu?

Joo Won langsung pergi. Ra Im teriak, tunggu! dengarkan aku! Joo Won tidak mau.

Joo Won pulang. Ia menemukan uang 45 ribu Won di dekat tempat tidurnya, dan heran. Joo Won tanya pada staf, kenapa ada uang di dekat tempat tidurnya dan tidak dibereskan.
Staf : Uang 45 ribu Won itu? Itu sangat berharga bagi anda.
Joo Won kaget, apa? maksudmu aku menyimpan 45 ribu won itu? (Bagi Joo Won itu recehan…sekitar 450 ribu rp.)

Staf : Bukan, tapi itu benar2 berharga bagi anda. Ada beberapa barang yang juga berharga bagi anda.

Lalu Joo Won duduk menghadapi barang2 yang memiliki nilai berharga baginya saat usia 34th, seperti baju2 wanita, kotak berisi barang2 dari apartemen Ra Im waktu itu, keranjang jeruk (apa ngga busuk ya..eh tp ini musim salju, jadi mungkin kaya freezer…brr), vacuum cleaner yang masih di kotaknya,

Joo Won memandang semuanya dengan bingung, bagaimana mungkin barang2 itu berharga baginya? Lalu Joo Won telp Sekretaris Kim yang sedang di cafe bersama Ah young.

Joo won tanya bagaimana ia bisa punya vacuum cleaner dan keranjang penuh jeruk, dan kenapa semua berharga baginya.
Kim mengeluh, bagaimana ia bisa tahu?

Joo Won kesal, kau pasti dipekerjakan karena koneksi. Kim kesal, tidak muda, tidak tua, dia masih saja menggangguku.

Ah Young tanya kondisi Joo Won dan Kim menyombong kalau ia yang melakukan hampir semua pekerjaan di dept store.

Lalu Ah Young minum capuccinonya, dan ada foam di bagian atas bibirnya.
Kim : Apa kau juga melakukan itu di depan pria lain?
Ah young kaget, apa? lalu ia akan menghapusnya.

Kim mencegahnya dan berkata ia yang akan melakukannya dan mencium Ah young untuk menghapus foam itu.

Ah young kaget, ia menarik diri dan …menyiram air ke wajah Kim! Aku tidak pernah memberimu ijin!

Kim mewek-mewek : Dalam drama..mereka tidak pernah minta ijin atau apa..
Hahaha…namanya juga drama..

Oska menelepon Seul dan memintanya keluar, ia ada di depan kantornya. Ini daerah Apgujeong. Oska membawa dua cup kopi.
Oska mengajak Seul jalan-jalan karena cuacanya bagus. Oska memberikan kopi pada Seul dan menggandeng tangan kiri Seul.

Seul panik, apa yang kau lakukan. Orang2 melihat kita.

Oska berkata ia sengaja. Kalau jalan seperti ini dengan dikerumuni orang, seperti pengambilan gambar, Seul berkata itu karena ia seperti Miss Korea.

Orang-orang mengikuti mereka, sampai ke daerah Myeongdong. Seul mulai gelisah dan minta Oska mengenakan kaca mata hitam atau apalah.
Beberapa gadis tanya siapa wanita di samping Oska. Oska berkata kalau mereka sedang kencan. Bahkan mengatakan nama Seul dan mereka akan kencan.

Oska : Semua melakukan ini dan aku juga ingin melakukannya. Kencan dan jalan-jalan, kau duduk di sampingku dalam mobil, mengantarmu pulang, aku akan melakukan semuanya itu. Saat aku keluar untuk syuting acara musik, aku akan teriak ‘Seul aku mencintaimu’ dan hal seperti itu, meskipun kau mencegahku, aku akan tetap melakukannya.

Beberapa fans marah-marah, oppa kenapa kau menghianati kami?
Oska : Apakah oppa ini seorang idol? Oppa sudah 36 th, tinggalkan oppa sendiri agar ia bisa kencan, dan kapan aku tidak bersama wanita?

Fans : Tapi itu beda, kencan diam-diam dan terbuka adalah berbeda! Bagaimana kau bisa melakukan ini? Apa yang dilakukan managermu? Apa dia gila?
Oska : Pergilah pada 2PM. Bagaimana dengan Beast? mereka keren..

Oska memberikan kopinya pada gadis itu dan menggandeng Seul pergi.
Haha..jadi intinya benar2 kasihan jadi seleb idola di Korea, mana bisa pacaran…kasihan.

Joo Won berdiri di depan jendela perpustakaan, Joo Won masih tidak bisa menghilangkan kata-kata ibunya mengenai Ra Im. Ra im ingin memanfaatkan Joo Won.
Joo Won menghela nafas dan jalan ke rak buku. Ia menemukan kertas Little Mermaid yang terlipat.

Joo won membukanya dan membacanya. Akhir cerita Little Mermaid ini beda, karena ditulis oleh Joo won sendiri.

Tepat saat Little Mermaid hampir menghilang,
Sang Pangeran ingin tahu kebenaran-nya, jadi dia tanya pada sang putri, “apa ini yang terbaik darimu, apa kau yakin?” Lalu memutuskan pertunangan.

Pangeran mengejar Little Mermaid tapi dia (LM) sudah menemukan mesin cuci gelembung udara dan menjadi seorang chaebol (haha..)

Sementara itu sang Pangeran jadi bangkrut karena investasinya yang sembarangan.
Dan sang Pangeran menjadi ‘Sekretaris Kim’ untuk Little Mermaid dalam waktu yang sangat lama, mereka benar2 hidup lama, lama, lama sekali.

Joo won : Apa ini? Pria gila seperti apa yang melakukan hal kekanak-kanakan seperti ini.
Ia ingin mengembalikan kertas itu lagi saat Joo Won menyadari sesuatu, Tapi…ini tulisan tanganku, Apa ini?

Joo won ingat kata-kata Ra im, Sebaliknya, apa aku tinggal saja di sisimu seperti aku tidak ada lalu menghilang seperti gelembung? Seperti Little Mermaid.

Joo Won : Little Mermaid?
Dua kata itu memicu sesuatu dalam memorinya dan membuka kunci pintu memori yang tersimpan belasan tahun lamanya, termasuk ingatan yang sudah lama terlupakan. Joo won ingat semua kata-kata yang ia katakan pada Ra Im, yang membuatnya ditampar, lalu ia ingat semuanya.

Semuanya, mulai dari yang paling baru, vas pecah, kursi dimana ia menangis tidak terkendali saat menulis surat untuk Ra Im, Joo Won melihat kursi yang kosong itu, lalu bergegas lari keluar…ke tempat Ra Im.

Joo won lari bagaikan gila melintasi padang salju..wow..I just realized I hold my breath…wow..

Joo Won ingat semuanya, dan ingatan itu disajikan dalam adegan yang bergantian dengan cepat, ciuman di pesta, kejadian sit up..semuanya

Joo Won memacu mobilnya dengan kencang, semua ingatan muncul satu persatu, lebih cepat dari mobilnya.
Tiba-tiba ingatan 13 th lalu juga muncul, ada di upacara pemakaman seorang pemadam kebakaran, ia mendekat dan melihat seorang anak perempuan dengan seragam SMU menangis sedih dan temannya mencoba menghiburnya, gadis itu terus memanggil ayah..ayah..

Joo Won menepi dengan mendadak. Itu Ra Im. Gadis itu adalah Ra Im…

Mata Joo Won berkaca-kaca, ia menangis tanpa suara.

Lalu menelepon Ra Im, Kau dimana? Gil Ra Im. Dimana kau sekarang?

Joo Won langsung ke rumah Ra Im. Ini adalah pertemuan pertama bagi Joo Won usia 34 th setelah badai itu, bisa dibayangkan sebenarnya bagaimana perasaan Joo Won.

Ra im membuka pintu dan heran, ada apa? Apa yang terjadi?
Joo Won tersenyum, menarik tangan Ra Im masuk ke dalam dan menutup pintu. Ra Im tambah bingung, Ada apa? Jika kau salah paham tentang ayahku, aku akan menjelaskan semuanya.

Joo won hanya memandang Ra Im dengan lembut dan senyum, Ra Im mulai menjelaskan, sebenarnya, ayahku..
Tiba-tiba Joo Won memeluk Ra Im. Ra im bingung, ini bukan karena ayahku? Jika tidak mengapa kau kesini?

Joo Won menghela nafas, Aku datang untuk melakukan ini.
Mata Ra Im melebar, Apa kau sudah ingat? Kau ingat semuanya?
Joo Won nyengir, Tidak.

Ra Im melepaskan pelukan Joo Won, ia kecewa, Kau tidak ingat? Tapi tadi katamu…

Joo Won : Aku memutuskan untuk melakukan kencan buta. (dia emang jahil haha…)

Ra Im : Apa? apa? kenapa kau mau kencan buta? dengar, kau benar2 menyukaiku.

Joo Won pura-pura cuek, aku tidak tahu. Semakin kau berkeras, aku semakin tidak mempercayainya. Jika cinta adalah sesuatu yang bisa dipaksakan, semua puisi cinta di dunia adalah palsu.
Aku terus memikirkan-nya dan kau tetap bukan tipeku, Apa masuk akal aku bisa menyukai seseorang seperti dirimu?

Ra Im sudah hampir menangis, Kim Joo Won.

Joo Won hampir membuka sandiwaranya karena terlalu banyak senyum haha…

Joo Won : Apa sebenarnya yang sudah kau lakukan padaku? Seseorang tanpa latar belakang keluarga, pendidikan, atau penampilan, dan kau berani sekali membuatku terus menempel padamu?
Gil Ra Im, berapa lama lagi kau akan sebodoh ini? sejak tahun lalu? Kau seharusnya mengerti sekarang.

Ra Im mengerti, ini mirip kata-kata Joo Won waktu sit up itu, tapi Ra Im ragu-ragu
Joo Won : Lalu untuk apa aku datang ke sini malam-malam begini? Karena aku merindukanmu, karena aku ingat semuanya.

Ra Im syok, ia senang, dan terlalu senang, sampai akhirnya hanya bisa menangis. Joo Won jadi panik, maaf..maaf. Aku ingin membuatnya lebih manis, aku tadi menggodamu.

Ra Im memukul pelan dada Joo Won beberapa kali dengan kedua tangan-nya, dasar jahat. Mati kau, aku akan membunuhmu.
Joo Won menangkap kedua tangan Ra im, ahhh..hentikan, sakit. Tunggu sebentar, masih ada yang penting yang harus kusampaikan.

Ra Im masih menangis, apa? apa, dasar brengsek, apa?

Joo Won mencium dahi Ra Im, Aku mencintaimu. Itu dari aku.

Ra Im masih kesal, aku tidak mau, kau brengsek.
Joo Won mencium dahi Ra Im lagi untuk kedua kalinya, Aku benar-benar mencintaimu. Itu dari ayahmu.

Ra im : Aku tidak butuh…lalu ia tertegun, Apa?

Joo won menceritakan apa yang terjadi 13 th lalu.

Flashback, Joo Won terperangkap dalam lift. Aku terjebak dalam lift, kakiku luka jadi aku tidak bisa bergerak. Aku tidak bisa bernafas karena asap.

Aku gemetaran ketakutan, aku kira aku akan mati. Aku tidak bisa melakukan apapun kecuali teriak minta tolong. Sambil berdoa ada yang mendengarku dan datang.

Ada dua pemadam kebakaran, salah satu sepertinya menolong Sekretaris Kim yang teriak Presiden! Pemadam itu berkata pada rekannya, tidak ada orang lain disini, jadi kita keluar!

Tapi pemadam yang lain berkata akan memeriksa sekali lagi. Ia menyuruh rekannya segera keluar.
Rekan-nya pergi, dan ia mulai memeriksa.

Kita tahu dia adalah Ayah Ra Im, terdengar doanya, the fire-fighter’s prayer :
Tuhan, berjalanlah bersamaku, meskipun dalam kobaran api terbesar, kumohon berikan aku kekuatan untuk menyelamatkan satu nyawa saja.

Suara Joo Won :
Disaat kupikir aku akan mati, pintu lift terbuka secara ajaib dan seorang pemadam kebakaran mengulurkan tangannya padaku.

Ayah Ra Im : Kau terluka?
Ayah Ra Im melompat turun dan memberikan masker oksigen-nya pada Joo Won yang duduk tidak berdaya. Ini, tarik nafas..

Ayah Ra Im ingin membantu Joo won naik, tapi Joo Won tidak bisa karena kakinya luka. Joo Won jatuh ke lantai lift.
Rantai penahan lift tergoncang dan lift bergetar keras. Membuat pintu tertutup kembali.

Reaksi pertama Ayah Ra Im adalah tanya apa Joo Won tidak apa-apa. Joo Won panik, pintu tertutup, apa yang harus kita lakukan?

Ayah Ra Im menjawab dengan tenang, jangan khawatir. Aku juga harus keluar dari sini. Putriku sedang menungguku. Ini akan terbuka. Ia mencoba membuka pintu lift dengan berbagai cara, tapi tidak berhasil.

Ayah Ra Im mengeluarkan kapak dan memukul pintu lift berkali-kali. Karena susah ia berusaha minta bantuan dari walkie talkienya. Ada satu yang selamat dalam lift.

Ia memberikan walkie talkie itu ke Joo Won. Joo Won berusaha bicara dengan tim, sementara Ayah Ra Im terus memukul pintu lift. Sayang hanya menyala sebentar lalu mati.
Joo Won : Tidak menyala.
Ayah Ra Im : Teruslah mencoba sampai berhasil. Kau pasti belum mencoba dengan maksimal.

Ayah Ra Im terus mengayunkan kapak sambil berdoa, Meskipun aku mungkin akan masuk ke lautan api seperti neraka. Tuhan. Aku masih saja ketakutan dan berdoa untuk hujan. Dan jika aku kehilangan nyawaku atas kehendak-Mu.

Dan Tuhan memberikan mujijat-Nya, pintu lift terbuka!

Ayah Ra Im : Kau lihat bakatku, iya kan? baiklah, kesini. Aku akan mengangkatmu naik ke atas duluan.

Joo won mendekat dengan susah payah. Ayah Ra Im membungkuk dan Joo Won naik ke punggungnya, lalu Ayah Ra Im mengangkatnya ke atas, sambil berkata, jika kau keluar dari sini, aku akan mengenalkanmu dengan Ra Im-ku. Dia cantik sekali, kau akan pingsan (melihatnya).

Joo Won selamat dan berhasil keluar dari lift. Ayah Ra Im melemparkan masker oksigen-nya, ini. pakai ini!

Joo Won mengulurkan tangannya, Cepat! Ia ingin menarik ayah Ra Im keluar, karena rantai lift mulai tidak tahan dan lift akan segera terbanting ke bawah.
Ayah Ra Im minta Joo Won melepaskan tangannya.

Joo Won : Tidak, jangan! tidak!
Ayah Ra Im : Lepaskan. Karena berat badanku, kau mungkin akan jatuh juga. Tetap merunduk dan lari ke kanan! Itu jalan keluarnya!
Joo won : Tidak! aku tidak mau!cepat! bertahanlah!

Ayah Ra Im : Keluar. Keluar dan katakan padanya (RI) kalau aku minta maaf aku tidak bisa pulang ke rumah lebih awal. Kalau aku mencintainya. Kalau Ayah sungguh mencintainya. Katakan padanya.
Joo won menangis : Kumohon bertahanlah! Pegang tanganku! kumohon.

Ayah Ra im lalu mendorong Joo Won dengan keras menjauh dari situ sebelum akhirnya lift itu jatuh ke dasar gedung dengan keras.
Joo Won : Tidak!! tidak! tidak!

Ra im sudah menangis tidak terkendali, saat Joo Won berkata dengan perlahan, itu adalah kata-kata terakhirnya.
Joo Won menangis, aku minta maaf. aku benar-benar minta maaf, karena sangat terlambat menyampaikan pesan ini. Joo Won memeluk Ra Im, aku minta maaf.

Ra Im : Tidak, terima kasih. Meskipun terlambat, paling tidak aku tahu sekarang betapa aku sangat dicintai, jadi aku sangat berterima kasih.
Keduanya berpelukan sambil menangis.

Ke-esokan harinya, Joo Won dan Ra Im mengunjungi rumah abu. Joo Won meletakkan karangan bunga di depan altar Ayah Ra Im.

Joo won meminta maaf : Aku minta maaf karena sangat terlambat mengirim pesan terakhirmu, kata-kata terakhirmu. Maaf karena sangat lama. Aku pergi untuk mengatakan-nya tapi aku tidak bisa. Kumohon maafkan aku. Dan..terima kasih karena menyelamatkanku.

Putrimu tumbuh besar dengan menakjubkan. Kau mungkin berpikir akan sayang sekali jika memberikan seseorang seperti dia pada orang seperti aku, tapi jika kau mengijinkan..aku akan hidup dengan bahagia sepanjang hidupku sebagai pria untuk wanita ini, sebagai pria untuk Gil Ra Im.

Ra Im tersenyum pada Joo Won dan Joo won menggenggam tangan Ra Im. Keduanya berpandangan lama.

Joo won mengantar Ra Im pulang. Joo Won tanya apa kira-kira ayah Ra Im akan menyukainya atau tidak.

Ra Im menggodanya, mana mungkin ada ayah yang rela putrinya pacaran dengan pria yang selalu merendahkan, dan membuat putrinya menangis terus.
Joo Won kaget, ya! lalu apa yang harus kulakukan?

Ra Im berkata tidak ada yang bisa dilakukan, hanya ada satu solusi, yaitu Joo Won harus mencintai Ra Im sampai mati.
Ra Im tanya, apa maksud Joo Won saat berkata kau pergi tapi tidak bisa mengatakan-nya.

Joo Won : Itu antara ayahmu dan aku saja. Kenapa kau ingin tahu?
Ra Im : Tentu saja aku ingin tahu, apa itu?

Joo won : Jika ingin tahu, tanya saja pada ayahmu. Kita harus pergi ke satu tempat besok pagi, pakai baju yang paling cantik dan tunggu aku. Aku akan menjemputmu. Aku pergi.

Ra Im : Besok pagi? Kita akan kemana?
(Ra Im tidak tahu tapi kita semua tahu…hehehe)

Joo Won menemui ibunya. Ibu Joo won tahu dari Ji Hyun kalau Joo Won sudah ingat semuanya. Aku senang kata ibu Joo Won.
Joo Won : Apa ibu benar-benar senang? ibu tidak takut?

Ibu Joo won berkata ia percaya dengan Joo Won-nya.

Joo Won : Aku percaya pada ibu. Tapi kau sangat jahat sampai akhir. Kau jahat pada wanita itu dan padaku, tapi kau paling jahat pada dirimu sendiri. Bagaimana kau bisa berbohong seperti itu?

Ibu Joo Won marah, memangnya kenapa dengan kebohongan itu? Aku akan kehilangan anakku, apa artinya kebohongan kecil itu?

Joo Won : Tidak. Kau tidak selalu benar, tapi meskipun kau tidak benar, kau tetap punya harga diri dan dingin. Dan aku mencintai ibu itu. Tapi dengan ini, kau sudah kehilangan harga dirimu dan aku.

Ibu Joo won : Kim Joo Won.

Joo Won : Mulai sekarang, aku tidak akan hidup sebagai anakmu.

Ibunya membentak. Kim Joo Won!!

Joo Won : Aku benar-benar minta maaf tapi aku sudah hidup sebagai anakmu selama 34 th..jadi aku akan hidup sebagai suaminya sampai akhir hidupku.

(Jadi besok, mereka akan ke catatan sipil dan menikah!!! )

Sinopsis Drama “Secret Garden” Eps. 18

Secret Garden episode 18

Joo Won minta Ra im untuk tidak mencintai orang lain dan hanya memikirkan dirinya, jangan juga dekat dengan Oska karena ia akan cemburu.

Joo Won terisak dan berkata beberapa kali kalau ia mencintai Ra Im, lalu dengan penuh tekad Joo Won mengendarai mobilnya mendekat ke sumber badai.

Sementara Oska gelisah, ia mondar mandir di rumahnya sambil mengingat saat Joo Won memberikan semua barang bermerk yang sudah lama diincar Oska. Juga permintaan Joo Won untuk foto dengan Oska, dan ketika Oska menolak, Joo Won berkata Oska akan menyesal.

Oska bicara sendiri : Apa ini, kenapa aku sangat gugup? Ada sesuatu yang aneh.
Lalu Oska menyadari sesuatu…tidak mungkin..
Oska bergegas ke RS.

Jong soo juga panik di RS, ia tidak mengerti kenapa tubuh Ra Im bisa hilang. Susternya juga tidak tahu. (memang aneh, kenapa tidak ada yang mencegah atau melihat Joo won, namanya juga drama)
Oska datang dengan panik, mana Ra Im? mana Ra Im?!

Jong Soo berkata Ra Im menghilang. Oska minta segera memeriksa CCTV-nya. Cepat.
Oska menjelaskan pada Jong Soo kalau ia curiga, karena Joo won juga menghilang, ia tidak bisa menghubungi Joo Won dan ia tidak ada di rumah, mobilnya juga tidak ada.

Jong soo : Apa itu mungkin…

Oska : Dia (JW) pergi untuk bertukar badan dengan-nya (RI), dia memutuskan itu, pria gila itu..
Aku memeriksa pagi ini…ada hujan di hwaseong, Chungju, dan Jechon. Dia (JW) pasti pergi ke salah satu dari lokasi itu.

Oska juga sudah melaporkan mobil Joo Won pada polisi. Oska minta Jong soo pergi ke Hwaseong dan ia akan ke Chungju.
Oska mendapat telp dari polisi, mereka menemukan mobil Joo won. Oska langsung bergegas pergi.

Ternyata Ra Im dan Joo Won dalam keadaan pingsan, keduanya akan dibawa ke RS. Mereka baru saja diturunkan dari ambulance, Oska lari dan memeriksa mereka, Oska berkata ia yang bertanggung jawab atas mereka dan Oska melihat Ra im lalu tanya mana yang pria?

Dokter menunjuk ke ambulance lainnya dan memeriksa Joo Won. Dokter berkata mereka ditemukan tidak sadar di lokasi.

Oska minta keduanya dikembalikan ke RS di Seoul dimana Dokter Lee berada. Oska menelepon Ji Hyun dengan panik, ia berkata Joo Won kondisinya tidak baik dan mereka akan segera sampai ke RS jadi Ji Hyun harus bergegas ke sana.

Jong soo menemui Oska dan tanya apa yang terjadi. Oska menjelaskan kalau mereka pingsan. Mereka jadi tidak tahu apa keduanya berhasil tukar badan atau tidak.

Ji Hyun menemui mereka. Oska tanya, bagaimana apa mereka sudah sadar? Ji Hyun berkata masih harus dites dulu.

Ji Hyun tidak mengerti apa yang dilakukan Joo Won, kenapa ia membawa Ra Im keluar saat ia masih tidak sadar. Jong soo tanya kondisi Ra Im tapi Ji Hyun berkata masih harus menunggu hasil tes.
Oska tidak sabar, ia ingin segera mengetahui hasil tesnya dan minta Ji Hyun mempercepatnya, lakukan apa saja.

Ji Hyun kesal, ia berkata sudah melakukan yang ia bisa dan ia keluar karena tidak ingin Oska frustrasi, Ji Hyun menegur Oska dan Jong soo yang tidak makan apapun, pergi dan makan sesuatu. Membuat lapar dirimu sendiri tidak akan membantu apapun.

Ibu Joo won mendapat laporan kalau Joo won pingsan dan ia syok, kenapa Joo won-ku? lalu ia teriak.

Ra Im dan Joo Won masih tidak sadar. Ah Young merawat Ra Im dan mengelap wajahnya. Jong Soo menunggu sambil mengirim sms pada Oska dan tanya bagaimana Joo Won, karena Ra Im masih sama saja.

Ibu Joo won menangisi anaknya dan Oska menemani mereka, ia membalas sms Jong soo, tidak ada perubahan, ia tidak tahu apa orang ini Joo won atau Ra Im.

Ibu Joo won terus memohon pada Ji Hyun agar melakukan sesuatu.
Ibu Joo Won : Kumohon selamatkan putraku, kenapa ia seperti itu, bagaimana anak yang sehat bisa seperti itu.

Ji Hyun minta Ibu Joo Won tenang disini banyak pasien lain. Tapi Ibu Joo Won masih saja ribut dan ingin tahu apa yang terjadi, siapa yang melakukan itu pada putranya.
Seorang perawat masuk dan berkata pada Ji Hyun kalau Joo won sudah sadar. Ji Hyun bergegas ke sana.

Joo won membuka mata perlahan, Oska menungguinya dan terus tanya, apa kau melihatku? kau dengar suaraku? Joo won, kau tahu siapa aku? Joo Won! Joo Won!

Joo Won menyentuh bibirnya dan ia gemetaran, lalu menangis.
Oska bingung, kenapa? Ada apa?

Joo Won bicara dengan bahasa formal: Apa hujan? apa hujan di Seoul?

Oska sadar dan menangis, apa yang harus kulakukan..adikku..apa yang harus kulakukan?
Joo Im : Apa yang terjadi? kenapa aku jadi dia? kenapa aku jadi dia? ia menangis

Oska juga menangis dan menjawab, tidak hujan (di Seoul), Joo Won membawamu pergi dan pergi ke daerah yang hujan.

Joo im menangis putus asa, tidak..tidak..tidak..dia tidak bisa melakukan ini..tidak..
Ra Im yang ada dalam tubuh Joo Won menangis habis-habisan. Ibu Joo Won masuk, Joo Won! Joo Won ini ibu.

Joo Im terus mengatakan maaf pada Ibu Joo Won dan ketika melihat Ji Hyun ia tanya, dimana Kim Joo Won sekarang ..dimana dia? Dimana Kim Joo Won sekarang? Joo Im menangis keras.

Ji Hyun bingung. Oska bergumam, orang gila …
Ji Hyun berkata : Kau disini, Joo Won. Kau disini
Ibu Joo won juga bingung, ia ingin tahu kenapa putranya seperti ini.

Joo Im bergegas mencari Ra won, Jong soo langsung tanya, siapa yang sudah sadar? Ia tiba2 sadar kalau yang di depannya adalah Ra Im.
Joo Im menangis, apa yang harus kita lakukan, direktur?
Jong Soo : apa itu kau Gil Ra Im?

Joo Im terus menangis dan tanya apa yang harus dilakukan, orang ini tukar badan denganku, untuk menyelamatkanku, dia bersedia mati.

Jong Soo memeluk Joo Im, ia juga sedih, karena kau…aku..karena kau..
Joo Im menangis bingung.

Ibu Joo Won masuk, syok melihat putranya dipeluk pria yang aneh lalu meminta memerintah orang memisah mereka dan akan membawa anaknya pulang.

Anak buah Ibu Joo won berusaha menangkap Joo im tapi Jong Soo menahan Joo Im, mereka tidak bisa membawa Joo Im karena ia bukan Kim Joo Won. Ini membuat Ji Hyun bingung.
Ibu Joo Won murka dan teriak pada Jong Soo, beraninya kau menyentuh tubuhnya! dan minta anak buahnya segera membawa Joo Im.

Jong Soo tidak mengijinkan pria itu, ia melawan dan menelikung lengan mereka, kubilang kalian tidak bisa membawanya!
Ibu Joo Won teriak pada Jong Soo, aku tidak tahu apa yang kau katakan, tapi jika kau menyentuh putraku lagi…

Joo Im tiba-tiba berkata : Aku akan pergi. Aku akan pergi Ibu.
Joo Im ke Jong soo : Tidak apa-apa, aku akan mengurus ini sendiri. Aku bisa melakukannya.

Joo Im : Ayo pergi Ibu, aku ingin pulang.
Ibu Joo Won sama sekali tidak menggubris maupun menanyakan apa yang terjadi pada Ra Im.

Ibu Joo Won meminta dokter dan perawat untuk merawat Joo Im, Dokter berkata kondisi Joo Im baik-baik saja. Ibu Joo Won lega.

Joo im berkata ia benar2 tidak apa-apa dan ingin istirahat. Ibu Joo Won duduk di dekat Joo Im dan ingin menunggu sampai anaknya tidur. Tapi Joo Im berkata ia tidak akan nyaman, dan minta ibunya pergi.
Ibu Joo Won berkata : Kau benar2 adalah Joo Wonku, tadi kau seperti orang lain.(Ra Im semakin mirip JW tingkah lakunya hehe) Ibu Joo Won minta anaknya memanggilnya jika merasa tidak enak dan minta Oska menjaga Joo Won untuk sementara. Oska bersedia.

Ibu Joo Won akan pergi dan Joo Im berkata ia minta maaf. Ibu Joo Won berkata untuk apa, kau akan segera sehat. Ia tidak pernah tidak merasa bangga pada Joo Won, ia merasa adalah ibu paling bahagia, kecuali saat kau mulai bertemu gadis itu.

Ibu Joo Won : Kudengar setelah kau membawa gadis itu pergi kau jadi seperti ini, itu adalah hal terakhir yang akan kuhadapi. Aku ingin jadi bahagia lagi. Kau pasti lelah, istirahatlah.

Ibu Joo won keluar dan memerintahkan penjaga mengawasi Joo Won, jangan sampai pergi ke RS lagi. Tapi jangan sampai Joo Won terluka. Mereka mengerti.

Joo Im berkata pada Oska kalau ia harus pergi. Oska minta Joo Im duduk. Joo Im memohon agar ia diijinkan pergi, ia harus pergi pada orang itu.
Oska sedikit menaikkan nada suaranya dan minta Joo Im duduk, jika kau mau pergi, pergi nanti saja.

Joo Im tetap ingin pergi, orang itu menungguku, ia pasti ketakutan sendirian disana.

Oska kesal : Aku sudah bilang nanti ya nanti! Aku tahu cinta gila kalian itu memang luar biasa. Tapi dia (JW) seharusnya berpikir (tentang posisinya) sebagai anak laki dan adik laki di keluarganya.

Joo Im : Aku minta maaf.
Oska menghela nafas : Aku seharusnya tidak marah padamu. Tapi jika Joo WOn tidak sadar, Bibiku..Jika ia tahu kalau dia menghilang lagi, dia pasti akan sangat sedih.
Joo Im : Maaf. Aku tidak berpikir sejauh itu..aku benar2 minta maaf.

Oska : Ra Im, aku pikir ia (JW) melakukan ini untuk membuat kita menjadi menderita.
Oska minta Ra Im jangan pergi sekarang. Tinggallah disini satu hari lagi, agar Ibu Joo Won tidak cemas, dan Oska akan pergi ke RS besok. Kau bisa sendiri kan?
Joo Im mengangguk.

Oska menemui Ra Won. Ia kesal sekali : Ya! Kau pria gila. Bagaimana kau bisa melakukan ini? Bagaimana…bagaimana kau bisa melakukan hal gila seperti ini, dasar gila. Apakah keluarga dan semuanya tidak penting bagimu? Apakah yang paling penting bagimu adalah wanita ini? Kau tidak perlu keluarga atau apapun?

Suara Oska bergetar, Bagaimana kau bisa melemparkan sepatu padaku dan pergi? Kau bilang kapanpun terjadi hujan kalian akan tukar lagi, hujan akan turun lagi, lalu aku harus bagaimana? Aku harus bagaimana?

Mengikutimu..setiap hujan turun, apa aku harus menyembunyikan Ra Im? Apa kau suka jika aku melakukan itu? Tapi apa yang kau lakukan, aku tidak bisa melakukannya. Tidak peduli semarah apa kau padaku, aku tidak akan bisa melindungi cinta itu. Meskipun kau menangis dan marah2 dan menjadi gila, meskipun kau adalah adik seperti itu, aku ingin tetap hidup bersamamu. Oska menangis.

(Ada kejadian lucu saat syuting adegan ini, Yoon Sang Hyun mengulang adegan ini 3 kali dan Ha Ji won benar2 tidur karena kelelahan, ketika Sutradara tanya pendapat HJW, ia tidak tahu karena ia tidur. Yoon Sang Hyun berkata Ha Ji won tidur sampai mulutnya terbuka karena nyenyaknya…hehe)

Joo Im keluar dan ingin pergi. Beberapa pria menghalanginya. Ibu Anda berkata anda tidak bisa pergi keluar.
Joo Im berkata dengan sopan ia tahu, tapi ia harus pergi. Kuharap kalian tidak mengatakan pada ibuku.

Mereka tidak mau mundur dan minta Joo im istirahat, mereka akan mengantar Joo Im ke dalam.
Joo Im minta mereka mundur atau kalau tidak mereka akan terluka. Jangan lakukan ini. Mereka berkata tidak punya pilihan dan akan menggunakan kekuatan.

Joo Im berkata dengan tenang, aku sudah memberi peringatan. Lalu dengan sekejap mata ia melumpuhkan dua pria itu! wow..senang lihat Hyun Bin action.

Stafnya datang dan ia ketakutan. Joo Im menenangkannya, mereka akan baik2 saja, aku menghindari bagian vital.
Staf wanita itu berkata hanya ingin memberikan surat2 untuk Joo won : Surat cinta, dari resort golf, Kim Ddol chu (Kim si training bling-bling gila ) dan…

Joo Im tidak tertarik dan berkata untuk memberikan pada-nya nanti saja. Lalu ia berhenti, tunggu…dari siapa tadi?

Joo Im masuk ke mobil Joo won dan membaca surat. Isi suratnya sedikit beda dari surat Joo Won ep 17.

Suara Joo Won : Dari Kim Ddol chu untuk Kim Joo Won.
Tabir ajaib bekerja dan Joo Im berubah menjadi Ra Im.

Sekarang ini, keajaiban yang terjadi diantara kita bisa dikatakan sebagai hadiah. Jadi, berbahagialah dengan hadiah mengejutkan ini. Jika kita tertawa dengan hati kita, aku akan bisa mendengar suara tawa itu.

Aku ini jauh lebih kuat dari yang kau bayangkan. Cukurlah wajahku dengan rapi. Dan pakaikan baju-baju mahal/fashionable yang kusuka. Jika kau melakukan itu, maka kita bisa pura-pura kalau kita bersama. Jika kau melakukan itu, maka kita bisa pura-pura (kalau) kita bahagia..seperti pasangan lainnya…

Ra Im memeluk surat itu di dadanya dan menangis tersedu-sedu, lalu ia berubah menjadi Joo Won lagi dan pergi dengan mobilnya.

Joo Im lari menuju bangsal Ra Won. Ternyata Jong soo duduk di luar kamar. Keduanya bertemu. Joo Im memanggil Jong Soo, Direktur..

Jong Soo menanyakan kondisi Joo Im. Joo Im heran kenapa Jong soo disini. Jong soo berkata ia pikir orang itu pasti akan takut kalau sendirian, jika ia tahu kalau ada yang menungguinya diluar, ia mungkin akan sadar. Masuklah.
Joo Im tersentuh dan ia membungkuk sebelum masuk ke dalam.

Joo Im jalan masuk dan ia berubah menjadi Ra Im.

Ra Im mendekati Joo Won yang terbaring koma, ia menangis lagi.
Ini terasa menyebalkan. Sepertinya sudah menjadi takdir kita, salah satu dari kita harus menjadi gelembung air. Jika memang seperti itu, aku akan menjadi itu. Aku yang akan berubah menjadi gelembung.

Ra Im melihat Joo Won : Jangan sakit hati (karena ini.)

Suara Ra Im bergetar, karena setelah Little Mermaid mulai mencintai sang Pangeran, sudah menjadi takdirnya untuk berubah jadi gelembung. Kau seharusnya mematahkan lengan dan kakiku daripada membuat hatiku berdarah ssetiap kali aku bernafas (karena harus menahan melihat JW seperti ini)

Aku akan mengembalikan semuanya seperti awalnya. Lain kali jika turun hujan, kumohon kembalilah ke tempat aslimu. Aku memohon padamu.

Ra Im roboh diatas dada Joo Won dan menangis tidak terkendali.

Seul tanya pada Oska apa Joo Won baik2 saja, karena ia dengar Joo Won sudah sadar. Oska berkata belum. Seul tidak mengerti, ada yang bilang Joo won sadar.
Oska : Bukan Joo won yang sadar.
Seul : Apa maksudnya?

Oska : Dia seolah-olah bahagia, beda dari biasanya. Jadi kupikir, kenapa ia melakukan itu? Meskipun itu bukan humor yang lucu, ia ketawa seperti orang gila. Seperti orang gila…Tapi itu..adalah caranya mengucapkan selamat tinggal.

Seul benar2 blank : Apa kau bisa menjelaskan-nya supaya aku mengerti?

Oska masih menjawab sesuai pikiran-nya sendiri, membuat Seul tambah bingung : Aku selalu berpikir aku membiarkannya menang karena aku lebih tua dan seorang pria dewasa. Tapi setua dan sedewasa apa dirimu untuk mati demi orang lain seperti itu?

Ra Im dan Joo Won masih ada di RS, Ra Im terbaring koma dan Joo Won tidur dengan memegang tangan Ra Im.

Ayah Ra Im ada di padang bersalju, mengenakan setelan jas rapi dan berdiri di depan meja yang diatur dengan mewah. Ia memandang bayangan kedua orang itu dari gelas anggur. Ia melihat putrinya di tempat tidur RS dan Joo won tidur di sampingnya. Wajah ayah Ra Im sedih.

Kening Joo won yang sedang tertidur berkerut (karena yang di dalam sebenarnya adalah Ra Im).

Suara Joo Won : Kau melakukanya lagi, kenapa mimpimu selalu suram?
Suara Ra Im : Ini karena kau ada dalam mimpiku. Diatas padang salju putih, meja yang indah sudah disiapkan. Kau dan aku diundang.

Suara Joo Won : Bodoh, itu adalah mimpiku. Dalam mimpiku, kau disana. Kau dan aku terlihat bagus disana.

Keduanya pindah ke padang salju dan berdiri berseberangan. Joo Won jalan ke arah Ra Im.
Suara Joo Won : Aku, atas nama sopan santun, menarikkan kursi untukmu. Kau berterima kasih padaku dengan senyuman-mu.

Salju mulai berjatuhan, tapi tidak terlalu deras, keduanya tersenyum satu sama lain.
Suara Ra Im : Kita saling memandang dan tersenyum. Dan kita menunggu seseorang. Orang yang mengundang kita..

Ayah Ra im jalan mendekat, suara Ra Im : Ayah..apa itu kau?
Suara Joo Won : Kau terlihat familiar.

Ayah Ra Im hanya tersenyum menanggapi Joo Won. Ayah Ra im mengambil botol anggur dan berkata ini adalah awal dan akhir dari keajaiban.

Lalu Ayah Ra Im menuangkan anggur untuk Joo won, ia berkata pada Joo Won :
Tidak apa-apa kalau kau melupakanku lagi, tidak apa-apa kalau kau melupakan janji yang kau buat padaku.

Ayah Ra Im menuangkan anggur untuk putrinya dan berkata : Hiduplah dengan menerima cinta. Sebanyak kau merendahkan diri, sebanyak kau menghapus air mata…Sekarang, hiduplah dengan menerima cinta, Ra im-ah. Sekarang, keajaiban-nya selesai.

Ra Im memandang ayahnya dengan pandangan memuja.

Ayahnya berkata : Keajaiban yang kubuat adalah seperti jabatan tangan diantara orang yang bertemu untuk pertama kalinya. Jadi sekarang…biarlah keajaiban yang sebenarnya mulai.

(Ia hanya bertugas mengenalkan keduanya, dan sekarang..mereka akan membuat keajaiban mereka sendiri)

Ayah Ra Im menghilang. Keduanya meminum anggur mereka.

Kelopak bunga mawar merah jatuh diatas mereka, keduanya saling melihat, hujan kelopak bunga mawar merah semakin deras..

Keduanya sadar!
Ra Im di RS, Joo Won di rumahnya. Ada kelopak mawar di lantai kamar Joo Won.

Ra Im teriak dan terbangun, ia menyentuh wajahnya dan melihat bayangan-nya, aku kembali..aku kembali…Kim Joo Won..
Ra Im lari keluar kamar RS.
Dilantai kamar RS juga ada kelopak mawar..

Joo Won mengamati wajahnya di cermin dan ia terlihat bingung. Oska datang, ia tanya apa kau tidur nyenyak. Joo Won melihat Oska dari atas ke bawah seperti heran dan berkata : Hyung..

Oska masih mengira itu Ra Im, kau tidak perlu berpura-pura kalau kita cuma berdua.
Joo Won : Hyung, kenapa kau seperti itu lagi? dan ada apa denganku?
Oska : Apa? Apa katamu?
Joo Won : Dimana ini? kenapa aku disini, aku tadi ada di RS

Oska mendekat : Apa kau Joo Won? Apa kau Kim Joo Won? Kau kembali? tapi tidak hujan..

Joo won justru bingung, mengapa kau bicara tentang hujan? Apa yang terjadi denganku?

Oska senang sekali, Joo Won, ini kau Joo Won! Yah kau memang ada di RS, tapi bibi membawamu kembali. Oska memeluk Joo Won.

Joo Won melepaskan diri, ah..lepaskan aku. Teman-temanku..apa mereka baik-baik saja? Apa mereka selamat?
Oska heran : Teman-teman? teman yang mana?
Joo Won : Kau ini kenapa? beberapa hari lalu, aku pergi bertemu teman2, dan gedungnya kebakaran, jadi aku terkurung di lift. Kau juga menjenguk-ku di RS

Oska terpana : Joo won-ah…
Joo won : Apa? Aku tanya bagaimana dengan teman-temanku..

Oska bertemu Ji Hyun di cafe. Ji Hyun sudah memeriksa Joo won dan ia berkata kalau Joo Won sepertinya syok berat (lagi) dan ingatan-nya berhenti saat ia usia 21 th, Joo Won tidak ingat apa yang terjadi sebelum kecelakaan itu.

Oska berkata kalau demikian Joo Won tidak bisa normal. Ji Hyun minta Oska tidak perlu terlalu cemas, karena sepertinya Joo Won bisa menerima keadaan-nya, ia ingin segera menjadi pria dewasa dan ketika ia membuka mata keinginan-nya menjadi kenyataan. Seperti film.

Oska lega. Ji Hyun berkata Joo Won senang sekali ketika tahu kalau ia adalah Presiden dept store dan bukannya Oska. Oska sedikit marah, orang itu…Lalu ia tanya apa berarti Joo Won ingat kecelakaan itu?

Ji Hyun berkata kecuali beberapa hal, Joo Won ingat semuanya, kalau ia terjebak di lift dan ia diselamatkan. Kecuali fakta kalau pemadam kebakaran yang menyelamatkan-nya meninggal dunia. Keduanya lalu pulang untuk melihat Joo won.

Ra Im masih mengenakan baju RS, ia lari dan mencari taksi, ia minta sopirnya ntuk bergegas.

Joo Won ada di rumahnya dan jalan melihat-lihat ruang tamu. Oska dan Ji Hyun datang, apa yang kau lakukan?

Joo Won berdiri dengan tangan di belakang punggungnya, Siapa yang merancang rumah ini?
Oska menjawab dengan suara keras dengan sedikit kesal : Apa kau tidak ingat, kau menculik seorang arsitek dari New York dan melarangnya tidur berhari-hari untuk merancang ini, satu bata demi satu bata.

Joo Won berkata dengan nada bangga (pada dirinya sendiri hahaha I just love this..I love much younger JW, Binnie is great) : Aku yang melakukannya, iya kan..saat aku lebih tuapun, aku masih memiliki standar tinggi. Ia mengangguk-angguk.
Lalu dengan semangat tanya, Tapi, apa katamu tadi..ini adalah rumahku?

Oska : Ini bukan rumahmu. Ini rumah Bibi.
Tiba2 ia senyum, tapi aku lega. Aku senang melihatmu meskipun dalam kondisi ini.

Joo Won membenarkan kakak sepupunya dengan nyengir, lalu menunjuk Ji Hyun, Omong2, menurut dia (JH), aku bermasalah dengan ingatanku. Dia bilang aku sekarang 34th.
Ji Hyun tersenyum. Oska membenarkan, ya kau 34th dan aku 36th.

Joo won nyengir lagi, Kakak memang tampak seperti itu (36th alias tua), tapi aku tidak tampak seperti 34th. Lalu ia tanya dengan nada heran, Bagaimana aku bisa menjaganya? (wajahnya yang terlihat awet muda)

Oska berbisik pada Ji hyun : Dia selalu brengsek seperti itu, tapi saat ia usia 21th, ia bertingkah seperti itu. Apa kau tidak berpikir ia perlu di-ikat dengan jaket putih? (kaya org gila hehe..)
Ji Hyun tersenyum dan balas berbisik : Orang dengan harga diri tinggi punya mekanisme perlindungan diri seperti itu.

Joo Won ingat sesuatu lalu ia menunjuk Oska lalu Ji Hyun, aku presiden LOEL dan kau bintang top. Berkata pada Ji Hyun, kau bukan mahasiswa kedokteran tapi spesialis, dan kau mencampakkan-ku 3 bulan lalu, iya kan? (Ternyata mereka memang pernah pacaran ya hehe..)

Ji Hyun mengoreksi : Sebenarnya 13 tahun dan 3 bulan.
Joo Won melipat lengannya, bahkan setelah 13 th, kita masih berteman akrab, aku mengerti.
Ji Hyun senyum : Itu karena aku orang yang sangat baik.

Lalu Joo Won seperti tidak percaya kalau Oska itu bintang Hallyu. Oska kesal, aku ini model utama dept. store-mu. Joo won seperti lega, kau tumbuh dengan baik. Aku khawatir akan seperti apa kau ketika dewasa. Tapi kau pasti berhasil di dunialuar.

Oska kesal sekali : Kau…!!!Aku ini yang terbaik di bidangnya, apa kau tahu berapa lama aku bertahan di Oricon ? (kaya Billboard-nya Jepang) hahaha..

Kedua sepupu ini saling mengolok tapi Ji Hyun kelihatan senang. Diluar, Gil Ra Im melihat ke dalam dengan wajah cemas. Ra Im membuka pintu dan ia terlihat lega, rindu, campur aduk.

Ji Hyun dan Oska tukar pandang, mereka bingung juga, tapi Joo Won benar2 terlihat ingin tahu (siapa wanita aneh itu, kenapa pakai baju RS, apa orang gila lepas…kayanya itu isi kepala JW)

Ra Im lari mendekati Joo Won, hei, dasar brengsek! Lalu Ra Im memeluk Joo Won. Joo Won bingung, ia diam saja.

Joo Won melihat ke arah Oska dan Ji Hyun, dengan pandangan, kenapa wanita itu, tapi Oska dan Ji Hyun juga tidak tahu mau berkata apa.

Ra Im melepaskan pelukannya dan marah : Siapa yang memintamu melakukan itu? Siapa? Kupikir aku tidak akan melihatmu lagi, kupikir aku tidak akan pernah melihatmu lagi selama aku hidup..

Oska minta Ra Im tenang dulu. Tapi Joo Won mengejutkannya dengan menunjuk Ra Im, aku pernah melihat wajah ini sebelumnya. Di RS.

Ji Hyun dan Oska semangat, Benarkah? Kau ingat melihatnya? mungkin ingatan-nya kembali, kau benar, kalian memang ada di RS bersama. Ra Im bingung, Oska berkata ia akan menjelaskan, nanti. Nanti.

Joo won memandang Ra Im dengan penuh tanda tanya, Tapi wajahnya…Tiba-tiba ia mengubah pembicaraan, dan berkata pada Ra Im, kau minggir dulu. Joo Won meletakkan jarinya di dahi Ra Im dan minta Ra Im minggir dulu.

Joo won menoleh ke Oska, Hyung, aku ingin tanya, siapa Gil Ra Im itu?
Ra Im kaget, Oska sedikit berharap, Kau ingat nona Gil Ra Im? Kau ingat. Kukira tidak akan lama ingatanmu pasti akan pulih.

Joo Won kesal : Siapa? Saat aku bangun, itu adalah nama pertama yang muncul di kepalaku.
Ra Im sedih saat melihat Joo Won, Joo Won tanya, apa dia orang yang kukenal?

Oska memberi penjelasan pada Ra Im, kalau Joo Won sekarang usianya mundur, ke 21th. Dia tidak ingat apapun yang terjadi setelah itu. Ji Hyun menenangkan Ra Im, kalau Joo Won hanya syok sementara saja dan Joo Won akan baik-baik saja.

Ra Im menangis dan ia memandang Joo Won. Joo Won tanya, kenapa kau menangis? Ra Im tidak menjawab.
Joo Won tanya : Apa kau, adalah Gil Ra Im?
Ra Im mengangguk. Joo Won terpana : Kau?
Ra Im menyedot ingusnya, melihat Joo Won dengan lembut, Ra Im mengangguk lagi.

Oska dan Ji Hyun meninggalkan keduanya, mereka berpikir Ra Im mungkin bisa membantu Joo Won mengingat kembali dengan lebih cepat.

Keduanya sekarang sendirian. Joo Won mundur (takut ya..), memasukkan tangan di sakunya, menyelidiki Ra Im, Kau bilang kau adalah Gil Ra Im?
Ra Im mengangguk lagi, air matanya belum kering.
Joo Won tidak yakin : Apa kau kenal aku, dan aku kenal kau?
Ra Im mengangguk. Joo Won tanya : Berapa usiamu?
Ra Im : 30th

Joo Won sepertinya sedikit terkejut, ia berkata dengan pelan, tidak mungkin aku kenal (baca pacaran) dengan orang diatas 24th..
Joo Won : Pekerjaan?
Ra Im : Stuntwoman.
Joo Won terpana : apa?
Ra Im : Stuntwoman.

Joo Won : Maksudmu aku kenal dengan stuntwoman? Katakan dengan spesifik apa tepatnya hubungan kita? Aku tanya, apa ada alasan istimewa mengapa aku ingat namamu saat aku sadar?

Ra Im menjelaskan kalau mereka saling mencintai. Joo Won kaget, apa tidak cukup aku kenal seorang stuntwoman, aku juga mencintainya?
Ra Im membenarkan, bahkan sangat mencintainya.

Joo Won belum siap dengan kenyataan itu, ia melambaikan tangan, tunggu….tunggu. Apa kau yakin kau tidak hanya memiliki nama yang sama, Apa tidak ada Gil Ra Im lain-nya?
Ra Im dengan sabar menjawab, aku yakin pasti ada. Tapi Gil Ra Im yang dicintai Kim Joo Won adalah..aku.

Joo Won menyerah, baiklah. Ia ingin no telp Ra Im. Ra Im berkata Joo won memang tidak punya aturan sejak muda. Lalu berkata no. telp-nya pasti ada di ponsel Joo Won. Kau akan melihat namaku dan juga fotoku yang kau ambil.

Joo Won bengong.
Ra im berkata sekarang ini, apapun yang dilakukan Joo won, dia tetap mempesona untuk Ra Im dan apapun yang dilakukan Joo won, Ra Im akan bisa memaafkan. Karena Ra Im sudah sangat bersyukur melihat Joo Won hidup.
Keduanya saling berpandangan lama.

Joo Won mengenakan baju training bling2nya lagi dan jalan di sekitar rumahnya. Joo Won muda ternyata juga suka membayangkan, ia membayangkan Ra Im jalan bersama dengannya, seperti ketika awal mereka bertemu.

Ra Im mengenakan seragam RS dan jalan seirama dengan Joo won.

Joo Won heran kenapa ia memikirkan Ra Im.
Mereka jalan..dan terus jalan.

Ah Young ada di RS dan membantu Ra Im makan, ia menyiapkan nasi dan sup untuk Ra Im. Ah Young menangis terus karena terharu, ia benci makan sendirian di rumah.
Ra Im mencoba bercanda, apa karena tidak ada yang cuci piring?
Ah Young teriak : Hei! kau gadis jahat, lalu menangis.

Ra Im menggodanya lagi, bagaimana Ah Young pergi ke kamar mandi sendirian, karena Ah Young takut kalau sendirian, bagaimana saat kau tanya, “Apa bau” dan tidak ada jawaban?

Ah Young mengancam, awas kalau kau luka lagi, aku akan membakar semua poster Oska. Ra Im mengacungkan sendoknya, Ya! apa salah oppa-ku?

Tiba-tiba : Hentikan. Joo Won masuk, letakkan sendok itu kembali. Letakkan.

Joo Won dan Ra Im berpandangan sejenak. Lalu Ra Im senyum dan meletakkan sendoknya. Ah young permisi ingin keluar dan Joo Won menyuruh Ah Young untuk memanggil pria yang diluar itu agar masuk ke dalam.

Ah Young keluar dan Kim ada di luar dengan meja dorong penuh makanan. Plus Lilin menyala, bunga, buah-buahan dan macam-macam.
Ra Im sedikit kaget, dan sekretaris Kim berkata, ada hal-hal yang tidak berubah dalam dirinya, iya kan? Kalau dipikir lagi, ia sama sekali tidak kreatif.

Ra Im geli. Joo won curiga dan tanya : Apa kalian berdua dekat?
Kim menjawab dengan tepat : Kalian lebih dekat. Lalu ia mengajak Ah Young keluar dengan menggandengnya.

Joo Won menjelaskan tentang Kim : Sepertinya aku yang memilihnya. Aku pasti mempekerjakan-nya saat akhir tahun. (Maksudnya, JW memilih Kim dari yang tersisa dan tidak melihat resume yang kinclong hehe)

Joo Won berkata ini mungkin pertama kalinya Ra Im mendapat makanan RS seperti ini, tidak apa-apa jika kau merasa kagum.
Ra Im mengangguk, Ya. Dan senyum bahagia.
Joo Won juga tersenyum dan berkata Ia sengaja melakukan ini agar Ra Im kagum.

Joo Won menyingkirkan makanan RS yang pertama. Lalu Ra Im tanya, Jika kau tidak akan berdoa, aku bisa mematikan lilin-nya kan?

Lalu Ra Im mematikan lilin dengan sendok seperti waktu itu, lalu meniup asap lilin dari sendok seperti pistol. (JW 21 th dan RI 30 th ini lucu sekali, aku pasti tahan lihat adegan kaya gini 5 ep lagi..)

Joo Won syok, Lilin adalah dasar dari makanan.
Joo won menyalakan lilin2nya lagi, Supaya kau tahu, aku tidak melakukan ini karena kau. Kau bisa menganggap ini sebagai perbuatan baik (untuk masyarakat). Aku dibesarkan (dididik di rumah dengan baik) seperti itu.

Ra Im memandang Joo Won dengan pandangan sayang : Aku tahu.
Joo Won kaget : Kau tahu?

Ra Im makan strawberrynya dan ia tanya kenapa Joo won tidak telp, ia sudah meninggalkan no-nya. Joo Won berkata itulah masalahnya, ia ingin tahu bagaimana ia bisa jatuh cinta dengan Ra Im. Aku pikir tidak bisa dipercaya kalau aku mencintaimu. Mungkin kau bisa mengatakan padaku nama ayahmu?

Ra Im jadi terdiam. Joo Won tidak memperhatikan itu dan berkata mungkin saja ia kenal nama ayah Ra Im.
Ra Im menjawab dengan pelan, kau tahu.

Joo Won : Aku tahu? benarkah? Dari kediaman mana?
Ra Im hanya melihat Joo won, dan Joo Won tidak memperpanjang lagi, yah itu tidak mendesak, Tapi kenapa kau menjadi stunt?
Ra Im : Karena ada aroma lavender dalam aksiku.
Joo won : Apa?

Ra Im berkata Joo Won tidak ingat, tapi JW pernah mengatakan itu pada Ra Im, itulah sebabnya Ra Im mencintai Joo Won.
Joo Won tanya lalu apa yang paling menarik dari Ra Im (sehingga ia jadi jatuh cinta)

Ra Im tersenyum, Kau ingin terluka? Agar tulang belakang ke-5mu menjadi yang ke-6?
Joo Won : apa??
Ra Im menjelaskan, ketika ia terus memukul Joo won, Joo Won terus saja tidak mau pergi dan bahkan berkata tidak pernah bertemu wanita seperti ini.
Joo Won tidak percaya…

Ra Im menebak, Joo won pasti datang kesini karena sepanjang hari memikirkan dirinya, benar kan. Kau tidak mengerti kenapa kau seperti ini, benar?
Joo Won berdiri dan memandang Ra Im.

Ra Im tanya apa Joo won mau tahu apa alasannya? Joo Won ingin tahu.
Ra Im : Karena kau mencintaiku. Aku adalah wanita yang dicintai Kim Joo won.
Joo Won terdiam.
Ra Im berkata dengan gembira : Aku boleh keluar besok pagi.

Joo Won berkata apa maksudnya minta dijemput? Ra Im menjawab, karena tidak diragukan lagi, Joo won pasti akan merindukannya besok pagi, jadi ia hanya membuat alasan untuk Joo Won agar datang.

Joo Won tidak percaya semua yang dikatakan Ra Im, ia keluar sambil menutup telinganya.

Ra Im hanya tersenyum dan geli melihat Joo won.

Ra Im pulang!! Ra Im masuk ke sekolah aksi lagi dan mereka mengadakan pesta penyambutan untuk Ra Im. Semua stunt mengenakan topi pesta, menghias sekolah, dan senang bertemu Ra Im lagi.

Ra im menyapa semua orang dan minta maaf karena membuat semua khawatir. Jong soo mengancam, jika Ra Im luka lagi, ia akan membuat Ra Im berhenti dari stunt. Lalu Jong soo memeluk Ra Im, kau sudah menderita. Ra Im berterima kasih pada Jong soo, untuk banyak hal.

Kim si setelan training biru gila datang, dan berkata : Apa kalian tidak akan melepaskan diri?
Lalu tanya pada Ra Im : Kau menduakan-ku? Bagimu, aku hanya salah satu kaki?

Ra Im heran, bagaimana kau tahu tempat ini? Apa kau ingat?
Joo Won berkata ia tahu ia menganggu, tapi ia ingin bicara dengan Ra Im, jadi minta semuanya keluar.

Ra Im berkata pada semuanya kalau ia akan menjelaskan nanti, dan pada Joo Won, Ikut aku.

Joo Won melihat para stunt, apa ini? Kalian semua mengenal aku juga? Ra Im memanggilnya lagi dan Joo Won jalan mengikuti Ra Im.

Ra Im mengajak Joo Won ke lantai dua, tempat Joo won beberapa kali menemui Ra Im waktu itu, dengan berbagai alasan, dari saham, celana, sampai ngga bisa BAB.

Keduanya berdiri berhadapan. Ra Im ingin tahu bagaimana Joo Won bisa tahu lokasi sekolah ini, apa kau ingat sesuatu? Ternyata tidak, Joo Won menyuruh orang mengikuti Ra Im.

Ra Im marah dan ingin menendang tulang kering Joo Won, dan anehnya, dengan reflek kaki Joo Won mundur menghindari kaki Ra Im.
Joo Won kaget, apa ini? kenapa kakiku bisa bergerak sendiri, apa kau, pernah menendangku sebelumnya?

Ra Im menggoda Joo Won, Tubuhmu mengingatku, Kim ddol chu.
Joo won tidak terima, apa Kim ddol chu? apa kau barusan mengatakan itu padaku? Itu bukan, berarti Kim si setelan training gila, kan?
Masih dengan nada menggoda, Kenapa tidak?

Joo Won terpana dan mengira Ra im berkata seperti itu karena tidak tahu kalau training biru bling2nya itu muahall..jadi ia menjelaskan dengan senyum, hei, ini bukan setelan training yang biasa.

Joo Won menarik labelnya dan menunjukkan pada Ra Im mirip seperti saat mereka pertama bertemu. Kau melihatnya kan?

Tiba-tiba Ra im memeluk Joo Won. Joo won membeku, tangannya diangkat ke atas, Apa maksudnya ini?

Ra Im dengan tersenyum berkata : Karena aku sangat berterima kasih, aku berterima kasih kau seperti ini. Ra Im memeluk Joo Won dengan lebih erat lagi, aku pikir aku akan jatuh cinta denganmu yang 21th.

Joo Won suka juga dengan gagasan itu, kau yakin? kau ingin melakukan itu?

Keduanya senyum, Joo Won lucu sekali dan kelihatan polos. Ia menyandarkan kepalanya pada Ra im, tapi bingung mencari posisi hahaha..wajahnya polos sekali…

Ra Im mengunjungi Pyungchang-dong. Ia duduk berhadapan dengan Ibu Joo Won.

Ibu Joo Won marah-marah, apa kau masih belum sadar dan masih menempel pada Joo Won, apa kau bodoh atau kepalamu terluka? Karena kau sudah siuman dari koma, apa kau tidak bisa berpikir jernih?

Ra Im : Aku benar-benar minta maaf. Tapi apapun yang terjadi aku tidak akan melepaskan Joo Won.
Ibu Joo Won syok : Apa?
Ra Im : Seperti katamu, aku dan anakmu sudah kembali dari koma. Jadi bagi kami, setiap hari adalah berharga. Aku tidak takut lagi padamu.

Ibu Joo Won : Apa? mengapa kau melakukan ini? Anakku bahkan tidak bisa mengingat dirimu.
Ra im tahu, tapi ia yakin Joo Won akan mengingat-nya.

Ibu Joo Won membantah, jika Joo won memang ingin mengingat Ra Im, ia tidak akan melupakan Ra Im. Ibu Joo Won marah, ia lebih suka kalau ingatan Joo Won tidak akan kembali, 13 th itu bisa diisi dengan belajar dan melatih skil-nya lagi.
Ra Im dengan tenang tanya : Tapi kau takut, iya kan? Kau takut kalau ia mengingatku.

Ibu Joo Won menahan nafas.
Ra Im berkata ia tidak melakukan ini untuk menghancurkan Tuan Kim Joo Won, yang benar2 menghancurkan kami adalah jika kami berpisah. Cobalah untuk mengerti kami, eomeoni.

Ibu Joo won menahan belakang kepalanya, seperti orang yang darah tingginya naik, lalu ia menenangkan diri.

Ibu Joo Won : Apa kau ini tembok? Apa kau ini sapi? Apa kau ini orang asing? Apa kau senang dimaki-maki? Bagaimana kau mengabaikan kata-kata orang tua seperti itu?

Ra Im : Aku benar-benar minta maaf, tapi aku akan mengatakan satu kata terakhir, kumohon berikan putramu padaku. Aku akan melakukan yang terbaik untuk membuatnya bahagia.
Ibu Joo Won berteriak.

Ra Im pulang. Ada tamu, ternyata Sekretaris Kim.
Kim berkata kalau Presiden memerintahkan-nya memindahkan Ra Im.

Ra Im tersenyum, Kim merasa lucu, ketika aku berkata apa aku harus mengantarkanmu ia (JW) berkeras untuk mengatakan agar memindahkanmu. (Kaya barang haha)

Ra Im tidak marah, ia tersenyum, aku juga sudah mulai merindukan-nya. Ia senang sekali, Katanya aku harus dipindahkan kemana?

Ra Im menemui Joo Won di rumahnya. Joo Won duduk di sofa dan Ra Im berdiri di depannya. Joo Won menyuruh Ra Im duduk. Joo Won memandang Ra Im beberapa saat.

Joo Won tiba-tiba berkata : Tinggal disini mulai sekarang.
Ra Im : Apa?

Joo Won : Tinggal-lah disisiku sampai aku menyuruhmu pergi, aku harus tahu kenapa aku menyukaimu.
Ini membuat Ra Im ketawa.
Joo won tidak suka : Kau ketawa?

Ra Im : Karena, ini bukan pertama kalinya atau kedua kalinya aku mendengar itu.
Joo Won terperanjat : Jadi maksudmu, aku sudah mengatakan ini sebelumnya?

Ra Im mengungkapkan semua masalah Joo Won, kau bahkan berkeras kalau aku harus berbagi tempat tidur denganmu. Kau ingin mandi bersama.
Joo Won senyum : Hubungan kita pasti sudah lebih serius dari yang kupikirkan.
Ra Im tersenyum.

Joo Won : Lalu, apa kau menyerah?
Ra Im : Apa?
Joo Won bangun dari sofanya dan duduk di meja, ia mendekatkan wajahnya ke Ra Im, Aku akan tanya padamu dengan cara ini. Apa hubungan kita termasuk berciuman juga?

Lalu ia tiba-tiba berdiri, membungkuk dekat Ra Im, tangan dibelakang dengan muka semakin dekat

Joo Won : Seperti ini? (kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaa….)

Sinopsis Drama “Secret Garden” Eps. 17

Secret Garden episode 17

Ra Im syok dan menutup mulutnya melihat Ibu Joo Won berlutut di depan-nya, ia menangis.

Ibu Joo Won dengan menangis berkata : Aku akan memberikan kompensasi uang padamu, aku akan memberikan kompensasi besar sekali, berapapun yang kau inginkan, aku akan memberikannya. Jadi jangan menggunakan ini untuk menahan Joo Won-ku. Lepaskan…Joo Won sekarang. Kumohon….kumohon, aku memohon padamu.

Ra Im masih syok dan ia tidak memberi jawaban juga, ia hanya menangis terus karena sedih.
Ibu Joo Won hilang kesabaran-nya, ia melihat ke arah Ra Im, Jawab aku. (nada suaranya mulai berubah)

Lalu Ibu Joo Won berdiri dengan cepat, Aku bilang aku memohon padamu! Aku akan memberikan kompensasi padamu. Ra Im kaget dengan perubahan emosi Ibu Joo Won.

Ibu Joo Won teriak : Aku bilang aku akan memberikan kompensasi padamu untuk nyawa ayahmu! Aku datang kesini dan melakukan ini semua, jika aku jadi kau, aku akan segera menyerah karena itu membuatku merasa kotor/ murahan. Bagaimana kau bisa tetap berkeras seperti ini! Apa aku harus membuatmu tidak memiliki apa-apa lagi agar kau sadar?

Jangan membuat pengorbanan ayahmu menjadi sia-sia. Jangan melukai perasaan Joo won dan selesaikan dengan-nya. Setelah kau selesai putus dengannya, datang dan ambillah uangmu! Ibu Joo Won bergegas pergi sambil menyenggol bahu Ra Im yang menangis di dekat pintu.

Setelah sendirian, Ra Im tidak bisa mengendalikan tangisan-nya, ia terus menangis sambil memanggil ayahnya, appa…appa..appa!!

Joo Won pergi ke sekolah aksi, Jung Hwan dan beberapa rekannya sedang santai, ia menyapa Joo Won, Oh, Joo Won! Apa yang kau lakukan disini malam-malam?
Joo Won : Karena ini sudah malam, aku ingin menemui Ra Im-ku. Tapi kenapa dia tidak disini? Film-nya belum selesai?

Semua heran, apa Ra Im ada syuting hari ini? Kalau ada, mereka pasti tahu.
Joo Won lalu sadar, Ra Im tadi berbohong kepadanya.

Ra Im menangis tersedu-sedu, Ah Young menemaninya dan berusaha menenangkan Ra Im. Berhentilah menangis..ya?
Tiba-tiba terdengar ketukan dan suara Joo won memanggil Ra Im, Gil Ra Im!

Ah Young kaget, Presiden pasti kesini. Ia bingung, tapi Ra Im berkata ia akan ke kamar mandi untuk cuci muka, jangan mengatakan apapun padanya.
Ah Young membuka pintu, anda datang?

Joo Won masuk : Apa Gil Ra Im disini?
Ah Young berkata Ra Im ada di kamar mandi dan minta Joo Won masuk. Ra Im keluar dan langsung berkata, kenapa Joo Won kesini tanpa telp dulu.
Joo Won : Bagaimana syutingnya? Apa kau melakukan dengan baik?
Ra Im : Aku harus melakukan dengan baik untuk dapat bayaran besar, kenapa kau kesini?

Joo Won menyindir bukankah seharusnya ia ditawari teh? Ah Young sadar dan menawari Joo Won teh hijau. Tapi Joo won tanya, apa kau punya kopi?
Ah Young mengiyakan, tapi Joo Won berkata, bukan kopi, apa kau punya buah?

Ah Young bingung, kami tidak punya buah. Joo Won memutuskan ia ingin buah.
Joo won menyuruh Ra Im membelinya. Ra Im kesal, kenapa kau ingin sesuatu yang tidak kami miliki?

Ah Young menawarkan diri untuk beli buah dan minta keduanya bicara saja. Tapi Joo Won minta Ah Young tetap di tempat karena ia akan tanya tentang Sekretaris Kim.
Ra Im keluar untuk beli buah, sebelumnya ia tanya pada Joo Won, buah macam apa?

Joo Won : Buah tropis. (Ke Indonesia aja Joo Won, ada duku, manggis, salak, rambutan, orang hutan juga ada …)
Ra Im langsung pergi.

Setelah Ra Im pergi, Joo Won langsung berkata ini bukan tentang Kim, tapi Gil Ra Im. Tadi ia berkata ada syuting tambahan dan langsung pergi. Ternyata tidak ada syuting, aku baru dari sekolah aksi. Setelah berbohong seperti tadi, kemana ia pergi?

Ah young berkata kalau ketika ia pulang, Ra im sudah ada di rumah.

Joo Won tidak percaya. Ah Young berkata kalau hari ini adalah hari peringatan kematian ayahnya, maka perasaan Ra Im sedang tidak baik. Biasanya kalau hari ini, dia memang seperti itu.
Joo Won : Apa Gil Ra Im memintamu mengatakan itu?
Ah Young tidak bisa menjawab dan Joo Won juga tidak memperpanjang, ia hanya tanya dimana toko buah terdekat?

Ra Im jongkok di depan penjual buah, ia memilih buah sambil menangis tesedu-sedu.

Joo won berdiri tidak jauh dan melihat Ra Im menangis, Joo Won juga seperti akan menangis, lalu ia mendatangi Ra Im dan membantunya berdiri. Ra Im kaget melihat Joo Won.

Masih sambil mencengkram pergelangan tangan Ra Im, Joo Won dengan nada marah bertanya : Kenapa kau menangis? apa tidak cukup berbohong padaku, sekarang kau menangis? Ra Im tidak bisa menjawab dan hanya memandang Joo Won.

Joo Won masih marah : Setelah mengarang semua itu, kenapa kau menangis di jalanan yang dingin ini? Kenapa? Joo Won mengguncang Ra Im.

Ra Im memandang Joo Won dengan air mata mengalir deras. Joo Won tanya : Apa ibuku datang lagi? apakah itu sebabnya kau jadi seperti ini? Ra Im mengalihkan pandangannya.

Joo won : Kau tidak akan mengatakan-nya padaku? Ibuku datang, iya kan?

Ra Im : Bukan seperti itu. Bukan itu, hanya..
Ra Im mengibaskan tangannya dan mencoba menguasai emosinya, ia cari alasan, “Harga (buah) sudah naik sedemikian banyak, dan itu tidak memberiku banyak pilihan…” Ra Im mengeraskan suaranya, kenapa kau memintaku membeli buah yang mahal? Dari orang miskin, kenapa kau memintaku membeli buah yang semahal itu? mengapa?

Joo Won teriak, apa kau tidak akan berhenti? Apa kau tidak tahu kalau orang jelek akan tambah jelek jika menangis?

Joo Won menghela nafas dan membuka sarung tangannya, ia menghapus air mata Ra Im dengan tangannya, wajahmu membeku, dasar bodoh.

Lalu membuka scarf-nya dan mengalungkan scarf itu di leher Ra Im, tapi masih saja berkata, Ini mahal. Kau tahu, kan? ingat selalu betapa mahalnya scarf yang kau kenakan ini.
Joo Won mengambil sarung tangan kulitnya (yang pasti mahal juga) dan memakaikannya ke tangan Ra Im, aku akan membeli buah lain kali, sekarang kau pulang saja. Jangan memikirkan apa-apa dan tidurlah dengan nyenyak.

Ra Im terperanjat, ia curiga Joo Won akan menemui ibunya, Ra Im tanya dengan cemas, Kau mau kemana? Kau akan pergi kemana?
Joo won: Kau sama sekali tidak mengatakan apapun padaku, jadi aku akan menemui orang yang akan mengatakannya.

Ra Im panik, ia teriak sambil menangis, jangan! aku sudah bilang ini bukan sesuatu seperti itu. bukan! jangan lakukan! aku mohon jangan..!!
Tapi Joo Won tidak menggubris dan jalan pergi.
Ra Im terus menangis sambil memandang Joo Won yang semakin menjauh.

Joo Won langsung ke Pyungchang-dong mencari ibunya. Tapi hanya sekretaris Kang yang menemuinya. Joo Won tanya apa ibunya pergi ke Changsin-dong (Rumah Ra Im), tolong jawab. Aku tidak dapat memukul orang yang kerja untuk ibuku. Ibu ke Changsin dong, iya kan?

Kang : Maafkan saya, tapi saya tidak tahu apa-apa.
Joo won mendesaknya, tapi Kang tetap bungkam.

Joo Won mencoba menelepon ibunya, tapi ponsel ibunya dimatikan. Dimana Ibu sekarang?
Kang : Dia bilang dia sedang banyak pikiran, jadi dia pergi ke HK sebentar.
Joo Won : Tapi Asisten Kang, kau tidak pergi bersamanya.
Kang gelagapan, yah ..saya..

Sudahlah kata Joo won, sepertinya ibu tidak ingin menemuiku, katakan padanya kalau ini lebih nyaman untukku. Aku akan melakukan apapun yang kuinginkan mulai sekarang. Pastikan kau mengatakan padanya. Dan jika dia sudah dengar, itu lebih baik.

Joo Won jalan pergi. Setelah Joo won pergi, Ibunya turun dari lantai atas, ia sempat merasa bangga pada anaknya itu, lihat, ia pintar sekali kan? Dia seperti aku. (gubrag!)
Lalu memberi instruksi pada Kang untuk menyuruh orang mengikuti Ra Im 24/7. Kang mengerti.

Seul memberi laporan pada Oska kalau Tae Sun meninggalkan Korea hari ini. Oska kaget dan juga heran kenapa Seul mengatakan itu padanya. Seul berkata karena Oska sudah bersusah payah karena Tae Sun, sampai mengikutinya ke Jeju, aku cuma ingin tahu apa dia (TS) sehebat itu.

Oska memancing, jika ia bilang Tae Sun hebat apa Seul akan marah padanya? Lalu Oska ingin Seul memberinya kesempatan lagi, karena ia sudah tahu semua kesalahan yang ia lakukan pada Seul, jadi apa kau tidak bisa memenjarakan aku selamanya?

Seul berkata : Kalau begitu berusahalah bertahan.
Oska kaget. Ia semakin semangat.

Seul : Cobalah untuk menempel denganku setiap kali kau melihatku mulai sekarang, nanti aku akan memikirkan-nya lagi.
Oska senang sekali. Ia bertekad akan melekat terus pada Seul dengan seluruh pesonanya 🙂

Tae sun sudah siap pergi, ia menarik kopernya. Ia melihat iklan Oska di dinding dan menghela nafas, ketika akan berbalik, tiba-tiba Oska menepuk pundaknya, kau akan kemana?

Tae sun ternyata akan ke Cina naik kapal laut. Padahal Oska mencari Tae Sun ke bandara Incheon. Oska mengancam akan mencuri semua lagu Tae sun yang ada di mp3nya. Tae Sun berkata, Oska tidak akan bisa, karena Oska tidak punya keberanian.

Oska minta mereka menulis ulang kontrak mereka, bukan dia yang akan melatih Tae sun, tapi bagaimana kalau Tae Sun yang melatihnya. Oska berkata untuk apa Tae Sun jual mahal, bukankah kau membuat lagu ini untukku?
Tae sun merampas mp3nya dari tangan Oska, aku sudah harus naik ke kapal.

Oska masih ingin Tae Sun melatihnya dan Tae sun menolak, Oska berkata kalau begitu ia harus mengikat Tae Sun, dan Oska langsung menggendong Tae Sun di bahunya dan menarik tas Tae Sun meninggalkan dermaga.

Tae Sun teriak-teriak, mengapa kau melakukan ini? Apa kau gila? lepaskan aku.

Ra Im berlatih tinju dan memikirkan kata-kata ibu Joo won.

Jong soo mendapat telp, ternyata dari Jackson, sutradara Dark Blood itu (Aku ngga yakin namanya Leon apa Ryan hehe, jd pakai Jackson aja) Ia ingin bicara dengan Gil Ra Im.

Jong soo heran tapi ia berkata kalau ia boss Ra Im, dan kalau ada pesan bisa langsung dikatakan, ia akan menyampaikannya pd Ra Im.

Jackson : Please convey my congratulations to her. She has the part of Jin in Dark Blood.

Jong soo tidak mengerti karena setahunya Ra Im tidak jadi audisi. Tapi Jackson berkata kalau Ra Im hampir saja gagal, tapi dia mendapatkan audisinya sendiri. Aku terpesona dengan-nya hanya dalam waktu 5 menit.

Ra Im terpana : Apa katamu?
Jong soo dan Jung Hwan berdiri di depannya dan menyampaikan kabar gembira itu, kau berhasil. Kau dapat bagian dalam Dark Blood.

Ra Im tidak percaya, karena ia tidak mengikuti audisi.
Jong soo berkata : Kim Joo won yang membuatnya berhasil. Dia membawa Sutradara dari Jepang dengan jet pribadinya. Sutradara itu melihatmu syuting…Ra Im ingat janji Joo won ketika di apartemen-nya.

Jung Hwan sempat bercanda, apa Kim Joo Won suka dengan pria ya? Ia ingin kencan dengan Joo won hahaha..
Jong soo : Selamat.

Ra Im dengan wajah serius berkata ia harus pergi sebentar, dan langsung lari.

Ra Im pergi mencari Joo won, dan ia melihatnya bersama beberapa Direktur. Ra Im menelepon Joo won.
Joo won sedang mendengar penjelasan dari Direktur Choi (tangan kanan Park) tentang promosi terbaru untuk LOEL, temanya “Wishing upon a star”

Choi menunjukkan sebuah bintang dan kalau seseorang meletakkan tangan-nya ke atasnya, maka bintang itu akan menyala, lalu orang itu bisa membuat harapan. Itulah proyek baru mereka, dan mereka yakin dalam setelah promosi setahun, tempat ini akan menjadi tujuan utama di Asia (kayanya sekarang sudah banyak deh yang menyerbu LOTTE dept store gara2 SG hehe)

Joo Won mencobanya, ia meletakkan tangan ke atas bintang dan berkata, jika aku meletakkan tangan ke bintang ini dan dengan tulus berharap agar Direktur Choi jatuh…

Tiba-tiba Sekretaris Kim datang dengan tergesa, ia mengulurkan ponsel Joo Won dan tanpa sengaja menyenggol Direktur Choi sampai hampir jatuh.
Joo won senang sekali dengan kekuatan bintang itu, wow..tidak perlu setahun, sebulan saja sudah cukup. (untuk promosi)

Kim berkata : Ada telp, telp penting dan kau meninggalkan ponselmu.

Joo won mengira itu dari ibunya, tapi wajahnya berseri ketika melihat nama si penelepon, ia langsung mengangkatnya, Ya, ini aku.

Ra Im dengan perlahan tanya apa Joo won sibuk.
Tidak kata Joo won, dan ia langsung meminta semuanya pergi. Kau dimana? Aku sudah menelepon tapi tidak dijawab.

Ra Im berkata ia ada syuting siang malam , jadi kalau telp Joo Won tidak diangkat, kau jangan marah ya.
Joo Won : Apa kau yakin kau tidak bohong lagi? Berikan telp ke orang di dekatmu.

Ra Im hampir tersedak karena menahan emosinya, aku tidak berbohong. Aku tidak bisa bicara lama karena aku hanya istirahat sebentar.
Joo Won terlihat senang.

Suara Ra Im mulai gemetar, ia benar2 menekan emosinya, Biarkan aku langsung ke intinya. Kau tahu…keajaiban yang sebenarnya…telah terjadi padaku. Aku dapat bagian dalam audisi itu.

Joo won senang sekali wajahnya cerah, Benarkah? Kau dapat peran? Seperti yang kuperkirakan, Gil Ra Im. Mengesankan. Mengesankan. Dan kau tahu, wanita mengesankan ini ternyata adalah milikku. Joo Won kelihatan lebih gembira dari Ra Im sendiri.

Ra Im hampir menangis, aku sudah dengar semuanya, kau mengirimkan pesawat.

Joo Won : Tunggu, kau pikir kau dapat peran karena itu? Apa kau bodoh? Sutradara itu, dia hanya melihatmu selama 5 menit. Joo won bicara sambil jalan ke dalam menjauh dari Ra Im, “Itu berarti orang yang membuat keajaiban terjadi dalam 5 menit adalah dirimu.”

Tiba-tiba Ra Im panik, karena punggung Joo won semakin menjauh, Kau mau kemana?
Joo Won berhenti, ia menoleh ke kiri, bagaimana kau tahu? (ke belakang Joo Won..belakang..drama Korea pasti ada yang kaya gini deh..)

Ra Im mengarang alasan, dengan suara menahan tangis, Ah..karena aku dengar suara latar belakangnya berubah.

Joo Won juga merasa suara Ra Im berubah, kenapa suaramu berubah tiba2? Apa kau..menangis?
Ra Im tidak tahan dan benar2 menangis, Karena aku sangat bahagia bisa mendapat peran itu. Joo Won terlihat tidak begitu percaya.

Ra Im terisak : aku minta maaf, tapi mereka bilang syutingnya mulai lagi.

Joo won tersenyum dan terlihat bangga, Baiklah, jangan sampai terluka dan segera kembali.
Ra Im menangis : Selamat tinggal.

Ra im jalan bergegas dengan wajah penuh air mata, justru ia bertemu dengan Yoon Seul.
Seul heran melihat wajah Ra Im yang seperti itu: Gil Ra Im? Apa terjadi sesuatu?

Ra Im dan Seul jalan melihat-lihat lukisan di musium tempat Joo won biasa bertemu calon pasangan-nya.
Mereka berdiri di depan lukisan Picasso (yang tidak pernah kupahami hehehe..apalagi lukisan Affandi, pusing deh). Ra Im melihat lukisan dengan ingin tahu, sementara Seul mengamati Ra Im.

Seul buka suara : Kenapa kau ingin datang ke sini?
Ra Im : Aku selalu ingin kesini paling tidak sekali. Direktur Yoon, kau sering kesini kan?

Seul : Ya, untuk mengagumi lukisan dan kadangkala untuk membeli lukisan.
Ra Im : Aku mengerti.

Seul : Kau benar2 tidak akan mengatakan padaku apa yang terjadi?

Ra Im tidak menjawab tapi justru terus bertanya, Apa yang kau pikirkan ketika kau melihat lukisan seperti ini? apa kau harus merasakan sesuatu yang lain selain “itu karya Picasso” aku melihat ini di buku seni?

Seul juga tidak menjawab dan bertanya : Ada apa? Aku akan membantumu. (Yeah Seul sekarang akan fight for her love too hehe)

Ra Im melihat ke arah Seul : Aku dengar kehidupan Tuan Kim Joo won maupun dirimu terpajang seperti karya seni ini?
Seul diam saja.

Ra Im : Tapi aku hanya seorang stuntwoman yang harus menyembunyikan keberadaan-nya. Tuan Kim Joo won dan aku sangat jauh jaraknya satu sama lain. Meskipun ia ada di sampingku, dia tidak benar2 disana, kau tahu.

Seul : Aku tahu ini tidak akan mudah untuk kalian, tapi ini kedengaran-nya seperti kau menghadapi rintangan yang biasa.
Seul senyum, ia mengerti dan berseloroh, Aku tidak menyerahkannya (JW) padamu agar kau melakukan ini, kau tahu. (Seul tidak ingin Ra Im menyerah)
Ra Im akhirnya tersenyum juga.

Seul tanya apa Ra Im akan meninggalkan Tuan Kim Joo Won hanya karena masalah diantara mereka. Apa kau selalu setenang ini? Jika jarak diantara kalian terlalu jauh, maka larilah. Jika dia tidak terasa ada di sampingmu, maka peluklah dia.

Ra Im : Meskipun itu akan membuat Tuan Kim Joo won semakin sulit?

Seul menghela nafas, Itu adalah masalah dengan keluarga itu (keluarga Joo Won dan Oska). Kukira tidak ada cinta yang mudah di dunia ini.

Ibu Joo won terpana : Apa..pesawat sewaan? Karena gadis itu tidak bisa audisi, ia menyewa pesawat? Apa kau pernah melihat wanita selihai itu? Dia benar2 menyihir Joo Won-ku. Benar, aku membidik target yang salah. Tidak benar mengusik gadis itu.

Lalu Ibu Joo won minta stafnya keluar.

Ibu Joo won membuka dokumen berisi data pemegang saham utama LOEL. Ia menghubungi seorang pemegang saham utama, Tuan Park.
Ibu Joo won : Ya, Selamat Tahun Baru juga untukmu, Presiden Park. Apa kau bisa menghadiri makan malam sederhana sore ini? Ada sesuatu yang terjadi dan aku berharap mendapatkan bantuanmu.

Setelah bicara, Ibu Joo won tersenyum puas.

Sore itu, Ibu Joo won dan Sekretaris Kang berdiri di depan LOEL dan menunggu. Tidak lama, beberapa mobil mewah mulai parkir di depan mereka. Satu persatu pemegang saham besar, Presiden dari berbagai grup perusahaan yang berinvestasi di LOEL keluar dan memberi salam pada Ibu Joo won.

Ibu Joo Won menyambut tamunya satu persatu dengan senyuman.

Joo Won dan Sekretaris Kim mengunjungi satu vendor baru di LOEL, sepertinya menjual jaket musim dingin. Joo Won bersalaman dan mengucapkan selamat karena bergabung dengan LOEL.

Joo won minta manager toko itu untuk memilihkan jaket untuknya. Manager itu berkata Joo Won tidak perlu seperti itu, ia sudah merasa terhormat Joo Won bersedia mengunjungi tokonya. (Kayanya jarang ya CEO grup dept store besar mengunjungi toko yang baru buka di dept storenya, paling cuma manager marketingnya doang)

Joo won berkata ini tradisi yang dimulai oleh kakeknya. Semua orang bisa membeli tanaman, tapi daripada hanya membeli tanaman, (ia lebih suka) menjadi pelanggan pertama karyawan baru di hari pertamanya.
Akhirnya manager itu memilihkan jaket di gantungan paling depan untuk Joo won dan Joo Won mencobanya. Sementara itu Kim menerima telp dan terlihat syok.

Joo Won masih melihat-lihat jaketnya, ini bagus, aku akan ambil ini. Kim terkejut : A..apa? Apa yang kau katakan? Ya..aku tutup sekarang.
Kim : Presiden…bisa minta waktu sebentar.

Joo won dan Kim di kantornya, Joo Won kaget, akan ada pertemuan istimewa pemegang saham utama dalam satu jam. Apa agendanya?
Kim dengan terbata berkata : Mengeluarkan Presiden dari kantor.
Koo Won kaget : Apa?

Kim : Tapi orang yang meminta diadakan pertemuan adalah ibumu.
Joo Won : Apa??

Joo Won langsung menelepon ibunya, tapi Ny. Moon hanya mengambil ponselnya dan melihat caller ID-nya, ternyata Joo Won. Ibunya tidak mengangkat telp itu.

Ibu Joo Won sedang bersama Ra Im, ia berkata ini waktunya untuk mengambil uangmu. Tapi kau tidak menelepon, jadi aku memanggilmu.

Ibu Joo Won : Aku percaya kalau kau mengakhiri semuanya baik-baik dengan Joo Won. Berapa aku harus memberikan untukmu? sebutkan jumlahnya.

Karena Ra Im tetap diam saja, Ibu Joo won melanjutkan, sepertinya kau memperlihatkan harga diri yang tidak perlu. Aku akan menerima kalau kau minta sebanyak yang kau inginkan, jadi katakan jumlahnya sekarang.

Ra im : Aku minta maaf
Ibu Joo Won langsung waspada, untuk apa minta maaf?

Ra Im : Aku sudah memikirkannya baik-baik, tapi aku tidak bisa berpisah dengannya.
Ibu Joo won mulai meninggikan suaranya, Aku tidak memberikan waktu ini padamu untuk keputusan seperti itu.

Ra Im mulai terisak, aku benar-benar minta maaf, tapi jika ini adalah nyawa yang diselamatkan ayahku, dengan mempertaruhkan nyawanya sendiri, maka ini juga adalah nyawa yang berharga bagiku. Karena ini adalah seseorang yang dilindungi ayahku, dengan nyawanya. Aku akan hidup selamanya untuk melindungi nyawa berharga itu.

Ibu Joo won tidak habis mengerti, kenapa kau begitu kejam? Apa kau pikir aku memanggilmu kesini untuk memberikan ijinku? Kau akan selamanya menjadi kelemahan Joo Won. Satu noda untuk Joo won-ku yang sempurna adalah kau! Kenapa Joo Won-ku harus berhadapan dengan gosip karena sesuatu seperti dirimu, Kenapa?

Ra Im menangis dan memohon, aku akan melakukan lebih baik lagi, agar aku tidak akan menjadi hambatan bagi Joo Won. Aku akan hati-hati dan melakukan yang terbaik.

Ibu Joo Won dengan bengis berkata : Apa kau tidak mau tutup mulut? Hanya ada satu hal yang bisa kau lakukan untuk Joo Won! Menghilang.

Ra Im menangis : Aku…benar2 mencintainya. Perasaan Kim Joo Won dan aku benar2 tulus. Bahkan dengan itu, apakah tidak mungkin? Apa benar2 tidak bisa kalau itu aku? Kumohon ijinkan, eomeoni. Kumohon berikan kami ijinmu!

Ibu Joo won bertanya dengan suara yang lebih tenang (tp menakutkan) : Kau sama sekali tidak bisa melepaskannya? Baik, lakukan sesuai keinginanmu.
Lalu ia menjawab telp Joo Won, bahkan sengaja menyalakan speaker-nya agar Ra Im juga dengar.
“Ini Ibu”.

Joo Won teriak : Ibu, apa yang kau lakukan? Siapa yang berkata kau bisa mengadakan pertemuan pemegang saham istimewa?
Ra Im langsung menahan nafasnya.

Joo won : Siapa yang bilang kau bisa menyingkirkan presiden dari posisinya? apa kau benar2 akan bertindak sejauh itu?

Ibu Joo Won menjawab dengan tenang, kau seharusnya sudah menyiapkan diri paling tidak sebanyak ini saat kau mulai berkencan dengan gadis tidak berharga ini. Aku sudah bilang kalau kau bertanggung jawab untuk semua yang kau terima sampai sekarang. Aku sudah mengatakan maksudku dengan jelas, jadi sekarang tunjukkan niatmu. Apa yang akan kau lakukan?

Joo Won : Baik. Ambil saja semua, semuanya. Aku sama sekali tidak bisa melepaskan wanita itu.

Ra Im terpana dan Ibu Joo Won menaikkan alisnya, benarkah? Baik, Lakukan itu kalau begitu. Ibunya menutup telp lalu tersenyum pada Ra Im.
Ra Im menangis dan tentu saja ia tidak bisa membiarkan itu terjadi pada Joo Won.

Ibu Joo Won : Kau tidak perlu menunjukkan tampang seperti itu, sekarang aku tidak akan cari perkara denganmu, jujur saja..apa yang kau lakukan itu yang harus disalahkan. Mulai sekarang aku akan menghancurkan hidup Joo won.

Ra Im menangis semakin keras, ia benar-benar merasa tidak berdaya.

Ibu Joo Won : Apa kau akan berpikir ‘tidak mungkin dia akan melakukan itu, dia hanya melakukan untuk menakuti aku’ Aku melakukannya atau tidak, kau ingin melihatnya? Joo Won tidak akan pernah mengalahkanku. Jika seorang anak menjadi sesat apa kau kira orang tuanya tidak akan menjadi sesat juga demi memenangkan anak itu kembali?

Aku bisa melakukan apa saja, bahkan jika itu berarti menghancurkan-nya. Dalam satu jam itu akan diputuskan. Dia akan tahu penghianatan paling buruk dalam hidupnya hari ini karena kau. Dia harus melepaskan diri dari tangan ibunya.

Ra Im berlutut dan memohon, ia menangis tersedu-sedu, suaranya putus-putus, kumohon tunggu sebentar eomeoni, tunggu sebentar..tunggu sebentar, sambil sesenggukan Ra Im berkata : Aku akan melakukannya..aku akan putus dengannya

Aku akan membiarkan-nya pergi, aku akan lenyap seperti gelembung air aku akan menghilang, jadi jangan melakukan itu, jangan menghancurkan dia. Aku salah, aku benar2 melakukan sesuatu yang salah..

Ibu Joo Won : Aku harus melakukan sesuatu seperti ini agar kau mengerti…
Ra Im menangis, aku minta maaf!
Ibu Joo Won : Benar2 membuat frustrasi! Lalu ia jalan pergi meninggalkan Ra Im yang masih menangis di lantai.

Kim juga hampir menangis, ia memanggil Joo Won dengan sebutan Presiden, tapi Joo Won dengan pasrah minta dia tidak memanggilnya seperti itu karena tidak lama lagi ia akan dipecat dari jabatan ini.
Kim bingung bagaimana Joo won bisa sedemikian keras kepala, bagaimana bisa melepaskan posisi sebagai Presiden demi seorang wanita.

Joo Won justru merasa Ra Im itu istimewa, bagaimana ia bisa menggoncang pria seperti aku sampai ke dasar? Ini benar2 bersejarah.

Kim berkata ia juga akan mengundurkan diri kalau Joo Won dipecat.
Joo won berkata untuk apa? Karena Kim pasti langsung otomatis dipecat. Bukankah Joo Won yang mengangkat Kim?

Kim langsung mewek, Oh..lalu apa yang harus kulakukan? Apa cinta bisa untuk membeli beras? Uang yang melakukannya.
Joo Won dengan serius tanya, Apa kita harus membangun peternakan? Apa kau mau memelihara sapi?
Kim teriak, Presiden!

Joo won : Aku bukan Presiden lagi.
Kim : Kak Joo Won.
Joo Won murka : Apa kau gila?
Dan Kim langsung melarikan diri…

Ra Im pergi ke rumah Joo Won dan masuk ke perpustakaan-nya, Ra Im mengambil buku Alice in Wonderland dan menyelipkan selembar kertas ke dalamnya.

Oska masuk, ternyata kau, Ra Im! Kapan kau datang? Apa kau mencari Joo Won? Ia baru saja pergi.

Ra im berkata ia melihatnya pergi. Oska heran. Ra Im berkata sepertinya sekarang mereka tidak bisa mengadakan fan meeting spesial lagi.
Oska heran, kenapa tidak? tapi ia berpikir mengenai Sutradara Dark Blood itu, wow kau mendapatkan peran ya!

Oska ikut senang, apa kau tahu berapa banyak aku telp dia? Aku mengatakan watashi wa aishiteru sebanyak ratusan kali.
Ra Im senyum, aku sungguh sangat berterima kasih.

Ra Im ada di apartemen dan seseorang datang, ketika dibuka ternyata Joo Won, dengan bunga ditangan.

kadorama-recapsJoo won memberikan gantungan kunci Cheshire Cat (dari berlian, mutiara, emas dan merah delima wow..) untuk Ra im, ia mengikatnya sendiri di bekas tas Ra Im yang putus waktu itu. Joo won berkata ia dengar dari Ah Young kalau boneka kucing itu adalah hadiah dari Ayah Ra Im, Joo Won minta Ra Im membawa gantungan kunci ini di tasnya dan tidak mengikatnya dengan sapu tangan.
Ra Im kaget dan ia sadar kalau waktu ia mengikat tasnya, Joo Won pasti lihat.

Joo won : Aku ini bisa menyentuh hatimu dengan cara yang tidak kau pikirkan.
Joo won selesai mengikat si kucing itu, selesai. Cobalah.

Ra Im menerima tas itu dan menghempaskannya (reaksi Joo won mirip Jong soo waktu tasnya dilempar se-enaknya oleh Ra Won), sudahlah.

Ra Im mengutip kata2 Joo won waktu di club elit itu dan ia berkata kalau tas ini selalu membuatnya ingat akan penghinaan dan rasa malu waktu itu.
Joo won mencoba menjelaskan bukan itu maksudnya..

Ra Im berkata ia selalu merasa sakit ketika melihat Joo won tapi kenapa Joo won tidak sadar, kita tidak perlu ketemu.

Joo Won kaget. Ra Im berkata ia harus segera syuting, ini adalah kesempatan besar untukku. Pria sepertimu yang terlahir beruntung dengan orang tua kaya tidak akan mengerti. Ini momen paling berharga di hidupku dan aku tidak mau memusingkan soal cinta. Jadi jangan meneleponku, ini mengganggu dan melelahkan.

Joo won : Baik, aku tahu kau sedang susah, aku minta maaf aku tidak punya rencana melakukan itu, bagaimana kau bisa bersikap seperti ini, ini tidak lucu, apa kau tahu hari ini aku..(Joo won tidak jadi mengatakan dan sebenarnya Ra Im juga sudah tahu), untuk dapat bersamamu, apa kau tahu apa yang harus kubuang?

Ra Im dengan sadis berkata : Jika kau akan membuang semuanya, kau seharusnya melakukannya lebih cepat, sebelum aku bosan (denganmu). Tolong pergi, Aku tidak mau melihat wajah dari orang di keluargamu.

Joo Won pergi dengan hati luka.
Setelah Joo won pergi, Ra Im melihat gantungan kunci itu dan menangis.

Joo Won mulai minum-minum, lalu dengan panik mencari obatnya diantara rak dan laci kamar mandi, Joo Won mulai minum pil penenang lagi.
Joo won berdiri di jendela lalu tiba-tiba meraih mantelnya dan keluar.

Ra Im pulang dan berkata kau pulang cepat hari ini. Ketika ia membuka pintu, Kim Joo won yang ada di dalam.
Joo won dapat kunci dari Ah Young. Ra Im tidak senang dan minta jika ingin ketemu, ketemu di luar saja.

Joo won minta Ra Im jangan seperti ini, jika kita akan bertengkar sebaiknya seperti : kenapa kau memasak untuk oska, kenapa kau melihat pria itu, sesuatu yang kekanak-kanakan seperti itu…

Ra Im memotongnya dan berkata : kecelakaan yang kau alami 13 th lalu, kecelakaan yang tidak bisa kau ingat, saat itu, setelah menyelamatkanmu, seorang pemadam kebakaran kehilangan nyawanya. Orang itu adalah ayahku.

Mata Joo won membesar, apa?

Ra Im : Kau tidak apa-apa karena tidak ingat, tapi setiap kali aku melihatmu aku tidak bisa berhenti memikirkan ayahku. Sekarang aku tidak bisa memandangmu dengan nyaman, karena jika aku melakukannya, aku merasa bersalah pada ayahku. Karena kau, aku harus hidup selama 13 th tanpa ayahku. Apa kau bisa membayangkan seperti apa waktu itu?

Kau bilang dulu kau akan menjadi Little Mermaid. Aku memintamu, seperti gelembung, menghilang.

Joo Won langsung mencari data mengenai kejadian itu, ia membaca koran lama, mencari berita tentang kecelakaan 13 th lalu.

Joo Won menemukan beritanya :

Seorang pemadam kebakaran, Gil Ik Son, setelah menyelamatkan pewaris dept. store L, meninggal dunia ketika lift, yang terbakar, jatuh dari lantai 3. Pemadam kebakaran itu akhirnya diselamatkan, tapi ia meninggal dunia di RS pada usia 41 th.
Api menyala diantara lantai 2 dan 3, dan menghabiskan waktu satu jam 30 menit untuk dijinakkan. Penyebab kebakaran masih diselidiki.

Setelah Joo won membaca artikel itu, terdengar kembali doa ayah Ra Im.

Ra Im pergi ke rumah abu lagi. Di depan altar ayahnya, Ra Im tanya apa benar ayahnya menyelamatkan Joo won?
Ra Im : Kau bilang kau akan segera pulang, kau bilang padaku jangan makan dulu dan menunggu dan kau tidak pulang, apa karena kau menyelamatkan dia ..kau tidak bisa pulang?

Ra Im menangis, aku minta maaf ayah, karena aku mencintainya, aku benar-benar minta maaf.

Ra im siap-siap akan pergi syuting untuk Dark Blood dan Ah Young tanya apa Ra Im gugup. Ra Im mengaku gugup, ia sampai tidak bisa mengancingkan mantelnya dengan benar.

Ah Young berkata ia mimpi lagi, Joo won dan Ra Im duduk saling berhadapan di meja yang indah dan meminum teh bunga.
Ra Im memotong : Kau yakin bukan arak bunga?

Ah Young kesal, bagaimana ia bisa tahu itu, apa bisa merasakan rasa dalam mimpi. Tapi anehnya tidak cuma kalian berdua, tapi ada satu orang lagi dalam mimpinya. Lalu setelah minum teh, ada kelopak bunga mawar merah yang turun dari langit.

Setelah itu, Ra Im dan tim tiba di lokasi syuting.
Jong Soo mengenalkan Ra Im pada Jackson. Jackson senang dan ia minta Ra Im melakukan dengan bagus.

Jalan sudah ditutup untuk keperluan syuting. Jong soo memberikan petunjuk pada Ra Im.
Dan syuting mulai.

Ra Im harus menyetir mobil menghindari tiga mobil yang mengejarnya, lalu di salah satu pertigaan, Ra im harus berputar (U-turn tajam) dengan cepat. Sutradara masih merasa Ra Im terlalu lambat dan ingin lebih cepat lagi. Maka Ra Im mengulang adegan ini lagi.

Ra Im sudah mengulang sampai beberapa kali, ia akan melakukan lagi. Jong Soo ada di jendela mobil dan memberi semangat pada Ra Im, kali ini aku punya firasat bagus. Ra im mengangguk percaya.

Seorang pengemudi mobil mengeluh karena ada pemblokiran jalan. Petugas dengan sopan menjelaskan kalau mereka sedang syuting, jadi harap berputar. Pria itu seolah mengerti, tapi dengan seenaknya, ia menerobos masuk dan menabrak penghalang jalan. Petugas keamanan panik dan marah, mereka mengejar pria itu.

Ra Im sedang mengambil adegan untuk kesekian kalinya dan ketika ia melakukan putaran di pertigaan, mobilnya ditabrak mobil pria itu dari sebelah kiri, mobil Ra Im terpental keras dan menabrak bahu jalan. Semua syok.

Jong soo teriak-teriak dan lari dengan panik ke arah Ra Im. Sutradara Jackson dan krunya juga lari ke arah yang sama.

Tangan Ra Im berlumuran darah dan terkulai.
Jong soo mendekat dan menemukan Ra Im pingsan dengan darah dimana-mana.

Joo won sedang melihat ke luar jendela sambil membawa buku. Tiba-tiba Sekretaris Kim lari masuk dan teriak memanggil Joo Won, Presiden!

Joo Won menoleh dan tanpa sengaja menyenggol vas bunga isi mawar merah, Joo won tertegun. Kim masuk dengan wajah sangat panik.

Joo Won seperti tahu apa yang terjadi.

Di depan kamar operasi, Ah young histeris dan menangis seperti orang gila, ia ingin masuk ke dalam. Jung Hwan harus menahannya. Ah Young terus menerus menangis sampai serak dan akhirnya terjatuh.

Jong soo duduk diam tanpa gerak dengan pandangan kosong.
Para stunt berdoa dan menangis.

Joo won jalan mendekat bersama Kim.
Terdengar suara dokter, Ra Im dalam keadaan koma, dia mungkin tidak akan pernah sadar. Otaknya mati.

Joo won masih jalan tanpa ekspresi, sementara Kim menangis di belakang Joo Won. Oska dan Seul menyusul di belakang mereka.

Layarnya berubah, menunjukkan kamar Ra Im, terlihat gelap, tidak ada siapapun, hanya kelopak bunga yang berasal dari bunga pemberian Joo won, mulai berguguran satu persatu di depan foto Ra Im.

Suara Joo Won : 15 hari sudah berlalu, dia masih dalam mimpinya seperti biasa. Saat kulihat betapa tenang wajahnya, aku pasti tidak ada dalam mimpinya, sepertinya ia menungguku, sampai aku datang, sepertinya ia sedang menunggu, besok pagi dan besoknya lagi.

Joo won merawat Ra Im, ia mengelap tangan Ra Im, bahkan tidak tidur semalaman, Joo Won hanya berdiri di samping Ra Im sambil melihat jendela. Itu terus berlangsung selama beberapa hari.

Joo won ada di perpustakaan dan ia mencatat lokasi hujan berikutnya : Distrik Gyeonggi-do, Chungbuk. curah hujan : 20-30 mm/jam. Joo Won sudah berniat untuk tukar posisi dengan Ra Im.

Oska masuk, jadi kau disini? Joo Won menutup agendanya. Oska berkata sebenarnya ia bertemu Ra Im disini, sebelum kecelakaan, tapi ia lupa mengatakannya pada Joo won.
Joo Won heran, untuk apa? menemuiku?

Oska berkata ia tidak datang menemuimu, tapi ia mengharapkan kebahagiaanku seolah dia tidak akan pernah menemuiku lagi, membuatku jadi aneh.

Joo won ingin tahu apa yang dilakukan Ra Im persisnya. Oska menunjuk sepertinya Ra Im berdiri sekitar sini melihat ke satu buku.
Joo Won tanya buku apa, tapi Oska tidak benar2 melihatnya.

Setelah Oska pergi, Joo won melihat rak bukunya, dia membuka dua buku tapi tidak menemukan apa-apa, sampai ia menemukan lembaran kertas terselip di buku Alice in Wonderland.

Joo won mengambilnya, itu lembaran terakhir dongeng Little Mermaid vers HC Andersen yang sad ending.

Pisau yang dipegang Little Mermaid tergetar.
Kemudian, dia melemparkan pisau itu ke ombak laut.
Ombak menelan pisau itu. Matahari terbit di atas laut.
Little Mermaid melihat ke arah Pangeran dengan pandangan kabur. (mungkin karena matanya dipenuhi air mata)
dan melemparkan diri ke dalam lautan
Dan, menjadi buih laut, Little Mermaid lenyap.

Joo Won mendekap kertas itu dan ia menangis habis-habisan.

Joo won mulai mempersiapkan rencana kepergian-nya. Ia mengirim bunga untuk ibunya dan berkata kalau ia mencintai ibunya.
Ibunya senang dan minta diambilkan vas bunga yang paling cantik.

Oska menceritakan pengalaman lucu-nya dan Joo Won tertawa terpingkal-pingkal yang mengarah pada berlebihan.
Oska lalu diam dan ia berkata reaksi Joo Won itu berlebihan.

Joo won yang tertawa sampai keluar air mata berkata berlebihan apa, tadi sungguh lucu. Oska berkata Joo won pasti mengasihaninya karena ia sudah tua. Kalau kau mengasihaniku, lakukan dengan uang.
Oska dengan main2 mengulurkan tangan ke arah Joo won.

Joo Won ketawa, lucu sekali. Ia akan memberikan sesuatu untuk Oska, bukan uang tapi sesuatu yang sebanding.
Joo Won memberikan kotak besar pada Oska. Oska awalnya curiga, apa ini akan meledak tidak? Lalu ia kaget, ternyata Joo Won memberikan semua barang2 berharga miliknya yang diinginkan Oska. Oska kaget, kenapa kau memberikan ini padaku?

Joo Won berkata untuk bayar sewa. Oska masih heran, kau dapat masalah ya. Joo Won berkata ya sudah, kalau tidak mau. Tapi Oska menahannya. Jangan, terima kasih Joo Won.

Joo won mengajak Oska foto tapi Oska menolak. Joo Won berkata Oska akan menyesal, tapi Oska menjawab hidupnya memang penuh penyesalan. Oska mengagumi jam tangan berlian yang ia peroleh.

Keduanya minum bersama, Oska sudah tertidur karena mabuk. Joo Won tidur di sofa seberang, ia membuka mata perlahan dan memandang Oska.

Joo Won berkata dalam hati : Hyung, aku tahu selama ini..kalau kau selalu mengalah dengan sengaja. Aku benar-benar…sangat berterima kasih, Hyung.

Jong soo duduk di samping tempat tidur Ra Im, sambil membawa laptop, ia memutar aksi Ra Im di film Damo, dan Jong soo berkata Lihat, ini kau.

Jong soo : Kau sekeren ini. Kau lihat? Kau kuat dan pintar, jadi kau bisa mengalahkan ini.
Joo Won ada di pintu dan ia mendengar kata-kata Jong Soo.

Jong Soo : Cepat bangun Gil Ra Im, siapa yang tidur begini pulas? Apa kau tidak melihat semua rekanmu mencemaskanmu? Bangun, bangunlah, jika kau bangun..aku akan membiarkanmu pergi pada Kim Joo Won. Aku akan tersenyum dan membiarkanmu pergi, jadi bangunlah.
Joo Won tersentuh mendengar ini.

Joo won, duduk di kursinya
Ia menulis surat untuk Ra Im :

“Aku sudah mengatakan padamu sebelumnya. Kau adalah satu-satunya tetangga miskin yang termajinalkan yang menerima surat ditulis oleh tokoh sosial paling terkemuka Kim Joo Won. Surat pertama dan terakhirnya.

Jadi, kau bisa berbangga hati karena ini. Ini adalah sore hari dimana angin terus menggetarkan pepohonan. Aku harap ketika kau membaca surat ini, itu juga akan jadi sore dimana angin menggetarkan pepohonan seperti saat ini. Dengan cara ini, aku ingin kau melihat apa yang kulihat.

Jika kau berdiri di jendela dimana aku berdiri, jika kau berbaring di ranjang dimana aku tidur, jika kau membaca buku yang pernah kubaca, jika dengan cara ini, kita bisa bersama…Jika kita bisa membuat itu terjadi,

Maka biarlah kita menerima itu sebagai kebersamaan. Dengan itu, biarlah kita melihat diri kita seperti pasangan lainnya, dan menjadi bahagia.”

Joo Won terisak-isak saat menulis bagian terakhir surat itu.

Joo Won pergi ke RS, melepaskan jepitan di jari Ra Im, mengangkat tubuh Ra Im dan membawanya pergi.

Keduanya ada di mobil terbuka Joo Won di tepi jalan yang sepi.

Kepala Ra Im bersandar di bahu Joo Won dengan selimut menutup tubuh Ra Im.

Joo Won mulai bicara pada Ra Im, awalnya tenang lalu mulai menangis lagi, jangan mencintai orang lain, pikirkan aku saja dan hiduplah sendirian. Jangan terlalu akrab dengan Choi Woo Young, nanti aku cemburu.

Sepertinya ini permintaan egois, tapi ini dibuat oleh pemimpin sosial terkemuka, jadi hargailah itu. Gil Ra Im yang selalu mengesankan di masa depan, kau juga harus mengesankan.

Joo Won mencium dahi Ra Im, aku akan sangat merindukanmu. Aku mencintaimu..aku mencintaimu.. Joo Won terisak-isak..
Di kejauhan terlihat badai dengan kilat menyambar serta awan hitam.

Joo won menyetir mobilnya ke arah hujan badai itu……

Sinopsis Drama “Secret Garden” Eps. 16

Secret Garden episode 16

 

Joo Won dengan lemah : Buka pintu! cepat dan buka pintu! Buka pintu sialan ini!

(Tuhan, saat aku dipanggil untuk melaksanakan tugasku,)
(Meskipun dalam lautan api neraka, berikan padaku kekuatan untuk menyelamatkan satu jiwa.)
(Tuhan, Aku ketakutan seperti sebelumnya, dan aku berdoa untuk hujan.)

Joo Won susah payah berusaha menelepon Ra Im. Ra Im menangis dan berseru memanggil Joo Won, halo? Kim Joo Won! halo?
Joo Won : Aku…bilang padamu jangan naik lift…
Lalu ia pingsan.

Ra Im panik, halo? Kim Joo Won! Kim Joo Won! jawab aku! Kumohon jawablah aku!

(Saat nyawa berharga itu ada di ujung tanduk,)
(Kumohon persiapkan aku.)
(Tuhan, jika aku kehilangan nyawaku sesuai kehendakMu,)
(Aku berdoa dengan kemurahanMu,)
(Kau akan menjaga istri dan keluargaku.)

Ra im menangis ketakutan : Kim Joo Won!

Ra Im menelepon Ah Young dan dengan panik berkata : Ah Young! Lift…dalam lift…
Ah young masih bingung, apa ini Ra Im, kenapa nomornya..(nomor JW)
Ra Im : Cepat, Ah Young..cepat..Joo Won terperangkap dalam lift!

Ah Young bingung, President tidak pernah naik lift!

Ra Im meyakinkan Ah Young dan sekarang Joo Won terperangkap disana! Telp Sekretaris Kim dan katakan padanya! cepat!!
Ra Im juga sempat telp 119 dan lapor ada orang terjebak dalam lift di LOEL Dept Store dan orang itu menderita claustrophobia.
Ra Im : Kumohon selamatkan dia! Kau harus menyelamatkan orang itu! Kumohon!

Ra Im memanggil taksi dan memohon untuk diantar ke LOEL Dept store secepat mungkin. Di dalam taksi, Ra im terus menerus menyalahkan dirinya sendiri.

Ra Im : Apa yang harus kulakukan..? Ini semua salahku..Paman, apa kau bisa lebih cepat lagi? Kumohon pergilah secepat mungkin..!

Sekretaris Kim panik. Saat pintu lift sedikit terbuka, Kim sudah histeris dan berusaha masuk bersama dengan tim penolong. Ia tidak berhenti teriak, President, buka matamu, bangunlah, cepat dan buka ini, kenapa dengan President? cepat dan masuk!

Kim berusaha membuka pintu lift yang macet diantara dua lantai, Joo Won terbaring tidak berdaya di lantai lift, ia hanya bisa mengangkat tangan sebentar lalu pingsan.

Akhirnya Joo Won berhasil dikeluarkan dan ia langsung dilarikan ke RS. Kim menangis di sisi Joo Won dan minta Joo Won bangun.
Ra Im tiba dan melihat ambulance itu, ia segera minta sopir taksi mengikuti ambulance itu.

Jung Hwan lapor pada Jong Soo kalau Sutradara Dark Blood, Leon Jackson menanyakan kenapa Ra Im tidak audisi. (dengan kata lain, Sutradara Dark Blood itu memang suka dengan aksi Ra Im). Jung Hwan tidak mengerti kenapa Ra Im seperti ini, bahkan ia tidak bisa menghubungi ponselnya, bukankah ini gila? Bagaimana ia bisa meninggalkan audisi seperti ini?

Jong Soo hanya ngomel, Ra Im…bukan Ra Im.

Di RS, Tuan Park mondar mandir dengan ketakutan, apa yang terjadi pada President. Asisten-nya berkata masih belum jelas.
Park merasa bersalah, ia tidak bermaksud melakukan itu, ia hanya ingin tahu.
Asisten-nya mengajak Park pergi.

Kim duduk dengan lemas di depan kamar Joo Won. Ra Im bergegas menemuinya. Sekretaris Kim!
Kim mendongak dan langsung berdiri, Nona Ra Im!
Ra Im : Apa yang terjadi? Apa dia…baik-baik saja?

Kim bingung, aku tidak tahu..kenapa dia menggunakan lift.

Dokter Lee Ji Hyun keluar dari kamar Joo won. Kim langsung menanyakan Joo Won, apa President baik-baik saja? Apa dia sudah sadar?

Ji Hyun menyampaikan pesan Joo Won pada Kim, Joo Won minta Kim menulis artikel resmi yang menyatakan kalau Joo Won pingsan karena kelelahan.

Ji Hyun : Karena dia masih sangat mencemaskan media lebih dulu, berarti dia masih hidup dan baik-baik saja, iya kan?

Lalu Ji Hyun mengenali Ra Im dan berkata : Lama tidak berjumpa.
Ra Im kaget : Kau mengenal aku?
Soalnya Ra Im memang tidak pernah menemui Ji Hyun saat ia sebagai Ra Im asli. Tapi Ra Im tahu siapa Ji Hyun sekarang, karena ia sudah ketemu Ji Hyun waktu ada di badan Joo Won.

Ji Hyun mengira Ra Im ingin merahasiakan pertemuan mereka waktu itu. Ji Hyun mengerti dan ia akan merahasiakannya. Kau seharusnya masuk ke dalam.

Ada tanda : Perlu ketenangan di dekat tempat tidur Joo Won.

Ra Im masuk perlahan ke dalam kamar Joo Won. Ra Im menanyakan apa Joo Won baik-baik saja. Joo Won tiduran dan langsung duduk ketika melihat Ra Im.

Joo Won marah, Apa yang kau lakukan dalam lift? Apa kau pernah mendengarkan aku? Aku bilang padamu aku tidak bisa naik lift!

Ra Im menangis, aku minta maaf…aku benar-benar minta maaf…
Ra Im : Aku hanya ingin menunjukkan kalau kau bisa naik lift..aku tidak pernah membayangkan kalau liftnya macet. Aku benar2 minta maaf…

Joo Won menghela nafas dan melunak, mendekatlah…
Ra Im mendekat dan Joo Won memeluk pinggangnya.

Joo Won : Aku pikir aku tidak akan pernah melihatmu lagi!

Ra Im menangis : Aku juga berpikir aku tidak akan pernah melihatmu lagi…Kalau kau tidak akan bertahan.
Joo Won : Maafkan aku, jangan menangis. Bagaimana audisinya, apa kau sukses?

Ra Im menunduk dan tidak menjawab. Joo Won heran, kenapa? tidak..kau tidak melakukannya?
Ra Im berkata bagaimana ia bisa berpikir mengikuti audisi.

Joo Won tidak percaya, apa? Jadi kau tidak pergi audisi dan datang kesini? Apa kau ini sudah gila?

Joo Won langsung mencabut jarum infusnya. Kau bilang ini adalah impian lamamu untuk melakukan audisi!
Ra im panik, apa yang kau lakukan? Kau seharusnya ada dalam keadaan tenang.

Joo Won : Tutup mulut dan berbaliklah. Aku mau ganti baju.

Joo Won dan Ra Im tiba di lokasi audisi Dark Blood, tapi sayang audisinya sudah selesai dan tempat itu sepi hanya beberapa petugas yang beres-beres.
Kelihatan sekali kalau Ra Im sangat kecewa.

Oska sudah kembali popularitasnya, karena dia terbukti tidak terlibat dengan plagiarisme itu. Semua media dan wartawan mengerumuninya dan beberapa tanya mengenai skandalnya dengan Chae ri.

Oska berkata semua melihat TV dan popularitasnya mempengaruhi setiap orang yang terlibat dalam skandal, dan itulah mengapa aku sangat berterima kasih pada Chae Ri karena membantuku. Lalu Oska mengakhiri interviewnya.

Seul melihat itu dari mobilnya dengan wajah senang.

Seul kembali ke kantornya dan Oska disana, duduk sambil makan tahu. (Buang sial ala Korea haha..)
Oska tanya apa Seul mencemaskannya. Seul bersikap dingin dan tidak mengakuinya. Seul hanya minta Oska mengatakan apa yang ingin ia katakan karena Seul sibuk.

Oska ingin berbagi kebahagiaan ini dengan Seul. Tapi Seul berkata kenapa tidak membaginya dengan Chae Ri. Seul bahkan berkata akan ke LOEL.
Oska langsung kaget, apa Seul masih ingin menikah dengan Joo Won?
Seul : Kenapa tidak, dia menarik.

Oska tidak suka ini dan ia ingin ikut, lagipula ia ingin beli tas (sesuai janji) untuk Chae Ri dan minta Seul membantu memilihnya.
Seul jelas menolak, apa-apaan memilih tas untuk wanita lain. Oska tersenyum, ia jadi ingat masa lalunya dengan Seul.

Seul : Siapa yang ingin kembali ke masa itu? siapa yang bilang aku bisa kembali ke masa saat kau menyakitiku? kenapa kau memaafkan dirimu dengan begitu mudah?
Seul jalan masuk ke ruangan-nya dan menangis. Oska melihatnya.

Ra Im dan Joo Won kembali ke apartemen Ra Im. Wajah Ra Im sedih. Joo Won memeluknya, jangan menunjukkan wajah sedih seperti itu. Aku akan pastikan kalau kau bisa mengikuti audisi.

Ra im mengangkat mukanya dan melihat Joo Won seperti anak kecil, bagaimana caranya?

Joo Won : Aku ini adalah orang dengan banyak bakat

Ra im menangis.
Joo Won : Jangan menangis. Kumohon percayalah padaku. Aku akan membuat keajaiban terjadi. Jangan menangis.

Tapi Ra im terus saja menangis. Joo Won minta Ra Im berhenti menangis, lalu memeluk Ra Im lagi.

Joo Won keluar dari apartemen Ra Im dan Jong soo ada di mobil menunggu di depan apartemen.
Ia keluar dari mobil dan menemui Joo won, Jong Soo mengira Joo Won masih Ra Im.

Jong Soo tanya mengapa tidak audisi. Orang itu (JW) berkata akan membantu tapi ia tidak melakukannya?
Joo won : Pria itu punya sesuatu untuk dikerjakan.
Jong Soo : pekerjaan apa? dimana dia sekarang?
Joo Won : Disini.
Jong Soo : Apa?

Joo Won : Kami kembali..kami kehujanan dan kembali ke normal.
Jong Soo : Jadi kau Kim Joo Won?
Joo Won : Apa kau senang sekali bertemu denganku?

Jong soo berkata ya, senang bertemu denganmu..Apa kau punya asuransi kesehatan, tuntut saja sekolah aksiku.
Joo Won heran, apa? Tapi belum selesai Jong Soo sudah memukul wajah Joo Won.

Joo Won memegang pipi kirinya dan berkata pukulan yang bagus.
Jong Soo : Tidak sebanding dengan semua yang kau lakukan.

Joo Won : Aku tahu, kita impas sekarang. Bersyukurlah karena kita adalah tetangga yang baik dan bersama-sama menyongsong tahun baru. Atau kalau tidak aku akan bicara dengan Pengacaraku.
Jong Soo : Tutup mulut, sebelum aku memukulimu sampai mati.

Joo Won menahan Jong Soo dan minta agar Ra Im bisa audisi lagi. Jong soo berkata bagaimana mungkin, audisinya sudah berakhir.
Joo Won ingin bertemu dengan sutradara Hollywood itu.
Jong Soo : Bagaimana kau bisa bertemu seseorang yang baru saja pergi ke Jepang?
Joo Won : Dia pergi ke Jepang?

Joo Won menemui OSka, aku perlu bantuanmu.
Oska kaget, tunggu..siapa kau? Ra Im? Tapi dari cara bicaramu yang kasar kau seperti Kim Joo Won.
Joo won : Ini aku, tadi hujan..
Oska : Apa aku ini BMG?

Joo Won minta tolong pada Oska, bukankah kau bintang Hallyu, kau pasti punya banyak koneksi. Gil Ra Im seharusnya audisi hari ini, tapi karena aku ia tidak bisa ikut audisi.
Joo Won berkata Sutradara Hollywood itu pergi ke Jepang.

Joo Won minta tolong pada Oska untuk mencari tahu dimana dan no telp Sutradara hollywood itu.
Oska minta upah. Joo Won tanya, kau mau apa? Oska menginginkan Gil Ra Im.
Joo won pura2 akan memukul Oska, mati kau.

Oska minta Joo Won meninggalkan rumahnya, tapi Joo Won tidak punya tempat yang dituju, ia sudah diusir ibunya. Oska berkata pergi ke hotel saja atau kemana.
Joo Won berkata setelah pesta itu, orang sudah bertaruh kalau aku pasti akan diusir.

Oska : Siapa suruh kau mencium di depan umum.
Joo Won mengangkat bahu, itu tidak bisa dikendalikan, itu adalah saat yang sudah lama kunantikan, jadi tolong bantu aku.

Oska mengambil telp sambil ngomel, dia sudah gila karena Gil Ra Im.
Lalu ia bicara dengan seseorang dalam bahasa Jepang. Tolong sambungkan aku dengan perwakilan dari TV Yamato. Aku Oska dari Korea. Ya, Ya, terima kasih terima kasih. Aku mencintaimu juga..

Ra Im di kamarnya dan ia membaca skenario Dark Blood sambil menangis karena gagal audisi.

Oska masih telp lagi dalam bahasa Jepang. Halo, Ini Oska. Sutradara Leon Jackson ada di Jepang sekarang, iya kan? Ya, Tuan CEO. Apa kabar? Aku Oska. Wakil dari TV Yamato menghubungkan aku..Ah, mereka sudah mengontakmu? Ya, aku bisa mencatatnya.

Tidak lama kemudian Oska memberikan no. ponsel Leon Jackson pada Joo Won dan juga no. telp hotel tempatnya menginap.
Joo won sangat berterima kasih.

Joo Won mencoba telp ke ponsel Leon Jackson, tapi yang terdengar adalah : The number you have called is currently unavailable. Please leave a message after the tone.

Joo Won kesal, lalu mencoba lagi dan hasilnya sama. Akhirnya Joo Won meninggalkan pesan, dalam bhs Inggris.

Joo Won : This is Joo Won Kim from Korea. I’m calling to confirm whether Mr. Jackson has received the message that I’d like to speak with him. I’m using my precious time to leave you a message for the 13th time already. (sudah 13 kali dia hehe..)

Tapi belum juga ada jawaban dan ketika ditelp selalu masuk mail box. Joo Won sebal, apa dia satu2nya orang yang sibuk? Dia kan tidak mengendalikan seluruh dunia. Apa nomornya salah…?

Lalu ada telp masuk, ternyata Leon Jackson sendiri, ia telp ke ponsel Joo Won.
Leon : You called me more than fifty times (astaga..hahaha) Who are you?

Dan Joo Won berkata kita kenalan nanti saja kalau ketemu tapi alasan aku telp adalah karena kau sudah kehilangan kesempatan untuk melihat satu dari aktor yang terhebat. Aku ingin kau melihatnya beraksi.
Joo Won terus membujuk Leon, tapi Leon berkata kalau ia tidak bisa kembali ke Korea hanya untuk satu orang. Ia akan ke Hong Kong setelah dari Jepang.

Joo Won membujuk Leon untuk belok ke Korea sebelum ke HK.
Leon : Are you kidding? I don’t have time. And besides, there are no flights.

Apa itu masalah bagi Kim Joo Won? tentu tidak …, Joo Won dengan senang hati akan mengirimkan jet pribadi ke Haneda saat itu juga wow..
Leon sampai kaget, kau serius?
Joo Won hanya berkata sampai ketemu di Korea.

Joo won akhirnya bertemu Leon dan Leon berkata ia tidak ingin melihat no. telp Joo Won di ponselnya lagi hehe ..
Joo won berkata semua ini demi film Leon juga dan Joo Won mengajak Leon melihat aksi Ra Im.

Leon hanya punya waktu 10 menit dan Joo Won berkata ia hanya butuh 5 menit saja. Joo Won mengajak Leon melihat aksi Ra Im.
Ra im berusaha menunjukkan performa terbaiknya dalam film ini, tapi ia tidak sadar kalau Leon Jackson melihatnya. Setelah itu Leon langsung pergi, aku sudah cukup melihat. Ini sudah 5 menit.

Joo Won mengantar Leon pergi ia berharap ia tidak membuang waktu Leon.
Leon : Kau seharusnya memikirkan-nya lebih dulu sebelum membawaku ke sini.
Leon dan rombongan pergi.

Joo Won tidak mengatakan kalau ia membawa Leon kesini, ia hanya melihat Ra Im dan ketika akhirnya Ra Im berdiri di depan-nya, Joo won membuka percakapan seperti saat pertama kali bertemu dengan Ra im di lokasi syuting.
Joo Won : Kau tahu Choi Woo Young. Bukan, Oska, benar?
Ra Im : Oska?
Joo Won : Kau tidak kenal dia?
Ra Im : Bagaimana jika aku kenal?

Joo Won : Ayo pergi, sepupunya ingin bertemu denganmu.

Ra Im : Aku? apa kau yakin ia ingin bertemu dengan stuntwoman Gil Ra Im, dan bukan tokoh utamanya? Apa kau pikir ia tidak sedikit gila? seleranya unik.

Percakapan mereka terputus dengan seruan sekretaris Kim yang membagikan makan siang untuk semua kru.
Ra im terlihat kaget, Joo Won tanya, apa? Kau mau memarahiku lagi karena mentraktir makan siang? Itu bukan makan siang biasa. Itu kenangan kita.

Aku tidak mengatakan apapun kata Ra Im. Terima kasih.
Joo Won berkata ia melakukannya agar Ra Im berterima kasih padanya dan tunggu dulu..aku akan bicara dengan Pria disana itu.
Ra Im kaget, bicara dengan Sutradara? Kau mau omong apa?

Joo Won : Aku ingin mengatakan padanya lebih dulu..kalau bagiku Gil Ra Im adalah Jeon Do Yeon dan Kim Tae Hee.

Ra Im mendelik dan ia merasa malu, Kau gila..tapi mengapa kau kesini?

Joo Won : Karena kau disini. Tidak ada cara lain, yang lebih rindu yang harus datang, iya kan?
Ra Im tersenyum.

Joo Won memanggil Kim, Kim Sung Oh! (jadi nama asli dan nama di drama sama ya hahaha …) dan jalan pergi. Joo won berkata, OK, sekarang, kita pergi dan menghancurkan hidup mereka yang menghentikan lift.

Joo Won bertemu GM Park dan tanya apa lift yang macet itu benar-benar kecelakaan. Staf lain berkata iya. Joo Won berkata ia akan memeriksa rekaman CCTV.

GM Park meminta semua keluar dulu. Lalu ia menyerahkan surat pengunduran diri. Aku akan bertanggung jawab dan tidak akan pernah kembali.
Joo won : Dengan bertanggung jawab, apa berarti itu bukan kecelakaan, tapi perbuatanmu?
Park : Ya
Joo Won : Mengapa?
Park : Aku hanya ingin konfirmasi. Untuk melihat apa kau benar2 masuk ke dalam lift atau tidak.

Joo Won : Kau tahu tentang..kondisiku?
Park : Ya.
Joo Won : Jadi setelah memastikan kondisiku, apa yang kau rencanakan?
Park : Bukankah itu sudah jelas?
Joo Won : Kenapa kau jadi jujur padaku?

GM Park : Menjadi pengangguran jauh lebih baik dari pada menjadi pembunuh. Aku senang..kau selamat.
Joo Won : GM Park. Kau sudah membuat keputusan tepat. Tanpa memperpanjang lagi..kau dipecat. Terima kasih untuk semua kerjamu. Keluar.

Jung Hwan merawat lengan Jong soo yang terluka. Ra Im terus tanya apa Jong Soo pergi ke RS atau tidak. Jung Hwan dan Jong soo saling bercanda karena sekarang Jung Hwan adalah Direkturnya.

Ra Im meletakkan skenario Dark Blood di lokernya, ia pasrah karena tidak bisa ikut audisi.
Lalu terdengar narasi dari Ayah Ra Im.

Benar, Ra Im
Jangan melihat itu.
Itu bukan sesuatu yang seharusnya kau lakukan.
Putriku, tidak apa-apa sekarang.
Akhirnya, ayahmu bisa santai sekarang.

Seul sedang latihan yoga. Oska datang dengan membawa karton. Oska minta Seul memaafkan pria yang terlalu cepat memaafkan dirinya sendiri.

Oska tanya apa Seul benar tidak suka kenari. Lalu ia pergi sambil berkata kalau Seul adalah yang paling cantik di ruangan ini dan dia yang kedua. Haha
Oska pergi sambil senyum dan semua wanita di kelas yoga itu seperti iri dengan Seul.

Tae Sun dan Oska bertemu. Oska heran sebenarnya apa yang dipikirkan Tae sun, ia dengar Tae Sun juga tidak tandatangan kontrak dengan Seul. Kalau begitu, ikat kontrak denganku, aku pastikan kau akan menghasilkan banyak uang.

Tae sun tidak mau. Ia heran kenapa Oska terus saja mendesaknya, apa Oska menyukai Tae sun.
Oska berkata tentu ia menyukai Tae sun. Tae sun berkata ia menyukai pria.

Oska : Siapa yang akan menghentikanmu? terus saja menyukai mereka. Aku tetap menyukai para gadis. Jika kau seperti ini terus, kenapa kau membantuku? sejak kau membantuku, ada persahabatan kuat diantara kita. Jika sudah seperti ini, kupikir kita ini sejalan.

Tae sun masih keras kepala dan menolaknya. Oska kesal, dan tanya lalu Tae sun mau apa.

Tae sun berkata akan pergi meninggalkan Korea.
Oska merampas ponsel Tae Sun, anak ini selalu mengancam akan meninggalkan Korea…ikut Wamil saja belum..Pikirkan ini dan temui aku. Ini Jaminan-nya.

Oska tetap akan menunggu Tae sun memberikan jawaban yang memuaskan-nya. Lalu ia pergi.
Tae Sun tersenyum setelah Oska pergi.

Oska pulang, ia melempar ponsel Tae sung di sofa tapi mengambilnya lagi dan mendengarkan lagu dengan judul Oska lalu senyum.
Seorang staf datang dan berkata ada tamu, ternyata Ra Im. Ra im ingin mengambil tas-tasnya dari rumah Oska.

Ra im minta Oska tanda tangan kalender baru th 2011 untuk menggantikan kalender yang dirusak Joo Won.
Ra im tanya apa Joo Won masih tinggal di rumah Oska. Apa dia tidak bisa kembali ke rumah?

Oska menjelaskan kalau bibinya tidak pernah menarik kembali kata-katanya, jika dia berkeras dan Joo won juga tidak mengalah maka ini akan semakin serius.
Oska : Aku sudah mendapat banyak telp dari bibi untuk mengusir Joo Won keluar, ini menyebalkan.

Ra Im : Aku ingin tahu sesuatu, kenapa kau selalu sengaja mengalah pada Kim Joo Won?

Oska terkejut tapi ia terlihat senang, Uh? bagaimana kau tahu kalau aku membiarkan-nya menang? Semua orang selalu berpikir kalau dia selalu mendapatkan yang terbaik dibandingkan aku.

Ra Im : Itu karena meskipun kau kalah, wajahmu tampak bahagia.

Oska kagum, semakin aku mengenal Nona Gil Ra Im, aku semakin terkesan denganmu…Jagalah Joo Won kami baik-baik. Alasan kenapa aku selalu mengalah adalah ketika Joo won berusia 21 th, dia mengalami sesuatu yang tidak seharusnya terjadi.

Dia mengalami sesuatu yang berat dan seperti depresi. Sulit bagiku melihatnya, dia sama sekali tidak berbicara. Sejak itu, aku sengaja bertengkar dengannya, mengganggunya, dan membuatnya kesal. Paling tidak, dia jadi marah.

Ra im tanya apa yang terjadi. Oska hanya minta Ra Im tanya sendiri pada Joo Won, kalau ia ingat. Karena Joo won tidak ingat apa yang terjadi, karena sistem bawah sadar Joo won sengaja melupakan itu untuk melindungi dirinya.

Ra Im meninggalkan rumah Oska dan bertemu Joo won yang baru saja pulang.
Joo won keluar dari mobil dan berkata seharusnya Ra Im bilang kalau mau ke sini, karena ia baru saja dari rumah Ra Im.

Karena Ra Im diam saja, Joo Won tanya kenapa? Apa kakak mengolok-olokku lagi?
Ra Im : Oppa kita bukan orang seperti itu. Aku datang mengambil barang-barang.

Joo won : Oppa apa, apa kau menerima telp dari satu tempat?
Ra Im : Telp apa?
Joo Won : Ucapan selamat atau apa, kau tidak dapat telp seperti itu? (tentang Dark Blood)
Ra Im : Apa maksudmu?
Joo Won ; Bukan apa-apa, berikan padaku, kau mau ke rumah kan? Kita berhenti untuk minum teh ya.

Ra Im menjawab dengan gaya, aku baru saja minum teh dengan oppa.
Joo Won mendesis, aku sedang mengajakmu kencan sekarang ini.
Ra Im : Kau baru saja ditolak.
Joo Won : Apa? mengapa?

Ra Im : Agar kau bisa terganggu sepanjang hari.
Joo Won terpana, wow…Dari mana kau belajar sesuatu seperti ini?

Sampai di apartemen Ra Im, Joo Won membawa koper Ra Im dan langsung masuk ke dalam tanpa diundang. Kenapa kau ikut masuk?
Joo Won menjawab, apa dia cuma mengantar saja dan pergi, apa karena dia sekarang diusir maka Ra Im tidak mau memeluknya dan mengabaikan-nya di luar seperti ini?

Ra Im berkata Joo won sudah mendapatkan rumah oppa-nya (rumah Oska, maksudnya ada tempat berteduh gitu…)
Joo won langsung menarik tangan Ra Im dan memintanya duduk. Dengar baik-baik, mulai sekarang jangan menyebut Kak Woo Young dengan sebutan oppa-ku. Mulai hari ini, oppa-mu adalah aku.

Joo Won : Nanti, jika kau memanggilnya oppa lagi, aku akan menganggapnya selingkuh. Aku benci orang-orang yang berkencan dan tidak saling melarang dan percaya saja. Mengerti?

Buka matamu, kau melakukan sesuatu yang aneh dan mencuri hatiku, kau membuatku minum minuman keras aneh dan mencuri tubuhku, muncul di pesta dan mencuri bibirku. Kenapa kau melotot padaku.

Ra Im : Bagaimana kau bisa melebih-lebihkan seperti itu?
Joo Won : Kau seharusnya bersyukur aku punya bakat seperti itu, karena jika tidak, kau tidak mungkin tampak begitu menarik seperti ini bagiku.

Ra im melingkari tgl 8 Jan di kalender Oska barunya dan berkata sebelum kau kulaporkan karena menerobos masuk, kau sebaiknya pergi.
Joo won malah merampas kalender itu dan berkata, ah ..kau punya yang lain ya?

Ra Im jadi teringat sesuatu, lalu ia mengambil kalender Oska dari meja dan menunjukkan hasil karya Joo won pada mata Oska, Ini perbuatanmu, kan? Kau yang melakukan ini, iya kan?

Joo won : Tidak benar, tanganmu melihat segalanya, setetes demi setetes keringat.
Ra Im : Kau benar2 ingin aku menyingkirkan tulangmu satu demi satu?

Ra Im berusaha merebut kalender itu dari tangan Joo Won. Joo Won menjauhkan kalender itu, tidak.
Joo Won tanya, tgl 8 Jan, hari apa itu?
Ra Im : Bukan urusanmu. Berikan padaku.

(Tgl. 8 Jan 2011 Masehi sama dengan tgl 5 Des 2010 penanggalan Bulan. Itu peringatan kematian ayah Ra Im. Jong soo berkata tgl 5 Des secara penanggalan bulan. Tgl 1 Jan Kalender Bulan akan jatuh tgl. 3 Feb 2011 nanti.)

Joo Won melempar kalender itu ke arah bantal. Ra Im mengikutinya, dan otomatis, membuat Ra Im terbaring di tempat tidur, Joo won mengikutinya.

Ra Im berusaha bangun, Joo won menarik lengan Ra Im dan mendorongnya kembali ke tempat tidur. Ra Im menjerit, apa kau gila? Ah Young bisa masuk kapan saja.. Ra Im ingin bangun dan Joo Won menariknya lagi, membuat Ra Im teriak lagi.
Joo Won : Dept store kami tidak akan se-sepi itu.
Ra Im : Kau ini..

Joo Won : Omong2 Nona Gil Ra Im punya mata yang cantik. Bagian mana (dari wajah) yang kira-kira akan cantik besok pagi, apa aku harus menebak?

Ra Im diam dan memandang Joo Won, aku juga tahu itu. Tiba-tiba, Ra Im maju dan mengecup bibir Joo Won ha! Joo Won sedikit kaget, ia tidak menyangka
Ra Im : Aku membayar sekaligus semua pelukan yang jadi hutangku padamu.

Joo Won mengalihkan pandangannya dan menghembuskan nafas keras-keras, aku tidak bisa seperti ini (terus). Nona Ah Young…lalu melihat lagi ke arah Ra Im, harus kerja lembur malam ini.

Ra Im melotot, hei!

Ibu Joo Won mendapat laporan kalau Joo Won ada di kediaman Ra Im sekarang, tapi Joo won tinggal di rumah Oska.

Staf wanita berkata kalau Ra Im pergi dengan membawa tasnya hari ini. Ibu Joo won mendengar kalau Joo won mengikuti Ra Im pulang.
Asisten Kang merasa Joo Won benar2 mencintai Ra Im. Dan Ibu Joo won memarahinya, apa Joo Won membayarmu?

Asisten-nya tanya apa Ibu Joo won akan pergi ke tempat itu.
Ibu Joo Won : Aku harus pergi ke sana.

Ibu Oska masuk dan menunjukkan artikel yang mengatakan gosip tentang hubungan Oska dan Seul.

Ibu Oska tidak mengerti, siapa gadis ini sebenarnya. Dia kencan dengan Joo Won tapi terlibat skandal dengan Woo Young. Siapa yang akan dinikahinya?
Ibu Joo won justru menuduh kakaknya mencuri calon menantunya. Ia menuduh Oska merayu Seul dan merebutnya dari Joo won.

Oska menemui Seul dan menunjukkan artikel itu, Seul tanya apa Oska menyangkalnya? Kau harus mengatakan kalau itu tidak benar. Biarkan ponselmu menyala dan jawab semuanya, katakan itu tidak benar.

Oska justru ingat lagi, dulu ia sering minta Seul melakukan itu semua, menyangkal semua di depan media. Ini menyakiti hati Seul.
Seul tidak mengakuinya, aku sibuk, pergi sekarang.
Seul menerima telp lagi dan ia berkata bahwa semua yang di artikel itu tidak benar.

Oska justru memeluk Seul di depan banyak orang, membuat semua mengambil foto keduanya.

Joo won ingat apa yang dikatakan Ra Im tentang kematian ayahnya dan bagaimana ayahnya meninggal ketika Ra Im masih usia 17 th. Joo Won melihat ke kalender.
Oska masuk dan Joo won ingin bicara.

Joo Won mengatakan semua fakta tentang ayah Ra Im, dan Joo Won berkata kalau tgl saat ia kecelakaan itu sama dengan kematian Ayah Ra Im.

Oska : Mungkin kau salah, kau tidak ingat apapun tentang kecelakaan itu.
Joo Won : Meskipun aku tidak ingat, ada catatan-nya. Tadi aku melihat catatan kesehatanku dan mungkin aku bisa ingat sesuatu, hari saat aku kecelakaan mobil dan ada di RS sama dengan hari kematian ayah Ra Im.

Ini benar2 kebetulan yang aneh, iya kan?

Oska : Bukankah itu kebetulan biasa?

Joo Won : Mungkin saja, tapi beberapa hari lalu, aku terjebak dalam lift. Aku jadi ingat sesuatu.

Oska kaget, kau terjebak dalam lift?

Joo Won : Hyung, kecelakaan yang tidak bisa kuingat…kecelakaan yang kalian katakan sebagai kecelakaan mobil adalah kecelakaan dalam lift, iya kan? Tapi kenapa kau dan semuanya berbohong dan mengatakan itu kecelakaan mobil?
Oska diam saja.

Joo Won tidak terima dan ia pergi menemui Ji Hyun.
Ji Hyun : Kau ini bicara apa? itu bukan kecelakaan mobil?
Joo Won : Jangan pura2 tidak tahu.

Joo won mendesak Ji hyun untuk mengatakan yang sebenarnya. Ji Hyun berkata mereka berbohong demi melindungi Joo Won, karena sebenarnya mereka tidak tahu apa yang terjadi. Mereka hanya mendengar tentang kecelakaan saat Joo won dibawa ke RS.
Ji Hyun : Kenapa kau ingin mengingatnya? semua orang menjalani hidup dengan melupakan sesuatu setiap hari.

Joo Won : Aku bisa berpikir seperti itu tapi aku merasa…aku kehilangan sesuatu yang berharga.
Ji Hyun : Sesuatu yang berharga?
Joo Won : Aku tidak tahu apa persisnya, hanya itulah yang kurasakan.

Ra Im dan Ah Young belanja bersama. Keduanya membicarakan penyakit Joo Won. Ah young merasa Joo won pasti menderita sakit parah.
Tapi Ra Im tidak setuju.

Ah young : jangan seperti itu dan pikirkan lagi, dia bisa saja menyembunyikan-nya darimu, jika bukan sakit parah, kenapa seorang anak muda bisa pingsan di dalam lift.
Ra Im berkata bukankah seperti kata artikel, kelelahan dan kena flu.

Ah young justru mengira usia Joo Won tinggal 3 bulan lagi seperti gosip yang beredar selama ini. Ra Im mengambil mantel pria, bagaimana dengan ini? kelihatan-nya hangat.
Ah young : Kenapa? Agar kau bisa memberi hadiah untuk President? benar tentang 3 bulan itu…

Ra Im teriak : Ya! kita kesini mencari hadiah untuk Sekretaris Kim, kau sudah menerima sepatu itu.
Lalu Ra Im berkata ia harus pergi. Ah young ingin ikut tapi Ra Im berkata sudah, ia ingin pergi sendiri.

Ah Young berkata sendiri, kenapa aku tidak melihatnya dalam mimpiku akhir-akhir ini. (Maksud Ah Young, Ayah Ra Im)

Ra Im sampai di rumah abu ayahnya dan Ibu Joo Won sudah ada di sana, ia meletakkan bunga di depan altar Ayah Ra im.
Ibu Joo won menoleh, kenapa aku harus melihat itu di tempat seperti ini? Sangat menjengkelkan.

Ra Im juga membawa bunga dan ia tertegun melihat Ibu Joo won meletakkan bunga di depan altar ayahnya. Ra Im maju dan membungkuk, Halo.

Ibu Joo won : Apa kau ingin membuatku jengkel? Apa kau pikir aku akan baik kalau kau didekatku?

Ra Im berkata dengan sopan, maaf, kenapa kau meletakkan bunga disana?
Ibu Joo won : Apa kau senang melihatku diluar? ini bukan urusanmu! Mengapa kau ingin tahu tentang itu?

Ra Im : Aku ingin tahu apa kau datang untuk menemui ayahku.

Ibu Joo won kaget : Apa?
Ra Im : Orang ini, Gil Ik Sun, adalah ayahku.

Ibu Joo Won syok, ia mencengkeram mantel bulunya : a..apa?
Lalu ia teringat kembali kata-kata Ra Im saat ada di rumahnya, ketika Ra Im marah karena Ibu Joo Won menghina ayahnya. Bagaimana ini bisa terjadi?

Joo Won menggambar boneka kucing milik Ra Im dan ingin ahli perhiasan membuat gantungan kunci untuk tas tangan dengan desain kucing itu. Desainer perhiasan itu tanya Joo won ingin menggunakan batu mulia jenis apa untuk hiasan ini? (kreatif..)

Ra Im sedang melatih stuntman baru, mereka latihan menggunakan tali. Pria ini adalah pria yang menyatakan cintanya pada Ra Im 🙂

Ra Im minta Sang Min tidak gugup dan percaya saja pada orang yang memegang tali, dan pria itu bisa melakukan latihan dengan benar. Membuat yang lain terkesan.
Sang Min membuat tanda dengan hatinya dan berkata : Aku tidak melakukan kekuatan manusia melainkan kekuatan cinta. hahaha

Ra Im mengingatkan, saat ia sudah SMU, pria itu masih kelas 6 SD.
Sang Min berkata : Mengapa itu penting, saat ini, kau di depanku.

Joo won datang : Kau mau mati ya!
Joo won muncul mengenakan training dengan bentuk hati, ia mendekati Sang Min, kau tadi bicara apa? didepan mataku? kau?

Ra Im menghalangi Joo Won, kau ini kenapa? pada bayi?
Joo won menunjuk Sang Min : Bayi? apa kau pernah lihat bayi sebesar dan kulitnya gelap?

Joo Won mengancam Sang Min seolah ingin menendangnya. Sang Min minta tolong pada Ra Im.
Ra im memuji Sang Min karena tadi berani sekali. Joo Won tidak terima, kau tidak tahu, tapi aku ini berani sekali.

Ra Im mendengus : Benar?
Dan kemudian kita lihat Joo won bergelantungan di udara dengan tali, ia teriak2.

Semua tertawa dan menikmati ini. Semua stunt mengayun Joo Won naik turun.
Joo Won teriak : Kalian mau mati ya..kalian berani ketawa? Kalian ketawa sekarang? ohhh..

Joo won berseru pada Sang Min, kau satu grup dengan brengsek itu, iya kan? Bayi? kau bukan bayi! Apa kau melahirkannya? (pada Ra Im) ah…ahhhhh…
(Ah..kalo yang kaya gini, anakku suka hehehe..dia malah seneng ditarik-tarik)

Sementara Jung Hwan dan Jong soo melihat semua dari atas balkon.
Jung Hwan : Aku kira mereka tidak putus.
Jong soo : Saat aku punya kesempatan aku seharusnya memukulinya lebih banyak.
Jung Hwan kaget : Kau memukulnya?

Joo won dan Ra Im jalan pulang bersama. Ra Im membawa belanjaan. Joo Won berkata Ra Im pasti pintar masak. Ra Im berkata, iya karena ibuku tidak ada.
Joo Won menarik Ra Im dan memeluknya, ah dingin..

Ra Im melepaskan diri, kenapa kau menggangguku seperti ini. Joo won memeluk Ra Im lagi, aku kedinginan, jadi bertahanlah.
Ra Im menarik diri, ah..aku panas. (Maksudnya kepanasan)
Joo won : Kau panas?
Ra Im : setiap denganmu aku panas.

Joo won nyengir, semakin lebar, benar? yang benar? Apa yang kau pikir sampai kau panas? Apa kebetulan kau berpikir hal yang sama denganku?

Joo won mengelus rambut Ra Im dan Ra Im melepaskannya. Joo Won berkata, tidak heran, setiap kali kita ketemu, rambutmu jadi semakin panjang.
(Menurut orang Korea, pikiran kotor membuat rambut tumbuh lebih cepat.)

Joo Won mendekat dan berbisik, maka malam ini kita…

Ra Im : Aku akan membuat makan malam.
Joo Won : Selain makanan
Ra Im : Jika kau tidak mau maka lupakan.
Joo Won : Kalau begitu besok pagi..?

Ra Im mendapat sms, dari Ah Young, kau dimana? Ibu president datang ke rumah sekarang.
Joo won tanya, apa itu?
Ra Im kaget : Maaf tapi aku harus pergi. Mereka menambah adegan baru.

Joo Won teriak, kau mau kemana? Aku seharusnya satu-satunya alasan kondisi mendesak bagimu! hei! Aku akan mengantarmu, mobilku disana! Tapi Ra im terus saja jalan menjauh.

Ra im masuk ke rumahnya dan Ibu Joo Won memunggunginya. Ia perlahan berbalik dan Ra Im membungkuk sedikit.

Ibu Joo Won : Aku datang karena aku merasa kau akhirnya akan mengetahuinya. Siapa tahu kau menggunakan-nya sebagai senjata di masa depan. Aku memutuskan untuk mengatakan-nya padamu.

Ra Im : Aku tidak yakin apa maksudmu..
Ibu Joo Won : Saat Joo Won berusia 21 th, terjadi kecelakaan saat musim dingin itu

Mata Ra Im melebar. Tapi Joo Won berpikir kecelakaan itu adalah kecelakaan mobil kecil.

Ibu Joo Won melanjutkan, Syoknya pasti sangat besar, dia tidak bisa mengingat. Seorang petugas pemadam kebakaran menyelamatkan-nya tapi dia kehilangan nyawanya. Aku bertemu denganmu di rumah abu hari ini karena pria itu.

Ra Im syok : Tidak..

Ibu Joo Won : Ya. Orang itu adalah ayahmu.

Ra Im mulai menangis. Dan melihat air mata Ra Im, Ibu Joo Won dengan perlahan berlutut di depan-nya.

Ra Im sampai menutup mulutnya, ia terpana melihat Ibu Joo won yang mulia itu, sampai bersedia berlutut di depannya..

Ibu Joo won menahan tangis : Aku akan memberikan kompensasi uang padamu, aku akan memberi kompensasi dengan uang yang sangat banyak, aku akan memberikan semuanya, berapapun jumlahnya (yang kau inginkan).

Ra Im masih syok, suara Ibu Joo Won bergetar dan ia menangis, Jadi, jangan menahan Joo Won-ku dengan ini lagi. Kumohon biarkan Joo Won-ku pergi. Aku mohon padamu.

Sinopsis Drama “Secret Garden” Eps. 15

Secret Garden episode 15


Jong Soo : Gil Ra Im tidak akan melupakan peringatan hari kematian ayahnya. Selama pemakaman Kim Ji Hoon, kita adalah pemimpin upacara selama 3 hari.

Oska : Joo Won tidak mungkin tidak mengenali Ji Hyun, nomornya adalah no. 1 di ponselnya. Kau melupakan password pintu waktu itu dan kau memasakkan makanan untuk-ku, benar..seperti Joo Won tapi bukan Joo Won.
Lalu Oska berkata lebih baik minta Ji Hyun kembali dan membawa Joo Im ke RS.

Joo im merebut telp dan berkata : Oppa, tunggu!

Oska hampir kena serangan jantung, oppa? Lalu menjatuhkan diri ke sofa dan bersiap lari dari Joo Im, oppa??

Joo Im mohon, jangan membawanya ke RS, jujur saja, aku bukan Kim Joo Won…aku Gil Ra Im!
Oska semakin ketakutan, mengapa? mengapa kau melakukan ini? kenapa kau seperti ini?

Joo Im berkata ia sadar apa yang ia katakan memang aneh, tidak realistis, dan tidak bisa dijelaskan secara ilmiah tapi memang ini yang sebenarnya terjadi.

Oska : Ya! Joo won-ah! Joo won-ah, sejak kapan kau seperti ini? apa ini karena Ji Hyun? (karena pengaruh obat atau terapi dari dokter Lee)

Joo Im : Aku tidak gila. Aku benar-benar Gil Ra Im.
Lalu Joo Im mengatakan hal-hal yang hanya pernah dikatakan Oska pada Ra Im, seperti : Kau wanita pertama yang mengajak bertemu di restoran kulit babi, lalu tentang bokong Oska. Kau mengatakan itu padaku.
Oska panik, apa ini, ah..apa ada kamera tersembunyi? (reaksi Oska mirip Ah young hahaha)

Joo Im : oppa
Oska teriak, jangan lakukan itu! kau ingin aku percaya itu?

Joo Im berusaha meyakinkan Oska, ia bahkan mengatakan apa yang dikatakan Oska pada Ra Im, ketika ia jadi stunt untuk Kim Soon Ah.
Oska ingat itu, kau benar-benar aneh…

Jong soo mengira Ra Im terluka saat syuting, apa kau terluka, kenapa kau seperti ini, apa kau luka di kepalamu?
Ra Won memutuskan untuk mengakuinya, aku aneh, tapi bukan karena itu. Ini karena pertukaran jiwa.

Jong Soo bingung, apa?
Ra won berkata mau percaya atau tidak terserah Jong Soo, tapi ini kenyataan-nya. Ia mengaku kalau ia adalah Kim Joo Won, orang yang menghasilkan banyak uang, Kim Joo Won yang itu.

Joo won berkata ketika di Jeju, Ra im bertingkah aneh, seperti sekarang, benar?
Jong soo menatap Ra Won dengan tajam. Ra won berkata mereka juga korban, jadi jangan melihatnya seperti itu. Tiba2 ada telp masuk, Ra won mengangkat ponselnya, lihat, ini bukan ponsel Ra Im, kan?

Itu telp dari Joo Im, kenapa?
Joo Im : Kukira kau harus kesini. sementara Oska minum untuk menenangkan diri hua haha…
Joo Im melanjutkan : Oska mengetahuinya.
Ra won : Disini juga tidak bagus, tutup saja.

Lalu Ra Won minta Jong Soo ikut dengannya.

Ok, sekarang ke-empatnya duduk bersama di kediaman Oska ^_^
Oska duduk bersama Jong soo. Ra Won bersama Joo Im di sisi lain.

Jong Soo yang lebih dulu buka suara, ia menunjuk Joo Im dan Ra Won, jadi Gil Ra Im ada didalam sini dan Kim Joo Won ada di dalam sana?
Keduanya mengangguk. Jong Soo nyengir dan Oska ketawa dan pura-pura akan memukul keduanya, kedua orang ini…(aku curiga, apa scene ini baik Yoon Sang Hyun maupun Philip pasti tidak bisa nahan ketawa, jadi kata sutradara, ya wis los aja hahaha)

Joo Im : Ini benar.

Lalu Joo Im mengatakan hal-hal tentang album Oska yang hanya diketahui fans berat Oska.
1. Ketika menulis dedikasi untuk album ke-6 mu, “To my baby Rin Rin” itu maksudnya Park Chae Rin tapi kau bohong dan berkata itu nama anjingmu, benar?
2. Otot yang ada di cover album ke-4 adalah hasil photoshop
3. Saat konser, jika masuk ke nada-nada tinggi kau mematikan mike-mu (dan mengarahkan ke penonton, biar penonton yang nyanyi, karena suara Oska tidak sampai hehe)

Oska langsung teriak2, hei! hei! meskipun kau bukan fansku, semua orang tahu itu!

Ra Won dengan gaya Joo Won berkata : Apa itu sesuatu yang harus kau banggakan?
Oska melihatnya dan ia sadar memang gayanya mirip Joo Won, sekarang terlihat nyata.

Ra won mengatakan apa yang ia katakan tentang Ra im pada Oska (hal yang hanya diketahui Oska), Hyung. Aku benar2 percaya kalau aku tidak akan jatuh cinta pada wanita itu. Karena dia bukan siapa-siapa. Aku percaya aku tidak akan merasakan apapun. Tapi mengapa ini tidak terjadi sesuai yang kurencanakan?

Oska jadi serius, apa kau benar Kim Joo Won?
Ra Won menggerakkan kepala ke Joo Im, uh dan orang ini adalah Gil Ra Im.

Joo Im berkata pada Jong soo : Saat kau mendapat telp tengah malam, aku tahu kata pertama yang kau katakan “di rumah sakit mana?””Apa dia mati?”
Sekarang Jong Soo mulai percaya.
Semuanya terdiam beberapa saat.

Jong Soo tanya bagaimana hal ini terjadi? Joo im juga tidak tahu, tapi kalau hujan turun, kami kembali ke normal lagi.
Hujan?
Joo im berkata belum yakin juga, tapi biasanya seperti itu.

Oska jadi ingin tahu sejak kapan mereka seperti ini?

Ra won berkata sejak di Jeju. Lalu Ra won menirukan gayanya saat di kamar hotel Oska. Oska kaget, jadi yang waktu itu adalah kau? Oska ingin memukul Ra Won, tapi duduk lagi dan ngomel karena ia tidak bisa melukai wajah Ra Im.

Jong Soo juga tanya, lalu kata2 “kau sudah ketahuan olehku” siapa itu? (yang mengatakannya)
Ra Won mengangkat tangannya, dan berkata “sorry”
Jong soo tidak percaya, jadi kata2 “sampai kau mati, um, um jangan lakukan itu” itu kau juga?
Ra Won mengaku tapi dia sudah dimaki-maki oleh Gil Ra Im.
Jong soo membuang muka hahaha…malu dia…

Oska lalu menanyakan soal sauna, siapa yang ada di sauna?
Joo Im menutup mulutnya dan lari.

Oska tidak percaya kalau Ra Im melihat semuanya dan mengeluh, lalu ia duduk tegak, lalu Seul…

Oska melihat ke arah Ra Won dan ingin memukul Ra Won, brengsek..tapi Jong soo menahan Oska.
Jong Soo : Tubuh Ra Im akan terluka, sekarang kita biarkan saja seperti itu dan nanti kalau dia (JW) sudah kembali normal, kita tetapkan tanggalnya (sudah dua kali Jong soo ingin menghajar Joo Won hahaha)

Ra won melihat ke arah Jong Soo, kau ini kenapa? “musuh dari musuh adalah teman” kau lupa itu? (Saat Oska menculik Ra Im di depan Jong Soo dan Joo Won, mengacu pada lelucon Arab. Menurut Joo won itu peribahasa Arab, dan muka Jong Soo seperti Arab (bule) dan itu adalah hal yang hanya diketahui Joo Won-Jong Soo)

Jong soo kesal sekali, tunggu saja sampai kau kembali dan ia melotot dengan sadis ke arah Ra Won.

Joo Im kesal karena ia pikir sekarang Oska pasti melihatnya sebagai wanita aneh. Ra Won cemburu, apa oppa itu begitu penting? Apa kau kencan dengan oppa itu? Kau kencan dengan oppa ini. (maksudnya dia sendiri)
Joo Im berkata kalau hubungannya dengan Oska lebih dari hubungan pria-wanita biasa.

Baik, kata Ra won. Kau tidak akan menemui Oska dan aku tidak akan pergi ke sekolah aksi, bagaimana? Jujur saja, Direktur Im dan aku punya keinginan membunuh yang melebihi hubungan pria-pria (huahaha..yak ambil samurai dan bertanding trang! trang! …)
Joo Im : Kau ini! apa Direktur pergi?

Ra Won : Apa peduliku? duduk sini. Ra Won menepuk sofa di sebelahnya.

Joo Im tidak mau dan jalan pergi. Ra Won langsung berdiri, hei! berhenti disana! Jika aku menangkapmu, hukumanmu akan berat. 1. Pelukan 2. Hug (pelukan juga dalam bhs Inggris) 3. pelukan no. 4 Intensitasnya akan tinggi.

Ini membuat Joo Im berhenti dan berbalik untuk menyerang Ra Won. Ra Won mengangkat kaki kirinya ke belakang agar Joo Im tidak bisa menendang kakinya lagi.


Jong Soo dan Oska diluar mengamati mereka. Oska tidak mengerti bagaimana ini bisa terjadi, pria itu jelas bukan Kim Joo Won. Apa kau percaya itu?

Jong soo berkata ia lebih ingin percaya ini, daripada kedua orang itu menjadi gila secara bersamaan, aku lebih tidak suka itu.
Lalu Oska mengamati Jong Soo. Apa? kata Jong soo. Oska tanya, apa kau menangis?
Jong Soo menyangkal dan pergi. Oska mengejarnya, eh…sepertinya kau menangis, kau menangis, iya kan? Apa kau invest di LOEL dept store? hei!

Sekretaris Kim memberikan Ah Young hadiah sepatu Boot dan Ah Young tidak mau mengenakannya karena ini akan membuatnya terlalu menarik, haiyah…
Kim minta Ah Young bertahan. Ah Young tanya apa Kim akan keluar begitu mendengar ia dipecat?

Kim heran bagaimana Ah Young tahu, apa President yang mengatakan padamu?
Ah young berkata itu masalahnya, jika salah satu dipecat, yang lain harus bertahan, karena apa orang membeli beras dengan cinta? Tidak, mereka membelinya dengan uang. (realistis hehe…tapi berarti Ah Young mulai membuka hatinya untuk Kim? )

Ibu Joo Won bertemu Ibu Oska. Ibu Oska berkata kalau Ibu Joo Won juga pemberontak.
Ibu Joo Won berkata kalau wanita itu mengancam akan pergi dengan Joo Won ke LN.

Ibu Oska berkata mungkin karena wanita itu miskin, sehingga tidak ada yang ditakuti, karena ia tidak akan rugi apapun. Ibu Joo Won hampir kehabisan akal untuk menghancurkan Ra Im.
Ibu Oska memberi saran untuk membiarkan saja mereka, apa kau tidak tahu, gandum dan manusia akan tumbuh lebih kuat jika kau menginjaknya.

Ibu Joo Won tidak bisa membiarkan-nya, menyadari kalau wanita itu menguasai Joo Won yang mengepalai 30 ribu orang, aku tidak bisa tidur.
Ibu Oska : Nikahkan saja mereka tapi jangan memasukkan-nya ke kartu keluarga, apa masalahnya?
Ibu Joo won meradang, kakak! Lakukan itu pada Woo Young.

Ibu Oska : Woo youngku bahkan pernah kencan dengan pelayan di dept. store-mu, stuntwoman jauh lebih baik.
Ibu Joo Won tertegun, bagaimana kau bisa tahu kalau dia adalah stuntwoman? Aku tidak pernah mengatakan-nya padamu. Apa sebenarnya tujuanmu? Apa yang kau harapkan jika Joo Won menikah seperti itu?

Ibu Joo won marah-marah dan Ibu Oska langsung kabur dengan alasan ada janji pijat.

Ternyata Ibu Oska mengunjungi Oska. Saat itu Oska sedang di studio dengan manager dan asisten-nya. Oska heran, kenapa ibu kesini?
Ibu Oska membawakan tas berisi obat tradisional dan ia ingin mereka berhenti membuat Oska seperti ini.

Oska : Apa yang ibu bicarakan?
Ibu Oska : Saat kau muda, jika kau senang2 sedikit itu sudah cukup. Tapi melihatmu hidup seperti ini, ibu mulai tidak menyukainya.

Ibu Oska berkata pada managernya, kau sudah mendapatkan banyak uang selama bersama putraku. Ibu Oska melihat semua artikel itu dan ia tidak suka karena Oska hidup dalam penghinaan, padahal Oska tidak salah apapun.
Ibu Oska ingin Oska mengambil kesempatan kali ini untuk mundur (dari dunia entertainment).

Tapi Oska dengan sopan berkata kalau mereka sedang meeting dan ia akan telp ibunya nanti.
Ibu Oska minta anaknya memikirkan apa yang sudah ia katakan. Lalu pergi.

Managernya tanya, apa yang kau lakukan? kau akan mundur?
Bukan itu kata Oska, tapi kata ibu kalau aku dihina, aku merasa aku tidak hidup dengan benar, dan ia ingin minta maaf karenanya.

Manager Oska dan asisten-nya langsung mendaftar semua wanita yang sudah disakiti Oska. Lalu memberikan daftar itu pada Oska.
Oska : Chae Rin, Eun Sol, Chae Ri, Ji Won, Min Ji…aku membuat semua gadis ini menangis? (haiyah…) aku bahkan menyakiti hati PD Inkigayo? Kapan?

Managernya berkata saat pembuatan album ke-6 Oska. Waktu itu Oska janji akan membuat penampilan pertama-mu disana tapi Oska justru mengadakannya di stasiun lain dan menikam-nya dari belakang.

(Ada yang lucu, ketika Oska membaca daftar nama artisyang pernah disakitinya, ada yang namanya Kim Tae Pyung, pendatang baru yang dihalangi kemunculan-nya karena lebih tampan. Well, Kim Tae Pyung itu nama asli Hyun Bin hua hahahaha…)

Oska tidak percaya apa yang sudah ia lakukan : Dan orang itu mengijinkan-ku kembali ke panggung untuk album ke-7 ku? Wow..dia itu Yesus
Oska bahkan menolak muncul selama 2 minggu karena finalnya diberikan pada Big Bang.
Oska kaget, apa? berarti aku cari perkara dengan Big Bang?

Oska baru sadar betapa kacaunya dirinya. Managernya tanya, kenapa Oska mengambil resiko ini? Oska berkata agar ia bisa kembali ke Yoon Seul.

Oska : Kata Ra Im, memang sekarang dia itu Joo Won. Tapi saat Ra Im adalah dirinya sendiri, ia berkata aku ini anak usia 10 th, aku ingin lebih dewasa lagi.
Manager dan asisten-nya bingung.

Lalu mereka menyindir dan berkata lebih dari semua orang, Manager dan asistennya (Choi Dong Kyu dan Yoo Jong Won) adalah yang paling terluka dan menderita karena dirinya, Oska menanggapi serius, itu sebabnya Oska minta maaf dengan tulus. Nice!

Oska berkata mulai sekarang, ia tidak akan membuat kedua-nya menderita, bahkan untuk 20 th mendatang, dia masih berharap yang mengatur semua jadwalnya adalah Manager dan asisten-nya itu, kalian menerima permintaan maafku, kan?

Kedua orang itu justru jadi tidak enak.

Lalu Oska mulai menelepon untuk minta maaf, great job Oska 🙂

Tae Sun menemui Seul (Tae Sun ini selalu memanggil Seul dengan ahjumma, kaya Seul itu umur 40-an saja. Tapi kayanya TS cemburu dengan Seul, makanya ia agak2 sengak gitu hehe) dan berkata kalau Tae Sun tidak bisa mengikat kontrak dengan Seul, Tae Sun minta maaf.

Seul ingin tahu alasannya. Tae sun berkata sebagian karena ia merasa tanggung jawab atas yang terjadi pada Oska dan ia merasa terbeban.
Seul berkata apa rasa tanggung jawab itu akan lenyap jika Tae sun tidak tanda tangan kontrak? Menurut Tae Sun, sedikit meringankan-nya.

Seul mengerti, tapi ia ingin bantuan Tae Sun. Ia ingin Tae Sun mencari tahu siapa saja penyanyi yang sudah menggunakan karya pemulis lagu itu.

Tae Sun setuju, ia pikir juga pasti banyak yang menggunakan lagu penulis itu, hanya Oska yang terlalu bodoh karena tertangkap basah.

Seul : Bodoh?
Tae Sun : Oska terlalu tua untuk disebut naif jadi aku menyebutnya bodoh. Lalu kenapa kau membantu Oska, sepertinya kalian tidak bisa bersama.
Seul : Karena aku suka menjadi satu-satunya orang yang mencemaskan Oska.

Joo Im duduk di cafe dan ia kembali menjadi Ra Im.
Ia ingat ketika hiking dengan Jong soo, saat itu Jong Soo usul, jika Ra im lolos audisi, kenapa tidak jadi artis saja.
Ra Im tanya apa Jong Soo pikir ia tidak pantas jadi Direktur Aksi?

Jong Soo : Aku tidak tahu jika kau tahu, tapi aku takut menerima telp tengah malam dan kata2 yang keluar dari mulutku adalah “rumah sakit mana?””Apa dia meninggal?”

Jong Soo sudah kehilangan 3 orang rekan tanpa sempat mengucapkan selamat tinggal, jadi ia tidak ingin kehilangan orang lain lagi, Jong soo selalu ingin berhenti.
Jong Soo : Jadi itulah mengapa, saat kau masih bisa mengatakan selamat tinggal pada orang-orang yang kau sayangi, sebelum kau mendapat telp itu, aku harap kau meninggalkan bidang ini.

Ra Im minum capucinonya dan Joo Won muncul, lihat ini, dia minum capucino lagi. (dengan kata lain, jangan salahkan aku jika aku menghapus cream-nya dengan cara seperti itu/cream kiss ala Joo Won)

Ra im dapat sms, dan ia menirukan bunyi ringtone-nya, kau dapat pesan! kau dapat pesan!

Joo won protes, aku bilang jangan melakukan itu dengan wajahku! (karena aslinya mereka masih tertukar, tapi pemirsa tetap melihat Ra Im dan Joo Won sebagaimana biasanya, cuma dalam dunia mereka, tubuhnya masih tertukar. Lama-lama stress ya dengan tukar menukar ini.)

Ternyata Ra Im dapat sms dari Jung Hwan, ia lolos audisi Dark Blood! Ra Im senang sekali dan minta Joo Won latihan lagi.
Joo Won : Apa kau serius minta aku menggantikanmu selama audisi?

Ra im berkata bukankah Joo won sudah berlatih selama ini? Tapi Joo Won berkata ia melakukannya untuk menyenangkan Ra Im.
Joo won tanya apa Ra Im yakin akan lolos? Tidak, kata Ra Im, belum tentu. Tapi impianku adalah bisa mengikuti audis seperti ini. Jadi kumohon, lakukanlah demi aku.

Joo Won berkata ia mengerti, tapi apa yang bisa ia lakukan? ia bahkan tidak bisa naik lift.
Ra Im kaget, kau tidak bisa naik lift? Joo Won membenarkan.

Lalu Ra Im mendapat telp, dari Jong Soo. Awalnya Jong soo bicara, tapi karena yang keluar adalah suara Joo Won, Jong Soo tidak tahan dan berkata ia akan kirim sms saja. hahahaha
Jong Soo minta Ra Im menemuinya di sekolah aksi.

Ra Won dan Joo Im menemui Jong Soo. Jong soo memberikan kopi pada keduanya. Lucunya, Jong soo bicara dengan Joo Im sambil melihat wajah Ra Won, karena ia tidak tahan dengan wajah Joo won, buahaha..
Jong Soo tanya apa yang akan dilakukan dengan audisi. Joo Im menjawab kalau mereka bisa normal sebelum audisi tidak masalah.

Jong soo : Bagaimana jika tidak?
Joo Im yakin, mereka akan kembali normal. Jong soo ngomel, kenapa ini bisa terjadi…

Ra won lalu berkata pada Joo Im, kenapa kau tidak bilang kalau kau melatihku?
Jong Soo : Apa?
Joo Im berkata ia sangat ingin audisi jadi..

Jong soo teriak, ya! apa ini masuk akal? apa ini sesuatu yang bisa berhasil hanya dengan latihan beberapa hari? dengan anak manja ini, apa yang ingin kau capai? Masalah ini menyangkut masa depanmu.

Ra won : Jika aku melakukannya, apa yang akan kau lakukan?
Jong Soo : Apa?
Tabir ajaib menyingkap siapa mereka aslinya alias tukar lagi.

Joo won ke Jong soo : Apa yang akan kau lakukan jika aku melakukannya?
Ra Im ke Joo Won : Benarkah?
Joo Won : uh, aku akan melakukannya, jika kau sungguh menginginkan-nya, jika masa depan Gil Ra Im bergantung di tengahnya, aku bilang, aku akan melakukannya. jika aku melakukan sampai aku bisa, siapa tahu, keajaiban akan terjadi. (Yah asyik liat Hyun Bin main pedang hehe)
Ra Im senyum. Tapi, aku punya syarat kata Joo Won.
Ra Im : Syarat?

Bisa ditebak syarat Joo Won adalah tinggal bersama!

Joo Im kaget melihat Ra won masuk dengan tas, bukan hanya satu tapi 4! Ia mengepak semua barang Ra Im dan membawanya ke rumahnya.
Lalu tabir ajaib muncul dan memperlihatkan karakter asli mereka.

Ra Im : apa yang kau lakukan?
Joo Won : Tinggal bersama, kita sudah sepakat.

Joo won mengulurkan tangan-nya seperti bayi, Karena aku mengangkat tasmu, lenganmu sakit, pijit. (Joo Won berkata, lenganmu.)

Ra Im kesal dan menurunkan lengan itu, jika ini bukan demi badanku untuk audisi, aku akan memukulmu.
Joo Won senyum, jika kata-kata yang masuk manis, audisi yang akan keluar juga akan manis. (jika kau baik padaku, aku akan baik padamu. Lakukan pada yang lain seperti yang kau lakukan pada dirimu.)

Ra Im marah dan memerintah Joo won : Aku ingin kau kembali sekarang.
Masih senyum, Joo won menjawab, maka aku tidak akan audisi.
Hei!
Joo Won cuek, dan ia melihat ke atas, karena hanya ada satu tempat tidur, kita bagi saja.
Apa kau gila??
Joo won : Maka, aku tidak akan audisi.

Ra Im hanya bisa menghela nafas. Joo won tetap bicara, Hanya ada satu bathtub. Lalu senyum, berbagi adalah hal yang paling tepat untuk dilakukan, benar?
Ra im teriak dengan bengis, kau benar2 ingin ditendang!
Joo Won : Aku tidak mau audisi.
Ra Im teriak, kau mau mati??

Joo won berkata, mulai sekarang, ia tidak akan pergi kerja. Ia sudah kirim e-mail ke Sekretaris Kim. Mulai besok pagi, Joo Won akan mengadakan meeting di rumahnya, karena kau tidak bisa pura-pura saat menghadiri meeting ini. (jadi Joo Won tetap akan mengawasi Ra Im saat ia meeting sebagai dirinya)

Joo won tersenyum dengan sedikit menakutkan, lalu, kita akan bersama selama 24 jam sehari.

Joo Won : Ah, aku seharusnya melakukan ini sejak dulu. Aku heran kenapa aku tidak memikirkan ini sebelumnya. Joo won jalan pergi, aku akan mandi.

Tapi karena Ra im tidak mengikutinya, ia berbalik, kau tidak ikut? kita sepakat mandi bersama.
Ra Im : Kau benar2 menginginkan-nya, iya kan?
Joo Won : Aku tidak akan audisi.

Ra Im teriak kesal dan frustrasi : HEI!!!

Joo Won malah menirukan mimik wajah Ra im, frustrasi memang melihatnya hahahaha…

Malamnya, mereka berbagi tempat tidur.
Ra im tidur dan menutup mata rapat2. Joo won berbaring miring melihat Ra Im dengan seksama.
Joo Won : Apa kau tidur? Aku tahu kau tidak tidur.
Ra im : Aku ingin tahu sesuatu.
Joo Won : Apa?
Ra Im membuka mata dan menatap Joo Won, botol obat di kamar mandi, untuk apa itu?

Joo Won : botol obat apa?
Ra Im : Apa itu sangat serius sehingga harus disembunyikan?
Joo Won: Apa kau pernah dengar tentang claustrophobia?

Ra Im : Gugup di dalam ruang sempit?

Joo Won : Jika hanya gugup tidak masalah, tapi bagiku itu lebih dari itu dan aku merasa ketakutan, itulah mengapa aku tidak bisa naik lift. Jika aku pingsan atau hiperventilasi (panik, nafas menjadi tersengal-sengal, sesak nafas) dan pembuluh darahku menyempit, skenario terburuknya aku bisa kena serangan jantung.

Ini rahasia, hanya kau yang boleh tahu.

Ra Im : Jadi itulah mengapa semua kaget ketika aku berkata akan naik lift.
Joo Won kaget, kau naik lift?
Ra Im : Hari pertama aku pergi kerja setelah badan kita tertukar. Aku tidak tahu sama sekali.

Tapi Joo Won tidak marah, ia justru memuji, pasti Direktur Park kebingungan. Joo Won tersenyum dengan lebar, bagus..

Ra Im tersenyum juga dan melihat langit-langit. Lalu tabir ajaib menukar mereka lagi.

Ra Won semakin mendekat ke arah Joo Im, tapi kau tahu, semakin kulihat, aku…

Joo Im jadi ketakutan dengan tingkah laku Ra Won, Apa? Ada apa?

Ra Won melihat ke arah wajah Joo Im dan ia berkata dengan terkagum-kagum : Aku benar2 tampan. Bagaimana orang (bisa) bicara dengan ku…tanpa menjadi terpesona?

Joo Im muak, kau gila..lalu ia balik badan.

Ra Won masih senyum menggoda, kau mau bantal lengan?
Joo Im : Itu lenganku, kau tahu.
Ra Won : Wanita macam apa yang sekaku ini?
Ra Won : Kau tetap memunggungiku, huh? Kau mau berbalik tidak?
Tapi Joo im tetap cuek dan tidur membelakangi Ra won semalaman hehehe…

Paginya, wow…keduanya latihan pedang. Oh I love swords scenes, aku pengen lihat film silat.

Joo Im mengenakan baju training dengan motif hati bling-bling. Joo Im terus memberi pengarahan, ke samping, ya benar. pelan-pelan. Putar. Yeah..sweet.

Ok, nyanyi dulu 🙂
You are my everything
Geu-dae-neun nae salm-eui mo-deun geot
Sa-rang-hae sa-rang-hae
On se-sang-i a-reum-dab-ge-man bo-yeo

You are my everything
Geu-dael-bi-chu-neun byeol-i doe-jul-gge-yo
Geu-dae wi-hae bit-na-go ship-eo
dst…
You’re my everything
I think about you all my life
I love you, I love you
I want to show you the whole beautiful world

You’re my everything
I’ll be your last shining star
I want to shine for you

dst…..
Joo Im mengadakan meeting di perpustakaan. Ra Won berdiri di dekat rak sambil pura-pura baca buku sambil memberi sinyal pada Joo Im.

Ra won memberi sinyal tidak untuk setiap usulan Park, tapi Joo Im ragu dan ia berkata : Aku tidak bisa menerima ini sebagai yang terbaik darimu, lalu membanting dokumen itu ke meja. Persis seperti gaya Joo Won biasanya.
Ra Won senang, bagus..bagus..

Tae Sun dan Seul bertemu dengan beberapa penyanyi, tapi mereka menolak terlibat. Apa hubungan-nya denganku? Aku tidak ingin terlibat dengan hal seperti ini. aku minta maaf.

Oska membaca beberapa artikel tentang plagiat itu, al : Oska, Tahu dan Mengabaikan Plagiarisme. Pengakuan Penulis Lagu Yang Mengejutkan ; Hentikan Oska! Bunuh Dia! Jika kau tidak punya bakat, kau seharsnya sadar, Bertobatlah! Oska dsb..(astaga fans Korea ini, apa benar spt itu ya…)

Oska terlihat cemas, lalu ia mulai mengadakan pembelaan diri, Oska memasukkan komentar dengan berbagai macam username, sebagai tetangga Oska dan membela Oska.
Oska jadi frustrasi sendiri dan menghantam komputer sampai mati.

Ra Won dan Joo Im latihan pedang lagi, kali ini mengenakan training berenda magenta. Mereka tukar lagi.

Joo Won mengeluh, ia capek.
Ra Won senang karena Joo Won banyak kemajuan, bagaimana kau bisa belajar dengan cepat?

Joo won : Apa kau mencoba menghadiahiku dengan tingkah laku manis?
Ra Im : Aku mengatakan-nya karena kau benar2 keren.

Ra Im heran jika terus seperti ini, ini benar2 seperti keajaiban, bagaimana jika Joo Won lolos audisi?

Joo Won tanya, apa kau perlu keajaiban? Keajaiban sudah terjadi, seorang wanita tanpa latar belakang keluarga yang pantas, pendidikan dan juga penampilan adalah Jeon Do Yeon dan Kim Tae Hee bagi pria seperti aku yang memiliki segalanya. Jujur saja, ketika aku terus menempel padamu, di depanku kau berkata pergi! tapi dalam hati kau sangat senang kan?

Ra Im : Bagaimana jika mengubah perspektifnya, aku pantas mendapatkan pria seperti Kim Joo Won yang memiliki segalanya untuk terus berada di dekatku.

Joo Won : Lihat ini lihat ini, bagaimana aku bisa menolak ini. Tapi waktu itu di gunung, kau benar2 tidak menjerit?
Ra Im heran, gunung? dimana?
Di Jeju, aku yakin aku mendengar jeritanmu. Bukan aku saja, Oska mendengarnya juga.

Tapi Ra Im yakin itu bukan dirinya. Lalu Joo won mulai berpikir, kalau dipikir lagi, bukankah restoran ayam itu sedikit aneh, telpnya tidak jalan dengan benar dan pemilik restoran-nya juga aneh. Dia hanya memberikan kaki ayam padaku.

Ra Im tanya mengenai minuman dengan bunga itu, dia minta Joo won memberikannya pada Oska, apa Oska meminumnya? Joo Won mengiyakan. Kenapa?
Ra Im bingung, kalau Oska minum, seharusnya ia tukar badan dengan Oska, karena malam itu Ra Im juga minum minuman dari Jeju itu.

Joo Won kaget, apa?
Ra Im : Kenapa?
Joo Won : Jujur saja, aku meminumnya.
Ra im : Apa? kau bilang kau memberikannya pada Oska.
Mereka tukar lagi.

Ra Won : Apa sekarang itu jadi masalah? Minuman keras itu pasti kuncinya. Cepat dan ganti baju, kita pergi ke tempat itu.
Joo Im : Sekarang? ke Jeju?

Joo Im dan Ra Won sampai di Jeju. Mereka pergi ke restoran Secret garden lagi, cuma sekarang kondisinya berbeda, restoran itu ya seperti restoran pedesaan biasa.

Pemiliknya keluar, tapi bukan mama-nya Yoon Hee (SKKS) lagi, seorang wanita lain. Mereka tanya apa pemilik restoran ini ganti. Tapi wanita itu berkata tidak.

Mereka tanya kemana minuman keras buatan restoran itu dan dia berkata mereka tidak menjual minuman keras buatan sendiri.

Mereka tanya apa ada bibi yang melempar pisau seperti seorang pria dan terlihat tertekan? wanita itu kesal, kenapa kalian terus saja menanyakan tentang pertanyaan aneh, kami tidak pernah berganti pemilik dan tidak punya bibi pekerja yang tertekan dan kami tidak membuat alkohol. Kalian mau pesan atau tidak?

Joo Im dan Ra Won akhirnya pulang dan bertanya-tanya, apa benar itu semua karena minuman keras itu, apa yang harus dilakukan karena mereka tidak mendapat minuman keras itu dan tidak bisa bertukar tanpa itu.
Ra won menyalahkan Joo Im karena menerima pemberian alkohol itu. Joo Im berkata ia pikir itu bagus untuk kesehatan, makanya ia menerimanya.

Joo Im berkata kita bisa kembali normal saat hujan. Ya, tapi tidak pasti kata Ra Won, sudah seminggu tapi mengapa belum hujan juga???
Joo Im : Mereka berkata awan hujan dengan petir dan halilintar menjauh dari semenanjung Korea!
Ra Won : Itulah mengapa aku ingin kita ke NY
Joo Im kesal : Lalu kenapa kau minum minuman itu? Jika aku memintamu untuk memberikan pada Oska, kau seharusnya melakukannya.

Keduanya pulang dan Ibu Joo Won sudah menunggu bersama koper-koper mereka.
Joo Im membungkuk ke Ibu Joo Won dan mengucapkan salam.

Ra Won : Aku sudah bilang sebelumnya kalau kita seharusnya tinggal bersama..
Ibu Joo Won : Aku tidak akan menghalangi kalian, tapi pergi dari sini! aku sudah mengemasi koper kalian, ambil dan pergi sekarang juga!

Mereka pergi ke rumah Oska. Oska heran melihat keduanya, ada apa dengan kalian?
Ra Won berkata mereka diusir keluar oleh ibunya.

Oska : Apa?
Lalu Oska bingung, kepada siapa ia harus teriak atau marah, jadi ia minta mereka mengenakan papan nama, hahahaha…

Ra Won minta tempat untuk tidur saja, mereka akan mengurus makan sendiri. Oska tidak mau, keluar!
Ra won minta Oska menerima Ra Im saja.
Oska : Ra im shi…
Joo Won senyum, Oska jadi ngeri karena Ra Im ada dalam tubuh Joo Won.
Oska stress, ia tidak bisa menerima mereka saat tubuh dan hati terpisah.

Ra Won : Tubuh dan hatiku minta kau menerima semuanya. (maksudnya Joo Won/ tubuh dan Ra Im /hati akan tetap bersama)

Oska tetap tidak mau dan teriak, jika kau mulai membuka koper, mati kau! Lalu ia dapat telp lagi.
Seorang pria menelepon Oska dan berkata penulis lagu itu melakukannya pada artis lain, dan minta Oska menemui Chae Ri

Oska menemui Chae Ri, ia bersama Tae sun dan Seul. (Chaeri ini adiknya LSG di Brilliant Legacy ya..)
Chae Ri berkata ia sudah mendengar semuanya dan Oska perlu bantuan. Ia berkata tidak suka nama dengan awalan O, seperti Oska, Oh Seung Ha
Oska berkata ia tidak suka dengan nama berawalan Chae juga, Chae Rin, Chae Ri..

Oska ternyata punya skandal dengan Chae Ri. Chae Ri berkata ia mengaku tapi manajemen Oska berkata itu tidak benar, membuat Chae Ri jadi kelihatan berbohong.
Seul : Jadi kalian memang pernah ketemu?
Chae Ri berkata mereka ketemu ketika minum dan Oska saat itu berkata ia marah karena lamaran-nya ditolak. Chae Ri pikir Oska bohong dan menggunakan itu untuk mendekatinya saja.

Chae Ri tidak suka Oska tapi ia ingin membantu Tae Sun dan Seul. Ia ingin jadi penyanyi dan penulis lagu itu mengirim lagu plagiat itu untuknya, ia bahkan sudah rekaman tapi ia dengar lagu Oska dan ia sadar kalau ia sudah ditipu.

Tae Sun jadi marah dan tanya siapa saja penyanyi yang sudah kena tipu. Chae Ri sepertinya tertarik pada Tae Sun, tapi Tae sun berkata ia sudah punya orang yang ia suka. Oska heran, bukankah Tae sun gay? tapi Oska hanya berkata, oh ya?

Chae Ri berkata pihak manajemen-nya akan mengeluarkan pernyataan besok pagi mengenai hal ini dan ia sudah mengatakan semuanya. Chae Ri akan pergi. Oska mengajaknya makan tapi menggantinya dengan berkata akan membelikan tas untuk Chae Ri.(Tas Prada kaya punya Ha Ji Won ya..hehehe)

Seul berkata kalau semua sudah beres, ia akan pergi. Oska menahan tangan Seul dan minta Tae sun meninggalkan mereka, dan oh my..lihat cara Tae sun memandang tangan Oska..yup, Tae sun memang saingan-nya Seul haha..

Oska minta Seul tetap tinggal dan Oska berkata ia sudah ingat semuanya, semua kesalahan-nya. Oska tidak bisa tidur dan Oska ingin Seul tahu kalau ia sama sekali tidak bermaksud menyakiti Seul.

Oska terus minta maaf, aku minta maaf. Aku sangat menyesal dan aku minta maaf karena mengatakan kalau aku minta maaf.

Seul menangis dan berkata : Aku pikir aku benar2 jahat dan kejam tapi aku tidak boleh. Aku tidak suka melihatmu merasa menyesal, aku merasa tidak enak. Aku pergi.

Tae Sun menemui Seul dan berkata kalau ia tahu sebenarnya yang diinginkan Seul adalah lagu Oska bukan lagunya. Lalu kenapa berkeras ingin mengikat kontrak dengan-nya.
Tae Sun menebak pasti Seul ingin memperalat dirinya untuk menyakiti Oska.

Seul berkata hubungannya dengan Oska bukan seperti itu. Tae Sun tanya lalu hubungan seperti apa. Seul berkata itu bukan urusan Tae Sun.

Seul bahkan berkata kalau sekarang Tae sun seperti gadis yang cemburu karena seorang pria, apa kau tahu itu?
Seul tidak mengira kalau kata-katanya benar. Tae sun berubah wajahnya dan ia pergi.

Joo Im tiba di sekolah aksi dan mencari Jong Soo. Jung Hwan heran kenapa mencari Jong soo.

Joo Im berkata ia gugup, tapi Jung Hwan berkata ia lebih gugup karena Joo Im bicara dengan bahasa formal. Lalu Jung Hwan mengingatkan kalau besok adalah audisi untuk Ra Im.
Joo Im terus berkata ini membuatnya gila karena belum hujan juga.
Jung Hwan bingung dibuatnya.

Sutradara Dark Blood tiba di bandara.

Joo Im memberikan minum pada Ra Won dan tanya apa Ra Won gugup.

Ra won : Apa aku terlihat seperti orang yang menyebabkan orang lain gugup atau aku terlihat gugup?

Joo Im minta Ra Won melakukan yang terbaik dan mereka akan masuk ketika ada sms. Ternyata dari sekretaris Kim yang lapor kalau Kakek Joo Won tiba-tiba muncul di LOEL.

Joo Im berkata akan pergi karena masih ada waktu satu jam dan ia akan melakukan yang terbaik di depan Kakek Joo won.

Ra Won jadi gugup dan berkata ia tidak ingin audisi sendirian.
Joo Im janji untuk segera kembali secepatnya.
Joo Im minta Ra Won menunggu di dalam karena diluar dingin dan ia minta kunci lalu pergi.

Kakek marah-marah dan ia tanya pada Sekretaris Kim dan Tuan Park apa Joo Won masih sering tidak masuk kerja.
Kim berkata kalau Joo Won selalu datang tapi hanya hari ini ia ada urusan diluar.

Park berkata pada Kakek kalau memandang kursi kosong itu mengesalkan. Kim mengirim sms dari belakang punggungnya pada Joo Im, kau ada dimana, cepat Pak!
Park menawarkan apa tidak lebih baik kalau dia saja yang mengambil alih posisi Joo Won.

Lalu Ny. Park (istri Kakek Joo Won) marah pada adiknya : Apa itu? Beraninya kau mengatakan itu dengan keras. Kau ingin melihat aku bercerai dengan President? Posisi itu bukan sesuatu yang bisa kau dapatkan.

Kakek Joo Won menenangkan istrinya, mengapa kau selalu keras pada adikmu? Dia mengerti maksud Park karena tingkah laku Joo Won memang seperti itu.

Nenek tiri Joo Won mengatakan itu karena suaminya terlalu murah hati pada adiknya, itulah mengapa adiknya terus saja memiliki mimpi yang sia-sia.

Ny Park berkata pada adiknya, kau orang yang menyedihkan, posisi itu bukan milikmu, kenapa kau tidak tahu itu?

Joo im datang dan ia minta maaf lalu berkata ia ada meeting di luar.
Kakek Joo Won teriak dan memarahi Joo Im. Tapi nenek tirinya berkata ia minta maaf karena memanggil Joo Won kesini padahal Joo Won sibuk.

Nenek tiri Joo Won berkata kalau mereka baru saja membeli kado tahun baru untuk teman-teman mereka dan minta Joo Won jangan mempedulikan mereka dan terus saja bekerja.
Lalu berkata pada suaminya, kita juga harus pergi. Ayo.

Kakek Joo Won mengancam akan datang lagi. Joo Im membungkuk dan berkata ia minta maaf dan minta mereka hati-hati.

Setelah Kakek dan nenek pergi, Tuan Park duduk lemas dan tidak percaya apa yang terjadi. Joo Im heran melihatnya, apa kau baik-baik saja, kau tidak terlihat bagus.
Tuan Park berkata : President kau seharusnya benar2 gembira. Lalu ia jalan pergi.

Kim langsung memberikan laporan khusus apa saja yang dikatakan Tuan Park di depan Kakek. Tapi Joo im tidak ada waktu, ia harus segera menemani Ra Won audisi, ia berkata akan pergi lagi dan minta Kim kirim sms saja jika ada perlu.

Ra Won menelepon Joo Im dan meminta-nya bergegas. Ia gugup karena sendirian dan berkata akan menunggu Joo Im, jadi cepatlah.

Joo im lari-lari dan masuk ke lift untuk menghemat waktu dan Tuan Park juga menunggu lift, ia syok melihat Joo Im masuk lift.

Sebelumnya Joo Im melihat ke arah Park dan berkata kemarin itu dia pakai eskalator untuk hemat energi dan ia sekarang pakai lift karena terburu-buru. Park bingung dengan sukses dan Joo Im senyum dikulum.

Tuan Park pergi tapi kemudian ia masuk ke ruang CCTV dan minta semua pergi makan siang. Park melihat Joo Im masuk ke dalam lift.
Park benar2 terperanjat karena Joo Won benar2 pakai lift.

Sayangnya Liftnya terhenti di tengah jalan. Sepertinya ada gangguan teknis.

Joo im kaget dan melihat ke kamera lift dan berkata : Direktur Park, aku tahu kau melihatku sekarang.
Park kaget dan melarikan diri karena ketakutan, ia heran bagaimana Joo Won bisa tahu.

Joo Im terus membunyikan alarm dan berkata agar Park tidak melakukan ini, ia tidak punya waktu sekarang.

Sementara itu Ra Won masih menunggu di lokasi audisi, tiba-tiba..hujan! dan mereka tertukar.

Joo Im masih ada dalam lift dan ia teriak, apa ada orang diluar? ada orang terperangkap disini!

Lalu pertukaran terjadi lagi! oh disaat yang sangat menakutkan..

Joo Won awalnya lega, benar2 kembali, kita benar bisa normal kalau hujan…
Lalu Joo Won menyadari dimana ia berada, dan mulai ketakutan..

Ra Im juga gembira karena bisa kembali lagi, hujan memang bisa mengembalikan semuanya ke kondisi normal.

Joo Won mulai kesulitan bernafas dan keringat dingin mengucur deras..Joo Won terus minta tolong, buka pintu..buka pintunya..aku bilang buka pintunya..

Ra im melihat jam dan ia sadar masih bisa mengikuti audis, Kim Joo won..aku masih bisa audisi, ia senang sekali.
tapi Ra Im ingat, Joo won pasti saat ini sedang terperangkap di lift.

Joo Won terjatuh di lantai lift dan hampir-hampir tidak bisa bernafas, ia menelepon Ra Im
Ra Im sudah menangis..halo?! Halo? Kim Joo Won! Halo?

Joo Won dengan nafas tersengal-sengal dan suara seperti tercekik berkata : Aku sudah bilang padamu aku tidak bisa naik lift… lalu Joo Won hilang kesadaran-nya.
Di latar belakang terdengar suara ayah Ra Im yang berdoa.

Ra Im menjerit, Kim Joo Won! Kim Joo Won! jawab aku! Kim Joo Won!! Jawab aku!! Jawab Aku!! Kim Joo Won!!!


Ra Im ‘s Dad prayer :

Tuhan, saat aku dipanggil untuk melaksanakan tugasku,
Meskipun dalam lautan api neraka, berikan padaku kekuatan untuk menyelamatkan satu jiwa.
Tuhan, Aku ketakutan seperti sebelumnya, dan aku berdoa untuk hujan.

 

Saat nyawa berharga itu ada di ujung tanduk,
Kumohon persiapkan aku.
Tuhan, jika aku kehilangan nyawaku sesuai kehendakMu,
Aku berdoa dengan kemurahanMu,
Kau akan menjaga istri dan keluargaku.

Sinopsis Drama “Secret Garden” Eps. 14

Secret Garden episode 14

Oska mengantar Ra Im menemui Joo Won dan berkata kalau tugasnya sebagai Ibu Peri sudah selesai.

Lalu Oska menemui Seul dan tanya apa kau sudah lama menungguku?
Seul mana mau mengaku dan berkata, siapa kau, kenapa aku harus menunggumu?

Oska tidak peduli dan menarik tangan Seul menjauh, ayo aku akan menunjukkan sesuatu padamu.

Joo Won heran melihat Ra Im datang dan tanya kenapa tidak menjawab telpnya.

Lalu Joo Won mengecek label baju Ra Im! astaga ini orang.. Joo Won memuji, gaun yang bagus. Apa ibu peri yang memakaikan-nya untukmu?

Joo Won tanya apa ibu peri juga berkata kau akan lenyap tengah malam nanti?
Ra Im menjawab itu terserah Joo Won.

Sementara Oska berusaha keras mengingat apa kesukaan Seul atau sebenarnya Oska sedang berusaha mengingat Seul itu pacarnya yang seperti apa. Oska menawarkan cheesecake, coklat.
Tapi semua itu bukan kesukaan Seul dan Oska salah mengira Seul dengan wanita lain. Seul kesal, kenapa kau melakukan ini?
Oska berkata ia sedang dalam proses mengingat.

Joo Won masih bingung dan minta jawaban Ra Im, kenapa ia muncul dengan berdandan seperti itu. Jangan membuatku gugup.

Ra Im : Aku ingin masuk tapi tidak bisa masuk, jadi aku berdiri di luar tapi ibu peri mengatakan padaku untuk datang dan mengatakan-nya padamu. Makanya aku datang menemuimu.

Kepada ibumu, aku sumpah atas nama ayahku dan janji tidak akan menemuimu lagi meskipun tubuhku berbalik, hatiku tidak akan pergi. Jika aku menemuimu aku tahu itu akan sangat sulit di kemudian hari tapi daripada tersiksa karena tidak bisa menemuimu aku pikir akan lebih mudah untuk bertahan menemuimu dan menghadapi kesulitan. Aku datang menemuimu. Ini jawabanku. Tapi aku tidak ingin menjadi Little Mermaidmu. Jadi sekarang berikan jawaban padaku, apa aku hanya bisa menjadi Little Mermaid?

Joo Won belum bisa menjawabnya, mungkin masih syok haha, lalu mereka diganggu oleh Yoo Kyung Ran, blasteran Korea-Jepang itu. Kyung Ran datang menggantikan ibunya. Joo Won mengenalkan Kyung Ran pada Ra Im.

Kyung Ran terkesan karena Joo Won masih mengingat namanya. Kyung Ran basa basi dan minta maaf karena mengganggu, tapi Ra Im berkata tidak apa-apa.

Kyung Ran ingin bicara berdua saja dengan Joo Won, tiba-tiba Seul datang dan berkata ada yang ingin bertemu dengan Kyung Ran dan membawa Kyung Ran keluar. Wah kalo Oska adalah Ibu Peri, maka Yoon Seul adalah Peri Bodyguard hahaha

Setelah Kyung Ran pergi, Joo Won menjelaskan kalau dia pergi kencan buta dengan Kyung Ran dan tidak ada apa-apa. Ra Im berkata tidak masalah. Karena itu sebelum aku mendengar jawabanmu, jadi jawab pertanyaanku.

Lalu ada seorang pria mengganggu mereka, sigh…Pria itu mengajak Joo Won minum dan ketika melihat Ra Im, pria itu ingin dikenalkan.

Joo won menjawab : Dia adalah seseorang yang tidak akan pernah kau temui dalam hidupmu. Pergilah main ke tempat lain.

Pria itu berkeras, kenapa ia tidak akan bertemu Ra Im? Dalam lingkup kecil ini (kalangan elit), aku akhirnya akan bertemu dengan-nya, benar kan?

Joo Won : Sudah kubilang, pria sepertimu tidak akan bertemu dengan-nya. Dia benar2 wanita yang luar biasa. Wanita ini menyetir mobil seperti mengikuti balapan. Kalau ia melihat pencopet atau pelecehan, ia akan memukul meskipun untuk orang asing. Meskipun ia tidak punya uang dan ada memar diseluruh tubuhnya, dia berkata tidak menyukai pria seperti kita (kaya dan manja, rich spoiled boys) meskipun hanya untuk satu menit atau satu detik saja. Wanita seperti itulah dia.

Lalu Joo won menjawab pertanyaan Ra Im, aku tidak pernah melihat wanita yang mengagumkan seperti ini sebelumnya. Itu jawabanku. Ra Im memandang Joo Won dan tersenyum.
Pria itu kesal : Apa kau sudah gila?

Ra Im menjawab dalam bhs Inggris : You should shut your mouth if you want to live. In ten minutes…it will become your last words.
(meskipun agak aneh di telinga tapi ya sudahlah..)

Joo Won heran, kau bisa bahasa Inggris? Ra Im berkata ia latihan dari skenario Dark Blood itu.

Ra Im : Jika bukan karena baju yang dipakaikan oleh Oppa-ku, aku bisa membuat tulang belakang ke-5nya menjadi no. 6

Joo won kaget, dia memakaikan baju padamu? Sendiri?
Ra Im melihat ke arah Joo Won dengan pandangan – kau ini sungguh bodoh.

Kyung Ran heran, mengapa Seul menyeretnya keluar. Seul menahan Kyung Ran di dinding kaca dan tanya apa Kyung Ran suka drama?

Seul berkata ia lihat satu drama, Gossip Girl (ya aku lihat juga, tp cuma ep awal), ada dialog terkenal dari drama itu, “Wanita murahan gila disini adalah aku.” Apa yang kau lakukan pada Kim Joo Won tadi aku sudah melakukannya beberapa bulan lalu. Dan minta Kyung Ran tidak mengganggu keduanya, jangan melukai orang yang sedang mulai membuka hati mereka satu sama lain,

Seul mengambil ujung mantel bulu Kyung Ran dan menghempaskannya, bersenang-senanglah diam-diam dan pergi! Lalu Seul pergi.

Oska memainkan piano dan Seul mendekatinya, ia kaget, ini lagu favorit Seul. Oska tersenyum, lagu ini benar kan?

Sementara Joo Won dan Ra Im berdansa dengan amat sangat pelan. Joo Won tiba-tiba mengecup Ra Im, Ra Im terkejut, semua melihat kita. Ra im menoleh ke sekeliling.

Joo Won : Tentu saja karena aku baru saja mencium stuntwoman miskin. Jika ada pemegang saham dari dept. store kami di dekatmu, katakan padanya untuk segera menjual sahamnya karena Presiden dept store itu sudah jatuh cinta dengan wanita dan dalam proses menghancurkan kontrak bisnis besar.

Ra Im tidak tahu mau menjawab apa, ia hanya menatap Joo Won. Dan Joo Won mulai mencium Ra Im, dimulai dari dahi lalu …wow…tutup mata! tutup mata…haha dan semua orang melihat mereka.

Keduanya cuek dan seperti ada di dunia mereka sendiri. Oska dan Seul melongo melihat keduanya. Ngomong2 ini adegannya lumayan lama ya…

Ok, setelah itu mereka hanya …berpandangan hehehe

Keesokan harinya, Oska syuting CF dan juga interview. Lalu wanita itu menyinggung tentang Lee Jun Hyuk, kalau Jun hyuk akan kembali. Oska baru tahu itu.

Oska lalu mencari tahu tentang Jun Hyuk dan ia baru ingat apa yang sebenarnya terjadi antara dirinya, Seul dan Jin Hyuk.
Saat Oska tidak mengaku kalau kencan dengan Seul dan ia sadar, kemungkinan besar Seul mendengar percakapan mereka saat itu. Lalu Oska langsung pergi mencari Seul.

Di jalan, Oska mendapat laporan kalau Oska dituduh terlibat plagiat, penulis lagu itu mengatakan kalau Oska melakukan semuanya meskipun tahu kalau lagu itu plagiat, Oska tetap meminta penulis lagu membuat lagu yang sama. Parahnya lagi, gosipnya sudah menyebar di tabloid2.
Oska kaget ia marah, aku akan menghancurkannya! dimana dia? (penulis lagu itu)

Joo Won ada di kantornya, ia sebenarnya cemas kalau sahamnya benar2 akan turun, ternyata penjualan selama Christmas Sale-nya naik 30% dibanding Christmas Sale tahun lalu.
Joo won lega dan berkata pada direksinya kalau meetingnya selesai, ia ada janji.

Jong Soo memberikan rekaman demo audisi untuk Ra Im, Ra Im menerimanya dengan gembira, lalu keluar dari kantor Jong Soo. Joo Won sudah menunggunya di luar, kenapa kau selalu masuk ke kantornya? apa dia tidak bisa keluar dan bicara padamu? Dia sudah bukan Direkturnya lagi.
Ra Im : Diam!
Joo Won melihat Jung Hwan dan memanggilnya, Direktur Hwan, kenapa kau tidak minta kantor? Tapi Jung Hwan berkata kalau ia baru resmi jadi Direktur awal Januari th depan.
Joo won : Baiklah, Direktur 1 Jan, aku mau membawa Gil Ra Im.

Jung Hwan berkata harus ijin Jong Soo tapi Joo Won mana mau tahu dan ia langsung menculik Ra Im.

Joo Won membawa Ra im pulang ke apartemen-nya dan menutup mata Ra im dengan tangan, lalu menuntun-nya masuk ke rumah. Joo Won membuka mata Ra im dan Ra Im menahan nafas, apartemen-nya sudah dihias dengan ornamen Natal, lampu kelap-kelip, dan pohon Natal kecil.

Ra im terpesona dan melihat ke arah Joo Won, kau sendiri yang melakukan ini semua?

Joo Won mengangkat bahu, kau tidak perlu terlalu tersentuh, ini adalah gaya kepemimpinan dari satu kelas sosial untuk membuat akhir tahun dan tahun baru sesama miskin dan termajinalkan menjadi menyenangkan. Mulai sekarang, jangan berdiri di ruang tamu pyungchang-dong lagi dan lupakan semua kenangan buruk di sini, ingatlah saat ini saja, lalu tidur, makan, dan bercanda dan terus hidup.

Ra im tersenyum dan mengangguk, Terima kasih, kau sungguh baik. Lalu menambahkan, tapi kali ini kau cuma mengeluarkan uang sedikit.
Joo Won tidak terima, pohon itu bukan pohon sembarang pohon, itu…

Ra Im tersenyum dan melanjutkan, aku yakin pasti bukan sembarang pohon. Aku yakin itu ditanam secara organik dan ditebang satu demi satu batang pohon di Departemen Kehutanan Norwegia atau sesuatu seperti itu, benar kan?

Joo Won terkesan : Wow..
Lalu tiba2 ia berkata, kapan Ah young pulang ya?
Ra Im heran, kenapa kau tanya.

Joo Won tersenyum dan mengambil ponselnya, Tidak apa-apa.

Joo Won mengatur agar Ah Young tidak perlu pulang. Ia pura-pura menelepon Sekretaris Kim, padahal sebenarnya langsung ke Ah Young, yang cekikikan geli dan berkata, “Jangan kuatir. Bersenang-senanglah.”

Ra Im merampas ponsel Joo Won, kau sudah gila? Ini memalukan, kenapa kau melakukan ini?

Joo Won tersenyum mencurigakan dan mendekatkan wajahnya ke Ra Im, kau pikir kenapa aku melakukan ini.

Ra Im kaget dan menghindar, hei! menyingkir dariku.
Joo Won terus jalan mendesak Ra Im, rumahmu kecil sekali, kau tidak akan pergi jauh.

Ra Im mundur2 terus sampai jatuh terduduk di tempat tidur, Joo Won menunduk mendekatkan wajahnya. Ra im panik, jangan dekat2.

Joo Won : Apa? kau pikir aku akan melakukan apa?
Ra Im diam saja, Joo Won menggodanya, pikiranmu itu sungguh tidak baik.

Joo Won meraih tangan Ra Im dan mendekatkannya ke dadanya, aku akan melakukan ini..menggenggam tanganmu. Mengapa melakukan hal sederhana seperti ini susah sekali untuk kita? Akhirnya aku bisa melakukannya, akhirnya.

Ra Im tersenyum dan keduanya saling memandang. Joo Won mencubit pipi Ra Im.

Tae Sun marah dengan penulis lagu itu, bagaimana dia bisa melakukan ini padahal Tae Sun tidak menuntutnya.

Oska datang dan ternyata wanita itu menyimpan dendam pada Oska. Dulu, Oska pernah melempar demo CD-nya dan berkata kalau musiknya jelek. Oska tidak ingat itu. (Apa sih yang diingat Oska, cape deh..)

Ternyata wanita itu juga menyukai Tae Sun tapi Tae sun tidak suka dengan wanita. Wanita itu minta Oska menyelesaikannya dengan uang, kau punya banyak uang. Jika Oska membayarnya, maka ia akan berkata “Aku melakukannya untuk bertahan. Aku minta maaf, Oska adalah korban.”

Oska menolak membayar. Managernya kesal, kenapa, bayar saja dia. Bukankah ini sesuatu yang bisa menghancurkan Oska karena orang Korea membenci pembohong.
Oska berkata untuk membatalkan konser saja dan mengembalikan uangnya (tiket). Tae Sun menyalahkan dirinya sendiri, tapi Oska berkata memang seperti inilah hidupnya.

Ibu Joo Won kaget sekali saat mendengar tentang ciuman Joo Won dan Ra Im di pesta VVIP.
Ibu Joo Won marah-marah dan ingin melakukan pembalasan. Panggil Kepala HRD segera!

Ternyata Ibu Joo Won memecat Ah Young. Sekretaris Kim marah-marah dan menuduh kalau ini pekerjaan Joo Won, ia berkata dulu kau tanya, boss seperti apa dirimu, sekarang aku akan bilang, kalau kau ini tidak punya aturan, dan kejam, kau adalah president yang jahat.

Joo Won : Kubilang bukan aku yang melakukannya! Hubungkan aku dengan kepala HRD!

Kim : Kau benar-benar tidak memecatnya?
Joo Won mendelik ke arah Kim dan merampas telp dari tangan Kim.

Ibu Joo Won ternyata menelepon Ra Im dan memperingatkannya, sudah dimulai. ini cuma peringatan saja.
Ra Im bingung, Ibu Joo Won berkata dengarkan detilnya dari temanmu.
Ibu Joo Won berkata ini halangan yang harus dilewati Ra Im.

Ah Young pulang membawa box. Tapi ketika ditanya, Ah young hanya berkata ia bertengkar dengan rekan kerjanya dan berhenti.

Ah Young : Seharusnya aku melakukan ini lebih cepat, aku jadi lega. Aku akan bersantai sebentar dan menonton drama yang belum sempat kutonton.

Ra Im kesal, ia harus membereskan ini. Lalu pergi. Ra Im ingin menemui Ibu Joo Won.

Ra im ada di depan gerbang ibu Joo Won dan hampir membunyikan bel ketika Joo Won datang dan mencegahnya.

Joo Won ingin mengatasi masalah ini, tapi Ra Im berkata biar dia yang menyelesaikannya. Sekarang Ah young, nanti mungkin Sekolah Aksi.
Joo Won berkata itulah mengapa biarkan dia saja yang mengatasinya, ia bisa.

Ra Im tanya lalu apa rencana Joo Won.
Joo Won : Ya, aku akan mengadukan ibu pada kakek-ku.
Ra Im tidak percaya, Apa??

Lalu tiba-tiba ada hujan badai.
Joo won kesal karena mobilnya terbuka dan bergegas pergi untuk menutup covernya, karena kau tahu, jok mobilnya terbuat dari kulit Spanyol dijahit satu demi satu.

Ra Im kesal, yah apa itu penting sekarang?

Mereka bertukar badan lagi!

Keduanya bingung, Joo Won heran, kenapa wajahku ada di sana?
Ra Im kaget, kita bertukar badan lagi? Lagi?? kenapa ini terjadi di saat seperti ini? aku akan gila.

Ibu Joo won tiba, dan sekretarisnya segera memberikan payung untuk Joo Won (yang dipakai Ra Im) Tapi Ra Im (yang dalamnya Joo Won) merebut payung itu dan membukanya diatas kepala Joo Won.
Ibu Joo Won minta keduanya masuk.

Ra Won : Bukannya langsung berurusan dengan orangnya, justru menyakiti teman orang itu, itu adalah tindakan pengecut.
Ibu Joo Won : Apa aku akan tanding Olimpiade? apa kau pikir aku akan bermain sportif dalam urusan ini?

Ra Won : Kau jelas sekali kelihatan, pertama teman-nya, lalu pekerjaan-nya, lalu menyuap pemilik rumah dan membuatku diusir, lalu membuatku meninggalkan negri ini. Ini urutan-nya kan?
Ibu Joo Won jelas kaget, bagaimana kau tahu? Apa kau pernah melalui ini semua?

Joo Im : Tidak, ini pertama kalinya.
Ibu Joo Won minta ‘anaknya’ diam. Dan berkata pada Ra Won, karena kau sudah tahu apa tindakanku (selanjutnya), apa kalian akan tetap bertemu?
Ra Won : Tidak, aku tidak akan menemuinya.
Ibu Joo Won setuju.
Tapi Ra Won belum selesai dan melanjutkan : Kami akan tinggal bersama.

Joo Im teriak, ya!

Ra Won : Aku tidak bisa putus dengan anakmu, ini semua demi kebaikan anakmu. Jika kami putus seperti ini, anakmu bisa mati karena sakit cinta.
Ibu Joo Won syok, apa? sakit cinta?

Ra Won : Ah Young adalah karyawan yang sudah kerja selama 5 th, meskipun kau menghubungkan-nya dengan President, kau tidak bisa memecatnya semaumu sendiri. Jika kau melibatkan diri dalam masalah tenaga kerja lagi, aku akan melaporkanmu pada serikat buruh, jadi jangan cari perkara dengan kami.

Jika kau benar-benar tidak tahan melihat kami bersama, kami akan pergi dan tinggal di LN. Apa kau mau hidup tanpa melihat putramu? Apa aku harus membuatnya seperti itu?

Ibu Joo Won tertegun, ia kehabisan akal. Lalu berpaling pada ‘anaknya’, Kim Joo Won, kenapa kau diam saja? Bagaimana menurutmu perkataan-nya?

Joo Im : aku pikir dia benar. Aku ingin mempercayai orang ini sekarang.

Ibu Joo Won terperanjat, apa? Apa? Ra Won berdiri dan berkata akan pergi, lalu minta Joo Im mengikutinya. Ibu Joo Won syok.

Diluar, Joo Im berkata ia tahu ini akan terjadi, bagaimana kau bisa bicara pada ibu seperti itu? Ibumu sudah menganggap aku wanita murahan yang mengejar anaknya.

Ra Won : Ini benar.
Joo Im : benar apanya? siapa yang mengejar? Kenapa kita harus bertukar badan di saat seperti ini.
Ra Won : Itulah mengapa, ayo kita pindah, kita cari tahu penyebabnya.
Joo Im : Pindah? pindah apa?

Mereka sampai ke apartemen Ra Im, dan mereka kembali ke tubuh masing-masing. Joo won minta Ra Im mengepak bajunya. Ra Im kaget, tapi Joo Won tetap pada pendiriannya, kita akan tinggal bersama.

Ra Im : Apa itu begitu penting sekarang ini?
Joo Won nyengir dan menunjukkan lesung pipitnya, bagiku, memikirkannya saja menyenangkan sekali. Aku pasti gila…
Ra Im : Kau baru sadar sekarang?

Tapi Ra Im masih mencemaskan Ah Young. Joo Won minta Ra Im tenang saja, ibuku bisa cari perkara denganku tapi tidak dengan serikat buruh/pekerja. Ra Im lega. Jadi sekarang kita bisa mencari tahu mengapa ini terjadi pada kita..
Joo won : Kita mulai dengan pindaaaahhhhh…

Kau sangat ingin melakukannya ya? Ra Im tidak percaya, dengar, ini bukan pertukaran dengan teratur, karena periodenya tidak menentu.
Ra Im : Apa ada sesuatu yang biasa ketika kita tukar badan?

Joo Won mengingat kembali, pertama terjadi di Pulau Jeju, lalu penjara, lalu hari ini. Keduanya berpikir apa yang memicu kejadian ini. Ra Im sadar, hujan, setiap kali terjadi hujan.

Ra Im mencari tahu kapan hujan lagi, ternyata masih satu minggu lagi.
Joo Won mengeluh, jadi kita harus menunggu satu minggu lagi untuk berciuman? Ra im siap memukul Joo won.

Joo Won mencari kota mana yang hujan, ternyata New York. Ia ingin kesana. Ra Im sebal, kau mau ke NY hanya untuk berciuman? Lalu bagaimana kau menahan-nya selama ini?
Joo Won : Kimsooro…kau tahu ini?
Ra Im : Sudah kita tunggu saja hujan berikutnya, karena sudah pernah melakukannya, bukankah akan lebih mudah kali ini?
Mereka tukar lagi.

Joo Won dan Ra Im tinggal bergiliran di rumah masing-masing untuk penyesuaian dalam satu minggu hehehe. Mereka mempelajari kebiasaan masing-masing.

Joo Won minta Ra im mengatakan lebih dulu apa yang akan ia lakukan.
Joo Im : Aku ada audisi penting, aku sudah mengirim demo untuk adegan aksiku tapi belum ada jawaban. Jika aku gagal dalam audisi, hatiku akan sakit tapi bukan masalah, jika kebetulan aku terpilih, kau mungkin harus audisi untuk-ku.

Joo Won dalam tubuh Ra im langsung panik, apa kau sudah gila?
Joo Im tetap ingin Ra Won latihan, mulai hari ini.
Tapi jangan harap latihan mereka bisa serius. Ra Won main-main terus sementara Joo im serius melatih.

Joo im berkata kalau yang perlu dilatih hanyalah aksinya, sedang untuk skenario tidak ada masalah, karena bahasa Inggris Joo Won lebih baik darinya.

Joo Im berkata ia juga akan belajar tanda tangan Joo Won.
Ra Won mulai menjelaskan masalah bisnis. Awal minggu di bulan Jan ada New Year’s sale lalu rencana untuk Lunar New Year. Pertama, Joo Im harus belajar berkata :”Apa ini yang terbaik darimu? Apa kau yakin?” Kau hanya tandatangan hanya yang kuijinkan.

Joo Im latihan tanda tangan Joo Won beberapa kali. Ra Won minta lain kali Joo Im jangan membalas salam dari staf.

Kali ini Joo Im tidak setuju, Joo Won yang harus berubah, jika tidak setuju kencan saja dengan wanita lain.
Ra Won : Baik.

Ra Won berkata ia juga punya syarat, berdiri. Joo Im heran, kenapa? Ra Won minta Joo Im tutup mata. Apa? Joo Im kaget.
Ra Won : Aku bilang tutup matamu.

Lalu Ra Won memeluk Joo Im (mereka bertukar lagi) dan berkata, tubuh kita mungkin tertukar lagi tapi mari kita berpelukan sekali dalam sehari.

Joo Im menandatangi dokumen dan menaikkan jabatan Ah Young. Ra Won menerima laporan itu dari Joo Im saat latihan pedang.

Jung Hwan dan Jong Soo merasa ‘Ra Im’ kurang bagus aksinya. Jung Hwan berpikir apa Ra Im dicampakkan orang yang pintar cari uang itu ya.
Jong Soo berkata jika demikian, kita panggil saja dia dan kita pukuli. Jung Hwan kaget mendengarnya.

Ra won dan Joo Im bertemu di cafe dan memutuskan untuk mengakhiri hari mereka disini, untuk memutuskan apa yang harus mereka lakukan untuk besok.

Joo Im dapat pesan, ternyata dari pemimpin fans club Oska, konser Oska dibatalkan. Joo Im mengeluh, ia tidak bisa menemui Oska karena mereka bertukar badan, Oska pasti sangat sedih.

Ra Won cemburu, lalu bagaimana dengan perasaanku? tunggu jika konsernya tidak dibatalkan, berarti kau meninggalkanku dan pergi ke konsernya?
Joo Im berkata setelah itu ia akan ke sekolah aksi untuk pesta Natal.

Ra Won tidak percaya sekolah aksi mengadakan pesta Natal, apa mereka tahu apa artinya pesta?
Joo Im : Jangan meremehkan kami, kami selalu menjadi Sinterklas untuk satu sama lain.

Ra won ingin tahu, bagaimana kalian berpesta, apa kalian pesan pizza dan duduk melingkar, menonton pertunjukan bersama dan tukar kado?
Joo Im : Bagaimana kau tahu?

Fans Oska tidak bersedia menerima uang tiket mereka padahal Oska sudah minta managernya mengembalikan uang mereka.

Asisten Oska berkata fans Oska tidak ingin mengembalikan tiket, mereka berkata akan menunggu konser Oska, mereka berkata percaya pada Oska, dari 2000 tiket terjual hanya 132 yang ingin uangnya dikembalikan.

Oska minta maaf pada managernya dan berkata semua ini kesalahan-nya tapi managernya tidak menyalahkan Oska, kita akan menghadapi ini dan membatalkan konser.

Seul menemui Oska dan ia membawa taart cantik. Oska tidak seharusnya sendirian, karena ini Natal.

Yoon Seul mengucapkan selamat Natal dan akan pergi, tapi Oska menawarkan kue beras dan minuman. Seul duduk dan tanya apa Oska juga mau makan kue. Oska mau. Seul menyalakan lilin kue dan Oska main piano

Oska : Terima kasih sudah datang di konserku. Oska memberikan pidato seperti yang akan ia berikan pada fans-nya. Lalu diakhiri dengan ucapan Selamat Natal.

Lalu Oska menyanyi, ‘Here I am’ Yoon Sang Hyun keren 🙂 Seul menangis.

Joo Im datang ke pesta Natalnya, membawa hadiah dan melihat semua dekorasinya, hadiah2 dan makanan. Ia tanya pada Jung Hwan, dari mana ini semua?
Jung Hwan menjawab jangan pura2 tidak tahu. Ra Im sudah mengatakan-nya pada kami, jadi terima kasih.

Joo Im bingung, Gil Ra Im disini? Lalu ia melihat Ra Won. Ra Won ingin datang untuk merayakan malam Natal bersama Gil Ra Im, kenapa?

Lalu ada satu orang yang menyatakan cinta pada ‘Ra Im’, ia membuat singkatan nama Ra Im, Gil untuk Gil ra im sunbaenim. Ra untuk ra im-ah..

Beberapa stunt berkata apa itu, dia pasti ingin minta dipukul.
Lalu melanjutkan, im untuk im ja (belahan jiwa), mohon terima cintaku. Semua ketawa.

Ra Won murka dan berkata akan membunuh pria itu, para stunt harus menahan punggung Ra Won dan beberapa menyeret pria itu. Pria itu masih teriak2, Sunbaenim, jangan kencan dengan si brengsek itu, meskipun aku tidak menghasilkan banyak uang, aku lebih muda darinya!

Lalu beberapa pertunjukan dan lihat..Ra won dan Joo Im bergandengan tangan di belakang punggung Jung Hwan ^_^

Joo Im sedang bercukur dan menutup matanya lalu berpikir jika ia menutup matanya, sepertinya Joo Won berdiri bersamanya. Lalu Joo Im menemukan obat2an milik Joo Won dan ingat saat Oska keceplosan bicara tentang kecelakaan yang menimpa Joo Won.
Joo Im juga ingat Oska menyinggung tentang Ji Hyun.

Joo im menemui Oska, ia ingin tanya. Kebetulan Oska sedang bicara dengan Lee Ji Hyun, tapi karena Ra Im belum pernah ketemu Ji Hyun sebelumnya, ia tidak kenal Ji Hyun.
Joo im minta maaf karena mengganggu Oska, apalagi sekarang sedang ada tamu dan ia ingin pergi.

Oska berkata ia memanggilnya karena minta obat tidur. Oska tidak bisa tidur. Lalu Oska tanya kenapa ‘Joo won’ datang, Joo im berkata bukan masalah mendesak, bisa dibicarakan nanti.
Joo Im membungkuk pada Ji Hyun dan berkata silakan lanjutkan pembicaraan-nya.

Ji Hyun : Tidak lucu, aku punya janji malam nanti jadi aku mampir sebelum pergi kerja.

Suara Ra Im : Aku pasti mengenal orang ini, siapa dia? Apa yang harus kulakukan?
Sementara Oska dan Ji Hyun memandang Joo Im dengan pandangan bingung.

Di saat yang sama, Ra Won memandang foto Ra Im dan ayahnya, ia berkata kalau ayah Ra im tampak familiar, seperti sudah pernah bertemu sebelumnya.
Jong Soo memberikan kopi dan Ra won mengeluh, kopimu lebih baik dari milik-ku.

Jong Soo : Bukankah itu sekitar tgl 5 Des kalender bulan.
Ra won tidak mengerti, apa? Kenapa dengan tanggal itu? Ah itu ulang tahun-mu?
Jong soo bingung.

Oska menatap Joo Im dengan tajam, ada apa denganmu pagi ini?
Joo im mencoba menutupi dengan berkata kalau ia bercanda dan berkata pada pada Ji Hyun, sudah lama tidak ketemu dan ia melambai.

Ji Hyun heran, apa maksudmu sudah lama..kau baru saja bertemu denganku beberapa hari lalu.

Ji Hyun lalu berdiri dan pesan agar Oska juga olah raga paling tidak sejam setiap hari dan jangan hanya mengandalkan obat. Ji Hyun mengucapkan selamat tinggal pada Joo Im.

Oska : sekarang katakan padaku apa yang kau perlukan karena aku akan tidur.
Joo Im : Kau bilang padaku untuk mengontak Ji Hyun waktu itu

Oska : Lantas?
Joo Im : Jadi aku ingin mengontaknya, tapi aku kehilangan no-nya tanpa sengaja, apa kau tahu nomor telp-nya?
Oska tidak percaya ini, no telp Ji Hyun?
Joo Im : Ya, karena ada yang ingin kutanyakan, apa kau tahu itu? Lalu ia heran melihat raut muka Oska. kenapa?
Oska terlihat sangat kesal.

Ra Won berkata ia lupa tadi. Jong Soo memancingnya, apa yang kau lupakan? Apa kau melakukan ini karena kau tidak ingin memberiku hadiah ulang tahun?
Ra won masih tidak mengerti dan tanya, kau mau hadiah apa?

Jong Soo ingin memastikan, maka ia sengaja berkata : Kim Ji Hoon-sunbae menelepon, ia tanya kabarmu.
Ra Won : Ah, benarkah? aku tidak tahu apa aku punya no. telpnya, aku akan menelepon-nya.

Sekarang Jong Soo terlihat ngeri, dan menatap Ra Won seperti menatap orang asing. Ra Won heran, apa?
Jong soo : Siapa kau? Kau bukan Gil Ra Im, iya kan?

Ra won terperanjat dan gugup.

Jong soo : Kim Ji Hoon-sunbae meninggal dunia 3 tahun lalu, tanggal 5 bukan ulang tahunku tapi peringatan hari kematian Ayah Ra Im.

Sementara Oska juga mengatakan hal yang sama, siapa kau? Kau bukan Kim Joo Won.

Joo Im terlihat ketakutan.
Oska : Wanita yang baru saja pergi itu adalah Ji Hyun, dokter Lee Ji Hyun, dokter Kim Joo Won, kau siapa? dimana adikku Kim Joo Won?