Sinopsis Drama Still Marry Me (The Woman Who Still Wants To Marry) Eps.5

Still Marry Me (The Woman Who Still Wants To Marry)

Episode 5


Shin young berjalan terhuyung2 dan pura2 mabuk ia berkata ia baik2 saja dan bisa pulang sendiri, tapi Min Jae mengerti kalau Shin Young menggodanya dan memberinya kesempatan. Min JAe dengan senang hati menggendong Shin Young di punggungnya dan siap menuju pintu keluar, keduanya terlihat senang karena mereka masing2 punya agenda, ketika..tiba2 boss Shin YOung tiba di pesta tepat waktu dan merusak suasana.

Boss Shin Young berkeras berkata bahwa Min Jae tidak perlu menggendongnya di punggungnya sendiri, Shin Young terlalu berat dan lagi boss Shin young sudah siap untuk kejadian seperti ini. Atas permintaan-nya, datanglah dua orang pria…membawa tandu.


Min JAe protes, tapi boss Shin Young dan rekan2nya sangat gigih dan akhirnya Min Jae harus menyerah dan meletakkan Shin Young di atas tandu. Dan karena Shin Young pura2 pingsan, Shin Young tidak bisa melakukan apa2 kecuali terus pura2 pingsan. Dan ia dibawa keluar dengan cara yang sangat memalukan. Kemudian saat tiba di luar, ia melompat dari atas tandu dan lari ke dalam taksi.


Sang Woo yang menunggu di depan apartemen Shin Young dicurigai sebagai penguntit oleh petugas sekuriti dan ia diusir tepat saat Shin Young datang. Shin Young melihat semuanya dan menyembunyikan diri, ia benar2 lega karena tidak harus muncul sendirian setelah menyombong bahwa ia akan pulang dengan Ha Min Jae.


Paginya, Ban Seok bertemu Min Jae di gym, dan Ban Seok tidak puas dengan bukti yang diberikan Min Jae. Karena foto yang dikirim oleh Min Jae blur dan tidak jelas. Ini karena Shin Young sibuk bersandar pada Min Jae dalam usahanya untuk menggoda Min Jae.

Min Jae berkeras itu Shin Young, ia bahkan memanggil Shin Young dengan sebutan Shin Young ssi, yang membuat Ban Seok berpikir bahwa Min Jae benar2 menyukai Shin Young. Dan taruhan ini hanya alasan saja. (Di Korea, menyebut nama keluarga dan menambah ssi lebih sering dilakukan, tapi yang dilakukan Min Jae tidak biasa apalagi usianya terpaut cukup jauh. Jadi pasti ada hub istimewa.)

Ban Seok berkata, ia akan kecewa jika Shin Young melewatkan dirinya dan jatuuh ke pelukan anak kecil seperti Min Jae. Min Jae tersinggung dan menjadi sangat serius, “Kak, kau sudah berumur begitu banyak dan kau tidak tahu mengenai ini? Cinta bukan sesuatu yang dapat dikendalikan oleh seseorang.”

Ban Seok akhirnya tanya apa yang direncanakan Min JAe jika Shin Young benar2 jatuh cinta dengannya, “Apa kau akan berkata, maaf, itu hanya taruhan saja?” Min Jae menjawab itu akan ia putuskan nanti jika saatnya tiba. Ban Seok benar2 tidak percaya, dan berteriak, “Setelah ia benar2 suka denganmu?”


Min Jae menjawab, “Setelah ia jatuh terlalu dalam dan tidak bisa keluar.” Ban Seok marah dan memaki Min Jae.


Pagi yang sama di apartemen shin Young, Da Jung sudah menyiapkan sarapan yang lezat untuk mereka. Shin Young menyeret dirinya bangun dan makan. Shin Young tanya buat apa menyiapkan sarapan yang istimewa ini, Da Jung menjawan ia suka melakukan hal2 seperti ini, ia hanya tidak punya suami untuk diberi sarapan. Da Jung tanya apa Shin Young pulang sendiri, dan saat Da Jung dengar bahwa Shin Young memang digendong untuk beberapa saat.

Da Jung tanya dengan semangat, “Bagaimana rasanya?” Shin Young, “Menyenangkan.” Da Jung heran, “Apa yang akan terjadi jika kau akhirnya benar2 berkencan ?” Shin Young, “Tidak, tidak seperti itu. Dia bukan satu atau 2 tahun lebih muda dariku.”

Da Jung sangat optimis, ia memberi contoh dengan pasangan Demi Moore dan Ashton Kutcher yang selisih 16 th. “Jika ia melakukannya, mengapa kau tidak?” Kau seharusnya mengencani Sang Woo dan Min Jae. Shin Young tanya, “Apa ini karena kencan butamu yang buruk?” Da Jung berkata bahwa ia sudah menetapkan tanggal pernikahan : 22 Oktober. Ia sudah merencanakan semua detil pernikahannya dan sekarang yang ia butuhkan adalah pria.

Shin Young : “Kau tidak perlu pria. Kau sudah memiliki semua detilnya. Kita bisa bersama dan menikah.” Da Jung menambahkan dalam rencana imaginasinya, nanti Shin Young yang akan menangkap bunganya.

Da Jung berkata ia mungkin terlalu sempurna untuk mendapatkan seorang pria. Ia akan menunjukkan beberapa kekurangannya lain kali. Kemudian Bu Ki datang dengan panik dengan koran di tangan.


Sepertinya orang lain menyerobot cerita mengenai musisi yang seharusnya menjadi pokok cerita Shin Young. Boss nya menyingkirkan Shin Young karena tidak menyajikan cerita itu pada berita jam 9. Shin Young minta kesempatan lagi untuk merekam ulang tapi bossnya justru membatalkan semuanya.


Senior Shin Young yang menyebalkan berterima kasih pada Shin Young karena mereka memberikan kavling waktu Shin Young padanya untuk acara berita live. Ia juga bertanya, “Kapan kau akan menikah pada Shin Young?”

Shin Young berjalan pergi tanpa berkata apa2, air matanya mengembang di pelupuk matanya.


Shin Young pergi ke toilet dan menangis diam2, lalu ia berhenti. Ia mengeluarkan pena dan memberi tanda di dinding toilet. Ia berkata, “Dalam 10 th, aku sudah menangis banyak.” Dan ternyata di dinding itu, memang banyak tanda, setiap kali Shin young menangis ia memberi tanda, dan ia meletakkan tangannya di atas tanda itu dan berkata, “Tidak apa, aku akan memenuhi dinding ini, aku punya banyak waktu.”



Min Jae sudah menunggu Shin Young saat Shin Young keluar dari toilet dengan koran di tangan. Min Jae tanya ada apa, dan apa Shin Young menangis karena kehilangan cerita ini. Shin Young menyangkal sudah menangis dan minta maaf karena menghilangkan cerita yang ditemukan Min Jae untuk-nya. Min Jae tanya apa Shin Young tidak apa pulang sendiri kemarin, dan ia mengajak makan malam untuk membuat Shin Young senang.

Shin Young menerimanya. Min Jae membuat Shin Young berjanji agar tidak menghilangkan ceritanya lagi, dan jika ia menghilangkan-nya, tidak perlu menangisinya. Min Jae mengulurkan jari kelingkingnya untuk membuat janji. Shin Young melihat ke arah Min Jae dengan sedikit ragu lalu ia tersenyum dan tersentuh oleh ketulusannya. Ia pun mengulurkan kelingkingnya dan membuat janji.


Min JAe tersenyum dan menggodanya, saat Shin Young mabuk dengan hidung merahnya, ia benar2 terlihat seperti pelayan tua pemabuk. Shin young langsung melepaskan jarinya dan marah2, Min Jae tertawa di koridor. Shin Young berhenti dan menoleh ke belakang, Min Jae hanya berdiri saja di sana, tersenyum padanya. Shin Young sedikit bingung dengan Min JAe.

Da Jung mengalami hari yang melelahkan di tempat kerjanya, maka ia pulang dan minum2, ia tertidur dan mimpi buruk. Dalam mimpi, ia dan Shin Young sudah tua dan masih single dan tinggal bersama. Ia bangun dan menangis dan berkata, mengapa tidak ada pria yang mencintainya.

Shin Young menjawab, “Bukannya tidak ada pria yang mencintaimu. Hanya tidak ada yang tinggi, terpelajar, bukan anak pertama, pria tampan yang bicara tanpa aksen dan punya apartemen besar, yang mencintaimu.” Da Jung membalas, “Itu sama saja!”


Shin Young mengunjungi Min JAe yang sedang berlatih di studio. Shin Young mengintip Min Jae dan terlihat Shin Young memang tertarik dengan Min Jae.


Min Jae istirahat dan ngobrol dengan Shin Young. Mereka setuju untuk bertemu lagi nanti malam untuk kencan makan malam. Shin Young menyebutnya makan malam persahabatan tapi Min Jae berkeras itu kencan, dan Min Jae tanya apa Shin Young dandan untuknya. Shin Young menyebut Min Jae anak sombong, lalu Min Jae minum kopi Shin Young, membuat lipsik Shin Young yang ada di gelas menempel di bibir Min Jae. Min Jae : “Ini berarti kita sudah berciuman. Apa kau akan bertanggungjawab untukku?”

Lalu Shin Young mengejar berita baru. Kali ini mengenai seorang wanita yang dipukuli pacarnya di sebuah klub. Tapi pacarnya itu adalah anggota konggres yang tersangkut skandal uang, membuat ini menjadi besar jika Shin Young bisa mewawancarai wanita itu, Tapi wanita itu menolak meskipun Shin Young sudah meyakinkannya.

Setelah menghabiskan waktu berkemah di luar kediaman korban tanpa hasil, Shin Young menemui Bu Ki di restorannya. Saat mereka minum kopi, HP Bu Ki berdering tapi ia mengabaikannya. Bu ki mengaku ia berkencan dengan pria yang hebat, saat Shin Young tanya mengapa ia tidak mengangkat telpnya. Bu Ki menjawab, “Karena ia sudah punya isteri.”


Bu Ki berkata ia akan menemui istri pria itu dan berkata bahwa suaminya berkeliling kota dan pura2 masih lajang. Shin Young menyebut Bu Ki sudah gila dan minta ia tidak melakukannya.

Tapi Bu Ki tidak mendengarnya. Ia menyukai wanita itu, dan ingin membuka pikiran wanita itu dengan cara Bu Ki.


Isteri pria itu bernama Sang Mi, ia berlatih tari dansa ala Latin. Bu Ki menemuinya di studio dan berkata dengan tenang, “Suamimu adalah perayu dan ia jatuh cinta padaku.” Wanita itu, meskipun kaget, tetap terkendali dan tenang seperti Bu Ki. Dan kemudian ia ikut rencana Bu Ki untuk menerima bunga yang akan diberikan oleh suaminya pada Bu Ki sebagai bukti ketidak-setiaan suaminya. (Bu Ki berencana menolak bunganya)


Shin Young pulang dan ia menemukan Sang Woo didepan apartemennya lagi. Shin Young minta Sang Woo jangan menguntitnya terus, Sang Woo menarik Shin Young dan minta tolong ditemani mencari apartemen, ia akan pindah ke lokasi apartemen Shin Young. Shin Young protes tapi pergi juga bersama Sang woo.

Sang woo tetap ingin kembali dengan Shin Young tapi Shin Young berkata bukankah ia sudah bilang ia kencan dengan Ha Min Jae. Sang Woo tanya apa benar, Shin Young bahkan berkata ia akan mengenalkan mereka.


Malam itu, Shin Young ketiduran dan ia terlambat untuk makan malam dengan Min Jae, Shin Young telp dan tanya apa Min Jae masih ingin pergi. Min Jae berkata mereka pergi lain kali saja dan menutup telpnya. Ia berkata pada teman2 satu band-nya bahwa kau harus sesekali jual mahal.

Sang Mi, duduk di rumahnya menunggu suaminya pulang. Dia tiba, dengan bunga di tangan, ia berkata bunga itu adalah hadiah untuk isterinya.

Sang woo minta Da Jung menemuinya dan ia mohon agar Da Jung membantunya mendapatkan Shin Young kembali. Setelah basa basi dan janji akan mengenalkan Da Jung dengan beberapa pria, Da Jung membawa Sang Woo ke pembukaan restaurant baru Bu Ki.


Shin Young dan Bu Ki makan malam di apartemen Bu Ki, saat Da Jung datang dan menjatuhkan dirinya. Kedua temannya mengira ia mabuk tapi ia mengaku sangat bahagia. “Aku akhirnya bertemu dengan dia, pria yang ditakdirkan bersamaku.” Kedua temannya mencoba bicara dengannya, tapi Da Jung tidak akan mendengar. Mereka akhirnya minta agar Da Jung membawa pria barunya ke pembukaan restaurant.



Rencana Min Jae untuk main jual mahal sepertinya tidak terlalu berhasil. Ia mengecek ponselnya setiap menit untuk melihat apa Shin Young meneleponnya, dan akhirnya ia menyerah dan mengirim SMS duluan. Min Jae mencoba menjadwal ulang kencan mereka malam ini, tapi Shin Young berkata ia akan keluar semalaman di depan rumah wanita pacar anggota konggres itu, ia mencoba wawancara.

Shin Young lari2 di sekitar rumah itu mencoba untuk mengusir dingin. Min Jae menelepon. Shin Young menjawab, “Halo..halo” setelah beberapa saat Min Jae tanya, “Apa kau tidak menyimpan nomorku? Lalu mengapa kau tidak menjawab, “Min Jae ssi?” Aku akan menelepon lagi.”

Min Jae menutup telp-nya lalu menelepon kembali. Kali ini Shin Young menjawab, “Ha Min Jae ssi.” Tidak senang dengan itu, Min Jae berkata, “Bukan, hanya Min Jae ssi. Aku akan menelepon lagi.” Shin Young kesal tapi ia mengerti, Min Jae akan terus melakukan ini sampai ia berkata seperti yang diinginkan Min jae. Maka saat Min Jae telp lagi, Shin Young menjawab, “Min Jae ssi,” dan Min Jae tersenyum.

Shin Young dengan keras kepala tetap menunggu di depan rumah wanita itu. Ia mencoba menghangatkan diri. Kemudian, Min Jae muncul dan membawa sesuatu.

Min Jae membawakan penutup telinga, kopi panas, dan ubi bakar, untuk Shin Young dan membuat Shin Young terkesan. Min Jae berkata agar Shin Young menghangatkan diri dulu, dan ia memegang wajah Shin Young dengan tangannya.


Kemudian Min Jae merasa kecewa saat tahu ubinya sudah dingin. Maka ia pergi dan kembali dengan gerobak ubi bakar lengkap dengan penjualnya. Ia melingkarkan separuh dari scarf raksasanya ke leher Shin Young dan mereka menunggu ubinya matang dengan berbagi scarf.

Min Jae menggoda Shin Young, ia memanggil dirinya sendiri kakak dan memanggil Shin Young, “Shin Young ssi”. Shin Young minta agar Min Jae tidak memanggilnya seperti itu, tapi Min Jae justru semakin menjadi dan memanggilnya, “Shin Young ah,” sepertinya Shin Young itu lebih muda darinya. Shin Young mendelik, “Kau benar2 tidak tahu aturan.” Min Jae membalas, “Kau menyukainya, dalam hati kau suka.”

Min Jae bahkan membantu meyakinkan wanita itu bahwa melakukan interview adalah hal yang benar. Shin Young benar2 terkesan dengan Min Jae.

Shin Young (dalam hati) : Bagaikan sadar dari amnesia
Sepertinya memoriku terlepas
Perasaan ini melandaku
Inilah kencan itu
Inilah kesenangan itu
Darah mengalir dan jantung berdegup
Perasaan bahwa musim semi akan datang
Ingin perubahan dalam hati
Mengapa aku merasa seperti ini.
Disini, hari ini, berdiri di dekat anak ini?
Anak ini disini di sampingku
Ketakutan bahwa aku akan melihatnya sebagai pria.
Perasaan berkencan lagi setelah ratusan tahun.
Ini adalah Lee Shin Young.


Kemudian, Shin Young mendapat telp dari wanita itu, ia setuju di-interview besok. Mereka senang sekali dan berpelukan karena bahagia dan Min Jae mengambil kesempatan ini untuk berfoto…


…yang tentu saja langsung dikirim ke Ban Seok.


Da Jung dan Shin Young sedang mencoba2 baju untuk dikenakan saat pembukaan restaurant Bu Ki, ketika polisi datang dan membawa Da Jung ke pos polisi. Lalu Da Jung pulang, rambutnya berantakan. Kedua teman-nya yang menunggu dengan cemas, berpikir bahwa pacar Da Jung adalah pria beristri dan Da Jung berkelahi dengan isterinya dan rambutnya ditarik oleh wanita itu. Ternyata tidak, pacar barunya adalah penjual obat terlarang dan rambutnya ditarik oleh polisi untuk di test Narkoba.


Maka keduanya mencoba menghibur Da Jung dengan mengajaknya ke salon untuk perawatan kulit kapala. Tentu saja diwarnai dengan keluh kesah mengenai kehidupan Da Jung.


Di pembukaan restaurant Bu Ki,

Shin Young mendapati Min Jae menunggunya. Mereka sangat senang bertemu satu sama lain. Shin Young terkesan dengan penampilan Min Jae.

Min Jae berkata ini karena ia akan bertemu teman2 Shin Young, ia ingin membuat mereka terkesan. Sang Woo melihat mereka dari seberang ruangan. Melihat Sang Woo, Shin Young lebih mendekatkan diri pada Min Jae. Sang Woo mulai minum2.

Shin Young minta Min Jae untuk ikut dalam rencananya kalau ia mendekat pada Min Jae. “Bukankah kita dekat?” Tanya Min Jae. Shin Young minta agar Min Jae ikut saja. Min Jae menantang Shin Young untuk melakukannya. Shin Young ragu2, lalu Min Jae mendekat seperti akan menciumnya.


“Tidak sejauh itu,” Shin Young tertawa gugup. Min Jae merangkul Shin Young dan Shin Young mengijinkannya.

Min Jae mendekat dan berkata, “Pemenangnya akan mendapat apapun yang ia inginkan,” dan akan mencium Shin Young…di depan semua orang.

Shin Young kaget tapi ia tidak bergerak menjauh. Malahan Shin Young memejamkan matanya, bersiap untuk ciuman…


…dan setelah mendekati bibir Shin Young, Min Jae tersenyum pada dirinya sendiri dan mengalihkan kepalanya dan mencium pipi Shin Young. hahaha…

Leave Your Comment Plizz ^^ Gomawo ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s